Makanan untuk Ibu Hamil Muda agar Mencegah Morning Sickness

Morning sickness atau mual adalah masalah yang umum dialami oleh ibu hamil muda. Mual bisa dirasakan kapan saja, tapi lebih sering menyerang di pagi hari. Morning sickness tidak membahayakan bayi, namun mual dan muntah bisa membuat ibu kehilangan nutrisi dan elektrolit penting. Mual dan muntah juga bisa membuat ibu tak nafsu makan. 

Untungnya ada beberapa jenis makanan untuk ibu hamil muda yang bisa mencegah dan membantu mengatasi morning sickness. Simak artikel berikut untuk tips lebih lengkap. 

Penyebab mual selama kehamilan

Morning sickness biasa dialami oleh ibu sekitar minggu ke-6 kehamilan, dan kebanyakan berhenti setelah minggu ke-12 kehamilan. Ada banyak penyebab ibu mual dan muntah selama kehamilan. Mual yang dialami oleh ibu hamil dipercaya karena perubahan beberapa hormon, salah satunya estrogen. Morning sickness juga bisa terjadi karena bagian otak yang mengontrol muntah dipicu secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa mual. 

Selama kehamilan, indra penciuman ibu juga jadi lebih sensitif sehingga ibu gampang merasa mual ketika mencium aroma makanan tertentu. Vitamin prenatal, terutama zat besi, juga bisa memicu dan memperparah mual.  

Adakah makanan yang bisa menghentikan morning sickness?

Berikut ini beberapa makanan untuk ibu hamil muda yang dianggap efektif untuk meringankan morning sickness:

  1. Biskuit asin

Ibu hamil cenderung mengidam makanan yang gurih. Selain rasanya yang menggiurkan, ternyata makanan gurih juga dapat mencegah mual di pagi hari. Alternatif makanan untuk ibu hamil muda yang aman adalah biskuit (crackers). Tapi pastikan biskuit gurih yang dipilih adalah yang tidak mengandung tinggi garam, pengawet, dan penambah rasa.  

  1. Jeruk lemon

Jeruk kaya akan vitamin C yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, menghirup aroma lemon atau meminum air perasan lemon di pagi hari juga bisa mencegah morning sickness

  1. Jahe

Jahe merupakan rempah anti-mual yang sangat efektif, terutama untuk mengatasi mual pada ibu hamil. Cobalah merebus air jahe dan tambahkan madu untuk menenangkan sistem pencernaan dan mendapatkan efek menghangatkan. 

  1. Pisang

Pisang padat nutrisi, termasuk kalium, yang berguna sebagai sumber energi ibu hamil. Mengonsumsi pisang saat hamil juga bisa meningkatkan suasana hati ibu jadi lebih baik. Hal paling penting, makan pisang di pagi hari efektif melawan mual.

Selain itu, makanan berikut ini juga bisa menjadi pilihan bagi ibu untuk mencegah morning sickness:

  • Kaldu atau sup ayam hambar
  • Kentang panggang tanpa atau dengan sedikit garam
  • Makanan kaya akan vitamin B6, seperti sereal yang diperkaya, kentang, kacang-kacangan
  • Makanan tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, ikan salmon, plain yogurt

Tips mengelola pola makan untuk mencegah morning sickness

Selain mengonsumsi makanan tertentu, pola makan juga penting agar ibu terhindar dari morning sickness. Berikut tipsnya:

  • Bangun secara perlahan dari tempat tidur. Lalu makanlah sesuatu segera setelah bangun pagi, seperti biskuit atau sereal kering. 
  • Dibandingkan makan dalam porsi besar, disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering untuk menghindari terlalu kenyang atau terlalu lapar.
  • Minum air ½ jam sebelum atau setelah makanan. Pastikan ibu mendapatkan cukup cairan dengan minum 2 liter per hari atau lebih. 
  • Jangan langsung tidur siang setelah makan karena dapat menyebabkan kembali naik dan memicu mual.
  • Hindari mengonsumsi makanan pedas dan berminyak di malam hari.
  • Konsumsi suplemen vitamin B6, sebaiknya gunakan sesuai dengan saran dokter atau bidan. 

Itu tadi rekomendasi makanan untuk ibu hamil muda yang dipercaya dapat meringankan gejala mual selama kehamilan. Namun beberapa makanan, seperti jahe dan jeruk sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang sedang karena dikhawatirkan dapat memicu gangguan pencernaan pada ibu. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan mengonsumsi sesuatu.

6 Makanan Mengandung Asam Folat untuk Ibu Hamil

6 Makanan Mengandung Asam Folat untuk Ibu Hamil

Asam folat adalah salah satu nutrisi yang penting untuk ibu hamil. Bahkan asupan makanan mengandung asam folat atau suplemen asam folat sebaiknya dikonsumsi sejak merencanakan kehamilan dan selama kehamilan. Asam folat untuk ibu hamil berperan penting pada kesehatan tubuh untuk membuat sel-sel baru dan menghasilkan DNA. Tidak hanya itu, nutrisi ini juga bermanfaat untuk mengurangi risiko cacat lahir pada bayi.

Asupan asam folat untuk ibu hamil dapat dengan mudah ditemukan secara alami dari berbagai bahan makanan, serta juga dapat ditemukan dalam bentuk asam folat dalam makanan yang diperkaya. Sebaiknya orang dewasa yang sehat mendapatkan asupan asam folat sebanyak 400 mcg per hari untuk mencegah risiko cacat tabung saraf, kecuali jika dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan asam folat lebih banyak karena kondisi kesehatan tertentu.

CDC memberikan rekomendasi pada para wanita agar mengonsumsi asam folat setiap hari bahkan sebanyak 4.000 mcg satu bulan sebelum hamil dan selama 3 bulan pertama kehamilan.

Berikut beberapa makanan yang mengandung asam folat untuk ibu hamil yang bisa Anda konsumsi. 

1. Kacang-kacangan  

Kacang-kacangan seperti kacang polong dan biji-bijian dari keluarga Fabaceae merupakan sumber folat yang sangat baik. Satu cangkir (198) lentil matang mengandung 90% Nilai Harian, sedangkan satu cangkir (177 gram) kacang merah matang mengandung sekitar 33 % dari Nilai Harian. Kacang-kacangan juga merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan penting untuk tubuh seperti protein, serat, dan antioksidan, serta mikronutrien yang penting seperti zat besi, magnesium, dan kalium.

2. Asparagus

Asparagus memiliki kandungan banyak vitamin dan mineral termasuk asam folat. Asparagus sebanyak setengah cangkir atau setara dengan 90 gram yang dimasak diketahui memiliki kandungan asam folat sekitar 134 mcg atau 34% dari Nilai Harian. 

Selain itu, asparagus memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena asparagus kaya akan zat antioksidan dan telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Tidak hanya itu, asparagus juga merupakan sumber serat sehat yang baik untuk jantung.

3. Telur

Satu butir telur besar mengandung 22 mcg folat atau sekitar 6 % dari Nilai Harian. Telur juga mengandung protein, riboflavin, vitamin B12 dan selenium. Tidak hanya itu, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang dapat mengurangi risiko gangguan mata seperti degenerasi makula.

4. Sayuran Hijau

Anda bisa mendapatkan asam folat untuk ibu hamil dengan mengonsumsi banyak sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, dan arugula rendah kalori namun kaya akan vitamin dan mineral penting seperti folat. Bahkan, satu cangkir (30 gram) bayam mentah mengandung 58,2 mcg atau 15% dari Nilai Harian.

Tidak hanya itu, sayuran hijau juga mengandung serat yang tinggi serta memiliki kandungan vitamin K dan A yang bermanfaat untuk kesehatan. Mengonsumsi sayuran hijau juga dikaitkan dengan efek pengurangan peradangan, penurunan risiko kanker, dan menurunkan berat badan.

5. Tanaman Bit

Tanaman bit sering digunakan untuk memberikan pewarna pada hidangan utama dan makanan penutup. Tanaman bit juga memiliki kandungan banyak nutrisi penting yang Anda butuhkan setiap hari seperti potasium, mangan, dan vitamin C. Tidak hanya itu, bit juga merupakan sumber folat yang bagus. Satu cangkir (136 gram) bit mentah mengandung 148 mcg folat atau sekitar 37% dari Nilai Harian. Tidak hanya kandungan mikronutriennya yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, bit juga memiliki kandungan nitrat yang tinggi, yaitu sejenis senyawa tanaman yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

6. Buah Jeruk

Anda bisa mendapatkan asupan asam folat untuk ibu hamil dari buah-buahan seperti buah jeruk. Tidak hanya jeruk, Anda juga bisa mengonsumsi grapefruit, lemon, dan limau karena mengandung folat. Satu jeruk besar diketahui mengandung 55 mcg folat atau sekitar 14% dari Nilai Harian. Buah jeruk memiliki kandungan seperti vitamin C, mikronutrien penting yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil sehingga mampu mencegah tubuh terkena berbagai penyakit.

Promo USG 4D, Berisiko kah?

Promo USG 4D

Ultrasound untuk keperluan diagnosis, juga dikenal dengan sebutan sonography atau sonography medis diagnostik, merupakan metode pencitraan yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memproduksi gambar struktur yang ada di dalam tubuh Anda. Gambar tersebut dapat menyediakan informasi yang sangat penting untuk keperluan diagnosis dan perawatan berbagai macam penyakit dan kondisi kesehatan. Kebanyakan pemeriksaan ultrasound dilakukan menggunakan alat ultrasound di luar tubuh, namun ada beberapa yang melibatkan memasukkan alat ke dalam tubuh. Ada banyak promo USG 4D saat ini apabila Anda perlu mendapatkan pemeriksaan ultrasound. 

Untuk apa dan adakah risikonya?

Jika Anda tertarik dengan promo USG 4D, Anda perlu tahu untuk metode pemeriksaan ini dilakukan. Pada dasarnya, ultrasound dilakukan untuk berbagai alasan, seperti untuk melihat rahim dan ovarium pada saat kehamilan dan memantau perkembangan kesehatan bayi, mendiagnosa penyakit kantong empedu, mengevaluasi aliran darah, sebagai panduan penggunaan jarum untuk biopsy atau perawatan tumor, pemeriksaan benjolan di payudara, memeriksa kelenjar thyroid, mendeteksi masalah alat kelamin dan prostat, memeriksa peradangan pada persendian, dan mengevaluasi penyakit tulang metabolis. 

Ultrasound diagnostik merupakan sebuah prosedur yang aman karena menggunakan gelombang suara berkekuatan rendah. Tidak ada risiko yang diketahui untuk pemeriksaan ini. Sehingga, apabila Anda menemukan promo USG 4D, tidak ada salahnya untuk mendapatkannya segera. Namun, meskipun ultrasound merupakan sebuah alat diagnosis yang sangat berharga, metode ini memiliki batasannya sendiri. Suara tidak dapat menembus dengan baik melewati udara atau tulang, sehingga ultrasound tidak efektif dalam memindai bagian tubuh yang berisi gas dan udara di dalamnya atau tersembunyi di balik tulang, contohnya paru-paru dan kepala. Untuk melihat bagian tubuh tersebut, dokter akan merekomendasikan teknik pemindaian lain, seperti CT scan, MRI scan, atau pun sinar-X. 

Perlukah persiapan khusus?

Kebanyakan pemeriksaan ultrasound tidak membutuhkan persiapan apapun. Namun, ada beberapa pengecualian apabila:

  • Untuk beberapa pemindaian, misalnya ultrasound kantong empedu, dokter dapat meminta Anda untuk tidak makan atau minum selama beberapa waktu sebelum pemeriksaan dilakukan. 
  • Lain-lain, misalnya ultrasound panggul, membutuhkan kandung kemih yang penuh. Dokter akan memberitahu Anda seberapa banyak Anda perlu minum sebelum pemeriksaan dilakukan. Jangan buang air kecil sebelum pemeriksaan selesai dilakukan. 
  • Anak-anak mungkin membutuhkan pemeriksaan khusus. Saat menjadwalkan pemeriksaan ultrasound untuk Anda atau anak, dokter akan memberitahu instruksi khusus yang perlu Anda ikuti. 

Pada saat prosedur berlangsung, gel akan dioleskan di kulit di atas daerah yang diperiksa. Gel tersebut akan membantu mencegah terjadinya kantung udara, yang mana dapat menghambat gelombang suara untuk menciptakan gambar yang jelas. Gel yang terbuat dari air tersebut sangat mudah dibersihkan dari kulit ataupun pakaian, sehingga Anda tidak perlu khawatir. 

Seorang tenaga ahli, yang dikenal dengan sebutan sonographer, akan menekan sebuah alat kecil yang disebut transducer pada daerah yang sedang diperiksa dan dipelajari dan menggerakkanya sesuai yang dibutuhkan untuk menangkap gambar. Alat transducer tersebut akan mengirim gelombang suara ke dalam tubuh, dan mengumpulkan gelombang yang terpantul kembali, dan mengirimnya ke komputer yang akan menciptakan gambar.