Sebamed Baby Bubble Bath, Aman atau Tidak?

Menggunakan sabun bubble bath adalah salah satu cara untuk menjadikan sesi mandi dengan bayi terasa lebih menyenangkan. Bubble bath mampu menghasilkan bubble yang disukai oleh bayi. Salah satu sabun bubble bath yang bisa Anda coba adalah Sebamed Baby Bubble Bath

Sebenarnya, pemakaian bubble bath untuk bayi bukanlah hal yang buruk. Akan tetapi, Anda perlu memastikan bahwa penggunaan sabun tidaklah terlalu berlebihan, agar tetap aman untuk kesehatan kulit bayi Anda. 

Apa itu Sebamed Baby Bubble Bath?

Sabun mandi jenis ini memiliki fungsi yang sama seperti sabun mandi pada umumnya. Pemakaian sabun Sebamed akan membantu menjaga kebersihan kulit bayi Anda.

Ada beberapa keunikan sabun mandi dari Sebamed yang mungkin tidak ditemukan pada sabun mandi bayi lainnya. Keunikan tersebut meliputi:

  • Hypoallergenic

Sabun berjenis hypoallergenic adalah sabun yang tidak akan menimbulkan alergi. Kulit bayi cenderung lebih halus dan sensitif. Sedikit saja paparan dengan zat tertentu, bayi rentan mengalami iritasi atau reaksi alergi.

Banyak orang tua ragu menggunakan sabun mandi bagi bayi karena khawatir dengan zat kimia di dalamnya. Untungnya, sabun Sebamed Baby Bubble Bath memiliki fungsi hypoallergenic yang tidak akan memicu reaksi alergi pada kulit bayi Anda. 

Bahkan, menurut penelitian, sabun Sebamed ini termasuk sebagai sabun hypoallergenic yang nomor satu di Jerman. 

  • Komposisi yang aman

Anda tidak perlu khawatir dengan komposisi bahan yang digunakan sebagai bahan dasar sabun ini. Busa yang dihasilkan dari sabun ini diformulasikan dengan bahan yang ringan dan aman, sehingga cocok digunakan pada kulit bayi.

Sebamed menggunakan formula sabun yang extra mild, sehingga sangat aman dipakai sebagai pembersih tanpa merusak lipid. Selain itu, formula mild ini juga aman bila terkena ke mata bayi, tidak menyebabkan rasa perih.

  • Bisa dipakai di sela-sela waktu mandi

Anda tidak harus selalu menggunakan Sebamed Baby Bubble Bath hanya ketika memandikan bayi. Di sela-sela waktu mandi, Anda juga bisa memakai sabun ini dengan mengaplikasikannya ke kain basah.

Nantinya, kain basah yang sudah dicampurkan dengan sabun Sebamed, bisa Anda gunakan untuk membersihkan kulit bayi tanpa harus mandi. Hal ini tentu lebih praktis dan mudah, karena bayi memang tidak dianjurkan untuk mandi terlalu sering. 

Cara pakai sabun mandi bayi

Ingatlah bahwa cara Anda menggunakan sabun mandi bayi juga akan menentukan efektivitas dari sabun yang digunakan. Sabun Anda tidak akan bekerja dengan efektif apabila pemakaiannya tidak tepat. 

Perhatikan beberapa hal berikut ini ketika akan memandikan bayi dengan Sebamed Baby Bubble Bath:

  • Gunakan air mandi yang hangat

Sebelum mengoleskan sabun, bilas lebih dulu kulit bayi Anda dengan air hangat. Jangan gunakan air yang terlalu dingin atau terlalu panas, karena bisa menyebabkan iritasi kulit pada bayi.

  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih

Sebelum dioleskan ke tubuh bayi, Anda perlu terlebih dahulu menuangkan bubble bath ke tangan Anda. Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih, agar kotoran atau kuman dari tangan Anda tidak terkena ke kulit bayi Anda. 

Jika bayi Anda belum berusia satu tahun, maka Anda tidak perlu memandikan mereka terlalu sering. Cukup mandikan bayi tiga kali saja dalam seminggu, dan gunakan Sebamed Baby Bubble Bath hanya pada area kulit bayi yang kotor serta berkeringat.

7 Rekomendasi Minyak Telon Selain My Baby Minyak Telon Plus yang Aman Untuk Si Kecil

Beberapa produk minyak telon dengan atau tanpa kombinasi minyak alami tambahan umumnya aman digunakan untuk bayi. Meski begitu, Anda juga perlu ingat bahwa minyak telon tergolong dalam bahan iritan, sehingga pemakaian berlebih dapat menimbulkan iritasi atau ruam pada kulit bayi. My Baby Minyak Telon Plus merupakan salah satu merek minyak telon untuk bayi yang aman dan sudah terpercaya.

My Baby Minyak Telon 150 ml harga terbaik 36030

Minyak telon biasanya menggunakan minyak adas, minyak eucalyptus, dan minyak kelapa. Sedangkan minyak kayu putih menggunakan minyak yang memang berasal dari pohon kayu putih. Keduanya memiliki efek yang sama, yaitu membantu mengurangi hidung tersumbat, terutama saat dihirup uapnya. Minyak telon juga memiliki sifat aromaterapi, aromanya bisa memberikan rasa rileks.

Berikut ini beberapa rekomendasi minyak telon yang aman dan tidak akan membuat iritasi pada kulit bayi.

  1. Minyak Telon Konicare

Minyak Telon Konicare merupakan salah satu merek minyak telon yang paling banyak digunakan oleh keluarga di Indonesia. Hal ini dikarenakan Minyak Telon Konicare memiliki aroma yang lembut dan tingkat kehangatan minyak yang pas digunakan sejak anak usia bayi. Hadirnya minyak telon ini dengan tujuan memberikan banyak manfaat pada tubuh bayi. Mulai dari menghangatkan tubuh, mencegah perut kembung dan juga masuk angin bahkan untuk menjaga anak dari gigitan nyamuk.

  1. Cap Lang Telon Lang

Telon Lang mengandung Natural Rhodinol yang bisa bertahan selama 12 jam memberikan kehangatan dan menjaga anak dari gigitan nyamuk. Telon Lang juga memiliki aroma yang lembut dan menjaga kelembapan pada kulit bayi karena mengandung minyak zaitun. Jadi tidak perlu ragu jika Anda sudah tertarik dan ingin menggunakan Telon Lang ini.

  1. Zwitsal Natural Minyak Telon

Zwitsal Natural Minyak Telon terbuat dari bahan-bahan alami yang bisa memberikan rasa hangat dan juga meredakan perut kembung bayi. Selain itu Zwitsal Natural Minyak Telon ini juga cocok sebagai minyak pijat. Untuk mendapatkan kehangatan efektif, Anda bisa mengusapkan Zwitsal Natural Minyak Telon pada bagian dada, perut, punggung, telapak tangan dan kaki bayi. Dijamin si kecil akan tidur lebih nyenyak.

  1. Minyak Telon JMK (Nyonya Meneer)

Walaupun aroma minyak telon ini tidak selembut minyak telon bayi pada umumnya, tapi Anda tidak perlu khawatir dengan khasiatnya. Minyak Telon Nyonya Meneer ini memberikan kehangatan pada tubuh bayi dan bisa dibalurkan di tubuh bayi pada saat setelah mandi pagi dan sore. Jika si kecil sedang kembung, Anda bisa membalurkan pada bagian perut dan punggung. 

  1. Minyak Telon Rinjani

Minyak telon Rinjani dengan memadukan minyak kayu putih bersama minyak adas dan minyak kelapa. Hal ini menjadikan tingkat kehangatannya lebih rendah dari minyak kayu putih sehingga lebih cocok bagi usia bayi hingga dua tahun. Minyak telon Rinjani tidak lengket di kulit sehingga nyaman digunakan pada kulit bayi.

  1. Bambi Minyak Telon

Minyak Telon Bambi memang muncul sebagai minyak telon untuk anak yang memiliki kulit sensitif. Oleum Chamomile sebagai Anti Irritant, meminimalisasi munculnya iritasi pada kulit, sehingga cocok untuk kulit bayi yang sangat halus. Aroma yang seperti minyak kayu putih ini juga memberikan kehangatan badan dan nyaman di kulit, membantu mengatasi perut kembung, dan juga masuk angin.

  1. Doodle Exclusive Telon Oil 

Doodle Exclusive Telon Oil adalah minyak telon yang unik karena aromanya yang berbeda dari minyak telon kebanyakan. Doodle Exclusive Telon Oil ini memiliki aroma teh hijau. Selain itu Doodle Exclusive Telon Oil juga bisa membuat si kecil terlindung dari gigitan nyamuk karena aromanya akan membuat nyamuk tidak ingin dekat dengan si kecil.Anda tidak perlu bingung lagi, minyak telon apa yang aman dan nyaman untuk si kecil. Jika persediaan my baby minyak telon plus habis, Anda bisa memilih salah satu minyak telon yang telah dijelaskan di atas. Eits, jangan lupa belinya di SehatQ, ya!

Cara Atasi Mata Tiba Tiba Bengkak pada Anak

Salah satu kondisi yang dapat terjadi pada anak adalah mata tiba tiba bengkak. Penyebab bengkak pada mata anak beragam, mulai dari kebiasaan mengucek mata hingga infeksi mata. Umumnya, mata bengkak pada anak terjadi karena reaksi alergi. 

Bintitan dan kalazion dapat menjadi penyebab mata anak bengkak.

Mata bengkak yang seringkali disertai rasa gatal bisa terjadi pada siapa saja, namun anak-anak rentan mengalaminya karena kekebalan tubuh mereka yang masih rendah. Selain itu, anak-anak juga belum mampu sepenuhnya menjaga kebersihan dirinya.

Ketika terjadi mata bengkak pada anak, jangan panik dulu. Segera lakukan penanganan pertama di rumah agar meredakan pembengkakan tersebut. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Mengompres

Kamu dapat mengompres mata tiba tiba bengkak yang dialami anak dengan kain bersih yang sebelumnya telah direndam dalam air dingin. Kamu juga bisa mengompres dengan menempelkan kantong kompres berisi es selama beberapa menit. 

Selain itu, kamu juga dapat mengompres dengan kantong teh yang telah dimasukkan dalam kulkas. Kandungan kafein dalam teh dapat membantu meredakan pembengkakan pada mata. Kompres ini berguna melancarkan penyumbatan pada kelenjar minyak.

  • Larutan air garam

Kamu juga dapat  menggunakan larutan air garam atau larutan saline untuk mengatasi mata tiba tiba bengkak yang dialami anak. Karena pada dasarnya sifat antimikroba garam akan meredakan mata bengkak oleh infeksi.

Namun ingat, larutan garam yang dimaksud, yakni saline. Larutan salin bisa dibeli apotek karena kebersihannya terjamin. Menggunakan air garam yang tidak bersih justru akan meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.

  • Obat tetes mata

Jika mata bengkak dikarenakan alergi, kamu dapat menggunakan obat tetes dengan kandungan antihistamin. Obat ini bisa dibeli di apotek. Namun jika alerginya parah, lebih baik kamu membawa anak ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

  • Antibiotik

Jika bengkak pada mata tidak mereda, kelopak mata mungkin terserang infeksi. Infeksi bisa disebabkan karena selulitis, konjungtivitis, bintitan, blefaritis, dan penyumbatan saluran air mata parah. Pada kasus ini, dokter akan meresepkan antibiotik. Antibiotik ini yang akan mengatasinya. 

Berdasarkan penyebab dan keparahannya, antibiotik bisa diberikan dalam bentuk salep, tetes mata, krim, obat minum, dan infus. Perhatikan untuk tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.

Terkadang, mata tiba tiba bengkak yang dialami anak bisa muncul begitu saja. Namun, sebaiknya kamu harus mengetahui beberapa cara untuk mencegah terjadinya mata tiba tiba bengkak pada anak, yaitu:

  • Saat anak mandi, bersihkan juga area kelopak mata dengan air bersih atau sabun pembersih yang boleh terkena oleh mata;
  • Jangan pernah berbagi handuk atau waslap dengan siapa pun anggota keluarga yang sedang mengalami penyakit mata, seperti bintitan. Selain meningkatkan penularan infeksi, anak-anak juga rentan terkena infeksi berulang;
  • Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan sesering mungkin. Ajarkan juga untuk tidak menyentuh area di sekitar mata saat tangan dalam keadaan kotor;
  • Saat anak harus beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya jauhkan bahan iritan dan benda berbahaya lainnya yang dapat menimbulkan risiko cedera pada mata anak.

Mata tiba tiba bengkak kemungkinan disebabkan oleh alergi atau kondisi lain yang lebih serius. Jika mata sudah bengkak segera atasi dengan cepat agar tidak kondisinya tidak bertambah parah. Kendati mengatasi mata tiba tiba bengkak pada anak cenderung sederhana, penting untuk selalu menjaga kesehatan mata anak agar penglihatannya tetap optimal. Sebab, tidak hanya mata bengkak, melainkan banyak gangguan mata yang bisa menyerang anak. Jika bengkak pada kelopak mata tidak berkurang, segera konsultasikan dengan dokter. Terutama ketika sudah mulai mengganggu penglihatan.

Tips Memilih Model Baju Menyusui Modern

Tips Memilih Model Baju Menyusui Modern

Bagi para pejuang ASI, pasti paham betul rasanya kerepotan harus menyusui anak padahal sedang berada di tempat umum. Selain itu, tak mudah juga menutup-nutupi baju supaya area dada tidak terlihat saat menyusui. Pilihan baju pun jadi terbatas karena kamu harus memakai kemeja yang berkancing depan. Namun dengan berkembangnya zaman, banyak brand fashion yang mengeluarkan model baju menyusui sehingga memudahkan para pejuang ASI yang sedang bepergian.

Akhir- akhir ini baju menyusui atau busui friendly sangat mudah didapatkan, baik di online ataupun offline store. Selain mempermudah dalam melakukan banyak hal, baju menyusui ini juga dapat menjaga kenyamanan saat menyusui si kecil di tempat umum atau ketika sedang berpergian. 

Baju menyusui umumnya memiliki ciri-ciri utama adanya bukaan di depan, pada bagian dada, sehingga memudahkan ibu mengeluarkan payudara. Area dada dapat dibuka dengan menyibakkan bagian tertentu dari pakaian, ataupun dengan membuka kancing atau ritsleting. Biasanya bentuk baju menyusui ini tidak ketat meski beberapa berbahan kaos, sehingga bagian dada tidak terekspos.

Berikut beberapa tips sederhana dalam memilih baju menyusui agar ibu dapat menyusui dengan nyaman sambil tetap tampil gaya:

  • Memilih model yang tepat dan sesuai 

Kini baju menyusui sudah banyak tersedia di toko-toko online dengan berbagai model dan motif. Penting untuk diperhatikan, saat kamu memilih utamakan kenyamanan. Model baju menyusui umumnya memiliki belahan pada bagian dadanya. Dengan begitu bagian depan bisa dibuka dan juga ditutup kembali. 

Hal tersebut tentunya dapat memudahkan bagi busui untuk mengeluarkan payudara ketika harus memberikan ASI kepada bayi. Selain itu model baju menyusui juga tidak ketat, melainkan longgar untuk memberikan kenyamanan bagi busui dan sang buah hati.

  • Selektif memilih bahan

Bagi ibu yang sedang menyusui, pilihlah baju menyusui yang memiliki bahan lembut, tidak panas, serta dapat menyerap keringat. Model bahan seperti itu bisa ditemukan dalam pakaian yang berbahan dasar poly spandex atau berbahan katun. Apabila kamu memilih baju dengan bahan yang kasar tentu akan membuat bayi atau buah hati menjadi kurang nyaman. 

  • Pilih model yang fleksibel

Pilihlah model pakaian yang tetap dapat dikenakan, meski kamu sudah tidak menyusui. Tentu cara ini bisa menjadi jalan untuk berhemat. Nah, berikut beberapa model baju menyusui yang bisa dipilih:

  • Pull Aside

Baju menyusui pull aside ini berbahan lentur sehingga dapat ditarik ke kanan dan kiri. Cukup tersembunyi dan pelopor inovasi pertama akses menyusui modern. Hanya saja jika bahannya tidak bagus, lama-lama baju ini akan kendur karena sering ditarik. 

  • Side Openings

Baju dengan side openings saat ini menjadi favorit busui di Indonesia. Karena sangat praktis dan bisa diakses dengan cepat. Mungkin satu-satunya kekurangan adalah akses menyusui yang sangat kentara. 

Meskipun banyak orang yang sudah tahu dan tidak terlalu memperdulikannya. Model side opening ini paling populer. Bentuknya mirip dengan pull aside, hanya saja celah menyusui bisa diakses dengan dilebarkan ke arah kiri atau kanan mengikuti bentuk payudara. 

  • Side Zippers

Akses menyusui di model baju ini ada di bagian dada kiri dan kanan. Akses bukaannya dilengkapi dengan ritsleting atau zipper. Tentu, model side zippers akan membuat ibu menyusui  merasa lebih aman dan nyaman karena bisa tertutup rapat.

Posisi zipper biasanya juga tersembunyi sehingga tidak mengurangi keindahan baju. Biasanya, jenis side zippers diadopsi oleh busana-busana formal. Model baju menyusui satu ini cocok kalau digunakan pergi ke kantor atau kondangan.

  • Middle Parting

Baju menyusui middle parting memiliki celah menyusui di bagian tengah, baik berupa celah biasa yang tinggal dilebarkan atau dilengkapi dengan zipper. Karena ada bagian yang dijahit pada bagian tengah dada, biasanya model middle parting memiliki potongan yang longgar pada bagian perut. Hal inilah yang menyebabkan jenis baju menyusui ini bisa digunakan sejak saat hamil.

Nah, itulah beberapa tip menemukan dan memilih baju menyusui yang bisa ibu terapkan. Pada beberapa kesempatan, baju menyusui mungkin penting dan amat dibutuhkan. Artinya, bukan berarti baju menyusui ini harus ada dan jadi sesuatu yang wajib, ya. Kamu bisa membeli beberapa potong untuk persiapan jika suatu waktu dibutuhkan.

Biskuit Milna Sebagai MPASI, Yang Perlu Anda Tahu

Pada umumnya, bayi hanya perlu ASI pada usia 6 bulan pertamanya. Namun, bayi juga perlu MPASI untuk menunjang dan mendukung perkembangan serta pertumbuhan optimalnya. Baby-led weaning adalah sebuah metode untuk menambahkan dan memperkenalkan makanan padat seperti biskuit Milna pada diet bayi yang biasanya hanya berupa ASI ataupun formula. Banyak orang telah mengakui manfaat kesehatan yang dibawa oleh metode ini, seperti perlindungan terhadap obesitas di kemudian hari, serta membuat waktu memberi makan bayi lebih mudah bagi orang tua dan mempermudah mengatur nafsu makan yang lebih baik. Meskipun demikian, banyak dari mereka yang bekerja di dunia kesehatan memiliki kekhawatiran akan potensi berbahaya dari memberi MPASI pada bayi, salah satunya adalah risiko tersedak yang tinggi. Artikel ini akan membahas hal ini dengan lebih mendalam. 

Baby-led weaning, atau disingkat BLW, pertama kali diperkenalan sejak 15 tahun yang lalu dan telah mendapatkan tingkat kepopuleran yang tinggi sejak saat itu. Weaning atau penyapihan adalah proses dalam memperkenalkan makanan pada bayi yang hanya eksklusif mendapatkan ASI ataupun formula di dalam botol. Jenis makanan yang diperkenalkan pun beragam, mulai dari sayuran atau buah hingga biskuit Milna. Penyapihan mendukung pengenalan makanan mulai anak usia 6 bulan. Berbeda dengan penyapihan pada umumnya, BLW menyediakan alternatif penyuapan lewat sendok ataupun puree, yang mana sering menjadi makanan bayi pertama. Orang tua akan memilih makanan apa yang akan diberikan, kapan makanan tersebut akan diberikan, serta dalam bentuk apa makanan tersebut akan diberikan, sehingga bayi bisa memakannya sendiri. 

Manfaat dari BLW

BLW dipercaya dapat memberikan banyak manfaat untuk bayi, mulai dari perilaku makan yang lebih sehat hingag manfat kesehatan jangka panjang yang lebih baik untuk anak. BLW menekankan pada membiarkan anak memiih apa dan seberapa banyak makanan yang mereka makan, membuat mereka menjadi peserta aktif proses makan alih-alih penerima pasif. Oleh karenanya, BLW sering diklaim dapat mendukung perilaku makan yang lebih sehat di kemudian hari. Dalam sebuah studi, bayi yang menyapih menggunakan pendekatan BLW lebih peka terhadap rasa lapar dan dapat mengenal rasa kenyang lebih baik saat berusia 18 hingga 24 bulan dibandingkan dengan mereka yang menyapih secara tradisional atau disuap. Saat menginjak balita, mereka lebih kurang peka dan responsif terhadap makanan, dalam arti mereka akan hanya makan akibat lapar dan bukan hanya karena melihat makanan. Kurang responsif terhadap makanan dan memiliki kemampuan dalam mengenali kasa kenyang telah dihubungkan dengan menurunnya risiko obesitas pada anak-anak. Oleh karena itu, BLW dapat membantu bayi dalam mengembangkan pola makan yang sehat berdasarkan nafsu makan dan bukan karena faktor eksternal, yang mana sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka di kemudian hari. 

BLW juga dipercaya dapat melindungi anak dari pertambahan berat badan berlebih di kemudian hari. Para ahli percaya hal ini disebabkan karena bayi lebih terlibat dalam proses makan. Dalam kasus BLW, bayi diperbolehkan untuk menggenggam makanan seperti biskuit Milna dan memasukkannya ke dalam mulut mereka dengan sedikit pengaruh dari orang tua. Mereka juga memiliki kesempatan lebih baik untuk berhenti makan saat kenyang dibandingkan dengan bayi yang disuapi oleh ibu, yang memiliki risiko lebih tinggi diberi makan terlalu banyak tanpa sadar. Banyak studi juga menunjukkan bahwa bayi BLW memiliki berat badan dalam rentang angka yang normal dibandingkan dengan mereka yang menyapih menggunakan cara tradisional. 

Jadwal Makan Bayi 6 Bulan, Berapa Kali Sehari?

Jadwal Makan Bayi 6 Bulan, Berapa Kali Sehari?

Pilihan makanan sehat untuk bayi

Dokter anak merekomendasikan untuk menghindari garam dan gula sampai usia satu tahun. Pemberian garam dan gula yang terlalu dini karena dapat memberikan tekanan pada ginjal.

Berikut beberapa pilihan makanan sehat untuk bayi 6 bulan ke atas:

  • Fruits puree: Buah harus dikukus dan dihaluskan sebelum dikenalkan pada bayi. Anda bisa memilih berbagai jenis buah seperti apel, pisang, pir, alpukat, dan lainnya.
  • Vegetable puree: Sayuran seperti kentang, ubi, wortel, labu, dan lainnya dapat dikukus, dihaluskan, dan diberikan pada si kecil.
  • Bubur nasi: Nasi adalah sumber karbohidrat dan vitamin yang baik untuk bayi. Anda dapat membuat nasi menjadi bubur dengan ASI atau susu formula.
  • Bubur sereal: Bubur juga dapat dibuat dari beberapa sereal seperti gandum, millet, oat, dll. Larutkan sereal dengan ASI atau susu formula.
  • Sup sayuran: Anda dapat merebus berbagai sayuran. Nantinya, kaldu sayuran dapat diberikan sebagai sup.
  • Sup kacang-kacangan: Berbagai kacang-kacangan, seperti kacang merah atau kacang hijau bisa direbut dengan air. Berikan supnya untuk si kecil.
  • Yoghurt: Meski susu sapi tidak dianjurkan untuk bayi sebelum satu tahun, yoghurt tawar dapat diberikan dalam jumlah sedang sebagai alternatif.

Panduan jadwal makan bayi 6 bulan

Panduan di bawah ini bisa membantu Anda untuk menentukan kapan sebaiknya bayi mengonsumsi MPASI. Anda bisa memodifikasi menu sesuai dengan kemampuan Anda atau kesukaan si kecil.

Untuk bayi 6 bulan, makanan padat harus diberikan berdampingan dengan ASI atau susu formula. Jangan ganti dengan susu sapi sampai bayi berusia satu tahun atau lebih.

Berikut panduan umum jadwal makan bayi 6 bulan

Jadwal pekan pertama

  • Awal pagi:ASI/Susu Formula
  • Sarapan: Apel stew
  • Menjelang siang: ASI/Susu Formula
  • Makan siang: ASI/Susu Formula
  • Makan sore: ASI/Susu Formula
  • Makan malam: ASI/Susu Formula

Jadwal pekan kedua

  • Awal pagi: ASI/Susu Formula
  • Sarapan: Puree bayam atau labu / mashed potato
  • Menjelang siang: ASI/Susu Formula
  • Makan siang: Apel Stew / bubur nasi
  • Makan sore: ASI/Susu Formula
  • Makan malam: ASI/Susu Formula

Jadwal pekan ketiga

  • Awal pagi: ASI/Susu Formula
  • Sarapan: Pir stew / puree bayam atau labu / puree wortel
  • Menjelang siang: ASI/Susu Formula
  • Makan siang: Bubur nasi dengan wortel tumbuk / sup bayam
  • Makan sore: ASI/Susu Formula
  • Makan malam: ASI/Susu Formula

Jadwal pekan keempat

  • Awal pagi: ASI/Susu Formula
  • Sarapan: Mashed potato /  tumbuk  
  • Menjelang siang:
  • Makan siang: Sup tomat-labu / bubur nasi
  • Makan sore: ASI/Susu Formula
  • Makan malam: ASI/Susu Formula

Sesuaikan dan lakukan variasi

Perlu diingat, jadwal makan bayi 6 bulan selama empat pekan di atas hanyalah panduan umum. Anda bisa menyesuaikannya dan membuat variasi menu untuk si kecil.

Selain itu, Anda perlu mewaspadai kemungkinan alergi makanan. Reaksi alergi bayi bisa bermacam-macam mulai dari diare, muntah-muntah, ruam, konstipasi, atau nyeri di perut.

Jika Anda mendapati reaksi alergi, hentikan makanan yang sedang Anda suapkan pada si kecil. Jika reaksi alergi bertahan lebih lama, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan sepenuhnya. Sesuaikan jadwal makan bayi 6 bulan dengan kondisi kesehatan si kecil.

Ciri-ciri Mengetahui Hipertrofik Stenosis Pilorus pada Bayi

Ciri-ciri Mengetahui Hipertrofik Stenosis Pilorus pada Bayi

Stenosis pilorus pada bayi merupakan  penyakit gastrointestinal  yang  paling  sering  terjadi  pada  bayi. Hipertrofik pilorus stenosis  terjadi pada usia 2-8 minggu. Anak laki-laki  lebih  banyak  menderita  Hipertrofik pilorus stenosis dibandingkan dengan   perempuan   dengan   rasio  4:1. 

Stenosis pilorus adalah penyempitan pilorus – katup otot di bagian bawah perut. Ketika menjadi terlalu hipertrofi, ASI atau susu formula tidak dapat masuk ke usus kecil. Hal ini menyebabkan muntah yang berlebihan.

Gejala stenosis pilorus

Bayi dengan stenosis pilorus mengalami kesulitan menelan apapun setelah disusui, biasanya dimulai antara usia 2 dan 8 minggu.

Tanda-tanda stenosis pilorus pada bayi:

  • Muntah setelah setiap menyusui atau hanya setelah beberapa kali menyusui. Karena ASI atau susu formula terhalang untuk melewati perut, bayi muntah— terkadang cukup kuat untuk mengeluarkan isi perutnya beberapa meter jauhnya! Muntah mungkin berangsur-angsur bertambah parah saat otot pilorus menebal.
  • Lapar sepanjang waktu. Bayi dengan stenosis pilorus mungkin masih lapar atau lagi setelah muntah. Sepertinya mereka selalu lapar.
  • Pengencangan perut. Setelah menyusui, Anda mungkin melihat gelombang kontraksi mengalir di bagian atas perut bayi Anda, dari kiri ke kanan, saat perut mencoba mendorong makanan melalui pilorus.
  • Sembelit. Karena stenosis pilorus mencegah makanan bayi mencapai usus, mereka dapat mengalami sembelit.

Dehidrasi dan penurunan berat badan. Bayi dengan stenosis pilorus tidak mendapatkan cukup cairan dan nutrisi dari menyusui dan dapat mengalami dehidrasi yang berbahaya. Mereka mungkin mengalami kesulitan menambah berat badan saat mereka tumbuh, atau bahkan menurunkan berat badan. Lihat Tanda-tanda Dehidrasi pada Bayi & Anak-anak untuk informasi lebih lanjut.

Pemeriksaan fisik yang cermat memberikan diagnosis pasti untuk sebagian besar bayi dengan Hypertrophic pyloric stenosis . Diagnosis mudah dibuat jika gambaran klinis yang muncul khas, dengan muntah proyektil, peristaltik yang terlihat, dan tumor pilorus yang teraba. Namun, di awal perjalanan penyakit, beberapa tanda klasik mungkin tidak ada.

Stenosis pilorus pada bayi yang membesar, yang secara klasik digambarkan sebagai “zaitun”, dapat teraba di kuadran kanan atas atau epigastrium perut pada 60-80% bayi.

Penilaian pilorus membutuhkan hal-hal berikut:

  • Pasien harus tenang dan kooperatif; empeng atau sedikit air dekstrosa dapat membantu
  • Jika perut buncit, diperlukan aspirasi menggunakan selang nasogastrik
  • Dengan bayi terlentang dan pemeriksa di sisi kiri anak, dengan hati-hati palpasi tepi hati di dekat proses xifoid, kemudian pindahkan hati ke arah superior; Palpasi ke bawah akan menunjukkan zaitun pilorus tepat di atas atau di kanan garis tengah
  • Untuk memastikan diagnosisnya, dokter harus dapat menggulung pilorus di bawah jari pemeriksa
  • Tumor (massa) paling baik dirasakan setelah muntah atau selama, atau pada akhir menyusui

Jika diagnosis tertunda, bayi dapat mengalami sembelit parah yang berhubungan dengan tanda-tanda dehidrasi, malnutrisi, lesu, dan syok.

Pengobatan Hypertrophic pyloric stenosis 

  • Cairan intravena
  • Prosedur operasi

Dokter memberi bayi cairan melalui vena (intravena) untuk mengatasi dehidrasi dan memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit.

Kemudian, ahli bedah memotong otot yang menebal untuk meredakan penyumbatan, sehingga susu formula atau ASI dapat lebih mudah masuk ke usus kecil. Operasi ini (disebut pyloromyotomy) relatif kecil, dan kebanyakan bayi dapat makan dalam sehari setelah prosedur.

Apa yang diharapkan setelah operasi piloromiotomi bayi Anda:

Setelah operasi, bayi Anda akan diizinkan untuk makan melalui mulut. Bayi harus diberi ASI atau susu formula setiap 3 hingga 4 jam, dimulai sekitar 4 hingga 6 jam setelah operasi. Dokter bedah Anda akan mendiskusikan rencana pemberian makan dengan Anda setelah operasi. Ketahuilah bahwa bayi Anda mungkin masih muntah, tetapi biasanya akan membaik setelah beberapa kali menyusu.

Kebanyakan bayi bisa pulang dari rumah sakit dalam satu hari setelah operasi. Namun, beberapa mungkin tinggal lebih lama jika mereka tidak makan dengan baik. Setelah meninggalkan rumah sakit, bayi Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk tengkurap.

Begitu sampai di rumah, pastikan Anda:

  • Ketahui cara merawat luka bayi Anda. Jaga agar luka bedah di perut bayi Anda bersih dan kering selama 3 hari. Setelah itu, luka dapat dicuci dengan sabun dan air tetapi tidak direndam selama sekitar 7 hari setelah operasi. Sering kali, jahitan yang digunakan pada anak-anak mudah diserap dan tidak perlu dilepas. Setelah 3 hari, bayi Anda dapat kembali ke rutinitas mandi seperti biasa.
  • Berikan obat-obatan sesuai petunjuk― termasuk asetaminofen bayi jika bayi Anda tampak tidak nyaman.
  • Buat janji tindak lanjut yang diperlukan. Dokter bedah dan dokter anak bayi Anda ingin memastikan bayi Anda makan dengan baik, menambah berat badan, dan pulih sepenuhnya.

Stenosis pilorus adalah kondisi pembedahan yang paling sering terjadi pada bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Penting untuk mendiagnosis stenosis pilorus pada bayi sejak dini, sebelum bayi mengalami dehidrasi atau kekurangan gizi. Dengan penanganan yang tepat, bayi akan segera dapat menahan apa yang mereka makan agar dapat tumbuh dan berkembang.

Adakah Keuntungan Menggunakan Bantal Menyusui Bayi?

Salah satu perlengkapan yang mungkin diperlukan oleh seorang ibu yang baru melahirkan adalah bantal menyusui bayi. Memilih bantal penyangga yang tepat, rasa pegal dan tidak nyaman saat menyusui dapat diminimalkan. Bayi juga bisa lebih memperoleh ASI dengan maksimal.

Ada berbagai produk bantal menyusui bayi yang bisa dipilih

Bantal menyusui bayi adalah bantal yang didesain khusus untuk ibu menyusui. Berbeda dengan bantal biasa untuk bayi yang lembut, bantal untuk menyusui harus cukup kokoh dalam menjaga posisi Si Kecil ketika menyusu.

Walau mungkin tidak semua ibu membutuhkan bantal menyusui, ada banyak manfaat yang bisa didapat dari penggunaannya. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan bantal menyusui bayi.

1. Membantu bayi melekat ke puting ibu dengan baik

Banyak ibu merasa pegal saat menyusui karena posisi duduk yang tidak nyaman. Padahal posisi duduk yang nyaman akan membantu bayi menyusu dengan lancar. Cairan ASI pun akan lebih masuk dengan maksimal ke mulut bayi. Penggunaan bantal menyusui akan membantu agar posisi dan perlekatan mulut bayi ke puting sang ibu menjadi lebih sempurna.

2. Mengurangi pegal dan nyeri

Sakit punggung dan leher termasuk beberapa keluhan umum pada ibu menyusui. Ini terjadi karena Anda harus membungkuk dan menahan tubuh bayi selama menyusui. Jika menggunakan bantal menyusui, Anda tidak perlu terlalu membungkuk saat menyusui. 

3. Meminimalkan gumoh pada bayi

Bantal menyusui dapat menopang kepala bayi agar lebih tinggi. Posisi ini tidak hanya membantu perlekatan saat bayi menyusu, tapi juga mengurangi gumoh pada Si Kecil.

4. Multifungsi

Tidak hanya bermanfaat untuk mempermudah proses menyusui, bantal menyusui juga dapat digunakan bayi untuk tummy time atau belajar tengkurap. Jika Anda hamil lagi, bantal menyusui bisa pula dialihfungsikan sebagai bantal ibu hamil. 

Kini terdapat beragam jenis bantal menyusui yang bisa menjadi pilihan. Mulai dari bentuk hingga ukurannya. Anda bisa memilih jenis bantal yang cocok untuk Anda agar proses menyusui lebih lancar. Berikut ini beberapa tipe bantal menyusui yang bisa menjadi pilihan Anda.

1. Bentuk huruf C

Ini adalah bantal menyusui yang paling klasik. Tipe ini berbentuk C dan ditempatkan di pinggang ibu. Bagian dalamnya yang kokoh dapat menopang bayi secara sempurna. Bantal ini juga nantinya bisa digunakan oleh bayi untuk tummy time.

2. Tipe wrap-around

Bantal ini memiliki bagian atas yang lebar dan datar, sehingga dapat menjaga bayi supaya tidak terguling. Ibu menyusui bisa menggunakannya dengan penyangganya di pinggang. Kekokohan bantal menyusui ini dapat membantu punggung bagian bawah Anda yang pegal menjadi lebih nyaman. Kantong yang ada di sampingnya juga bisa digunakan untuk menaruh kain atau botol air.

3. Bantal untuk bayi kembar

Bantal yang satu ini didesain untuk ibu dengan bayi kembar. Ukurannya besar dan cukup fleksibel sehingga Anda bisa menyusui bayi secara bersamaan.

4. Bantal berbentuk kacang

Bagi ibu yang sering bepergian, Anda bisa memilih tipe bantal ini. Bantal berbentuk kacang ini tidak terlalu besar dan dapat dibawa ke mana-mana.

5. Tipe organik

Untuk kenyamanan yang sempurna, Anda bisa memilih bantal menyusui organik yang terbuat dari katun.

6. Bantal untuk ibu dengan tubuh atau payudara besar

Kadang ibu sulit untuk memilih bantal menyusui karena ukuran tubuh atau payudara yang besar. Solusinya adalah dengan memilih bantal yang lebih besar dan panjang. Bahkan jenis bantal ini bisa digunakan untuk ibu dengan bayi kembar.

7. Tipe berlapis

Bantal menyusui berlapis-lapis bisa membantu Anda dalam menyesuaikan posisi bayi dengan tinggi badan ibunya. Bagi Anda yang bertubuh tinggi ataupun mungil, jenis bantal ini mungkin cocok untuk Anda.

Meski memiliki banyak keuntungan tetapi tidak semua ibu membutuhkan bantal menyusui bayi. Jika Anda merasa pegal atau kurang nyaman saat menyusui, bantal ini mungkin Anda perlukan. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kenyamanan fisik maupun kondisi finansial Anda.

Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Memilih Peralatan Makan Bayi

Bayi yang sudah memasuki usia 6 bulan biasanya akan mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Tak jarang banyak ibu yang pusing memilih peralatan makan bayi yang aman digunakan.

Ada banyak bentuk, ukuran, hingga warna yang dapat menjadi peralatan makan bayi Anda ketika mulai MPASI ini. Tidak hanya seputar piring atau mangkuk saja, tapi juga wadah yang digunakan untuk menyimpan makanan bayi.

Ada baiknya memilih peralatan makan yang bisa sekaligus mengakomodir kebutuhan bayi sekaligus dapat melatih kemampuan motoriknya saat makan. 

Rekomendasi Memilih Tempat Makan Bayi yang Aman

Tidak ada salahnya memilih tempat makan untuk bayi yang mereka sukai. MIsalnya dengan karakter kartun, warna-warni, dan hal-hal menarik minat bayi lainnya. 

Selain itu, pertimbangkan pula beberapa hal berikut ini:

  1. Pilihlah yang terbuat dari bahan yang aman

Tempat makan bayi biasanya terbuat dari berbagai material, seperti plastik, kaca, hingga stainless steel. 

Bahan plastik memiliki keunggulan seperti tidak rusak saat dibanting, harganya terjangkau, dan punya warna yang beragam. Peralatan makan yang terbuat dari plastik juga lebih mudah dibawa ke mana-mana dan lebih praktis.

Namun, pastikan bahwa peralatan makan tersebut memiliki label BPA free atau non-BPA (Bisphenol-A). BPA ini merupakan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik. Biasanya dapat berpindah ke makanan serta bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan anak.

Peralatan makan yang terbuat dari stainless steel dan kaca biasanya lebih aman karena bahannya ramah lingkungan. Keunggulan lainnya juga lebih mudah dibersihkan dari lemak maupun sisa makanan. 

Akan tetapi, bahan kaca tersebut tidak bisa digunakan langsung oleh bayi karena mudah pecah. Harga peralatan yang berbahan kaca atau baja anti karat juga lebih mahal.

  1. Pastikan tutup wadah tidak bocor

Peralatan makan berupa container yang berpenutup harus dipastikan tidak bocor dan tutupnya rapat. Hal ini untuk mencegah agar makanan tidak berantakan dan juga memastikan makanan tidak terkontaminasi bakteri dan kuman.

Bayi yang berusia 6-9 bulan biasanya diberikan MPASI dengan tekstur yang lumat dan semi kental. Sehingga wadah berpenutup tentu saja diperlukan untuk menyimpan makanan bayi. 

Container rapat juga perlu untuk menyimpan jenis makanan atau minuman yang bertekstur cair, seperti kaldu, sup, atau jus buah.

  1. Sesuaikan tempat makan dengan porsi makan si kecil

Makanan bayi harus ditakar porsinya untuk memastikan nutrisi anak tercukupi. Setiap anak butuh nutrisi yang berbeda disesuaikan dengan usianya. Porsi makan ini penting untuk ditentukan agar tidak membuang makanan.

Makanan yang sudah sudah disuapkan pada bayi dan terkena air liurnya, harus sesegera mungkin dibuang. Tidak boleh diberikan lagi pada bayi setelah didiamkan beberapa saat karena dikhawatirkan mengandung bakteri.

Bayi yang berusia 6-9 bulan membutuhkan 2-3 sendok makan hingga 125 ml per porsi makan. Berbeda dengan bayi yang berusia 9-12 bulan, membutuhkan 125 ml per porsi makan. Sedangkan bayi 12-24 bulan membutuhkan 190-250 ml per porsi makannya.

  1. Memastikan kelengkapan pendukungnya

Biasanya tempat makan si kecil dijual bersamaan dengan alat kelengkapan lain, seperti sendok dan juga garpu. Alat pelengkap peralatan makanan bayi ini juga harus disesuaikan dengan keamanan tempat makan.

Pastikan sendok dan garpu yang tumpul dan lembut sehingga tidak membahayakan bayi. Bahkan bila memungkinkan, penggunaan garpu sebaiknya ditunda hingga si Kecil berumur 18 bulan.

Bisa juga mempertimbangkan membeli peralatan makan bayi yang dilengkapi karet hisap di bagian bawahnya. Sehingga tidak mudah jatuh jika ditempatkan di kursi makan. Yang paling penting adalah memilih peralatan makan yang aman bagi si kecil.

Penilaian Status Gizi pada Balita, Gemuk Tak Berarti Sehat

Seringkali seseorang menilai balita yang sehat adalah balita dengan berat badan yang gemuk. Padahal, penilaian status gizi pada balita tidak sebatas penilaian berat badan saja, lho! Terdapat banyak pengukuran yang dilakukan untuk menilai apakah gizi balita tercukupi atau tidak.

Status gizi pada balita merupakan kondisi yang memperlihatkan keseimbangan antara kebutuhan serta asupan nutrisi balita yang masuk ke dalam tubuh. Jika nutrisi yang diterima tercukupi, maka perkembangan dan pertumbuhan balita bisa optimal. 

Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan survei konsumsi makanan

Pengukuran gizi balita di Indonesia

Di Indonesia, penilaian status gizi balita menggunakan acian kurva pertumbuhan milik WHO dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000). Indikator penilaian gizi yang umum digunakan seperti, berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), berat badan menurut umur (BB/U), dan tinggi badan menurut umur (TB/U).

Berikut ini status gizi anak berdasarkan 3 indeks di atas yang bisa memberikan gambaran apakah seorang anak mengalami obesitas, gizi berlebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. 

Untuk informasi lebih lanjut seputar gizi anak, kamu bisa melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. 

Menilai status gizi anak dengan metode antropometri

Metode antropometri adalah metode untuk melakukan pengukuran fisik dan bagian tubuh manusia. Metode antropometri paling sering digunakan di Indonesia, yakni untuk mengetahui status gizi balita dengan konsep pertumbuhan.

Terdapat 4 variabel dalam pengukuran metode antropometri ini, yakni:

  • Jenis kelamin
  • Umur
  • Berat badan
  • Tinggi badan

Pengukuran dengan metode antropometri meliputi pengukuran pada hal ini:

Berat badan

Pengukuran berat badan dilakukan untuk menggambarkan jumlah protein, lemak, dan mineral pada tubuh. 

Pengukuran berat badan dianggap paling cepat karena perubahannya tidak membutuhkan waktu lama. Kita juga sekaligus bisa memantau perkembangan gizi anak melalui grafik berat badan anak. 

Tinggi badan

Pengukuran tinggi badan diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan massa tulang. Jika pertambahan tinggi badan cukup lambat, bisa menjadi indikator anak mengalami masalah gizi.

Lingkar kepala

Pengukuran lingkar kepala anak bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan otak dan melihat perkembangan saraf anak. 

Menurut rujukan CDC 2000, ukuran lingkar kepala pada bayi laki-laki adalah 36 cm, dan saat berusia 3 bulan berubah menjadi 41 cm. Ukuran lingkar kepala normal pada bayi perempuan yakni 35 cm dan berubah menjadi 40 cm saat berusia 3 bulan.

Di usia 4-6 bulan, ukuran lingkar kepala akan bertambah 1 cm setiap bulannya dan pada usia 6-12 bulan akan bertambah 0,5 cm per bulannya.  Pengukuran lingkar kepala dilakukan pada sisi kepala belakang anak yang menonjol, hingga area dahi. 

Menurut IDAI, pengukuran lingkar kepala pada anak sebaiknya dilakukan hingga usia 2 tahun disertai pengukuran ubun-ubun besar. Pengukuran lingkar kepala hingga 2 tahun ini bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan perkembangan otak. 

Jika ubun-ubun besar belum menutup pada usia 18 bulan atau menutup lebih dini di usia 6 bulan, bisa menggambarkan adanya gangguan pertumbuhan otak. 

Tips agar status gizi anak tetap tercukupi

Untuk memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi yang ditandai dengan perkembangan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan gizi anak sejak anak lahir atau minimal saat anak berusia 1 bulan.

Kamu bisa ikut memantau perkembangan anak dengan melihat KIA atau KMS (kartu menuju sehat) yang diberikan oleh dokter, sehingga, ketika grafiknya mengalami masalah, kamu bisa segera melakukan penanganan secepat mungkin.

Jika berat badan serta tinggi badan normal sesuai usia, maka bisa dipastikan bahwa asupan gizi anak tercukupi dengan baik. Itu dia beberapa indikator penilaian gizi pada anak. Tetap pantau berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala pada anak, ya.