Apa Saja Penyebab Atresia Esofagus? Ketahui Juga Tipe-Tipenya

Kebiasaan gumoh atau muntah pada bayi setelah minum ASI memang wajar terjadi. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika bayi terlalu sering muntah dan tersedak disertai dengan munculnya lendir berbusa. Bayi berpotensi mengalami atresia esofagus atau kelainan dimana kerongkongan bayi tidak tersambung dengan saluran pencernaan.

Penyebab atresia esofagus

Sejauh ini, penyebab atresia esofagus belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa penyebabnya mungkin saja karena kelainan genetik. Hampir setengah dari seluruh bayi yang lahir dengan atresia esofagus juga memiliki kelainan lain, seperti kelainan pada usus dan anus, jantung, ginjal, tulang rusuk, atau tulang belakang.

Center for Disease Control and Prevention melaporkan, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami atresia esofagus:

  • Usia ayah

Selama ini pertimbangan dalam mempunyai anak sangat dipengaruhi oleh usia ibu, semakin tua usia ibu maka bayi akan semakin berisiko mengalami gangguan kesehatan. Namun, ternyata usia ayah juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan bayi. Semakin tua usia ayah, maka akan meningkatkan risiko bayi terkena atersia esofagus. Sebuah penelitian menunjukkan, peningkatan usia ayah berpengaruh pada penurunan kualitas cairan semen (air mani) dan peningkatan tingkat fragmentasi DNA.

  • Assisted reproductive technology (ART)

Penggunaan ART biasanya terjadi pada perempuan yang sedang melakukan progam kehamilan. Prosedur dan penanganan ART yang kompleks akan dilakukan jika suami istri telah melakukan program hamil lainnya tapi tak kunjung memiliki keturunan. Di sisi lain, ART meningkatkan risiko bayi terkena atresia esofagus dibandingkan dengan perempuan yang tidak melakukan ART. 

Tipe-tipe atresia esofagus

Bentuk esofagus merupakan faktor yang menyebabkan munculnya berbagai tipe atresia esofagus. Biasanya, atresia esofagus berhubungan dengan trachoesophagela trisula (TEF). TEF merupakan suatu abnormalitas kelahiran yang menyebabkan esofagus (kerongkongan) dan trakea (tenggorokan) menyambung. Akibatnya, makanan yang tertelan bisa masuk ke paru-paru bayi. Berikut ini merupakan tipe-tipe atresia esofagus disertai dengan kejadian TEF.

  • Tipe A

Kondisi dimana esofagus bagian atas dan bawah tidak tersambung dan masing-masing ujungnya tertutup. Pada tipe ini, tidak ada esofagus yang menempel pada trakea sehingga tidak disertai dengan TEF. Sebanyak 8% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe A.

  • Tipe B

Esofagus bagian atas menempel ke trakea, sedangkan bagian bawah memiliki ujung tertutup. Tipe B sangat jarang terjadi pada bayi. Sementara, TEF terjadi di esofagus bagian atas esofagus. Sebanyak 1% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe B.

  • Tipe C

Tipe ini paling sering terjadi. Esofagus bagian atas tertutup dan bagian bawahnya menempel pada trakea. TEF terjadi di bagian bawah esofagus. Sebanyak 85% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe C.

  • Tipe D

Diantara semua tipe atresia esofagus, tipe D merupakan tipe yang paling langka dan paling parah. Esofagus bagian bawah dan atas tidak terhubung satu sama lain. Tapi keduanya terhubung dengan trakea. TEF terjadi di bagian atas dan bawah esofagus. Kondisi ini terjadi sebanyak 1 %, hampir sama dengan tipe B namun angka secara pastinya menunjukkan kelangkaan yang kebih.

  • Tipe E

Secara bentuk dan fungsinya, esofagus terlihat normal dan mampu melakukan tugasnya dengan baik. Akan tetapi terdapat hubungan abnormal antara esofagus dan trakea. Kondisi ini terjadi sebanyak 4%.

Atresia esofagus berpotensi terhadap kematian bayi dan kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Meskipun demikian, bukan berarti kelainan ini tidak dapat disembuhkan. Sebagian besar bayi dapat normal kembali jika atresia esofagus telah dideteksi sejak awal. Biasanya, operasi dilakukan untuk menghubungkan esofagus dengan saluran pencernaan yang awalnya terpisah. Setelah itu, bayi diharapkan mampu bernapas dan menyusu dengan baik.

Apa Itu Kurap dan Adakah Obat Kurap Alami?

Kurap, juga dikenal dengan istilah “ringworm” atau dalam dunia medis disebut sebagai “dermatophytosis”, merupakan sebuah infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat menyerap hewan dan manusia. Infeksi jamur ini bermula sebagai bercak merah pada daerah yang terinfeksi, untuk kemudian menyebar di bagian tubuh lain. Kurap dapat tumbuh di kulit kepala, kaki, selangkangan, dan bahkan kuku. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar kurap, termasuk gejala, penyebab, dan potensi perawatan obat kurap alami.

Gejala dan penyebab

Gejala kurap bervariasi tergantung pada daerah mana Anda terinfeksi. Saat infeksi kulit terjadi, gejala yang umum dijumpai adalah bercak kemerahan, bersisik, dan gatal; bercak yang menyebabkan lepuhan kulit; bercak berwarna lebih merah terutama pada bagian luar cincin; dan bercak dengan tepi menonjol. Apabila Anda menderita kurap pada kuku, kuku akan berubah warna dan menjadi lebih tebal atau mulai retak. Di sisi lain, apabila kurap terjadi di kulit kepala, rambut di sekitar kurap akan rontok dan bidang kebotakan akan terjadi. Pengobatan untuk mengatasi gejala tersebut bermacam-macam, mulai dari obat-obatan OTC, perubahan gaya hidup, hingga obat kurap alami seperti minyak kelapa dan kunyit.

Ada tiga jenis jamur yang dapat menyebabkan kurap, yaitu Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Ada kemungkinan bahwa jamur tersebut dapat hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah. Hewan dan manusia dapat tertular kurap setelah melakukan kontak langsung dengan tanah tersebut. Infeksi juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang menderita kurap.

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan mendiagnosa kurap dengan memeriksa kulit dan menggunakan “black light” untuk melihat kulit pada daerah yang terinfeksi. Tergantung jenis jamur, terkadang kurap akan berpendar di bawah paparan black light. Untuk mengkonfirmasi diagnosa, dokter juga dapat melakukan beberapa tes seperti biopsy kulit atau kultur jamur, di mana dokter akan mengambil samepl kulit atau cairan dari lepuhan kurap dan mengirimnya ke laboratorium untuk mendapatkan analisa jamur. Apabila Anda mendapatkan pemeriksaan KOH, dokter akan mengikis sebagian kulit yang terinfeksi dan meneteskan sebuah cairan bernama potassium hydroxide (KOH) di atasnya. KOH dapat membantu memecah sel kulit normal, membuat elemen jamur menjadi lebih mudah dilihat di bawah mikroskop.

Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk merawat kurap. Perawatan yang diterima biasanya tergantung pada tingkat keparahan infeksi kurap, misalnya kurap dan athelte’s foot di tubuh dapat dirawat menggunakan obat topikal, seperti krim, salem, gel, dan semprotan antijamur. Di sisi lain, kurap yang ada di kulit kepala atau kukut membutuhkan obat-obatan oral resep seperti terbinafine atau griseofulvin. Obat-obatan OTC atau krim kulit antijamur juga dapat direkomendasikan. Produk-produk tersebut mengandung clotrimazole, terbinafine, miconazole, dan bahan-bahan lainnya.

Selain obat-obatan OTC dan resep di atas, obat kurap alami juga datang dari perubahan gaya hidup. Dokter akan merekomendasikan Anda dalam merawat infeksi jamur di rumah dengan melakukan beberapa cara seperti mencuci seprai dan bantal serta pakaian setiap hari saat infeksi terjadi untuk membantu mensterilkan lingkungan sekitar, mengeringkan tubuh dengan menyeluruh setelah Anda mandi, memakai pakaian yang longgar, dan merawat seluruh daerah yang terinfeksi jamur. Anda juga bisa menggunakan home remedies seperti kunyit. Lumat kunyit dan campur dengan sedikit air untuk kemudian dioleskan ke kulit yang terinfeksi dan biarkan kering.

Ketahui Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Bisa Mengancam Jiwa

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh yang fungsinya sangat vital sekali untuk menyaring darah dan menghilangkan racun dari dalam tubuh. Jika fungsi jantung tersebut tidak berjalan dengan optimal, maka muncullah kondisi gangguan ginjal akut.

Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik akan membuat adanya penumpukan limbah dan cairan akibat tidak bisa dieksresikan dengan baik melalui urine. Ganggun ginjal atau gagal ginjal ini membuat organ ginjal tidak lagi bisa menyaring zat sisa dalam darah. Sehingga tubuh akan dipenuhi racum dan akan mengancam nyawa.

Penyebab Gangguan Ginjal Akut

Gangguan ginjal akut ini disebabkan oleh tiga kategori, yaotu menurunnya volume urine (prerenal), mengalami masalah proses dalam ginjal (intrinsik), serta postrenal.

Gangguan ginjal akut juga seringnya disebabkan oleh aliran darah menuju ginjal lambat. Sehingga terjadi penumpukan racun dan limbah dalam tubuh.

Berikut beberapa penyebab penyakit ginjal akut yang harus Anda waspadai.

  1. Aliran Darah Mengalami Penurunan

Gangguan ginjal akut disebabkan oleh menurunnya aliran darah akibat kondisi medis tertentu, yaitu:

  • Kehilangan darah akibat perdarahan parah
  • Hipotensi
  • Gagal jantung, hati, dan gagal organ lainnya
  • Fungsi jantung mengalami penurunan akibat penyakit jantung atau kondisi lainnya
  • Terlalu sering menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen
  • Sebelumnya pernah menjalani operasi besar
  • Mengalami reaksi alergi yang parah
  • Pernah mengalami cedera akibat kecelakaan
  • Ginjal Mengalami Kerusakan

Kerusakan ginjal secara langsung bukanlah tanpa sebab. Ada berbagai kondisi yang menyebabkan kerusakan pada ginjal hingga terjadi gangguan ginjal, seperti:

  • Infeksi parah yang membuat kondisi jiwa berbahaya
  • Reaksi alergi obat tertentu
  • Adanya peradangan dan jaringan parut di pembuluh darah
  • Menderita jenis janker multiple myeloma
  • Adanya penyakit yang memengaruhi jaringan ikat yang bertugas mendukung organ internal
  • Terjadinya kerusakan atau peradangan pada tubulus ginjal
  • Tersumbatnya Saluran Kemih

Gangguan ginjal akut juga bisa disebabkan oleh tersumbatnya saluran kemih. Penymbatan saluran kemih ini disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Batu ginjal
  • Pembesaran prostat
  • Mengalami kanker kandung kemih, kanker serviks, atau prostat
  • Adanya gangguan sistem saraf yang berdampak ke kandung kemih dan urine
  • Pada saluran kemih terdapat gumpalan darah

Selain itu, ada juga faktor resiko yang membuat seseorang jadi lebih besar kemungkinannya mengalami gangguan ginjal akut, yaitu:

  • Hipertensi
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Penyakti autoimun
  • Dirawat di rumah sakit ketika menjalani perawatan intensif
  • Mengalami penyumbatan pembuluh darah pada kaki dan lengan
  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Gagal hati
  • Beberapa penyakit kanker dan pengobatannya
  • Infeksi berat atau sepsis

Tanda-tanda Gangguan Ginjal Akut

Penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Sehingga penyakit ini perlu dipastikan dnegan melakukan pemeriksaan fungsi dan kelainan ginjal.

Jika kondisi gangguan ginjal akut sudah parah, ada beberapa gejala yang muncul, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Merasa lesu dan mudah mengantuk
  • Mengalami demam
  • Kaki dan lengan mengalami pembengkakan
  • Buang air kecil frekuensinya berkurang
  • Mulut berbau dan mulut terasa seperti ada logam
  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri punggung
  • Produksi sel darah merah berkurang sehingga terjadi anemia

Gangguan ginjal akut bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan tergantung pada kondisi gagan ginjal yang dialami.

Ada Benjolan di Daun Telinga? Mungkin Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda merasakan adanya benjolan di daun telinga? Kalau iya, benjolan itu bisa jadi adalah kista atau earlobe cyst. Sekilas, benjolan ini terkesan seperti jerawat, tapi berwarna kemerahan dan tidak memiliki mata seperti jerawat.

benjolan

Pada dasarnya, memiliki benjolan atau kista di sekitar daun telinga adalah kondisi yang sangat umum. Biasanya, Anda tidak perlu menjalani perawatan khusus untuk mengobati benjolan ini.

Akan tetapi, jika benjolan tak pernah hilang dan menimbulkan rasa nyeri, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Bagaimana benjolan di daun telinga bisa tumbuh? 

Kista adalah sekantong jaringan yang berisi cairan, udara, atau zat lain. Kista bisa terbentuk pada lapisan kulit paling dalam ketika sel-sel kulit tidak berkembang biak dengan sempurna, melainkan mengelupas.

Kista pada daun telinga dikenal juga dengan kista epidermoid. Kondisi ini juga bisa terjadi pada kulit kepala, ketika folikel rambut atau kelenjar minyak mengalami kerusakan. 

Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami pertumbuhan kista. Sebagian besar pasien yang menderita kondisi ini memiliki riwayat orang tua dengan kondisi serupa.

Jadi, bisa dikatakan kista terjadi karena faktor genetik. Meski begitu, banyak juga pasien kista yang mengalami pertumbuhan kista dengan sendirinya tanpa ada alasan tertentu. 

Umumnya, pria memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kista. Selain itu, faktor resiko kista yang memicu benjolan di daun telinga adalah: 

  • Sudah melewati usia pubertas
  • Memiliki kondisi genetik tertentu, salah satunya sindrom Gardner
  • Pernah mengalami cedera pada kulit 
  • Memiliki riwayat berjerawat yang parah

Apa yang harus dilakukan saat ada benjolan di daun telinga?

Kista atau benjolan di daun telinga sebenarnya tidak berbahaya. Seiring berjalannya waktu, benjolan ini dapat hilang dengan sendirinya.

Benjolan bisa semakin membesar, tapi tetap bisa menghilang tanpa memerlukan perawatan khusus. Terkadang, untuk proses diagnosa, dokter mungkin akan mengambil sampel dari kista di daun telinga Anda untuk diuji di laboratorium.

Dalam beberapa kasus, kista yang membesar akan menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Bila hal ini terjadi, maka Anda perlu segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan perubahan warna pada benjolan. Bila warnanya mulai berubah, bisa jadi terjadi infeksi pada kista tersebut. 

Bila dokter menyimpulkan bahwa Anda perlu menjalani pengobatan, Anda akan menerima perawatan dengan prosedur pengangkatan kista. Langkah ini dilakukan dengan proses pembiusan terlebih dahulu, lalu diikuti dengan membuat sayatan di sekitar daun telinga untuk mengangkat kista.

Terkadang, sebelum kista membesar, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Untuk meredakan pembengkakan dan inflamasi, Anda juga mungkin akan menerima suntikan steroid. 

Bolehkah memecahkan kista daun telinga di rumah? 

Kista di daun telinga memang terlihat seperti jerawat. Tapi, benjolan kista sebaiknya tidak dipecahkan sendiri di rumah.

Biasanya, kista tidak memiliki mata seperti jerawat. Lokasi mata akan berada sangat jauh di bawah lapisan kulit yang paling dalam. Berusaha untuk memecahkannya seperti jerawat hanya akan membuat Anda merasa nyeri dan membuat benjolan semakin bengkak serta memerah.

Karena itu, jangan pernah mencoba untuk memecahkan benjolan di daun telinga sendiri di rumah. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Anda hanya perlu bersabar sampai kista benar-benar menghilang. 

Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Binge Eating Disorder

Binge eating disorder merupakan sebuah gangguan makan serius di mana Anda sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar dan tidak mampu berhenti makan. Hampir setiap orang pernah makan berlebih, terutama saat hari raya atau acara spesial tertentu. Namun, bagi sebagian orang, makan berlebih yang tidak bisa dikontrol dan menjadi sebuah hal rutin disebut binge eating disorder. Saat Anda memiliki kondisi ini, Anda akan merasa malu dan bersumpah untuk berhenti. Namun, ada rasa kompulsif yang tidak bisa ditolak bahwa Anda ingin terus makan. Artikel ini akan membahas gangguan makan ini dengan lebih mendetail.

Gejala

Kebanyakan orang dengan binge eating disorder memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, tanda-tanda dan gejala perilaku serta emosi binge eating disorder di antaranya adalah:

  • Makan makanan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu tertentu, misalnya setiap dua jam sekali
  • Makan meskipun Anda kenyang dan tidak lapar serta makan dengan cepat saat episode “binge” terjadi
  • Sering makan seorang diri dan sembunyi-sembunyi, serta makan hingga Anda benar-benar kenyang dan tidak nyaman
  • Merasa depresi, jijik dengan diri sendiri, malu, bersalah, serta sedih akibat kebiasaan makan Anda
  • Sering diet namun tidak dapat menurunkan berat badan

Berbeda dengan orang yang memiliki kasus bulimia, mereka yang menderita binge eating disorder tidak melakukan olahraga berlebih atau menggunakan obat pencahar untuk membuang kalori berlebih. Mereka biasanya mencoba untuk diet dan makan makanan yang normal. Namun, batasan diet malah membuat seseorang bertambah “binge eating”. Tingkat keparahan binge eating disorder seseorang tergantung pada seberapa sering aktivitas makan berlebih tersebut terjadi.

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab binge eating disorder hingga saat ini belum diketahui. Namun genetik, faktor biologi, diet jangka panjang, dan ganguan psikologis dapat meningkatkan risiko Anda menderita binge eating disorder. Selain itu, binge eating disorder lebih lazim dijumpai terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, meskipun semua orang tidak peduli usia dapat menderita kondisi ini. Binge eating disorder juga biasanya berawal saat seseorang berada pada usia akhir rejama atau awal 20an. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita binge eating disorder di antaranya adalah:

  • Riwayat keluarga. Ada kemungkinan Anda menderita binge eating disorder apabila orangtua atau saudara memiliki gangguan makan serupa. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa gen bawaan atau turunan dapat meningkatkan risiko menderita gangguan makan.
  • Diet. Banyak orang yang menderita binge eating disorder memiliki riwayat diet. Diet atau membatasi kalori di siang hari dapat memicu rasa ingin makan banyak, terutama apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala depresi.
  • Gangguan psikologi. Banuak orang yang memiliki binge eating disorder memiliki perasaan negatif terhadap diri mereka sendiri dan kemampuan atau ketrampilan serta pencapaian yang mereka dapatkan. Pemicu binge eating di antaranya adalah stres, citra diri yang buruk, dan ketersediaan makanan favorit.

Anda dapat mengembangkan masalah fisik dan psikologi yang berhubungan dengan binge eating disorder. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh gangguan ini di antaranya adalah kualitas hidup yang buruk, kesulitan melakukan pekerjaan, kehidupan sosial dan pribadi yang buruk, isolasi sosial, obesitas, serta beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan obesitas, seperti gangguan persendian, penyakit jantung, diabetes tipe 2, GEERD, dan gangguan pernapasan yang berhubungan dengan tidur. Sementara itu, gangguan psikriatis yang sering dihubungkan dengan binge eating disorder di antaranya adalah depresi, gangguan bipolar, kecemasan, dan gangguan penggunaan zat-zat terlarang.

Sesak Napas Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda mengalami sesak napas menjelang atau saat tidur di malam hari? Hal ini mungkin bisa terjadi pada siapa saja, namun ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan sesak napas malam hari.

Sesak napas merupakan kondisi yang ditandai dengan kesulitan atau adanya rasa tidak nyaman saat bernapas. Anda mungkin merasakan sesak pada area dada atau merasa tidak menghirup udara yang cukup.

Bila hal ini terjadi pada malam hari, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk tidur. Hal ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Karena itu, sebaiknya ketahui penyebab sesak napas yang Anda alami dan lakukan upaya pengobatannya.

Hal-hal yang menyebabkan sesak napas malam hari dan cara mengatasinya

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sesak napas malam hari. Biasanya, kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lain yang Anda alami.

Berikut ini beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kondisi Anda dan cara mengatasinya:

  • Obesitas

Orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas cenderung mengalami kesulitan bernapas saat berbaring. Hal ini bisa terjadi karena adanya beban berlebih yang menekan area perut.

Tekanan tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada ketidakmampuan paru-paru untuk menggembung dengan sempurna.

Bila hal ini terjadi, cara paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan menurunkan berat badan. Lakukanlah diet sehat secara rutin dengan mengonsumsi makanan rendah kalori, lalu diimbangi dengan olahraga teratur.

  • Alergi

Percaya atau tidak, alergi juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas malam hari. Beberapa orang memiliki gejala alergi berupa kesulitan bernapas, dan hal ini seringkali menjadi semakin memburuk di malam hari.

Beberapa faktor yang memicu alergi mungkin berasal dari lingkungan tempat tidur Anda, seperti debu atau bulu hewan peliharaan yang tertinggal di kasur. Hal-hal tersebut bisa saja memicu reaksi alergi berupa sesak napas.

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan membersihkan area tempat tidur sesering mungkin. Tanpa Anda sadari, benda-benda di kamar mungkin bisa menjadi sarang debu dan kotoran pemicu alergi, seperti karpet, sarung bantal, kipas angin, dan lain sebagainya.

  • Gangguan panik dan kecemasan

Gangguan kecemasan dan panik merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang menyerang beberapa orang. Penderitanya terkadang mengalami serangan panik secara tiba-tiba di malam hari, menimbulkan rasa takut dan sesak napas.

Sebenarnya, serangan panik yang tiba-tiba tidak selalu terjadi pada malam hari dan bisa saja menimbulkan gejala yang berbeda. Tapi, sebagian besar penderita gangguan kecemasan mengalami gejalal sesak napas ketika serangan takut, panik, dan cemas melanda.

Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan pengobatan melalui terapi atau obat-obatan antidepresan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan latihan pernapasan secara rutin agar bisa mengendalikan pernapasan dengan baik saat sesak napas melanda.

  • Sleep apnea

Sleep apnea merupakan kondisi yang terjadi saat Anda sedang tidur, dimana saluran udara mengalami penyempitan sehingga kadar oksigen yang masuk pun cukup rendah. Bila Anda menderta kondisi ini, Anda mungkin akan terengah-engah dan merasa lelah saat bangun di pagi hari.

Sleep apnea bisa diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup. Tingkatkan aktivitas olahraga dan berhentilah merokok. Bila kondisi cukup parah, Anda mungkin memerlukan pemasangan alat khusus agar saluran udara Anda tetap terbuka selama tidur.

Sesak napas malam hari dapat diatasi bila Anda mengetahui faktor penyebabnya dengan tepat. Konsultasikan pada dokter untuk menerima diagnosa serta upaya penyembuhan yang paling sesuai.

Apa Penyebab Pasti Dari Kanker Usus?

Kanker usus adalah jenis kanker yang dimulai di usus besar, usus besar sendiri adalah bagian akhir dari saluran pencernaan Anda. Kanker usus besar biasanya menyerang orang dewasa yang lebih tua, namun juga bisa terjadi pada usia berapa pun.

Kanker usus besar kadang-kadang disebut kanker kolorektal, yaitu istilah yang menggabungkan kanker usus besar dan kanker rektal, yang dimulai di rektum. Kanker usus terbentuk ketika DNA dalam sel di usus besar atau rektum Anda mengalami mutasi yang membuat mereka tidak dapat mengontrol pertumbuhan dan pembelahan.

Berikut penyebab atau resiko yang diketahui untuk kanker usus:

  • Riwayat keluarga: Meskipun alasannya tidak jelas di semua kasus, gen yang diturunkan, faktor lingkungan bersama, atau kombinasi dari pengaruh ini dapat meningkatkan resiko Anda memiliki kanker usus.
  • Sindrom turunan: Dua sindrom bawaan paling umum yang terkait dengan kanker usus adalah poliposis adenomatosa familial (FAP) dan kanker kolorektal non-poliposis herediter (HNPCC). Sindrom lain yang dapat meningkatkan resiko berkembangnya kanker usus termasuk Sindrom Lynch, Sindrom Turcot, dan Sindrom Peutz-Jeghers.
  • Diet: Diet tinggi daging merah dan olahan (mis., Daging sapi, domba, hot dog) dapat meningkatkan resiko kanker usus. Metode memasak daging pada suhu yang sangat tinggi dapat menciptakan bahan kimia yang juga dapat meningkatkan resiko. Gaya hidup tidak aktif: Individu yang menjalani gaya hidup tidak banyak bergerak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kanker usus.
  • Merokok: Beberapa zat penyebab kanker yang terkait dengan merokok dapat tertelan, berpotensi meningkatkan resiko Anda terkena kanker usus.
  • Penggunaan alkohol: Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan resiko kanker usus.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus.
  • Diabetes tipe II: Kondisi ini dikaitkan dengan resiko kanker rektal yang lebih tinggi dan juga dapat mempengaruhi prognosis Anda.

Sebenarnya, peneliti masih mempelajari penyebab dari kanker usus. Kanker dapat disebabkan oleh mutasi genetik, baik yang diturunkan atau didapat. Mutasi ini tidak menjamin Anda akan mengembangkan kanker usus, namun hal tersebut dapat meningkatkan peluang Anda memiliki kanker usus.

Beberapa mutasi dapat menyebabkan sel abnormal menumpuk di lapisan usus besar Anda, dan membentuk polip. Kondisi ini masih merupakan pertumbuhan kecil yang jinak. Menghilangkan pertumbuhan polip melalui operasi bisa menjadi tindakan pencegahan, karena polip yang tidak diobati bisa menjadi kanker usus.

Penyebab pasti dari kanker usus masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun Anda dapat melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi resiko pada kanker usus besar.

Jangan Keliru, Inilah Cara Pakai Masker yang Benar!

Kasus penyebaran virus corona hingga saat ini masih saja meningkat dari hari ke hari. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi faktor penting yang menyebabkan penambahan kasus Covid-19 ini. Salah satunya adalah tidak menggunakan masker saat keluar dari rumah. Di sisi lain, ada yang sudah menggunakan masker, tapi masih salah cara menggunakannya. Maka dari itu, penting sekali menggunakan masker dan mengetahui cara pakai masker yang benar.

Peran masker dalam mencegah infeksi virus corona

Cobalah bayangkan, jika Anda saat ini dikelilingi oleh orang-orang yang tidak menggunakan masker, apakah Anda merasa yakin bahwa mereka tidak menularkan virus pada Anda? Sebaliknya, jika Anda sendiri yang tidak menggunakan masker, apakah Anda tetap merasa aman dan terlindungi?

Saat ini, menggunakan masker setiap keluar rumah sangatlah penting. Masker digunakan untuk mencegah penularan penyakit, termasuk Covid-19, dengan cara mencegah masuknya tetesan droplet (air liur, ingus, dan sejenisnya) dari udara yang mungkin saja telah terinfeksi dan mengandung virus atau bakteri. Baik itu dari Anda ke orang lain, maupun dari orang lain kepada diri Anda sendiri.

Masker ini umumnya dilengkapi dengan karet atau tali sebagai penyangkut di kepala, longgar di bagian mulut, dan menutupi atau melindungi bagian hidung dan mulut. Berbagai jenis masker yang tersedia, meliputi masker hidung, masker medis, masker operasi, atau masker prosedur. Penggunaan masker ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingannya masing-masing.

Yuk, ketahui cara pakai masker yang benar!

Saat ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan masyarakat umum untuk menggunakan masker untuk melindungi diri dari penyakit pernapasan, seperti Covid-19. Penyedia layanan kesehatan atau pihak langsung yang menangani pengobatan Covid-19 diwajibkan menggunakan masker bedah atau respiratori N95. Untuk masyarakat lainnya, bisa menggunakan penutup wajah dari kain atau masker medis.

Cara pakai masker yang benar menurut CDC adalah sebagai berikut.

  • Cuci tangan Anda sekitar 20 detik dengan sabun dan air sebelum memakai masker atau bisa juga menggunakan handsanitizer.
  • Posisikan makser di atas hidung dan mulut Anda, lalu kencangkan hingga ke bawah dagu.
  • Sesuaikan masker dengan sisi wajah Anda.
  • Pastikan posisi masker membuat Anda nyaman dan bisa bernapas lega.

Adapun cara pakai masker medis yang benar adalah sebagai berikut.

  • Cuci tangan Anda sekitar 20 detik dengan sabun dan air sebelum memakai masker atau bisa juga menggunakan handsanitizer.
  • Posisikan bagian masker yang berwarna ke luar.
  • Pastikan setrip logam berada di bagian atas dan direkatkan ke pangkal hidung Anda.
  • Letakkan tali masker di kedua telinga Anda.
  • Jika tali masker model diikat, maka ikatlah salah satu tali ke bagian atas kepala dan tali lainnya ke bagian tengkuk Anda.
  • Jika tali masker tersambung (biasanya untuk yang berhijab), maka posisikan tali makser di atas ubun-ubun kepala Anda.
  • Kemudian, tariklah bagian bawah masker sampai menutupi dagu Anda.
  • Sesuaikan masker dengan sisi wajah Anda.
  • Pastikan posisi masker membuat Anda nyaman dan bisa bernapas lega.

Perlu Anda ingat, CDC menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker setiap keluar rumah atau berada di tempat umum. Untuk anak-anak yang berusia kurang dari dua tahun, tidak diperbolehkan menggunakan masker. Selain itu, masyarakat tidak boleh menggunakan masker yang ditujukan untuk petugas kesehatan, seperti masker bedah atau respirator N95.

Inilah cara pakai masker yang benar yang bisa Anda ikuti. Pastikan juga, Anda tidak menyentuh bagian luar masker dengan tangan. Jika ingin melepaskan masker kotor, lakukan dengan cara melepas tali masker dari kepala Anda dan segera cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Sebaiknya, gunakan masker satu kali pakai saja. Jika masker medis, maka ganti masker dengan yang baru. Jika masker kain, Anda bisa mencucinya dengan sabun dan dapat digunakan lagi setelah dicuci.

Jadikan Kulit Cerah, Ini Manfaat Masker Kefir untuk Kecantikan

Banyak orang menggunakan masker wajah sebagai salah satu upaya merawat kecantikan kulit. Salah satu masker berbahan alami yang umum digunakan adalah masker kefir. Meski tidak sepopuler masker-masker lain, ada banyak manfaat masker kefir yang mendukung proses perawatan kulit wajah Anda.

Masker kefir merupakan masker yang bisa dibuat sendiri dengan menggunakan kefir sebagai bahan utama. Kefir sendiri adalah produk olahan yang difermentasikan dari susu, baik susu sapi maupun susu kambing.

Sekilas, kefir tampak serupa dengan yogurt. Akan tetapi, kefir sebenarnya memiliki tekstur yang lebih padat dan mengandung lebih banyak jumlah bakteri baik atau probiotik dibandingkan dengan yogurt.

Manfaat masker kefir sebagai perawatan kulit wajah

Terdapat banyak manfaat masker kefir yang bisa Anda rasakan bila digunakan secara rutin dan teratur. Berikut ini beberapa keuntungan yang akan Anda rasakan pada kulit setelah memakai masker kefir:

  • Menghaluskan kulit kering

Beberapa dari Anda mungkin memiliki masalah dengan kulit yang kering. Kulit kering biasanya membuat wajah terasa lebih kasar. Di sinilah masker kefir berperan dengan menghaluskan kulit wajah yang kasar akibat kekeringan.

Sebagai probiotik, kefir mampu mempertahankan kelembaban alami di kulit Anda. Melalui hal tersebut, Anda juga bisa terhindar dari gejala penuaan pada kulit seperti kemunculan garis-garis halus dan kerutan.

  • Mengatasi jerawat

Jerawat pada kulit pasti sering menjadi kondisi yang terasa mengganggu bagi semua orang. Masker kefir memiliki fungsi antiinflamasi yang bisa membantu dalam meredakan peradangan, sehingga jerawat lebih cepat sembuh dan menghilang.

Tidak hanya itu, kefir juga berfungsi untuk melawan infeksi bakteri, salah satunya bakteri penyebab jerawat. Dengan begitu, wajah Anda tidak akan mengalami kemunculan jerawat yang terlalu sering.

  • Mencegah penuaan kulit

Manfaat masker kefir lainnya adalah kemampuan untuk mencegah gejala penuaan di kulit. Kefir banyak digunakan sebagai bahan dasar pada produk-produk anti-aging karena memiliki kandungan Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang natural.

AHA mampu mengatasi berbagai kondisi kulit, salah satunya masalah penuaan. Selain itu, kandungan AHA dalam masker kefir juga membantu menghilang sel kulit mati, meningkatkan produksi kolagen, serta menjaga keseimbangan PH kulit.

  • Meredakan kemerahan di kulit

Kulit kemerahan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya peradangan akibat pemakaian riasan di wajah. Kemerahan ini bisa diredakan dengan menggunakan masker kefir secara rutin.

Masker kefir berperan sebagai eksfoliator untuk mengeksfoliasi kulit, menjadikannya lebih sehat. Kandungan dalam kefir akan mengangkat lapisan-lapisan buruk pada kulit dan menggantikannya dengan sel kulit baru yang lebih sehat.

  • Menenangkan kulit

Sebagai probiotik, kefir mampu meningkatkan kemampuan kulit dalam melindungi diri terhadap paparan zat-zat negatif dari lingkungan. Hal ini juga berpengaruh pada kulit yang meradang, infeksi, dan stres.

Pemakaian masker kefir secara rutin mampu menenangkan kulit dari peradangan atau infeksi akibat paparan zat negatif. Probiotik akan mengeluarkan radikal bebas dan racun-racun berbahaya yang masuk melalui sel kulit Anda.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker kefir

Ketika Anda membeli masker berbahan kefir, Anda perlu memperhatikan komposisi yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar masker kefir mengandung alkohol di dalamnya untuk menyeimbangkan produk susu yang telah difermentasi.

Anda bisa merasakan manfaat masker kefir dengan lebih aman dengan membuat masker kefir sendiri di rumah. Hal ini memungkinkan Anda untuk merawat kulit dengan bahan alami dibandingkan dengan produk olahan yang telah tercampur dengan berbagai bahan kimia.

Alasan Sabun Bayi Disarankan untuk Membersihkan Vagina

Saat ini ada banyak pilihan sabun pembersih organ kewanitaan yang ditawarkan, khususnya yang memakai bahan kapur sirih. Sayangnya menurut dokter kandungan, penggunaan sabun seperti itu tidak disarankan. Belakangan, muncul narasi bahwa sabun bayi hadir sebagai alternatif yang aman untuk itu.

Hampir semua kalangan medis sepakat bahwa penggunaan sabun pembersih organ kewanitaan bisa “merusak” kondisi alami vagina. Sebenarnya, tak perlu sabun pun, organ intim wanita secara alami bisa menjaga keseimbangan floralnya (bakteri baik dan jahat).

Lantas, apa sih alasan mengapa belakangan sabun bayi dikatakan aman dan malah disarankan penggunaannya untuk membersihkan vagina?

  • Tidak Menyebabkan Iritasi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan iritasi pada vagina, salah satunya adalah penggunaan sabun yang mengandung bahan-bahan yang tidak cocok dengan kondisi kelembapan dan pH di area sensitif tersebut.

Nah beruntungnya, sabun bayi diformulasikan khusus untuk kulit bayi yang sensitif dan itu sudah terbukti tidak memberikan efek berbahaya pada mereka. Dari sanalah kalangan medis berpendapat bahwa sabun bayi sangat aman digunakan untuk area vagina.

  • Kandungannya Sangat Lembut

Sabun bayi diformulasikan secara khusus untuk menjaga kulit bayi, yang masih sangat sensitif. Ia tercipta dari serangkaian bahan baku dan kandungan yang sangat lembut dan aman untuk kulit bayi. Jika Anda mencari sabun yang memiliki kandungan yang tidak berbahaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina tentunya tidak ada pilihan yang lebih baik dari sabun bayi.

  • Komposisinya Menggunakan Bahan Alami

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya di mana sabun bayi tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga aman untuk menjaga keseimbangan pH dan kelembapan vagina. Hal ini didukung oleh deretan komposisi yang berasal dari bahan-bahan alami yang tentunya juga baik untuk kesehatan area-area sensitif pada kulit manusia, termasuk di sekitar kemaluan wanita.

  • Cocok untuk Merawat Kesehatan Area Sensitif

Kulit di sekitar vagina termasuk sangat sensitif, kendati kondisinya tidak sama dengan sensitifnya kulit bayi. Namun, karena sabun bayi saja aman untuk kulit bayi yang sensitif, hal ini tentu berlaku juga bagi kulit di sekitar vagina.

  • Kandungan pH-nya Sangat Aman untuk Area Vagina

Ada banyak manfaat pH dalam tubuh, termasuk vagina.  Fungsi pH di area sekitar vagina berfungsi untuk menjaga keseimbangan sistem floral di area tersebut. Kondisi ini bisa saja terganggu jika penggunaan pembersih yang mengandung bahan-bahan kimia.

Sementara itu, sabun bayi mengandung pH yang sangat aman untuk kulit sensitif bayi dan juga sudah terbukti aman utnuk area vagina karena tidak menganggu sistem keseimbangan floralnya.

  • Tidak Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Keseimbangan floral pada area vagina bisa saja terganggu jika menggunakan sabun pembersih yang mengandung bahan-bahan kimia. Sementara sabun bayi yang diformulasikan khusus untuk menjaga kulit bayi agar tetap lembut dan sehat tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

  • Tidak Berbau atau Berpewangi

Salah satu ciri khas dari sabun bayi adalah tidak memiliki bau khusus atau berpewangi. Hal ini justru cocok untuk menjaga area vagina karena itu artinya tidak ada tambahan bahan kimia pada sabun bayi yang dapat membahayakan kondisi area sekitar vagina yang sensitif.

***

Sebenarnya membersihkan daerah sekitar vagina cukup dengan air ber-pH netral saja. Pakai sabun bayi sangat disarankan, karena pH-nya aman. Apalagi jika area kewanitaan Anda sensitif, disarankan Anda menggunakan sabun bayi untuk membersihkannya.