Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Memilih Peralatan Makan Bayi

Bayi yang sudah memasuki usia 6 bulan biasanya akan mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Tak jarang banyak ibu yang pusing memilih peralatan makan bayi yang aman digunakan.

Ada banyak bentuk, ukuran, hingga warna yang dapat menjadi peralatan makan bayi Anda ketika mulai MPASI ini. Tidak hanya seputar piring atau mangkuk saja, tapi juga wadah yang digunakan untuk menyimpan makanan bayi.

Ada baiknya memilih peralatan makan yang bisa sekaligus mengakomodir kebutuhan bayi sekaligus dapat melatih kemampuan motoriknya saat makan. 

Rekomendasi Memilih Tempat Makan Bayi yang Aman

Tidak ada salahnya memilih tempat makan untuk bayi yang mereka sukai. MIsalnya dengan karakter kartun, warna-warni, dan hal-hal menarik minat bayi lainnya. 

Selain itu, pertimbangkan pula beberapa hal berikut ini:

  1. Pilihlah yang terbuat dari bahan yang aman

Tempat makan bayi biasanya terbuat dari berbagai material, seperti plastik, kaca, hingga stainless steel. 

Bahan plastik memiliki keunggulan seperti tidak rusak saat dibanting, harganya terjangkau, dan punya warna yang beragam. Peralatan makan yang terbuat dari plastik juga lebih mudah dibawa ke mana-mana dan lebih praktis.

Namun, pastikan bahwa peralatan makan tersebut memiliki label BPA free atau non-BPA (Bisphenol-A). BPA ini merupakan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik. Biasanya dapat berpindah ke makanan serta bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan anak.

Peralatan makan yang terbuat dari stainless steel dan kaca biasanya lebih aman karena bahannya ramah lingkungan. Keunggulan lainnya juga lebih mudah dibersihkan dari lemak maupun sisa makanan. 

Akan tetapi, bahan kaca tersebut tidak bisa digunakan langsung oleh bayi karena mudah pecah. Harga peralatan yang berbahan kaca atau baja anti karat juga lebih mahal.

  1. Pastikan tutup wadah tidak bocor

Peralatan makan berupa container yang berpenutup harus dipastikan tidak bocor dan tutupnya rapat. Hal ini untuk mencegah agar makanan tidak berantakan dan juga memastikan makanan tidak terkontaminasi bakteri dan kuman.

Bayi yang berusia 6-9 bulan biasanya diberikan MPASI dengan tekstur yang lumat dan semi kental. Sehingga wadah berpenutup tentu saja diperlukan untuk menyimpan makanan bayi. 

Container rapat juga perlu untuk menyimpan jenis makanan atau minuman yang bertekstur cair, seperti kaldu, sup, atau jus buah.

  1. Sesuaikan tempat makan dengan porsi makan si kecil

Makanan bayi harus ditakar porsinya untuk memastikan nutrisi anak tercukupi. Setiap anak butuh nutrisi yang berbeda disesuaikan dengan usianya. Porsi makan ini penting untuk ditentukan agar tidak membuang makanan.

Makanan yang sudah sudah disuapkan pada bayi dan terkena air liurnya, harus sesegera mungkin dibuang. Tidak boleh diberikan lagi pada bayi setelah didiamkan beberapa saat karena dikhawatirkan mengandung bakteri.

Bayi yang berusia 6-9 bulan membutuhkan 2-3 sendok makan hingga 125 ml per porsi makan. Berbeda dengan bayi yang berusia 9-12 bulan, membutuhkan 125 ml per porsi makan. Sedangkan bayi 12-24 bulan membutuhkan 190-250 ml per porsi makannya.

  1. Memastikan kelengkapan pendukungnya

Biasanya tempat makan si kecil dijual bersamaan dengan alat kelengkapan lain, seperti sendok dan juga garpu. Alat pelengkap peralatan makanan bayi ini juga harus disesuaikan dengan keamanan tempat makan.

Pastikan sendok dan garpu yang tumpul dan lembut sehingga tidak membahayakan bayi. Bahkan bila memungkinkan, penggunaan garpu sebaiknya ditunda hingga si Kecil berumur 18 bulan.

Bisa juga mempertimbangkan membeli peralatan makan bayi yang dilengkapi karet hisap di bagian bawahnya. Sehingga tidak mudah jatuh jika ditempatkan di kursi makan. Yang paling penting adalah memilih peralatan makan yang aman bagi si kecil.

Penilaian Status Gizi pada Balita, Gemuk Tak Berarti Sehat

Seringkali seseorang menilai balita yang sehat adalah balita dengan berat badan yang gemuk. Padahal, penilaian status gizi pada balita tidak sebatas penilaian berat badan saja, lho! Terdapat banyak pengukuran yang dilakukan untuk menilai apakah gizi balita tercukupi atau tidak.

Status gizi pada balita merupakan kondisi yang memperlihatkan keseimbangan antara kebutuhan serta asupan nutrisi balita yang masuk ke dalam tubuh. Jika nutrisi yang diterima tercukupi, maka perkembangan dan pertumbuhan balita bisa optimal. 

Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan survei konsumsi makanan

Pengukuran gizi balita di Indonesia

Di Indonesia, penilaian status gizi balita menggunakan acian kurva pertumbuhan milik WHO dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000). Indikator penilaian gizi yang umum digunakan seperti, berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), berat badan menurut umur (BB/U), dan tinggi badan menurut umur (TB/U).

Berikut ini status gizi anak berdasarkan 3 indeks di atas yang bisa memberikan gambaran apakah seorang anak mengalami obesitas, gizi berlebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. 

Untuk informasi lebih lanjut seputar gizi anak, kamu bisa melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. 

Menilai status gizi anak dengan metode antropometri

Metode antropometri adalah metode untuk melakukan pengukuran fisik dan bagian tubuh manusia. Metode antropometri paling sering digunakan di Indonesia, yakni untuk mengetahui status gizi balita dengan konsep pertumbuhan.

Terdapat 4 variabel dalam pengukuran metode antropometri ini, yakni:

  • Jenis kelamin
  • Umur
  • Berat badan
  • Tinggi badan

Pengukuran dengan metode antropometri meliputi pengukuran pada hal ini:

Berat badan

Pengukuran berat badan dilakukan untuk menggambarkan jumlah protein, lemak, dan mineral pada tubuh. 

Pengukuran berat badan dianggap paling cepat karena perubahannya tidak membutuhkan waktu lama. Kita juga sekaligus bisa memantau perkembangan gizi anak melalui grafik berat badan anak. 

Tinggi badan

Pengukuran tinggi badan diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan massa tulang. Jika pertambahan tinggi badan cukup lambat, bisa menjadi indikator anak mengalami masalah gizi.

Lingkar kepala

Pengukuran lingkar kepala anak bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan otak dan melihat perkembangan saraf anak. 

Menurut rujukan CDC 2000, ukuran lingkar kepala pada bayi laki-laki adalah 36 cm, dan saat berusia 3 bulan berubah menjadi 41 cm. Ukuran lingkar kepala normal pada bayi perempuan yakni 35 cm dan berubah menjadi 40 cm saat berusia 3 bulan.

Di usia 4-6 bulan, ukuran lingkar kepala akan bertambah 1 cm setiap bulannya dan pada usia 6-12 bulan akan bertambah 0,5 cm per bulannya.  Pengukuran lingkar kepala dilakukan pada sisi kepala belakang anak yang menonjol, hingga area dahi. 

Menurut IDAI, pengukuran lingkar kepala pada anak sebaiknya dilakukan hingga usia 2 tahun disertai pengukuran ubun-ubun besar. Pengukuran lingkar kepala hingga 2 tahun ini bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan perkembangan otak. 

Jika ubun-ubun besar belum menutup pada usia 18 bulan atau menutup lebih dini di usia 6 bulan, bisa menggambarkan adanya gangguan pertumbuhan otak. 

Tips agar status gizi anak tetap tercukupi

Untuk memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi yang ditandai dengan perkembangan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan gizi anak sejak anak lahir atau minimal saat anak berusia 1 bulan.

Kamu bisa ikut memantau perkembangan anak dengan melihat KIA atau KMS (kartu menuju sehat) yang diberikan oleh dokter, sehingga, ketika grafiknya mengalami masalah, kamu bisa segera melakukan penanganan secepat mungkin.

Jika berat badan serta tinggi badan normal sesuai usia, maka bisa dipastikan bahwa asupan gizi anak tercukupi dengan baik. Itu dia beberapa indikator penilaian gizi pada anak. Tetap pantau berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala pada anak, ya.

Hamil 36 Minggu, Ketahui Perkembangan Janin dan Kondisi Tubuh Ibu pada Masa Ini

Hamil 36 Minggu, Ketahui Perkembangan Janin dan Kondisi Tubuh Ibu pada Masa Ini

Memasuki masa kehamilan di trimester ketiga atau hamil 36 minggu merupakan masa yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Pada masa ini bayi mulai bersiap-siap untuk dilahirkan, dan mungkin akan terdapat beberapa perubahan pada kondisi tubuh ibu. 

Selain perubahan pada tubuh ibu, janin di dalam kandungan juga mengalami beberapa perubahan pada masa hamil 36 minggu. Lalu, apa saja perkembangan bayi pada masa kehamilan ini?

Perkembangan Bayi pada Hamil 36 Minggu

  • Saat memasuki trimester ketiga, perkembangan janin ketika bersiap untuk proses kelahiran adalah sebagai berikut:
  • Berat badan tubuh sekitar 2,7 kg
  • Panjang tubuh sekitar 46-48 cm
  • Lanugo (bulu-bulu halus) dan vernix (lapisan lilin pelindung) pada bayi mulai rontok
  • Janin akan bergerak ke arah panggul ibu
  • Bayi akan memposisikan kepalanya ke bawah, jika tidak maka dokter atau bidan akan melakukan upaya untuk menurunkan kepala bayi untuk mempermudah proses lahiran
  • Agar terhindar dari infeksi saat lahir, pada masa ini sistem darah dan kekebalan tubuh bayi sudah berkembang sempurna
  • Indra pendengaran semakin tajam sehingga bayi mulai bisa mengenali dan memberi respon pada suara yang didengar
  • Kelopak mata mulai terbentuk dan mata mulai bisa melihat
  • Janin sudah mulai tidur nyenyak dan pola tidurnya lebih teratur
  • Janin akan buang air besar pertamanya dalam bentuk campuran kehitaman yang disebut mekonium

Dalam masa ini, beberapa organ bayi masih dalam perkembangan dan belum terbentuk dengan sempurna. Seperti halnya sistem pencernaan yang belum matang secara sempurna dan tengkorak yang masih lunak untuk menyesuaikan jalur lahir.

Perubahan pada Tubuh Ibu pada Masa Hamil 36 Minggu

Ibu yang memasuki masa kehamilan 36 minggu akan mulai merasakan beberapa perubahan pada tubuh. Inilah perubahan pada tubuh ibu hamil saat kehamilan trimester ketiga.

  1. Susah bergerak

Ibu hamil akan mengalami susah bergerak dan hanya bisa berjalan secara perlahan. Hal ini dikarenakan berat badan ibu akan mengalami kenaikan sekitar 9-13 kg.

Pada umumnya wanita membutuhkan 2.000 hingga 2.500 kkal per hari. Namun, pada ibu hamil akan meningkat sebanyak 300 kkal per hari dan jika telah menyusui akan meningkat 500 kkal per hari.

  1. Kondisi sekitar perut dan panggul

Rahim pada masa kehamilan 36 minggu akan semakin membesar sehingga kondisi perut akan mencapai tulang rusuk. Ketika kepala bayi mulai bergerak, maka kepalanya akan jatuh ke dalam panggul. Hal ini merupakan persiapan bayi untuk proses lahiran sehingga menempatkan dirinya lebih rendah di dalam rahim.

  1. Badan mulai terasa sakit

Terdapat peningkatan rasa sakit pada beberapa bagian tubuh seperti tangan, pergelangan tangan dan kaki, lutut, dan punggung leher. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena rasa sakit pada badan saat kehamilan trimester ketiga adalah hal yang wajar.

Rasa sakit ini dikarenakan terjadinya perubahan pada postur bayi yang semakin besar dan gejolak hormon yang menyimpan banyak cairan.

  1. Mengalami kontraksi palsu

Ibu hamil akan mulai merasakan sensasi seperti kontraksi namun hal ini disebut kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Pada masa ini rahim  sedang berlatih untuk melakukan kontraksi saat persalinan sehingga ibu mulai merasakan perut semakin kencang seolah-olah sedang kontraksi akan melahirkan.

Namun, apabila kontraksi yang dirasakan tidak hilang, semakin kuat, lebih lama, dan lebih sering maka Anda perlu berkonsultasi kepada dokter atau bidan karena bisa jadi ini adalah kontraksi sebagai tanda persalinan segera dimulai.

  1. Perut gatal

Kuli pada bagian perut ibu akan semakin melebar seiring dengan perkembangan janin di dalam kandungan. Ketika perut semakin melebar, kulit perut ibu juga semakin berkurang kelembapannya. Hal ini menyebabkan rasa gatal di bagian perut.

  1. ASI mulai keluar

ASI umumnya akan keluar saat ibu telah melahirkan. Namun, pada beberapa kondisi menyebabkan ASI sudah keluar saat masa kehamilan memasuki trimester ketiga.

Penyebab dari kondisi ini adalah hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh ibu hamil meningkat.

  1. Keputihan

Ketika hamil 36 minggu, ibu hamil akan merasakan keputihan yang semakin sering karena terdapat penyumbatan lendir pada leher rahim. Pada beberapa kondisi, keputihan ini juga diikuti dengan bercak darah.

Perlu diperhatikan bahwa jika yang keluar adalah air yang cair, hal ini adalah ketuban yang mulai pecah dan proses melahirkan harus segera dilakukan.

  1. Sembelit dan kembung

Usia kehamilan 36 minggu menyebabkan isi perut tertahan lebih lama pada saluran pencernaan. Kondisi ini membuat otot usus melemah sehingga efek sembelit dan perut kembung sering terjadi.

Hamil 36 minggu menjadi masa yang membahagiakan karena Ibu dan keluarga akan menyambut kehadiran bayi yang telah dinantikan. Rasa bahagia ini juga harus diikuti dengan kewaspadaan yang meningkat dan lebih peka dengan tanda-tanda persalinan. Segera konsultasikan kepada dokter atau bidan jika pada masa hamil 36 minggu ini ibu sudah mulai merasakan tanda-tanda kehadiran si buah hati, sehingga ibu segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Efek Samping Terapi Uap yang Perlu Diketahui

Efek Samping Terapi Uap yang Perlu Diketahui

Steam inhalation atau juga disebut dengan terapi uap merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pada sistem pernapasan. Pada umumnya dokter menganjurkan ini sebagai penanganan common cold karena dinilai bisa melegakan pernapasan. Meski demikian, ternyata praktik ini tidak sejalan dengan bukti klinis yang ada.

Common cold merupakan penyakit yang sering ditemukan dalam praktik kedokteran sehari-hari, setiap orang dari seluruh usia mengalami kondisi ini lebih dari satu kali. Kondisi ini disebabkan karena infeksi virus dan pada umumnya melibatkan saluran pernapasan atas. Common cold merupakan penyakit self-limiting sehingga terapi yang dibutuhkan hanya terapi suportif.

Efek Samping Terapi Uap

Dalam salah satu studi di 3 pusat luka bakar yang dilakukan di Belanda menunjukkan bahaya yang dapat ditimbulkan dari inhalasi uap panas. Sekitar 3 orang per tahun mengalami luka bakar karena melakukan terapi inhalasi uap panas dan bahkan sampai membutuhkan cangkok kulit atau skin grafting.

Luka bakar yang muncul tak jarang terjadi pada daerah vital seperti suprapubik dan genitalia, kondisi ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang fatal dan memerlukan biaya medis jauh lebih besar ketimbang dengan biaya terapi common cold itu. Beberapa kondisi yang dilaporkan terjadi pada terapi ini seperti iritasi hidung, rasa tidak nyaman, pusing dan suhu panas.

Dalam British Journal of General Practice menganjurkan untuk tidak melakukan terapi ini karena berisiko menimbulkan luka bakar dan tidak diterima oleh pasien. Pasien bisa melakukan alternatif dengan metode yang lebih aman, seperti menghirup uap dari gelas berisi air panas atau menghirup uap dari air panas di kamar mandi.

Manfaat Terapi

Perlu diketahui jika terapi ini bukanlah obat dari infeksi yang diakibatkan bakteri, meski demikian steam inhalation dapat menjadi pilihan untuk meredakan gejala dan membuat tubuh terasa lebih baik. Berikut ini beberapa manfaat dari terapi menggunakan uap yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

  • Redakan Iritasi

Batuk dengan hidung berair bisa terjadi karena munculnya peradangan di pembuluh darah sinus, infeksi saluran pernapasan atas akut juga menyebabkan pembuluh darah mengalami iritasi. Ketika uap air yang lembab dan hangat dihirup, iritasi ini bisa berbeda. Pembuluh darah di saluran pernapasan yang bengkak bisa membaik.

  • Mengencerkan Dahak

Menghirup uap ari bisa membantu mengencerkan lendir pada sinus sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Kondisi ini membuat pernapasan menjadi kembali normal, bisa terasa sangat membantu khususnya ketika tubuh dalam kondisi sedang melawan virus.

  • Redakan Gejala Sinus Kronis

Uji coba klinis membuktikan pengaruh terapi ini dalam mengobati gejala sinus kronis, namun studi ini tidak melihat bahwa steam inhalation bermanfaat untuk semua gejala infeksi sinus, tetapi lebih kepada sakit kepala saja.

  • Asma

Merupakan kondisi di mana saluran pernapasan menyempit dan membengkak, hingga memproduksi lendir berlebih. Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan menimbulkan gejala seperti batuk dan mengi. Terapi di atas diklaim mampu meredakan gejala yang ditimbulkan penyakit ini dan membuat penderita lebih baik.

Keamanan Terapi Uap

Terapi ini aman dilakukan jika sesuai dengan prosedur, meskipun selalu ada kemungkinan adanya cedera jika kurang waspada. Selalu pastikan untuk tetap berhati-hati dan tidak kontak langsung dengan air panas, selain itu lakukan terapi uap di ruangan yang tidak terakses oleh anak-anak atau hewan.

Tes Kehamilan dengan Sabun? Perhatikan Hal-hal Ini

Tes Kehamilan dengan Sabun? Perhatikan Hal-hal Ini

Banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk mengetahui sedang hamil atau tidak. Pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah maupun laboratorium menjadi cara yang paling efektif dan akurat. Namun jika Anda ingin melakukannya di rumah, selain menggunakan alat test pack, Anda juga dapat melakukan tes kehamilan dengan sabun. 

Tes kehamilan dengan sabun merupakan praktik pengecekan kehamilan yang sudah ada cukup lama. Anda hanya memerlukan sedikit sabun dan urine untuk bisa mengetahui hamil tidaknya Anda. Saat sabun mengeluarkan gelembung ketika Anda menumpahkan urine di atasnya, artinya Anda sedang hamil. Akan tetapi jika gelembung tidak kunjung datang, artinya Anda tidak sedang mengandung. 

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan apabila berniat melakukan tes kehamilan unik ini di rumah. Berikut ini adalah hal-hal yang patut menjadi perhatian Anda ketika melakukan tes kehamilan dengan sabun.

  1. Beri Jeda Waktu 

Anda bisa dikatakan sedang hamil apabila reaksi gelembung muncul dari sabun yang ditumpahi urine di atasnya. Namun, jangan lantas terburu-buru mengatakan tidak hamil ketika tidak ada gelembung sesaat setelah Anda menyiramkan urine di atas sabun tersebut. Beri jeda waktu sesaat setelah Anda menumpahi urine di atas sabun. Umumnya, reaksi gelembung bisa terjadi dari awal penumpahan urine sampai 10 menit setelah urine ditumpahkan. Jadi, tidak ada salahnya menunggu sejenak, bukan?

  1. Gunakan Sabun Batang 

Pastikan selalu bahwa alat tes kehamilan yang Anda gunakan adalah sabun batang. Pasalnya ketika menggunakan sabun cair, gelembung akan lebih mudah terjadi, meski Anda sedang tidak hamil. Ditambah lagi, sabun cair mengandung zat-zat lain yang dapat membuat hasil tes menjadi tidak seakurat sabun batang. 

  1. Prioritaskan Urine Pertama 

Sebenarnya Anda bisa melakukan tes kehamilan dengan sabun menggunakan urine yang dikeluarkan kapan pun itu. Namun untuk hasil yang lebih akurat, Anda sebaiknya memprioritaskan penggunaan urine pertama di pagi hari. Ini karena urine pertama cenderung mengandung human chorionic gonadotropin (hCG) tinggi sehingga pendeteksian kehamilan dapat lebih akurat. 

  1. Urine Lebih Banyak 

Perbandingan yang tepat menjadi salah satu kunci agar tes kehamilan dengan sabun. Usahakan porsi urine lebih banyak daripada sabun yang Anda gunakan. Idealnya, porsi urine untuk tes kehamilan lebih banyak 3 kali lipat dibandingkan porsi sabun. Jika Anda menggunakan sepotong sabun dengan satu sendok teh, jumlah urine yang mesti dipakai minimal 3 sendok teh. 

  1. Pakai Wadah Plastik 

Anda mungkin berpikir apa yang dapat Anda jadikan wadah untuk mencampur sabun dengan urine. Tidak perlu bingung, Anda hanya memerlukan wadah yang terbuat dari plastik. Soal ukuran, itu bebas sesuai keinginan Anda. Hanya yang perlu dipastikan, wadah tersebut dalam kondisi bersih. Wadah plastik menjadi yang terbaik untuk mengecek kehamilan karena cenderung tidak menimbulkan reaksi lain jika dicampurkan dengan bahan kimia. 

  1. Sehari Setelah “Telat”

Anda bisa saja melakukan tes kehamilan menggunakan sabun ketika usia janin masih 1—2 minggu. Namun, tingkat keakuratannya akan sangat berkurang jauh. Pasalnya saat itu, hormone hCG belum meningkat drastis sehingga reaksi akan sangat minim. Pada kondisi normal, kadar hCG dalam urine kurang dari 5 mIU/ml. Namun pada awal kehamilan, kadar hCG bisa meningkat 2—3 kali lipat. Waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan menggunakan sabun ataupun test pack adalah sehari setelah Anda tidak mendapatkan menstruasi sesuai jadwal. 

*** 

Sejauh ini banyak tes kehamilan dengan sabun yang memperoleh hasil cukup akurat. Namun tetap perlu diingat, penelitian mengenai keakuratan tes kehamilan ini masih sangat terbatas. Jika Anda memperoleh hasil positif dari tes ini, cobalah untuk langsung memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

Gendongan Bayi

jenis gendongan bayi

Sebagian orang berpikir bahwa memiliki anak merupakan momen yang telah dinantikan. Hal tersebut juga merupakan anugerah dari Tuhan. Walaupun merupakan anugerah, ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi orang tua ketika mereka mengasuh anak mereka. Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah menyediakan perlengkapan untuk bayi mereka. Ada berbagai perlengkapan yang akan dibutuhkan orang tua, salah satunya termasuk gendongan bayi.

Apa Itu Gendongan Bayi?

Gendongan bayi merupakan barang yang dapat menahan bayi dan orang tua tidak perlu menahannya dengan tangan. Gendongan bayi juga dapat memudahkan orang tua untuk melakukan aktivitas lain yang melibatkan tangan seperti memegang handphone.

Jenis-Jenis Gendongan Bayi

Ada berbagai jenis gendong bayi yang dapat Anda beli, namun setiap pilihan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain itu, Anda juga sebaiknya jangan membeli barang tersebut dengan sembarangan. Oleh karena itu, jika Anda ingin membeli gendongan bayi, berikut adalah jenis-jenis gendongan bayi yang dapat Anda beli:

  1. Gendongan bayi wrap

Gendongan bayi wrap merupakan jenis gendongan bayi yang menggunakan kain yang diikatkan pada tubuh Anda. Jenis gendongan ini dijual dalam ukuran yang berbeda dan Anda perlu pilih sesuai ukuran tubuh Anda.

Cara menggunakan gendongan tersebut adalah ikat kain dan bentangkan sehingga dapat menutupi bagian depan tubuh Anda. Setelah terikat dengan benar, Anda regangkan kain tersebut, kemudian Anda taruh anak Anda di kain tersebut.

Jika kain tersebut digunakan dengan benar, maka Anda tidak akan membebani bahu dan punggung karena berat badan bayi Anda akan tersebar dengan merata di tubuh Anda.

  1. Gendongan samping

Gendongan samping merupakan jenis gendongan bayi yang terdiri dari dua pilihan, antara lain dengan menggunakan jarik panjang yang akan disimpulkan di salah satu sisi bahu Anda, atau dengan menggunakan gendongan ring sling yang meliputi kain panjang lembut dan dua lubang untuk mengatur ikatan.

Gendongan samping merupakan jenis gendongan bayi yang mudah digunakan karena Anda hanya menarik kainnya saja jika Anda ingin menggunakan kain tersebut. Gendongan samping juga lebih bermanfaat ketika Anda menyusui anak Anda.

  1. Gendongan SSC (Soft Structured Carrier)

Gendongan SSC merupakan jenis gendongan bayi yang mudah digunakan karena dapat menggabungkan tali pengikat, gesper, dan bantalan dengan ukuran yang bisa disesuaikan berdasarkan usia anak Anda. Jenis gendongan tersebut bisa digunakan baik di depan tubuh Anda maupun di belakang.

  1. Gendongan hipseat

Gendongan hipseat merupakan jenis gendongan bayi yang terlihat seperti gendongan SSC, namun memiliki bantalan khusus supaya bayi bisa duduk. Cara menggunakan jenis gendongan tersebut adalah memasang dudukan di bagian pinggang Anda dan letakkan bayi Anda di tempat yang telah dipasang.

  1. Gendongan bayi ransel

Gendongan bayi ransel merupakan jenis gendongan bayi yang cocok untuk membawa bayi Anda ketika Anda melakukan perjalanan yang jauh. Gendongan bayi ransel sama seperti tas ransel dan memiliki fitur keamanan berupa tali tambahan yang dapat diikatkan pada dada dan pinggang Anda.

Perbandingan Dengan Jenis Gendongan Bayi Lain

Sebelum Anda memilih jenis gendongan bayi yang tepat, Anda sebaiknya bandingkan jenis yang satu dengan yang lain, karena setiap gendongan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda seperti tempat duduk untuk bayi dan apakah posisi bayi bisa diatur dengan benar ketika menggunakan salah satu jenis gendongan bayi.

Kesimpulan

Menggunakan gendongan bayi merupakan hal yang esensial bagi orang tua, karena praktis untuk digunakan ke mana saja. Namun, orang tua perlu memastikan posisi bayi yang benar supaya bayi mereka tidak mengalami cedera.

Metode Pembelajaran Jarak Jauh Turunkan Level Kecemasan Remaja

Metode Pembelajaran Jarak Jauh Turunkan Level Kecemasan Remaja

Sebuah grup peneliti di Inggris Barat Daya curiga bahwa remaja yang sedang mendapatkan metode pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 berlangsung lebih memiliki rasa kecemasan. Mereka beralasan bahwa banyak anak dan remaja akan merasa khawatir akan teman dan keluarga yang sakit. Selain itu, mereka beranggapan bahwa remaja akan memiliki sedikit dukungan sosial akibat terisolasi di rumah. Akan tetapi, saat para peneliti melakukan survey, yang mereka temukan nyatanya cukup mengejutkan. Para siswa cenderung mengalami sedikit kecemasan berkat metode pembelajaran jarak jauh. Selain itu, para siswa juga mendapatkan manfaat lain, seperti perasaan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih kuat. 

Studi tentang hubungan metode pembelajaran jarak jauh dan level kecemasan remaja tersebut dilakukan oleh para peneliti di Universitas Bristol. Studi ini memanfaatkan studi yang sedang berlangsung seputar penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja. Para peserta studi tersebut telah melakukan survey bahkan sebelum pandemi pada bulan Oktober 2019. Untuk menilai dampak pandemi, survey lain dilakukan pada bulan April dan Mei. Sekitar 1000 siswa dari sekolah-sekolah di Inggris Barat Daya terlibat dalam studi ini. 

Apa yang ditemukan oleh para peneliti?

Tim peneliti menemukan sekitar 54 persen siswa perempuan usia 13 hingga 14 tahun memiliki risiko kecemasan sebelum masa pandemi, dengan angka tersebut turun 10 persen pada saat lockdown. Sementara itu, pada grup siswa laki-laki, sebanyak 26 persen berada memiliki risiko kecemasan pada survey pertama, dengan angka menurun menjadi 18 persen pada masa lockdown. Namun, level depresi masih terlihat cukup konsisten, dengan siswa perempuan mengalami kenaikan 3 persen sementara siswa laki-laki mengalami penurunan depresi sebanyak 2 persen. 

Kebanyakan para siswa melaporkan adanya peningkatan kesejahteraan saat mereka berada pada lockdown. Dengan anak laki-laki melaporkan kemajuan yang lebih besar dibandingkan dengan anak perempuan. Kebanyakan para siswa juga melaporkan adanya hubungan yang lebih besar dengan sekolah mereka, dengan peningkatan kesempatan untuk berbicara dengan para guru. Sementara itu, pada anak perempuan, meningkatnya rasa kesejahteraan dan berkurangnya kecemasan dihubungkan dengan penggunaan sosial media yang semakin meningkat. 

Yang sekolah bisa pelajari dari studi ini

Emily Widnall, selaku ketua dari studi tersebut, mengatakan bahwa ia dan timnya terkejut saat mereka melihat hasil dari survey. Kebanyakan orang, termasuk pakar kesehatan anak, mengira mereka akan melihat adanya peningkatan angka kecemasan. Pihaknya kemudian menyatakan bahwa sekolah bagi banyak anak remaja dapat memicu terjadinya kecemasan, terutama yang berhubungan dengan tekanan ujian dan hubungan antar siswa yang menantang (misalnya karena perundungan). 

Emily Widnall kemudian menyatakan bahwa ia dan timnya akan melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui mengapa lingkungan sekolah berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan dan bagaimana budaya sekolah dapat lebih mendukung bagi kesehatan mental siswanya. Emily juga mengamini bahwa remaja lebih terhubung dibandingkan dengan sebelumnya meskipun mereka tidak bertatap muka dengan para guru secara langsung. Mungkin platform digital dapat memainkan peran yang lebih besar di masa depan dalam hal digunakan sebagai alat pembelajaran di sekolah. 

Metode pembelajaran jarak jauh tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah saja. Orang tua juga perlu terlibat dalam proses pembelajaran anak untuk mengurangi tingkat kecemasan yang mereka miliki, misalnya dengan memfasilitasi kontak media sosial serta meminta anak untuk mendapatkan rutinitas tidur, makan, dan olahraga yang lebih teratur.

Cara-cara Memilih Sepeda bagi Anak dan Manfaat Bermainnya

Cara-cara Memilih Sepeda bagi Anak dan Manfaat Bermainnya

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan metabolisme dan membangun otot adalah dengan bersepeda, khususnya dalam tumbuh kembang sang anak. Namun, tak hanya itu manfaat bermain sepeda bagi anak, salah satunya menyehatkan tubuh. Banyaknya jenis sepeda yang muncul seiring perkembangan teknologi membuat orang tua harus memilih jenis sepeda yang benar untuk anak.

Kegembiraan anak juga bisa didapat ketika mereka bermain sepeda, baik itu di pagi hari maupun di sore hari. Manfaat positif lain dari bersepeda selain menyehatkan tubuh juga mampu melatih keseimbangan dan konsentrasi anak hingga menstimulasi kemampuan motorik mereka, inilah pentingnya memilih jenis sepeda yang benar dan tepat.

Manfaat Bersepeda

Sebelum mengetahui bagaimana cara memilih sepeda yang tepat untuk anak, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu apa saja manfaat yang diberikan aktivitas bersepeda untuk anak-anak, terutama dalam masa kembang tumbuhnya. Berikut ini beberapa manfaat bermain sepeda bagi anak secara umum.

  1. Melatih Rasa Percaya Diri

Mengayuh sepeda bukan hal yang mudah dilakukan oleh anak-anak, terlebih jika sama sekali belum pernah melakukannya. Hal inilah yang membuat anak mampu melatih rasa percaya diri mereka, proses belajar yang dilakukan akan menumbuhkan keberanian dan semakin lama dilatih rasa percaya diri itu akan tetap terus bertambah.

  1. Melatih Konsentrasi

Terdapat tiga anggota tubuh yang bekerja bersamaan ketika anak mengayuh sepeda, di antaranya mata, tangan dan kaki. Konsentrasi tinggi tentu diperlukan guna menyelaraskan kinerja tiga anggota tubuh ini, guna menghindari kemungkinan menabrak atau bahkan terjatuh saat bermain sepeda.

  1. Mempelajari Arah

Ketika anak sudah mampu mengayuh sepeda, secara otomatis mereka akan dipaksa menempuh jarak tertentu untuk sekadar menjelajah area lingkungan sekitar. Tentunya ini membuat anak harus menggunakan konsentrasi mereka untuk memperhatikan arah dan mengingatnya agar tidak menyasar.

  1. Bertanggung Jawab

Bersepeda juga dapat melatih rasa tanggung jawab anak, di mana mereka akan mencoba untuk merawat dan menjaga sepedanya. Seperti meletakkan sepeda pada tempatnya setelah bermain, mencuci jika kotor dan memperbaiki jika ada kerusakan tentunya dengan bantuan orang tua mereka melakukan hal ini.

Tips Memilih Sepeda Anak

  1. Ketahui Standar Ukuran

Ukuran sepeda anak biasanya merujuk pada ukuran velg atau rangka dari rodanya, tentu berbeda dengan sepeda orang dewasa yang umumnya diukur dari rangka sepeda. Ukuran velg sepeda anak umumnya menggunakan satuan inci, 12”, 14”, 16”, 18”, 20” dan 24”.

  1. Ukuran Inseam Anak

Inseam merupakan panjang pangkal paha sampai dengan pergelangan kaki, para orang tua tidak boleh menyepelekan hal ini. Anak membutuhkan sepeda yang pas untuk digunakan, untuk mengukur inseam bisa menggunakan alat bantu buku dan meteran.

  1. Pilih yang Ringan

Secara umum banyak sepeda yang dijual di pasaran terlalu kuat untuk ditopang tubuh anak-anak, bahkan sepeda memiliki bobot 50 persen dari berat anak-anak. Manfaat bermain sepeda bagi anak akan sulit didapatkan secara maksimal jika berat sepeda yang dipakai tidak sesuai dengan tubuh anak dan bahkan berpotensi menimbulkan cedera pada anak.

  1. Pelindung Rantai

Pilih produk yang memiliki pelindung rantai dan bergaransi, terutama bagi anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun. Adanya pelindung rantai akan membuat anak tetap aman ketika belajar mengendarai sepeda, terutama mencegah kakinya tergesek ketika mengayuh. Sementara itu produk yang bergaransi akan lebih memberi kenyamanan dan rasa aman yang lebih.

Alasan Sabun Bayi Disarankan untuk Membersihkan Vagina

Saat ini ada banyak pilihan sabun pembersih organ kewanitaan yang ditawarkan, khususnya yang memakai bahan kapur sirih. Sayangnya menurut dokter kandungan, penggunaan sabun seperti itu tidak disarankan. Belakangan, muncul narasi bahwa sabun bayi hadir sebagai alternatif yang aman untuk itu.

Hampir semua kalangan medis sepakat bahwa penggunaan sabun pembersih organ kewanitaan bisa “merusak” kondisi alami vagina. Sebenarnya, tak perlu sabun pun, organ intim wanita secara alami bisa menjaga keseimbangan floralnya (bakteri baik dan jahat).

Lantas, apa sih alasan mengapa belakangan sabun bayi dikatakan aman dan malah disarankan penggunaannya untuk membersihkan vagina?

  • Tidak Menyebabkan Iritasi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan iritasi pada vagina, salah satunya adalah penggunaan sabun yang mengandung bahan-bahan yang tidak cocok dengan kondisi kelembapan dan pH di area sensitif tersebut.

Nah beruntungnya, sabun bayi diformulasikan khusus untuk kulit bayi yang sensitif dan itu sudah terbukti tidak memberikan efek berbahaya pada mereka. Dari sanalah kalangan medis berpendapat bahwa sabun bayi sangat aman digunakan untuk area vagina.

  • Kandungannya Sangat Lembut

Sabun bayi diformulasikan secara khusus untuk menjaga kulit bayi, yang masih sangat sensitif. Ia tercipta dari serangkaian bahan baku dan kandungan yang sangat lembut dan aman untuk kulit bayi. Jika Anda mencari sabun yang memiliki kandungan yang tidak berbahaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina tentunya tidak ada pilihan yang lebih baik dari sabun bayi.

  • Komposisinya Menggunakan Bahan Alami

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya di mana sabun bayi tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga aman untuk menjaga keseimbangan pH dan kelembapan vagina. Hal ini didukung oleh deretan komposisi yang berasal dari bahan-bahan alami yang tentunya juga baik untuk kesehatan area-area sensitif pada kulit manusia, termasuk di sekitar kemaluan wanita.

  • Cocok untuk Merawat Kesehatan Area Sensitif

Kulit di sekitar vagina termasuk sangat sensitif, kendati kondisinya tidak sama dengan sensitifnya kulit bayi. Namun, karena sabun bayi saja aman untuk kulit bayi yang sensitif, hal ini tentu berlaku juga bagi kulit di sekitar vagina.

  • Kandungan pH-nya Sangat Aman untuk Area Vagina

Ada banyak manfaat pH dalam tubuh, termasuk vagina.  Fungsi pH di area sekitar vagina berfungsi untuk menjaga keseimbangan sistem floral di area tersebut. Kondisi ini bisa saja terganggu jika penggunaan pembersih yang mengandung bahan-bahan kimia.

Sementara itu, sabun bayi mengandung pH yang sangat aman untuk kulit sensitif bayi dan juga sudah terbukti aman utnuk area vagina karena tidak menganggu sistem keseimbangan floralnya.

  • Tidak Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Keseimbangan floral pada area vagina bisa saja terganggu jika menggunakan sabun pembersih yang mengandung bahan-bahan kimia. Sementara sabun bayi yang diformulasikan khusus untuk menjaga kulit bayi agar tetap lembut dan sehat tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

  • Tidak Berbau atau Berpewangi

Salah satu ciri khas dari sabun bayi adalah tidak memiliki bau khusus atau berpewangi. Hal ini justru cocok untuk menjaga area vagina karena itu artinya tidak ada tambahan bahan kimia pada sabun bayi yang dapat membahayakan kondisi area sekitar vagina yang sensitif.

***

Sebenarnya membersihkan daerah sekitar vagina cukup dengan air ber-pH netral saja. Pakai sabun bayi sangat disarankan, karena pH-nya aman. Apalagi jika area kewanitaan Anda sensitif, disarankan Anda menggunakan sabun bayi untuk membersihkannya.

Cara Membedakan Menstruasi dan Darah Implantasi

Saat muncul darah di celana dalam, kebanyakan wanita mungkin akan mengira dirinya baru memasuki masa menstruasi. Sedikit yang menyadari bahwa sebetulnya mereka justru tengah melihat darah implantasi alias pertanda awal kehamilan. Bercak darah sering diasosiasikan sebagai pertanda buruk pada kehamilan. Padahal, di awal masa kehamilan, bercak darah justru bisa saja muncul sebagai salah satu akibat dari proses pembuahan.

Pada sel telur wanita akan berbuah menjadi embrio ketika dibuahi oleh sperma. Embrio ini kemudian menuju ke arah rahim dan menanamkan diri ke dinding rahim. Proses penanaman atau perekatan ke dinding rahim ini terkadang mengakibatkan pendarahan yang disebut sebagai darah implantasi. Oleh karena itu, sebelum membedakan darah implantasi dan menstruasi, ibu perlu memastikan sedang dalam upaya hamil atau melakukan hubungan seksual sebelumnya.

Jika tidak, maka bercak darah yang keluar dari vagina bisa dipastikan merupakan darah menstruasi. Sedangkan, bagi ibu yang sedang dalam upaya memiliki keturunan, perbedaan darah implantasi dan menstruasi ini layak diketahui. Terdapat beberapa aspek dasar yang menjadi perbedaan keduanya, misalnya:

  1. Durasi

Menstruasi biasanya terjadi selama 3-7 hari diawali dengan jumlah pendarahan yang semakin banyak sebelum berangsur berkurang hingga berhenti total. Sementara darah implantasi umumnya hanya terjadi selama 24 hingga 48 jam.

  • Kram perut

Menstruasi biasanya disertai dengan kram perut dalam intensitas ringan hingga berat. Di lain pihak, implantasi tidak menyebabkan kram perut.

  • Gumpalan darah

Darah menstruasi umumnya disertai dengan gumpalan, sedangkan implantasi hanya berupa bercak dan tidak ada gumpalan sama sekali.

  • Warna

Darah menstruasi biasanya diawali dengan warna merah yang gelap, kemudian berangsur menjadi cokelat dan cokelat muda. Sedangkan darah implantasi biasanya berwarna merah muda, hingga kecokelatan.

Apakah perlu ke dokter?

Pendarahan implantasi biasanya muncul 6-12 hari setelah berhubungan intim. Kondisi ini umumnya tidak membutuhkan penanganan dokter, tetapi ibu boleh memeriksakan diri jika pendarahan semakin parah dan menimbulkan kram perut.