Ada Benjolan di Daun Telinga? Mungkin Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda merasakan adanya benjolan di daun telinga? Kalau iya, benjolan itu bisa jadi adalah kista atau earlobe cyst. Sekilas, benjolan ini terkesan seperti jerawat, tapi berwarna kemerahan dan tidak memiliki mata seperti jerawat.

benjolan

Pada dasarnya, memiliki benjolan atau kista di sekitar daun telinga adalah kondisi yang sangat umum. Biasanya, Anda tidak perlu menjalani perawatan khusus untuk mengobati benjolan ini.

Akan tetapi, jika benjolan tak pernah hilang dan menimbulkan rasa nyeri, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Bagaimana benjolan di daun telinga bisa tumbuh? 

Kista adalah sekantong jaringan yang berisi cairan, udara, atau zat lain. Kista bisa terbentuk pada lapisan kulit paling dalam ketika sel-sel kulit tidak berkembang biak dengan sempurna, melainkan mengelupas.

Kista pada daun telinga dikenal juga dengan kista epidermoid. Kondisi ini juga bisa terjadi pada kulit kepala, ketika folikel rambut atau kelenjar minyak mengalami kerusakan. 

Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami pertumbuhan kista. Sebagian besar pasien yang menderita kondisi ini memiliki riwayat orang tua dengan kondisi serupa.

Jadi, bisa dikatakan kista terjadi karena faktor genetik. Meski begitu, banyak juga pasien kista yang mengalami pertumbuhan kista dengan sendirinya tanpa ada alasan tertentu. 

Umumnya, pria memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kista. Selain itu, faktor resiko kista yang memicu benjolan di daun telinga adalah: 

  • Sudah melewati usia pubertas
  • Memiliki kondisi genetik tertentu, salah satunya sindrom Gardner
  • Pernah mengalami cedera pada kulit 
  • Memiliki riwayat berjerawat yang parah

Apa yang harus dilakukan saat ada benjolan di daun telinga?

Kista atau benjolan di daun telinga sebenarnya tidak berbahaya. Seiring berjalannya waktu, benjolan ini dapat hilang dengan sendirinya.

Benjolan bisa semakin membesar, tapi tetap bisa menghilang tanpa memerlukan perawatan khusus. Terkadang, untuk proses diagnosa, dokter mungkin akan mengambil sampel dari kista di daun telinga Anda untuk diuji di laboratorium.

Dalam beberapa kasus, kista yang membesar akan menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Bila hal ini terjadi, maka Anda perlu segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan perubahan warna pada benjolan. Bila warnanya mulai berubah, bisa jadi terjadi infeksi pada kista tersebut. 

Bila dokter menyimpulkan bahwa Anda perlu menjalani pengobatan, Anda akan menerima perawatan dengan prosedur pengangkatan kista. Langkah ini dilakukan dengan proses pembiusan terlebih dahulu, lalu diikuti dengan membuat sayatan di sekitar daun telinga untuk mengangkat kista.

Terkadang, sebelum kista membesar, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Untuk meredakan pembengkakan dan inflamasi, Anda juga mungkin akan menerima suntikan steroid. 

Bolehkah memecahkan kista daun telinga di rumah? 

Kista di daun telinga memang terlihat seperti jerawat. Tapi, benjolan kista sebaiknya tidak dipecahkan sendiri di rumah.

Biasanya, kista tidak memiliki mata seperti jerawat. Lokasi mata akan berada sangat jauh di bawah lapisan kulit yang paling dalam. Berusaha untuk memecahkannya seperti jerawat hanya akan membuat Anda merasa nyeri dan membuat benjolan semakin bengkak serta memerah.

Karena itu, jangan pernah mencoba untuk memecahkan benjolan di daun telinga sendiri di rumah. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Anda hanya perlu bersabar sampai kista benar-benar menghilang. 

Apa Penyebab Pasti Dari Kanker Usus?

Kanker usus adalah jenis kanker yang dimulai di usus besar, usus besar sendiri adalah bagian akhir dari saluran pencernaan Anda. Kanker usus besar biasanya menyerang orang dewasa yang lebih tua, namun juga bisa terjadi pada usia berapa pun.

Kanker usus besar kadang-kadang disebut kanker kolorektal, yaitu istilah yang menggabungkan kanker usus besar dan kanker rektal, yang dimulai di rektum. Kanker usus terbentuk ketika DNA dalam sel di usus besar atau rektum Anda mengalami mutasi yang membuat mereka tidak dapat mengontrol pertumbuhan dan pembelahan.

Berikut penyebab atau resiko yang diketahui untuk kanker usus:

  • Riwayat keluarga: Meskipun alasannya tidak jelas di semua kasus, gen yang diturunkan, faktor lingkungan bersama, atau kombinasi dari pengaruh ini dapat meningkatkan resiko Anda memiliki kanker usus.
  • Sindrom turunan: Dua sindrom bawaan paling umum yang terkait dengan kanker usus adalah poliposis adenomatosa familial (FAP) dan kanker kolorektal non-poliposis herediter (HNPCC). Sindrom lain yang dapat meningkatkan resiko berkembangnya kanker usus termasuk Sindrom Lynch, Sindrom Turcot, dan Sindrom Peutz-Jeghers.
  • Diet: Diet tinggi daging merah dan olahan (mis., Daging sapi, domba, hot dog) dapat meningkatkan resiko kanker usus. Metode memasak daging pada suhu yang sangat tinggi dapat menciptakan bahan kimia yang juga dapat meningkatkan resiko. Gaya hidup tidak aktif: Individu yang menjalani gaya hidup tidak banyak bergerak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kanker usus.
  • Merokok: Beberapa zat penyebab kanker yang terkait dengan merokok dapat tertelan, berpotensi meningkatkan resiko Anda terkena kanker usus.
  • Penggunaan alkohol: Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan resiko kanker usus.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus.
  • Diabetes tipe II: Kondisi ini dikaitkan dengan resiko kanker rektal yang lebih tinggi dan juga dapat mempengaruhi prognosis Anda.

Sebenarnya, peneliti masih mempelajari penyebab dari kanker usus. Kanker dapat disebabkan oleh mutasi genetik, baik yang diturunkan atau didapat. Mutasi ini tidak menjamin Anda akan mengembangkan kanker usus, namun hal tersebut dapat meningkatkan peluang Anda memiliki kanker usus.

Beberapa mutasi dapat menyebabkan sel abnormal menumpuk di lapisan usus besar Anda, dan membentuk polip. Kondisi ini masih merupakan pertumbuhan kecil yang jinak. Menghilangkan pertumbuhan polip melalui operasi bisa menjadi tindakan pencegahan, karena polip yang tidak diobati bisa menjadi kanker usus.

Penyebab pasti dari kanker usus masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun Anda dapat melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi resiko pada kanker usus besar.

Jangan Keliru, Inilah Cara Pakai Masker yang Benar!

Kasus penyebaran virus corona hingga saat ini masih saja meningkat dari hari ke hari. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi faktor penting yang menyebabkan penambahan kasus Covid-19 ini. Salah satunya adalah tidak menggunakan masker saat keluar dari rumah. Di sisi lain, ada yang sudah menggunakan masker, tapi masih salah cara menggunakannya. Maka dari itu, penting sekali menggunakan masker dan mengetahui cara pakai masker yang benar.

Peran masker dalam mencegah infeksi virus corona

Cobalah bayangkan, jika Anda saat ini dikelilingi oleh orang-orang yang tidak menggunakan masker, apakah Anda merasa yakin bahwa mereka tidak menularkan virus pada Anda? Sebaliknya, jika Anda sendiri yang tidak menggunakan masker, apakah Anda tetap merasa aman dan terlindungi?

Saat ini, menggunakan masker setiap keluar rumah sangatlah penting. Masker digunakan untuk mencegah penularan penyakit, termasuk Covid-19, dengan cara mencegah masuknya tetesan droplet (air liur, ingus, dan sejenisnya) dari udara yang mungkin saja telah terinfeksi dan mengandung virus atau bakteri. Baik itu dari Anda ke orang lain, maupun dari orang lain kepada diri Anda sendiri.

Masker ini umumnya dilengkapi dengan karet atau tali sebagai penyangkut di kepala, longgar di bagian mulut, dan menutupi atau melindungi bagian hidung dan mulut. Berbagai jenis masker yang tersedia, meliputi masker hidung, masker medis, masker operasi, atau masker prosedur. Penggunaan masker ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingannya masing-masing.

Yuk, ketahui cara pakai masker yang benar!

Saat ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan masyarakat umum untuk menggunakan masker untuk melindungi diri dari penyakit pernapasan, seperti Covid-19. Penyedia layanan kesehatan atau pihak langsung yang menangani pengobatan Covid-19 diwajibkan menggunakan masker bedah atau respiratori N95. Untuk masyarakat lainnya, bisa menggunakan penutup wajah dari kain atau masker medis.

Cara pakai masker yang benar menurut CDC adalah sebagai berikut.

  • Cuci tangan Anda sekitar 20 detik dengan sabun dan air sebelum memakai masker atau bisa juga menggunakan handsanitizer.
  • Posisikan makser di atas hidung dan mulut Anda, lalu kencangkan hingga ke bawah dagu.
  • Sesuaikan masker dengan sisi wajah Anda.
  • Pastikan posisi masker membuat Anda nyaman dan bisa bernapas lega.

Adapun cara pakai masker medis yang benar adalah sebagai berikut.

  • Cuci tangan Anda sekitar 20 detik dengan sabun dan air sebelum memakai masker atau bisa juga menggunakan handsanitizer.
  • Posisikan bagian masker yang berwarna ke luar.
  • Pastikan setrip logam berada di bagian atas dan direkatkan ke pangkal hidung Anda.
  • Letakkan tali masker di kedua telinga Anda.
  • Jika tali masker model diikat, maka ikatlah salah satu tali ke bagian atas kepala dan tali lainnya ke bagian tengkuk Anda.
  • Jika tali masker tersambung (biasanya untuk yang berhijab), maka posisikan tali makser di atas ubun-ubun kepala Anda.
  • Kemudian, tariklah bagian bawah masker sampai menutupi dagu Anda.
  • Sesuaikan masker dengan sisi wajah Anda.
  • Pastikan posisi masker membuat Anda nyaman dan bisa bernapas lega.

Perlu Anda ingat, CDC menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker setiap keluar rumah atau berada di tempat umum. Untuk anak-anak yang berusia kurang dari dua tahun, tidak diperbolehkan menggunakan masker. Selain itu, masyarakat tidak boleh menggunakan masker yang ditujukan untuk petugas kesehatan, seperti masker bedah atau respirator N95.

Inilah cara pakai masker yang benar yang bisa Anda ikuti. Pastikan juga, Anda tidak menyentuh bagian luar masker dengan tangan. Jika ingin melepaskan masker kotor, lakukan dengan cara melepas tali masker dari kepala Anda dan segera cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Sebaiknya, gunakan masker satu kali pakai saja. Jika masker medis, maka ganti masker dengan yang baru. Jika masker kain, Anda bisa mencucinya dengan sabun dan dapat digunakan lagi setelah dicuci.

Squalane, Bahan Alami Yang Meniru Sebum Kulit

Tubuh manusia menghasilkan squalane versinya sendiri yang disebut squalene, tetapi jumlah yang dibuat dan dipertahankan akan menurun seiring bertambahnya usia.

Produksi puncak pelembab alami ini terjadi pada usia remaja, dengan produksi yang melambat di usia 20-an atau 30-an. Alhasil, kulit Anda akan menjadi lebih kering dan kasar.

Squalene tidak hanya alami pada manusia.  Squalane terdapat pada buah zaitun, dedak padi, dan tebu. Selain itu, juga ditemukan dan dipanen dari hati hiu.

Kulit terhidrasi adalah kulit yang sehat. Sehingga, saat dioleskan, squalane memiliki manfaat yang luar biasa. Squalane meningkatkan hidrasi yang dapat membantu kulit Anda tampak lebih cerah dan sehat. 

Antioksidan dalam minyak dan krim yang mengandung squalane juga melawan kerusakan kulit dan radikal bebas, yang keduanya dapat mempercepat proses penuaan. Menurut penelitian, squalane juga merupakan detoksifikasi pada kulit.

Penggunaan squalane secara teratur juga dapat meningkatkan produksi kolagen, menghasilkan kulit yang lebih kencang. Dengan produk perawatan kulit apa pun, terdapat resiko iritasi atau reaksi alergi, meskipun produk tertentu dinyatakan aman.

Jika Anda menggunakan squalane untuk pertama kali, jangan aplikasikan di area wajah Anda secara luas. Coba minyak di bagian kulit, seperti lengan bagian dalam, untuk memastikan Anda tidak memiliki alergi.  Tanda-tanda reaksi alergi meliputi gatal, kemerahan, dan bengkak.

Anda juga perlu perhatikan dampak lingkungan dari squalane. Squalene dapat dipanen dari hati hiu, yang tidak ramah lingkungan atau berkelanjutan.

Saat membeli squalane, carilah minyak yang 100 persen berasal dari tumbuhan. Beberapa produk perawatan kulit menggunakan squalane dari tumbuhan, bukan hiu. Karena tubuh Anda menghasilkan squalene yang semakin sedikit, kulit kering dan rambut kering akan menjadi hal yang normal. 

Namun, bahan perawatan kulit alami yang meniru sebum alami tubuh Anda, yang dikenal sebagai squalane dapat meningkatkan hidrasi dan meningkatkan tingkat kelembaban Anda. Hal ini dapat membuat kulit tampak lebih sehat, dan membantu memperbaiki berbagai kondisi kulit mulai dari jerawat hingga eksim.

Komedo Putih: Apa dan Bagaimana Jenis Jerawat ini Muncul?

Jika Anda merupakan orang yang memiliki perhatian lebih terhadap kesehatan kulit, terutama bagian wajah, tentu sudah tidak asing lagi mendengar tentang komedo putih. Komedo putih atau yang juga disebut dengan whitehead adalah salah satu jenis jerawat dengan ciri benjolan berwarna putih.

Apa itu komedo putih (whitehead)?

Sama seperti jenis jerawat lainnya, komedo putih atau whitehead terbentuk ketika sel kulit mati, minyak, bakteri memendam atau terperangkap di pori-pori kulit. Whitehead adalah salah satu jenis jerawat yang paling sering muncul.

Pori-pori kulit dan folikel rambut yang terisi dengan sel kulit mati, minyak, dan bakteri, lama kelamaan akan mengeras dan menyumbat pori-pori kulit wajah. Kondisi ini akan memicu timbulnya komedo putih dengan ujung yang tertutup di atas benjolannya. Pori-pori yang tersumbat tadi akan menghalangi udara, sehingga bakteri yang terjebak di dalamnya tidak akan mengalami reaksi kimia yang menyebabkan komedo tersebut tetap berwarna putih.

Proses munculnya komedo putih ini tentu berbeda dengan pembentukan komedo hitam (blackhead) atau dikenal dengan komedo terbuka. Proses pembentukan blackhead disebabkan, karena minyak yang tersumbat di pori-pori, namun ujung jenis jerawat ini terbuka. Kondisi ini memungkinkan udara masuk ke dalam pori-pori dan memicu oksidasi melanin atau pigmen warna kulit. Hasil dari oksidasi melanin tersebut adalah komedo hitam.

Apa penyebab munculnya komedo putih?

Kulit wajah memiliki fungsinya secara alami, seperti memproduksi sel-sel baru yang menggantikan sel kulit mati. Selain itu, kulit juga memproduksi minyak (sebum) yang dihasilkan dalam pori-pori kulit yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, dalam kasus tertentu, seperti munculnya komedo putih, sel kulit mati, minyak, dan kotoran yang berlebih dapat menyumbat pori-pori kulit.

Lalu, adakah faktor penyebab khusus mengapa komedo putih dapat muncul? Ya. Komedo putih lebih berisiko muncul akibat beberapa kondisi seperti di bawah ini:

  • Menstruasi
  • Menopause
  • Stres dalam tingkatan yang cukup sulit
  • Riwayat keluarga atau faktor genetik
  • Masa pubertas
  • Kulit yang terlalu kering
  • Penggunaan produk kulit atau make up yang memicu produksi minyak secara berlebih

Berbeda dengan komedo hitam yang cenderung lebih mudah dikeluarkan, komedo putih yang tertutup membuat masalah kulit lebih sulit diatasi. Meskipun Anda telah memencet atau bahkan mengorek, komedo putih akan tetap sulit dikeluarkan. Cara-cara tersebut justru akan menyumbat pori-pori, sehingga memicu iritasi lebih serius atau bahkan membentuk jaringan parut di kulit.

Apakah komedo putih hanya dapat muncul di area wajah atau area tubuh lainnya juga?

Whitehead atau komedo putih dapat muncul di beberapa area tubuh, tidak hanya di area wajah. Area T atau Tzone di wajah, yang termasuk hidung, dagu, dan dahi merupakan wilayah berisiko ditumbuhi komedo putih. Alasannya, karena T zone mengandung lebih banyak minyak jika dibanding dengan area lain. Sementara itu, area tubuh lain yang juga kerap kali diserang komedo putih, antara lain bagian dada, punggung, bahu, dan lengan.

Komedo putih dapat dialami oleh laki-laki maupun perempuan terlepas dari usia berapa pun. Meskipun ketika remaja Anda terbebas dari komedo putih ini, Anda tetap berisiko mengalaminya di kemudian hari.

Manfaat Buah Cermai yang Dibutuhkan oleh Ibu Hamil

Ada banyak manfaat buah cermai bagi kesehatan

Saat seorang wanita tengah mengandung, mereka dituntut untuk selalu menjaga kesehatannya dalam rangka memberikan pengaruh yang baik untuk janin yang tengah berkembang di dalam rahimnya. Banyak upaya yang bisa dilakukan ibu agar tujuan itu tercapai, mengharap manfaat buah cermai mungkin bisa jadi pilihan, meski kurang populer.

Walau tidak banyak mendapat sorotan, tetapi buah ceremai punya banyak manfaat yang bisa bernilai positif bagi kesehatan manusia, termasuk ibu hamil. Gagasan itu didukung oleh beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Dalam 100 gram buah ceremai terdapat 28 kalori, 91,7 gram air, 0,7 gram protein, dan 6,4 gram karbohidrat. Belum lagi kandungan serat kasar (sekitar 0,6 gram), kalsium sebanyak 5 miligram, fosfor hingga 23 miligram, thiamin 0,4 miligram, riboflavin 0,05 miligram, hingga asam askorbat sebanyak 8 miligram.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah buah ini benar-benar bermanfaat bagi ibu hamil lantaran buah ini memiliki rasa masam yang kuat dan begitu dominan. Derajat keasaman di dalamnya bahkan mendapat nilai 3,4.

Mungkin bagi sebagian ibu hamil yang tidak ramah terhadap rasa masam, ceremai bisa jadi membahayakan. Namun, jika tidak, buah ini bisa saja jadi alternatif nutrisi yang bisa dimanfaatkan oleh ibu hamil.

Coba kita tengok beberapa manfaat buah cermai di bawah ini yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber: 

  • Tak Ada Lagi Morning Sickness

Salah satu kondisi yang mungkin amat mengganggu proses kehamilan seseorang adalah situasi yang disebut “morning sickness”. Kondisi ini menjadi salah satu gejala awal saat kehamilan. Morning sickness membuat hari-hari awal ibu hamil terasa berat lantaran tubuh begitu tak menentu.

Namun, konon katanya, dengan mengonsumsi buah ceremai, masalah ini bisa diatasi. Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam buah ceremai bisa menambah energi ibu hamil dan mencegah dari sensasi kelelahan.

  • Menjaga Kadar dan Tensi Darah

Kandungan utama dalam buah ceremai adalah vitamin C. Jika dikonsumsi dengan jumlah yang pas, buah yang dominan dengan rasa masam ini digadang-gadang mampu mempertahankan tekanan darah dalam tubuh tetap normal selama kehamilan. 

Manfaat buah ceremai ini mungkin amat dibutuhkan ibu hamil lantaran tekanan darah merupakan salah satu masalah yang kerap dikhawatirkan banyak ibu hamil. 

  • Menghindari Ibu Hamil dari Sembelit

Ada banyak perubahan di dalam tubuh ibu hamil sehingga mungkin banyak masalah yang terjadi. Salah satu yang paling sering terjadi adalah gangguan pencernaan, di mana sembelit atau wasir bisa membuat ibu hamil tak nyaman.

Untuk mengatasi itu ibu hamil boleh sesekali mencoba buah ceremai. Dikatakan bahwa salah satu manfaat buah ceremai adalah menyehatkan sistem pencernaan seseorang. Pasalnya, di dalam ceremai terdapat serat yang baik bagi tubuh dan bermanfaat untuk membantu proses buang air besar dan masalah pencernaan lainnya.

  • Sebagai Detoks yang Ampuh

Kondisi kesehatan ibu hamil harus tetap terjaga agar janin yang dikandungnya juga dapat berkembang dengan sempurna. Kondisi lingkungan saat ini membuat ibu hamil sulit menghindari senyawa-senyawa jahat yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ibu dan janin. Oleh karenanya, kita, apalagi ibu hamil butuh antioksidan untuk menetralisir racun-racun tersebut.

Beruntung, di dalam buah ceremai sudah terdapat beragam nutrisi yang dapat membantu mendetoksifikasi tubuh dari racun-racun. Dengan demikian, pasokan darah dan oksigen menuju janin akan lancar. 

***

Dilihat dari manfaatnya, mungkin buah ceremai bisa dijadikan pilihan. Sebagian orang yang suka dengan rasa masam, buah ceremai adalah sesuatu yang nikmat. Apalagi jika manfaat buah ceremai begitu menggoda bagi ibu hamil. Namun, lebih baik pastikan dahulu kondisi Anda benar-benar aman sebelum mengonsumsi buah ini, ya.

Kaya Akan Serat, Ini Manfaat Apel Hijau

Apel hijau sama bermanfaatnya dengan apel merah

Tahukah Anda, dari berbagai jenis buah-buahan yang ada, apel hijau merupakan salah satu buah dengan kadar serat yang tinggi? Hal ini membuat apel hijau dipercaya mampu mendukung proses penurunan berat badan secara sehat. Selain itu, manfaat apel hijau juga bisa dirasakan untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apa saja manfaat apel hijau bagi kesehatan? 

Sebagian besar orang lebih senang mengonsumsi apel merah dibandingkan dengan apel hijau. Pasar swalayan dan pasar tradisional juga lebih sering menjual apel merah karena minat pembeli yang tinggi.

Akan tetapi, sama seperti apel merah, apel hijau juga memiliki manfaat tersendiri yang berguna bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat apel hijau bagi tubuh. 

  • Mencegah diabetes

Apel hijau memiliki rasa manis alami dengan kadar gula lebih rendah apabila dibandingkan dengan jenis makanan lain. Karenanya, Anda tidak akan mengalami peningkatan kadar gula darah setelah mengonsumsi apel hijau. 

Konsumsi apel hijau bisa membantu untuk membatasi diri Anda dari keinginan untuk mengonsumsi makanan manis sebagai hidangan penutup atau cemilan. Oleh sebab itu, hal ini menjadi salah satu manfaat apel hijau yang bisa menjauhkan tubuh dari resiko terkena diabetes. 

  • Menurunkan berat badan

Manfaat apel hijau sebagai penurun berat badan merupakan salah satu manfaat utama yang dikenal oleh banyak orang. Apel hijau memiliki kandungan serat yang tinggi dan tingkat karbohidrat yang rendah dibanding apel merah. Serat ini akan membantu tubuh untuk menyerap kalori dalam jumlah yang lebih kecil. 

Selain itu, serat bisa membuat tubuh untuk merasa lebih cepat kenyang. Karenanya, apel hijau menjadi solusi yang tepat untuk menurunkan berat badan secara sehat. 

  • Mencegah penyakit jantung

Menurut penelitian, wanita yang mengonsumsi apel hijau setiap harinya memiliki resiko 13-22% lebih rendah untuk terkena serangan jantung. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya kadar polifenol dan serat pada apel yang membantu menurunkan resiko terkena penyakit kolesterol.

Secara keseluruhan, konsumsi apel hijau bisa mengurangi resiko penyakit jantung sebesar 35%, khususnya bila dikombinasikan dengan makanan yang memiliki kandungan serupa. 

  • Menghidrasi tubuh

Manfaat apel hijau lainnya adalah kemampuan untuk menjaga hidrasi tubuh. 85% kandungan dalam apel terdiri atas air. Air ini akan membantu menjaga hidrasi dalam tubuh dan membuat perut lebih cepat kenyang. 

Meski bisa memberikan hidrasi, Anda tetap dianjurkan untuk mengonsumsi air dalam jumlah cukup setiap harinya. 

Selain manfaat yang telah disebutkan, apel hijau masih memiliki banyak manfaat lainnya yang berguna bagi kesehatan tubuh. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih dalam mengenai manfaat apel hijau, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan ahli gizi atau dokter yang bersangkutan.

Apa saja kandungan dalam apel hijau?

Manfaat apel hijau muncul karena adanya kandungan alami yang terdapat di dalamnya. Kandungan tersebut beragam dan memiliki fungsi yang berbeda-beda bagi kesehatan. 

Secara umum, setiap satu apel hijau memiliki kandungan yang terdiri atas: 

  • 22,7 gram karbohidrat, termasuk 4,7 gram serat
  • 0,7 gram protein
  • 0,3 gram lemak
  • 4 peran nilai harian kalium
  • 2 persen nilai harian magnesium
  • 6 persen nilai harian tembaga
  • 3 persen nilai harian mangan
  • 4 persen nilai harian vitamin K
  • 2 persen nilai harian vitamin E

Baik apel merah maupun apel hijau sama-sama memiliki segudang manfaat yang berguna bagi tubuh. Manfaat apel hijau bisa saja berbeda dengan apel merah. Oleh sebab itu, konsumsilah kedua apel untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.