Apa Saja Penyebab Atresia Esofagus? Ketahui Juga Tipe-Tipenya

Kebiasaan gumoh atau muntah pada bayi setelah minum ASI memang wajar terjadi. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika bayi terlalu sering muntah dan tersedak disertai dengan munculnya lendir berbusa. Bayi berpotensi mengalami atresia esofagus atau kelainan dimana kerongkongan bayi tidak tersambung dengan saluran pencernaan.

Penyebab atresia esofagus

Sejauh ini, penyebab atresia esofagus belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa penyebabnya mungkin saja karena kelainan genetik. Hampir setengah dari seluruh bayi yang lahir dengan atresia esofagus juga memiliki kelainan lain, seperti kelainan pada usus dan anus, jantung, ginjal, tulang rusuk, atau tulang belakang.

Center for Disease Control and Prevention melaporkan, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami atresia esofagus:

  • Usia ayah

Selama ini pertimbangan dalam mempunyai anak sangat dipengaruhi oleh usia ibu, semakin tua usia ibu maka bayi akan semakin berisiko mengalami gangguan kesehatan. Namun, ternyata usia ayah juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan bayi. Semakin tua usia ayah, maka akan meningkatkan risiko bayi terkena atersia esofagus. Sebuah penelitian menunjukkan, peningkatan usia ayah berpengaruh pada penurunan kualitas cairan semen (air mani) dan peningkatan tingkat fragmentasi DNA.

  • Assisted reproductive technology (ART)

Penggunaan ART biasanya terjadi pada perempuan yang sedang melakukan progam kehamilan. Prosedur dan penanganan ART yang kompleks akan dilakukan jika suami istri telah melakukan program hamil lainnya tapi tak kunjung memiliki keturunan. Di sisi lain, ART meningkatkan risiko bayi terkena atresia esofagus dibandingkan dengan perempuan yang tidak melakukan ART. 

Tipe-tipe atresia esofagus

Bentuk esofagus merupakan faktor yang menyebabkan munculnya berbagai tipe atresia esofagus. Biasanya, atresia esofagus berhubungan dengan trachoesophagela trisula (TEF). TEF merupakan suatu abnormalitas kelahiran yang menyebabkan esofagus (kerongkongan) dan trakea (tenggorokan) menyambung. Akibatnya, makanan yang tertelan bisa masuk ke paru-paru bayi. Berikut ini merupakan tipe-tipe atresia esofagus disertai dengan kejadian TEF.

  • Tipe A

Kondisi dimana esofagus bagian atas dan bawah tidak tersambung dan masing-masing ujungnya tertutup. Pada tipe ini, tidak ada esofagus yang menempel pada trakea sehingga tidak disertai dengan TEF. Sebanyak 8% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe A.

  • Tipe B

Esofagus bagian atas menempel ke trakea, sedangkan bagian bawah memiliki ujung tertutup. Tipe B sangat jarang terjadi pada bayi. Sementara, TEF terjadi di esofagus bagian atas esofagus. Sebanyak 1% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe B.

  • Tipe C

Tipe ini paling sering terjadi. Esofagus bagian atas tertutup dan bagian bawahnya menempel pada trakea. TEF terjadi di bagian bawah esofagus. Sebanyak 85% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe C.

  • Tipe D

Diantara semua tipe atresia esofagus, tipe D merupakan tipe yang paling langka dan paling parah. Esofagus bagian bawah dan atas tidak terhubung satu sama lain. Tapi keduanya terhubung dengan trakea. TEF terjadi di bagian atas dan bawah esofagus. Kondisi ini terjadi sebanyak 1 %, hampir sama dengan tipe B namun angka secara pastinya menunjukkan kelangkaan yang kebih.

  • Tipe E

Secara bentuk dan fungsinya, esofagus terlihat normal dan mampu melakukan tugasnya dengan baik. Akan tetapi terdapat hubungan abnormal antara esofagus dan trakea. Kondisi ini terjadi sebanyak 4%.

Atresia esofagus berpotensi terhadap kematian bayi dan kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Meskipun demikian, bukan berarti kelainan ini tidak dapat disembuhkan. Sebagian besar bayi dapat normal kembali jika atresia esofagus telah dideteksi sejak awal. Biasanya, operasi dilakukan untuk menghubungkan esofagus dengan saluran pencernaan yang awalnya terpisah. Setelah itu, bayi diharapkan mampu bernapas dan menyusu dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *