6 Vitamin untuk Kulit yang Perlu Diketahui Beserta Manfaatnya

vitamin untuk kulit

Vitamin diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk kesehatan kulit. Kulit yang sering terpapar sinar matahari atau terkena polusi dan debu dapat menyebabkan kulit mudah rusak. Untuk menjaga kesehatan kulit, Anda bisa mengonsumsi vitamin untuk kulit.

Umumnya, dokter akan menyarankan agar menghindari hal-hal yang menyebabkan kulit menjadi mudah rusak. Seperti melindungi kulit dari paparan sinar matahari terlalu lama. Dan gunakan sunscreen ketika beraktivitas di luar ruangan agar kulit terlindungi.

selain itu, biasanya akan direkomendasikan juga untuk mengonsumsi vitamin untuk kulit agar mencegah munculnya bintik hitam, garis kasar di kulit, keriput, hingga mencegah kulit kering. Apa saja vitamin yang baik untuk kulit?

Jenis-jenis Vitamin untuk Kulit

Selain vitamin yang dioleskan, penting juga untuk mendapatkan vitamin yang dikonsumsi. Setidaknya ada 6 jenis vitamin yang baik untuk kulit. Berikut penjelasannya.

  • Vitamin A

Vitamin A mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya kerusakan pada kulit akibat paparan sinar matahari.

Saat kulit mendapatkan asupan vitamin A yang cukup, maka kulit akan terhindar dari penuaan dini, muncul kerutan, hingga jerawat. Vitamin A juga dapat meningkatkan produksi kolagen.

Vitamin A bisa didapat melalui makanan tertentu, misalnya sayuran hijau, wortel, telur, pepaya, mangga, hingga ubi.

Anda bisa juga mendapatkan asupan vitamin A dari krim atau serum khusus yang digunakan dari luar.

  • Vitamin B

Vitamin B kompleks merupakan vitamin yang juga penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit bahkan rambut. Vitamin B yang dimaksud seperti thiamin, riboflavin, niacin, pantothetic acid, biotin, folic acid, cobalamin, hingga pyridoxine.

Vitamin-vitamin yang tergolong dalam vitamin B kompleks ini punya peran penting untuk meregulasi metabolisme sel tubuh. Selain itu, juga berperan menyediakan energi yang diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Vitamin B kompleks bisa ditemukan pada produk susu dan turunannya, telur, daging ayam, buah dan sayur, dan sebagainya.

  • Vitamin C

Vitamin C merupakan vitamin yang baik untuk kulit karena bersifat antioksidan. Vitamin C ini berguna menangkal radikal bebas yang terjadi pada kulit serta mencegah terjadinya kanker kulit.

Bahkan, vitamin C disebut juga berguna merangsang produksi kolagen sehingga membuat elastisitas kulit terjaga. Kelenturan kulit akan terjaga jika kebutuhan vitamin C kulit terpenuhi, meskipun kulit sering terpapar sinar matahari.

Vitamin C ini bisa didapat dari buah-buahan seperti stroberi, jeruk, brokoli, hingga bayam. Anda juga mencukupi kebutuhan vitamin C dengan konsumsi suplemen yang mengandung vitamin C. Konsumsi sesuai dengan anjuran dokter.

  • Vitamin D

Vitamin D ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan kulit. Bahkan, vitamin D ini baik untuk pengobatan penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya ruam merah, bersisik, kering, dan tebal atau disebut juga dengan psoriasis.

Vitamin D ini bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi seperti ikan sarden, salmon, sereal, telur, serta susu bubuk yang mengandung vitamin D. Sinar matahari pagi juga bisa membantu produksi vitamin D alami dalam tubuh.

  • Vitamin E

Satu lagi vitamin untuk kulit yang memiliki sifat antioksidan yaitu vitamin E. Fungsinya  untuk melindungi kulit dari radikal bebas, menjaga kelembapan kulit, menunda proses penuaan.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin E ini, bisa didapat dari asupan makanan seperti kacang-kacangan dan bijian seperti hazelnut, almond, maupun biji bunga matahari. Selain dari makanan, bisa juga dengan mendapatkan vitamin E dari suplemen.

  • Vitamin K

Vitamin K termasuk vitamin untuk kulit yang berguna untuk menyembuhkan jondisi kulit tertentu seperti bekas luka, stretch mark, kantung mata, hingga bintik hitam. selain untuk kulit vitamin K juga berguna bagi tubuh, yaitu untuk membantu pembekuan darah dalam proses penyembuhan luka, lebam, maupun bekas operasi.

Vitamin K bisa didapat dari konsumsi makanan seperti sayuran hijau, minyak nabati, hingga biji-bijian. Selain dari makanan, vitamin ini juga bisa didapat dari krim kulit yang terdapat kandungan vitamin K.

Memenuhi kebutuhan vitamin untuk kulit bisa dengan mengonsumsi makanan yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, bisa juga didapat dari suplemen dan krim kulit. Untuk penggunaannya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan produk yang akan Anda gunakan atau konsumsi aman dan cocok untuk kulit Anda.

Sabun untuk Kulit Kering Bebas Bahan Berbahaya Ini

Tidak peduli kulit kering disebabkan karena lingkungan, genetik, atau kondisi kulit lain, memilih sabun untuk kulit kering yang tepat sangat penting agar Anda terhindari dari iritasi yang lebih parah. Namun, dengan berbagai jenis sabun dan pembersih yang ada di pasaran saat ini, sabun mana yang cocok untuk jenis kulit Anda? Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda perhatikan dan hindari dalam memilih sabun untuk kulit kering.

Apabila Anda memiliki kulit kering dan sensitif, jenis sabun yang salah dapat merusak kulit Anda. Sabun tersebut memang benar dapat membersihkan kulit, namun, apabila sabun terlalu keras, produk tersebut malah akan mengikis kelembapan alami kulit dan menyebabkan iritasi. Saat memilih sabun untuk kulit kering, perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Hindari sodium lauryl sulfate (SLS)

Beberapa jenis sabun mengandung sebuah bahan yang bernama sodium lauryl sulfate (SLS). Zat tersebut adalah sebuah surfaktan, sebuah senyawa yang dapat membersihkan kotoran dan banyak digunakan pada produk detergen pembersih. Sodium lauryl sulfate juga digunakan pada sabun mandi, sampo, dan pembersih wajah. Sodium lauryl sulfate merupakan pembersih yang efektif, dan beberapa orang dapat menggunakannya untuk membersihkan tubuh tanpa ada efek samping yang berbahaya. Namun, mengingat surfaktan dapat memiliki efek mengeringkan kulit, sabun yang mengandung SLS dapat mengeringkan kulit kering dengan lebih parah.

  • Carilah minyak tanaman dan glycerine

Sabun untuk kulit kering  yang baik terbuat dari bahan alami, misalnya yang terbuat dari minyak sayur organik. Menurut Nikola Djordjevic, seorang dokter, sabun alami apapun yang mengandung minyak sayur, cocoa butter, minyak zaitun, lidah buaya, jojoba, dan alpukat sangat baik digunakan untuk kulit kering. Apabila Anda tidak dapat menemukan produk alami, carilah produk yang mengandung glycerine yang akan menyediakan kulit Anda cukup kelembapan sepanjang hari.

  • Hindari pewangi dan alkohol tambahan

Selain sodium lauryl sulfate, Anda perlu menghindari pewangi, ethyl, dan alkohol yang ditambahkan pada produk sabun karena zat-zat tersebut dapat membuat kulit kering dan menyebabkan iritasi.

  • Pilih asam hyaluronic dan lanolin

Anda juga perlu memilih sabun untuk kulit kering yang mengandung asam hyaluronic dan lanolin karena kemampuan hidrasi yang dimili keduanya. Lanolin, sebuah minyak yang diambil dari kelenjar sebaceous domba memiliki sifat melembapkan dan menghaluskan bagi rambut dan kulit. Sementara itu, asam hyaluronic merupakan molekul penting yang terlibat dalam kelembapan kulit.

  • Hindari pewarna sintetis

Dalam memilih sabun untuk kulit kering, tidak hanya Anda perlu memilih bahan-bahan yang dapat menghidrasi kulit, Anda juga perlu menghindari produk yang mengandung pewarna sintetis. Pewarna sintetis dibuat dengan proses kimia dan umumnya memiliki efek negatif pada kulit, yang dapat memperburuk kondisi kulit kering Anda. Saat mencari sabun untuk kulit kering, penting untuk mencium aromanya terlebih dahulu. Banyak sabun dan pembersih tubuh mengandung pewangi tambahan. Sabun untuk kulit kering yang aman biasanya tidak mengandung zat pewangi kuat yang dapat mengiritasi kulit kering Anda lebih jauh lagi.

Kulit kering merupakan sebuah gangguan yang cukup sering ditemui. Selain karena faktor lingkungan, kulit kering juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Untungnya, saat ini banyak sabun untuk kulit kering yang tersedia di pasaran yang bisa Anda pilih untuk melembapkan dan menenangkan kulit kering yang dimiliki. Ikuti tips tentang apa yang perlu dicari dan dihindari di atas dalam memilih sabun untuk kulit kering.

Apa Itu Kurap dan Adakah Obat Kurap Alami?

Kurap, juga dikenal dengan istilah “ringworm” atau dalam dunia medis disebut sebagai “dermatophytosis”, merupakan sebuah infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat menyerap hewan dan manusia. Infeksi jamur ini bermula sebagai bercak merah pada daerah yang terinfeksi, untuk kemudian menyebar di bagian tubuh lain. Kurap dapat tumbuh di kulit kepala, kaki, selangkangan, dan bahkan kuku. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar kurap, termasuk gejala, penyebab, dan potensi perawatan obat kurap alami.

Gejala dan penyebab

Gejala kurap bervariasi tergantung pada daerah mana Anda terinfeksi. Saat infeksi kulit terjadi, gejala yang umum dijumpai adalah bercak kemerahan, bersisik, dan gatal; bercak yang menyebabkan lepuhan kulit; bercak berwarna lebih merah terutama pada bagian luar cincin; dan bercak dengan tepi menonjol. Apabila Anda menderita kurap pada kuku, kuku akan berubah warna dan menjadi lebih tebal atau mulai retak. Di sisi lain, apabila kurap terjadi di kulit kepala, rambut di sekitar kurap akan rontok dan bidang kebotakan akan terjadi. Pengobatan untuk mengatasi gejala tersebut bermacam-macam, mulai dari obat-obatan OTC, perubahan gaya hidup, hingga obat kurap alami seperti minyak kelapa dan kunyit.

Ada tiga jenis jamur yang dapat menyebabkan kurap, yaitu Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Ada kemungkinan bahwa jamur tersebut dapat hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah. Hewan dan manusia dapat tertular kurap setelah melakukan kontak langsung dengan tanah tersebut. Infeksi juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang menderita kurap.

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan mendiagnosa kurap dengan memeriksa kulit dan menggunakan “black light” untuk melihat kulit pada daerah yang terinfeksi. Tergantung jenis jamur, terkadang kurap akan berpendar di bawah paparan black light. Untuk mengkonfirmasi diagnosa, dokter juga dapat melakukan beberapa tes seperti biopsy kulit atau kultur jamur, di mana dokter akan mengambil samepl kulit atau cairan dari lepuhan kurap dan mengirimnya ke laboratorium untuk mendapatkan analisa jamur. Apabila Anda mendapatkan pemeriksaan KOH, dokter akan mengikis sebagian kulit yang terinfeksi dan meneteskan sebuah cairan bernama potassium hydroxide (KOH) di atasnya. KOH dapat membantu memecah sel kulit normal, membuat elemen jamur menjadi lebih mudah dilihat di bawah mikroskop.

Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk merawat kurap. Perawatan yang diterima biasanya tergantung pada tingkat keparahan infeksi kurap, misalnya kurap dan athelte’s foot di tubuh dapat dirawat menggunakan obat topikal, seperti krim, salem, gel, dan semprotan antijamur. Di sisi lain, kurap yang ada di kulit kepala atau kukut membutuhkan obat-obatan oral resep seperti terbinafine atau griseofulvin. Obat-obatan OTC atau krim kulit antijamur juga dapat direkomendasikan. Produk-produk tersebut mengandung clotrimazole, terbinafine, miconazole, dan bahan-bahan lainnya.

Selain obat-obatan OTC dan resep di atas, obat kurap alami juga datang dari perubahan gaya hidup. Dokter akan merekomendasikan Anda dalam merawat infeksi jamur di rumah dengan melakukan beberapa cara seperti mencuci seprai dan bantal serta pakaian setiap hari saat infeksi terjadi untuk membantu mensterilkan lingkungan sekitar, mengeringkan tubuh dengan menyeluruh setelah Anda mandi, memakai pakaian yang longgar, dan merawat seluruh daerah yang terinfeksi jamur. Anda juga bisa menggunakan home remedies seperti kunyit. Lumat kunyit dan campur dengan sedikit air untuk kemudian dioleskan ke kulit yang terinfeksi dan biarkan kering.

Jadikan Kulit Cerah, Ini Manfaat Masker Kefir untuk Kecantikan

Banyak orang menggunakan masker wajah sebagai salah satu upaya merawat kecantikan kulit. Salah satu masker berbahan alami yang umum digunakan adalah masker kefir. Meski tidak sepopuler masker-masker lain, ada banyak manfaat masker kefir yang mendukung proses perawatan kulit wajah Anda.

Masker kefir merupakan masker yang bisa dibuat sendiri dengan menggunakan kefir sebagai bahan utama. Kefir sendiri adalah produk olahan yang difermentasikan dari susu, baik susu sapi maupun susu kambing.

Sekilas, kefir tampak serupa dengan yogurt. Akan tetapi, kefir sebenarnya memiliki tekstur yang lebih padat dan mengandung lebih banyak jumlah bakteri baik atau probiotik dibandingkan dengan yogurt.

Manfaat masker kefir sebagai perawatan kulit wajah

Terdapat banyak manfaat masker kefir yang bisa Anda rasakan bila digunakan secara rutin dan teratur. Berikut ini beberapa keuntungan yang akan Anda rasakan pada kulit setelah memakai masker kefir:

  • Menghaluskan kulit kering

Beberapa dari Anda mungkin memiliki masalah dengan kulit yang kering. Kulit kering biasanya membuat wajah terasa lebih kasar. Di sinilah masker kefir berperan dengan menghaluskan kulit wajah yang kasar akibat kekeringan.

Sebagai probiotik, kefir mampu mempertahankan kelembaban alami di kulit Anda. Melalui hal tersebut, Anda juga bisa terhindar dari gejala penuaan pada kulit seperti kemunculan garis-garis halus dan kerutan.

  • Mengatasi jerawat

Jerawat pada kulit pasti sering menjadi kondisi yang terasa mengganggu bagi semua orang. Masker kefir memiliki fungsi antiinflamasi yang bisa membantu dalam meredakan peradangan, sehingga jerawat lebih cepat sembuh dan menghilang.

Tidak hanya itu, kefir juga berfungsi untuk melawan infeksi bakteri, salah satunya bakteri penyebab jerawat. Dengan begitu, wajah Anda tidak akan mengalami kemunculan jerawat yang terlalu sering.

  • Mencegah penuaan kulit

Manfaat masker kefir lainnya adalah kemampuan untuk mencegah gejala penuaan di kulit. Kefir banyak digunakan sebagai bahan dasar pada produk-produk anti-aging karena memiliki kandungan Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang natural.

AHA mampu mengatasi berbagai kondisi kulit, salah satunya masalah penuaan. Selain itu, kandungan AHA dalam masker kefir juga membantu menghilang sel kulit mati, meningkatkan produksi kolagen, serta menjaga keseimbangan PH kulit.

  • Meredakan kemerahan di kulit

Kulit kemerahan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya peradangan akibat pemakaian riasan di wajah. Kemerahan ini bisa diredakan dengan menggunakan masker kefir secara rutin.

Masker kefir berperan sebagai eksfoliator untuk mengeksfoliasi kulit, menjadikannya lebih sehat. Kandungan dalam kefir akan mengangkat lapisan-lapisan buruk pada kulit dan menggantikannya dengan sel kulit baru yang lebih sehat.

  • Menenangkan kulit

Sebagai probiotik, kefir mampu meningkatkan kemampuan kulit dalam melindungi diri terhadap paparan zat-zat negatif dari lingkungan. Hal ini juga berpengaruh pada kulit yang meradang, infeksi, dan stres.

Pemakaian masker kefir secara rutin mampu menenangkan kulit dari peradangan atau infeksi akibat paparan zat negatif. Probiotik akan mengeluarkan radikal bebas dan racun-racun berbahaya yang masuk melalui sel kulit Anda.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker kefir

Ketika Anda membeli masker berbahan kefir, Anda perlu memperhatikan komposisi yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar masker kefir mengandung alkohol di dalamnya untuk menyeimbangkan produk susu yang telah difermentasi.

Anda bisa merasakan manfaat masker kefir dengan lebih aman dengan membuat masker kefir sendiri di rumah. Hal ini memungkinkan Anda untuk merawat kulit dengan bahan alami dibandingkan dengan produk olahan yang telah tercampur dengan berbagai bahan kimia.