Inilah Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid

Inilah Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid

Setiap wanita bisa mengalami haid. Haid bisa terjadi dalam satu bulan. Hal tersebut juga membuat wanita merasa tidak nyaman ketika mereka tidur. Oleh karena itu, jika Anda seorang wanita yang mengalami haid, Anda sebaiknya coba posisi tidur seperti posisi janin untuk mengurangi gangguan tidur.

Mengapa Susah Tidur?

Setiap wanita memiliki banyak alasan mengapa mereka susah tidur ketika mereka mengalami haid, salah satunya termasuk kram perut. Sebagian wanita juga mengalami gangguan lain pada tubuh mereka seperti sakit kepala dan perubahan hormon. Oleh karena itu, jika kondisi memburuk, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisi Anda dapat ditangani lebih lanjut oleh dokter.

Posisi Apa Saja untuk Mencegah Rasa Sakit karena Haid?

Jika Anda mengalami haid sehingga tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, berikut adalah beberapa posisi tidur yang dapat Anda coba:

  1. Posisi janin

Salah satu posisi yang dapat Anda coba adalah posisi janin (fetal). Jika Anda tidur dengan posisi tersebut, Anda akan mengurangi tekanan pada otot-otot di bagian perut. Posisi tersebut dapat membuat otot rangka lebih rileks sehingga dapat mengurangi risiko nyeri dan kram.

Tidur dengan posisi ini juga dapat mengurangi risiko kebocoran pada darah haid. Risiko tersebut tidak akan terjadi karena kedua kaki Anda berada dalam keadaan menempel dan rapat.

  1. Pose anak

Pose lain yang dapat Anda coba adalah pose anak (child’s pose). Posisi tersebut dilakukan dengan menekuk tubuh ke arah depan. Kepala Anda diletakkan di kasur dan kedua kaki Anda berada di samping tubuh. Posisi tersebut dapat mengurangi kram perut ketika Anda mengalami haid.

  1. Berbaring telentang

Anda juga dapat mencoba posisi berbaring telentang untuk mengurangi rasa sakit ketika Anda mengalami haid. Posisi tersebut dapat memberikan kenyamanan pada perut melalui pijatan. Untuk membuat diri Anda lebih nyaman, Anda dapat menggunakan minyak aromaterapi seperti lavender. Walaupun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa menggunakan minyak dapat memberikan efek positif pada perut, hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit pada perut.

Sebuah studi yang melibatkan 23 perempuan yang mengalami endometriosis, yang menggunakan minyak pijat, dapat mengurangi rasa sakit secara signifikan. Pijatan dilakukan selama 20 menit dengan menekan bagian abdomen, sisi tubuh, dan punggung partisipan.

Adakah Cara Lain untuk Mengatasi Rasa Sakit karena Haid?

Selain menerapkan posisi tidur yang disebutkan di atas, Anda juga dapat melakukan beberapa hal di bawah untuk mengatasi rasa nyeri ketika Anda mengalami haid:

  • Mengkonsumsi air putih

Salah satu cara yang paling umum untuk menjaga kesehatan, termasuk nyeri ketika haid, adalah mengkonsumsi banyak air putih setiap hari.

  • Kompres hangat

Cara lain yang dapat Anda terapkan adalah menggunakan kompres hangat yang bersuhu sekitar 40 derajat Celsius. Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2012, yang melibatkan 147 perempuan yang berusia di antara 18 hingga 30 tahun, cara tersebut memiliki tingkat efektifitas yang sama dengan menggunakan obat ibuprofen.

  • Berolahraga

Ada berbagai alasan mengapa setiap orang perlu berolahraga, salah satunya termasuk memproduksi endorfin. Hormon tersebut dapat mengurangi rasa nyeri akibat haid. Cara untuk memproduksi endorfin adalah berjalan kaki atau yoga.

  • Meningkatkan suasana hati

Seseorang yang mengalami nyeri karena haid dapat menurunkan kualitas tidurnya dan suasana hati mereka. Oleh karena itu, mereka bisa mengatasi masalah tersebut dengan membuat suasana kamar yang mendukung seperti mengatur suhu ruangan yang dingin.

Kesimpulan

Menerapkan posisi tidur yang baik dapat mengurangi rasa sakit karena haid. Selain pola tidur, Anda dapat melakukan cara-cara lain, yang disebutkan di atas, untuk membantu menjaga kualitas tidur Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang haid atau posisi tidur.

Tips Cara Mengobati Telinga Berdenging Tanpa ke Dokter

Saat ini Anda mungkin sedang mencari cara mengobati telinga berdenging yang mulai mengganggu keseharian Anda. Kondisi telinga berdenging ini sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yang mungkin menunjukkan adanya masalah dalam tubuh Anda. Dalam dunia kedokteran, situasi telinga berdenging dikenal dengan istilah tinnitus.

Anda bisa memilih cara mengobati telinga berdenging dengan pergi ke dokter. Tim medis akan mengidentifikasi kondisi telinga Anda sebelum memutuskan perawatan yang tepat. Jika kondisi dengingan cukup parah dan melibatkan pembuluh darah dan saraf tertentu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pembedahan.

Namun tanpa harus ke dokter pun, Anda bisa mengurangi bahkan memulihkan kondisi telinga yang kerap berdenging. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati telinga berdenging yang ampuh dilakukan dari rumah.

  1. Mengelola Stres

Tahu tidak bahwa sebenarnya telinga yang berdenging sangat berhubungan dengan kondisi level stress Anda? Semakin Anda stres, semakin sering atau kencang pula dengingan yang akan Anda dengar. Karena itu, cara mengobati telinga berdenging yang terbaik sebenarnya adalah mengelola tingkat stres. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan melakukan yoga ataupun meditasi untuk bisa menurunkan level stres yang Anda alami.

  • Ambil Waktu Bersantai

Telinga yang berdenging dapat menandakan kondisi tubuh dan pikiran yang lelah. Cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan merelaksasi diri tiap hari. Ambillah waktu bersantai di sela aktivitas harian yang padat. Tentunya waktu bersantai ini berbeda dengan waktu tidur harian Anda. Cobalah bersantai dengan duduk manis sembari menyesap teh atau kopi yang Anda suka. Bersantai sembari membaca buku favorit Anda pun cukup ampuh untuk membuat Anda rileks dan membuat dengingan di telinga berkurang. Tidak perlu terlalu lama mengambil waktu bersantai setiap hari. Bersantai 30 menit saja sudah sangat berefek untuk kondisi telinga Anda.

  • Abaikan Dengungan

Mengabaikan suara dengungan di telinga yang mengganggu nyatanya bisa menjadi cara mengobati telinga berdenging yang cukup ampuh. Anda bisa melakukannya dengan memasang musik-musik lembut untuk menutupi suara dengung yang membuat Anda tidak nyaman. Lama-kelamaan, telinga Anda akan berhenti berdenging. Ini karena tiap kali Anda menyadari suara dengingan di telinga, tingkat stres akan meningkat dan membuat dengungan semakin kencang dan sering. Dengan mengabaikannya, Anda pun tidak akan terlalu memikirkan kondisi yang tidak nyaman tersebut sehingga tingkat stres Anda menurun.

  • Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok dapat mengganggu aliran darah ke sel-sel saraf yang sensitif, tidak terkecuali ke telinga. Hal ini bisa membuat suara dengingan yang membuat Anda tidak nyaman. Jadi jika Anda mengalami telinga berdenging, bisa jadi penyebabnya karena kebiasaan Anda merokok. Cara mengobati telinga berdenging akibat kebiasaan merokok pun tidak sulit. Anda cukup berhenti merokok sehinga aliran darah ke telinga menjadi lancar kembali.

  • Rutin Bersihkan Telinga

Telinga yang kotor membuat terjadi penyumbatan aliran udara ke telinga sehingga menimbulkan suara yang berisik atau berdenging. Apalagi jika kotorannya sudah menumpuk, suara dengingan bisa semakin keras. Anda dapat mengatasinya dengan rutin membersihkan telinga agar tidak terjadi penumpukan kotoran. Namun baiknya, Anda tidak menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga sebab dapat menimbulkan luka dan iritasi. Meneteskan 1—2 tetes minyak zaitun ke telinga setidaknya dua kali seminggu bisa membuat kotoran telinga keluar secara alami.

***

Tidak sulit bukan mencari cara mengobati telinga berdenging yang bisa dilakukan sendiri di rumah? Suara yang Anda dengar pun menjadi lebih jernih dan tidak mengganggu kenyamanan, dompet pun aman karena tidak mesti membayar perawatan ke dokter.

Tes Serologi CMV, Cara Mengetahui Infeksi Cytomegalovirus

cytomegalovirus

Banyak orang yang tidak menyadari cytomegalovirus di tubuhnya karena virus ini bersifat tidak aktif jika sistem imun dalam keadaan baik. Suatu saat jika sistem imun menurun, virus berubah menjadi aktif sehingga penyakit seperti herpes atau gangguan pada organ lain akan muncul.

Penderita HIV juga memiliki risiko yang cukup tinggi karena sistem imun penderita yang lemah. Beberapa orang dengan kondisi tertentu disarankan untuk melakukan tes serologi CMV agar dapat mengetahui apakah sedang terinfeksi aktif, tidak aktif, atau tidak terinfeksi sama sekali.

Mengapa tes serologi CMV dibutuhkan?

Cytomegalovirus merupakan jenis virus yang umum menyerang manusia di semua umur. Menurut Center for Disease Control and Prevention, kebanyakan orang yang terinfeksi virus ini tidak menunjukkan tanda dan gejala khusus. Mereka tidak menyadari dan terlihat seperti orang sehat pada umumnya. Akan tetapi, sekali virus ini menginfeksi tubuh manusia, maka akan menetap seumur hidup.

Selain herpes, infeksi cytomegalovirus juga dapat menyebabkan penyakit mata yang serius bahkan berpotensi mengakibatkan kebutaan. Virus ini juga akan berisiko mengganggu sistem pencernaan, sistem saraf, paru-paru, maupun hati.

Dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes serologi CMV jika mempunyai riwayat sebelumnya atau untuk mengetahui apakah pengobatan cytomegalovirus yang selama ini dilakukan telah efekif bekerja. Orang dengan sistem imun lemah, hamil, dan memiliki gejala seperti berikut ini disarankan untuk melakukan tes:

  • Kelelahan
  • Lemas
  • Tenggorokan sakit
  • Bengkak bagian nodul limfa
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Keluhan di atas merupakan gejala umum yang juga dirasakan penderita momonucleosis, seperti virus Epstein-Barr atau bahkan sekadar flu pada umumnya. Tes serologi CMV juga dilakukan untuk orang yang akan menerima dan donor organ serta pelaku donor sel telur dan sperma.

Prosedur tes

Tes serologi dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi cytomegalovirus berupa IgM dan IgG. Penggunaan enzim-linked immunosorbent (ELISA) merupakan jenis tes serologi paling umum untuk mengukur antibodi tersebut.

Petugas laboratorium akan mengambil sampel darah dari lengan. Kemudian dikirim dan dianalisis di laboratorium. Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan untuk melakukan tes ini.

Tes akan menunjukkan hasil negatif jika tidak terdapat antibodi cytomegalovirus dalam darah. Hal ini berarti virus tersebut tidak menginfeksi tubuh atau bisa juga sistem imun Anda terlalu lemah sehingga tidak cukup mampu memproduksi antibodi untuk melawan virus.

Jumlah antibodi meskipun masih dalam jumlah rendah telah menunjukkan seseorang terinfeksi, meskipun hasil tersebut tidak akan diberitahukan sampai dokter melakukan observasi lanjutan sehubungan dengan tanda dan gejala yang terjadi. Dengan demikian, akan diketahui apakah virus sedang di tahap aktif sehingga berpotensi mengakibatkan penyakit serius atau tidak.

Apabila tes digunakan untuk memantau proses pengobatan, dokter akan menilai penurunan jumlah antibodi cytomegalovirus secara berkala. Jika pengobatan berhasil, seharusnya antibodi menurun, namun jika sebaliknya maka pengobatan dan kondisi tubuh pasien perlu dievaluasi kembali.   

Efek samping

Tes serologi CMV mungkin akan bermasalah jika Anda memiliki phobia darah atau ketakutan dengan jarum suntik. Selain itu, kemungkinan efek samping yang bisa ditimbulkan saat pengambilan darah antara lain:

  • Kesulitan pengambilan darah sehingga menyebabkan penggunaan banyak jarum dan suntikan lebih dari satu kali
  • Pendarahan yang berlebih
  • Hematoma atau kemungkinan darah berada di luar pembuluh darah
  • Infeksi jarum suntik

Anda sebaiknya selalu menjaga sistem imun dari berbagai penyakit termasuk cytomegalovirus. Pola hidup sehat sangat disarankan untuk mulai dilakukan dari sekarang secara rutin demi menjaga kesehatan.

Tiga Alternatif Peregangan untuk Atasi Spasme Otot Leher

Leher adalah salah satu bagian tubuh yang sering terasa pegal. Mereka yang terlalu lama duduk, membaca buku sambil berbaring, atau pembagian beban yang tidak proporsional berpotensi besar membuat masalah di leher. Nah, kebanyakan masalah ini dopicu oleh spasme otot.

Spasme otot dapat dimengerti sebagai sebuah kondisi di mana secara spontan dan tidak disadari otot mengalami kontraksi. Otot yang mengalami spasme kemudian akan menegang, mengeras, dan terasa kencang.

Orang yang mengalami spasme otot di lehernya akan merasakan sakit yang hebat. Sensasi itu bisa dirasakan selama beberapa menit, jam, atau bergulir terus tanpa waktu yang ditentukan. Periode atau jangka waktu penderitaan berkaitan erat dengan bagaimana penderita melakukan penanganan.

Untuk pertolongan pertama dan sederhana, orang yang mengalami spasme otot di lehernya bisa melakukan beberapa peregangan untuk mengembalikan kondisi ototnya. Peregangan dilakukan untuk meredakan kontraksi itu.

Di bawah ini ada beberapa alternatif cara melakukan peregangan otot leher sederhana untuk mengatasi spasme otot di leher:

  • Peregangan leher sederhana

Ikuti langkah-langkah ini untuk melakukan peregangan leher sederhana:

  • Duduk atau berdiri dengan kepala lurus ke depan.
  • Sambil memegang tangan Anda dengan longgar di belakang kepala, gunakan leher Anda untuk memutar kepala ke kanan.
  • Gunakan lengan Anda untuk mendorong dagu ke sisi kanan dada Anda.
  • Tetap rileks dan tahan kepala ke dada Anda selama 15 detik.
  • Ulangi peregangan ini tiga kali di setiap sisi.
  • Scalene strecth

Ikuti langkah-langkah ini untuk melakukan peregangan leher yang terganggu lantaran spasme otot:

  • Duduk atau berdiri dengan kedua tangan disatukan di belakang punggung.
  • Dorong satu bahu ke bawah dan miringkan kepala Anda ke sisi yang berlawanan sampai Anda merasakan peregangan lembut di leher Anda.
  • Tahan selama 15-30 detik dan kemudian kembali ke posisi awal.
  • Ulangi peregangan ini tiga kali di setiap sisi.
  • Head lift with neck curl

Berikut langkah-langkah untuk melakukan peregangan leher jenis ini:

  • Berbaring telentang di atas permukaan yang rata dengan lutut ditekuk dan telapak kaki rata di tanah.
  • Selipkan dagu ke dada Anda dan angkat kepala Anda sekitar 7-8 cm dari lantai sambil menjaga bahu Anda tetap menempel rata di lantai.
  • Tahan posisi ini selama 10 detik.
  • Ulangi sebanyak lima kali.
  • Saat Anda melakukan peregangan ini, upayakan untuk mengangkat kepala selama 20-30 detik.

Itulah beberapa teknik peregangan yang dapat Anda terapkan atau lakukan untuk mengatasi sedikit permasalahan pada otot leher Anda. Biasanya, setelah melakukan peregangan, otot kembali rileks dan sejenak Anda tidak merasakan gejalanya.

Namun, spasme otot di leher ini bisa kembali datang selama Anda masih melakukan beberapa kemungkinan pemicunya. Jika gejalanya kembali menyerang, artinya Anda harus beristirahat dan menghentikan aktivitas Anda.

Sebab kondisi tubuh memang tidak dapat ditawar lagi. Tubuh Anda sudah terlalu lama bekerja. Jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah tak dapat berkompromi lagi. Pasalnya, Anda justru semakin memperbesar risiko mengalami kondisi yang lebih mengkhawatirkan nantinya.

Jika nyeri leher yang Anda rasakan sangat berat dan tidak membaik dalam beberapa hari, atau ditemukan adanya rasa nyeri yang berlebihan, mati rasa (kebas) maupun kelemahan anggota gerak, segera periksakan diri ke dokter.

Nyeri leher dan bahu akibat spasme otot ini memang terkesan sepele. Akan tetapi, jika dibiarkan terjadi berkelanjutan atau tanpa pengobatan, Anda bisa mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas. Hal ini pada akhirnya akan menurunkan produktivitas maupun kualitas hidup Anda.

Apa Saja Penyebab Atresia Esofagus? Ketahui Juga Tipe-Tipenya

Kebiasaan gumoh atau muntah pada bayi setelah minum ASI memang wajar terjadi. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika bayi terlalu sering muntah dan tersedak disertai dengan munculnya lendir berbusa. Bayi berpotensi mengalami atresia esofagus atau kelainan dimana kerongkongan bayi tidak tersambung dengan saluran pencernaan.

Penyebab atresia esofagus

Sejauh ini, penyebab atresia esofagus belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa penyebabnya mungkin saja karena kelainan genetik. Hampir setengah dari seluruh bayi yang lahir dengan atresia esofagus juga memiliki kelainan lain, seperti kelainan pada usus dan anus, jantung, ginjal, tulang rusuk, atau tulang belakang.

Center for Disease Control and Prevention melaporkan, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami atresia esofagus:

  • Usia ayah

Selama ini pertimbangan dalam mempunyai anak sangat dipengaruhi oleh usia ibu, semakin tua usia ibu maka bayi akan semakin berisiko mengalami gangguan kesehatan. Namun, ternyata usia ayah juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan bayi. Semakin tua usia ayah, maka akan meningkatkan risiko bayi terkena atersia esofagus. Sebuah penelitian menunjukkan, peningkatan usia ayah berpengaruh pada penurunan kualitas cairan semen (air mani) dan peningkatan tingkat fragmentasi DNA.

  • Assisted reproductive technology (ART)

Penggunaan ART biasanya terjadi pada perempuan yang sedang melakukan progam kehamilan. Prosedur dan penanganan ART yang kompleks akan dilakukan jika suami istri telah melakukan program hamil lainnya tapi tak kunjung memiliki keturunan. Di sisi lain, ART meningkatkan risiko bayi terkena atresia esofagus dibandingkan dengan perempuan yang tidak melakukan ART. 

Tipe-tipe atresia esofagus

Bentuk esofagus merupakan faktor yang menyebabkan munculnya berbagai tipe atresia esofagus. Biasanya, atresia esofagus berhubungan dengan trachoesophagela trisula (TEF). TEF merupakan suatu abnormalitas kelahiran yang menyebabkan esofagus (kerongkongan) dan trakea (tenggorokan) menyambung. Akibatnya, makanan yang tertelan bisa masuk ke paru-paru bayi. Berikut ini merupakan tipe-tipe atresia esofagus disertai dengan kejadian TEF.

  • Tipe A

Kondisi dimana esofagus bagian atas dan bawah tidak tersambung dan masing-masing ujungnya tertutup. Pada tipe ini, tidak ada esofagus yang menempel pada trakea sehingga tidak disertai dengan TEF. Sebanyak 8% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe A.

  • Tipe B

Esofagus bagian atas menempel ke trakea, sedangkan bagian bawah memiliki ujung tertutup. Tipe B sangat jarang terjadi pada bayi. Sementara, TEF terjadi di esofagus bagian atas esofagus. Sebanyak 1% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe B.

  • Tipe C

Tipe ini paling sering terjadi. Esofagus bagian atas tertutup dan bagian bawahnya menempel pada trakea. TEF terjadi di bagian bawah esofagus. Sebanyak 85% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe C.

  • Tipe D

Diantara semua tipe atresia esofagus, tipe D merupakan tipe yang paling langka dan paling parah. Esofagus bagian bawah dan atas tidak terhubung satu sama lain. Tapi keduanya terhubung dengan trakea. TEF terjadi di bagian atas dan bawah esofagus. Kondisi ini terjadi sebanyak 1 %, hampir sama dengan tipe B namun angka secara pastinya menunjukkan kelangkaan yang kebih.

  • Tipe E

Secara bentuk dan fungsinya, esofagus terlihat normal dan mampu melakukan tugasnya dengan baik. Akan tetapi terdapat hubungan abnormal antara esofagus dan trakea. Kondisi ini terjadi sebanyak 4%.

Atresia esofagus berpotensi terhadap kematian bayi dan kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Meskipun demikian, bukan berarti kelainan ini tidak dapat disembuhkan. Sebagian besar bayi dapat normal kembali jika atresia esofagus telah dideteksi sejak awal. Biasanya, operasi dilakukan untuk menghubungkan esofagus dengan saluran pencernaan yang awalnya terpisah. Setelah itu, bayi diharapkan mampu bernapas dan menyusu dengan baik.

Ketahui Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Bisa Mengancam Jiwa

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh yang fungsinya sangat vital sekali untuk menyaring darah dan menghilangkan racun dari dalam tubuh. Jika fungsi jantung tersebut tidak berjalan dengan optimal, maka muncullah kondisi gangguan ginjal akut.

Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik akan membuat adanya penumpukan limbah dan cairan akibat tidak bisa dieksresikan dengan baik melalui urine. Ganggun ginjal atau gagal ginjal ini membuat organ ginjal tidak lagi bisa menyaring zat sisa dalam darah. Sehingga tubuh akan dipenuhi racum dan akan mengancam nyawa.

Penyebab Gangguan Ginjal Akut

Gangguan ginjal akut ini disebabkan oleh tiga kategori, yaotu menurunnya volume urine (prerenal), mengalami masalah proses dalam ginjal (intrinsik), serta postrenal.

Gangguan ginjal akut juga seringnya disebabkan oleh aliran darah menuju ginjal lambat. Sehingga terjadi penumpukan racun dan limbah dalam tubuh.

Berikut beberapa penyebab penyakit ginjal akut yang harus Anda waspadai.

  1. Aliran Darah Mengalami Penurunan

Gangguan ginjal akut disebabkan oleh menurunnya aliran darah akibat kondisi medis tertentu, yaitu:

  • Kehilangan darah akibat perdarahan parah
  • Hipotensi
  • Gagal jantung, hati, dan gagal organ lainnya
  • Fungsi jantung mengalami penurunan akibat penyakit jantung atau kondisi lainnya
  • Terlalu sering menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen
  • Sebelumnya pernah menjalani operasi besar
  • Mengalami reaksi alergi yang parah
  • Pernah mengalami cedera akibat kecelakaan
  • Ginjal Mengalami Kerusakan

Kerusakan ginjal secara langsung bukanlah tanpa sebab. Ada berbagai kondisi yang menyebabkan kerusakan pada ginjal hingga terjadi gangguan ginjal, seperti:

  • Infeksi parah yang membuat kondisi jiwa berbahaya
  • Reaksi alergi obat tertentu
  • Adanya peradangan dan jaringan parut di pembuluh darah
  • Menderita jenis janker multiple myeloma
  • Adanya penyakit yang memengaruhi jaringan ikat yang bertugas mendukung organ internal
  • Terjadinya kerusakan atau peradangan pada tubulus ginjal
  • Tersumbatnya Saluran Kemih

Gangguan ginjal akut juga bisa disebabkan oleh tersumbatnya saluran kemih. Penymbatan saluran kemih ini disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Batu ginjal
  • Pembesaran prostat
  • Mengalami kanker kandung kemih, kanker serviks, atau prostat
  • Adanya gangguan sistem saraf yang berdampak ke kandung kemih dan urine
  • Pada saluran kemih terdapat gumpalan darah

Selain itu, ada juga faktor resiko yang membuat seseorang jadi lebih besar kemungkinannya mengalami gangguan ginjal akut, yaitu:

  • Hipertensi
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Penyakti autoimun
  • Dirawat di rumah sakit ketika menjalani perawatan intensif
  • Mengalami penyumbatan pembuluh darah pada kaki dan lengan
  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Gagal hati
  • Beberapa penyakit kanker dan pengobatannya
  • Infeksi berat atau sepsis

Tanda-tanda Gangguan Ginjal Akut

Penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Sehingga penyakit ini perlu dipastikan dnegan melakukan pemeriksaan fungsi dan kelainan ginjal.

Jika kondisi gangguan ginjal akut sudah parah, ada beberapa gejala yang muncul, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Merasa lesu dan mudah mengantuk
  • Mengalami demam
  • Kaki dan lengan mengalami pembengkakan
  • Buang air kecil frekuensinya berkurang
  • Mulut berbau dan mulut terasa seperti ada logam
  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri punggung
  • Produksi sel darah merah berkurang sehingga terjadi anemia

Gangguan ginjal akut bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan tergantung pada kondisi gagan ginjal yang dialami.

Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Binge Eating Disorder

Binge eating disorder merupakan sebuah gangguan makan serius di mana Anda sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar dan tidak mampu berhenti makan. Hampir setiap orang pernah makan berlebih, terutama saat hari raya atau acara spesial tertentu. Namun, bagi sebagian orang, makan berlebih yang tidak bisa dikontrol dan menjadi sebuah hal rutin disebut binge eating disorder. Saat Anda memiliki kondisi ini, Anda akan merasa malu dan bersumpah untuk berhenti. Namun, ada rasa kompulsif yang tidak bisa ditolak bahwa Anda ingin terus makan. Artikel ini akan membahas gangguan makan ini dengan lebih mendetail.

Gejala

Kebanyakan orang dengan binge eating disorder memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, tanda-tanda dan gejala perilaku serta emosi binge eating disorder di antaranya adalah:

  • Makan makanan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu tertentu, misalnya setiap dua jam sekali
  • Makan meskipun Anda kenyang dan tidak lapar serta makan dengan cepat saat episode “binge” terjadi
  • Sering makan seorang diri dan sembunyi-sembunyi, serta makan hingga Anda benar-benar kenyang dan tidak nyaman
  • Merasa depresi, jijik dengan diri sendiri, malu, bersalah, serta sedih akibat kebiasaan makan Anda
  • Sering diet namun tidak dapat menurunkan berat badan

Berbeda dengan orang yang memiliki kasus bulimia, mereka yang menderita binge eating disorder tidak melakukan olahraga berlebih atau menggunakan obat pencahar untuk membuang kalori berlebih. Mereka biasanya mencoba untuk diet dan makan makanan yang normal. Namun, batasan diet malah membuat seseorang bertambah “binge eating”. Tingkat keparahan binge eating disorder seseorang tergantung pada seberapa sering aktivitas makan berlebih tersebut terjadi.

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab binge eating disorder hingga saat ini belum diketahui. Namun genetik, faktor biologi, diet jangka panjang, dan ganguan psikologis dapat meningkatkan risiko Anda menderita binge eating disorder. Selain itu, binge eating disorder lebih lazim dijumpai terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, meskipun semua orang tidak peduli usia dapat menderita kondisi ini. Binge eating disorder juga biasanya berawal saat seseorang berada pada usia akhir rejama atau awal 20an. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita binge eating disorder di antaranya adalah:

  • Riwayat keluarga. Ada kemungkinan Anda menderita binge eating disorder apabila orangtua atau saudara memiliki gangguan makan serupa. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa gen bawaan atau turunan dapat meningkatkan risiko menderita gangguan makan.
  • Diet. Banyak orang yang menderita binge eating disorder memiliki riwayat diet. Diet atau membatasi kalori di siang hari dapat memicu rasa ingin makan banyak, terutama apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala depresi.
  • Gangguan psikologi. Banuak orang yang memiliki binge eating disorder memiliki perasaan negatif terhadap diri mereka sendiri dan kemampuan atau ketrampilan serta pencapaian yang mereka dapatkan. Pemicu binge eating di antaranya adalah stres, citra diri yang buruk, dan ketersediaan makanan favorit.

Anda dapat mengembangkan masalah fisik dan psikologi yang berhubungan dengan binge eating disorder. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh gangguan ini di antaranya adalah kualitas hidup yang buruk, kesulitan melakukan pekerjaan, kehidupan sosial dan pribadi yang buruk, isolasi sosial, obesitas, serta beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan obesitas, seperti gangguan persendian, penyakit jantung, diabetes tipe 2, GEERD, dan gangguan pernapasan yang berhubungan dengan tidur. Sementara itu, gangguan psikriatis yang sering dihubungkan dengan binge eating disorder di antaranya adalah depresi, gangguan bipolar, kecemasan, dan gangguan penggunaan zat-zat terlarang.

Sesak Napas Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda mengalami sesak napas menjelang atau saat tidur di malam hari? Hal ini mungkin bisa terjadi pada siapa saja, namun ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan sesak napas malam hari.

Sesak napas merupakan kondisi yang ditandai dengan kesulitan atau adanya rasa tidak nyaman saat bernapas. Anda mungkin merasakan sesak pada area dada atau merasa tidak menghirup udara yang cukup.

Bila hal ini terjadi pada malam hari, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk tidur. Hal ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Karena itu, sebaiknya ketahui penyebab sesak napas yang Anda alami dan lakukan upaya pengobatannya.

Hal-hal yang menyebabkan sesak napas malam hari dan cara mengatasinya

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sesak napas malam hari. Biasanya, kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lain yang Anda alami.

Berikut ini beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kondisi Anda dan cara mengatasinya:

  • Obesitas

Orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas cenderung mengalami kesulitan bernapas saat berbaring. Hal ini bisa terjadi karena adanya beban berlebih yang menekan area perut.

Tekanan tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada ketidakmampuan paru-paru untuk menggembung dengan sempurna.

Bila hal ini terjadi, cara paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan menurunkan berat badan. Lakukanlah diet sehat secara rutin dengan mengonsumsi makanan rendah kalori, lalu diimbangi dengan olahraga teratur.

  • Alergi

Percaya atau tidak, alergi juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas malam hari. Beberapa orang memiliki gejala alergi berupa kesulitan bernapas, dan hal ini seringkali menjadi semakin memburuk di malam hari.

Beberapa faktor yang memicu alergi mungkin berasal dari lingkungan tempat tidur Anda, seperti debu atau bulu hewan peliharaan yang tertinggal di kasur. Hal-hal tersebut bisa saja memicu reaksi alergi berupa sesak napas.

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan membersihkan area tempat tidur sesering mungkin. Tanpa Anda sadari, benda-benda di kamar mungkin bisa menjadi sarang debu dan kotoran pemicu alergi, seperti karpet, sarung bantal, kipas angin, dan lain sebagainya.

  • Gangguan panik dan kecemasan

Gangguan kecemasan dan panik merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang menyerang beberapa orang. Penderitanya terkadang mengalami serangan panik secara tiba-tiba di malam hari, menimbulkan rasa takut dan sesak napas.

Sebenarnya, serangan panik yang tiba-tiba tidak selalu terjadi pada malam hari dan bisa saja menimbulkan gejala yang berbeda. Tapi, sebagian besar penderita gangguan kecemasan mengalami gejalal sesak napas ketika serangan takut, panik, dan cemas melanda.

Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan pengobatan melalui terapi atau obat-obatan antidepresan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan latihan pernapasan secara rutin agar bisa mengendalikan pernapasan dengan baik saat sesak napas melanda.

  • Sleep apnea

Sleep apnea merupakan kondisi yang terjadi saat Anda sedang tidur, dimana saluran udara mengalami penyempitan sehingga kadar oksigen yang masuk pun cukup rendah. Bila Anda menderta kondisi ini, Anda mungkin akan terengah-engah dan merasa lelah saat bangun di pagi hari.

Sleep apnea bisa diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup. Tingkatkan aktivitas olahraga dan berhentilah merokok. Bila kondisi cukup parah, Anda mungkin memerlukan pemasangan alat khusus agar saluran udara Anda tetap terbuka selama tidur.

Sesak napas malam hari dapat diatasi bila Anda mengetahui faktor penyebabnya dengan tepat. Konsultasikan pada dokter untuk menerima diagnosa serta upaya penyembuhan yang paling sesuai.

Jenis Obat Batuk Berdahak Beredar Bebas yang Boleh Dicoba

Apakah Anda salah satu orang yang menganggap bahwa batuk adalah suatu jenis penyakit dan mungkin akan seketika mencari cara untuk mengatasinya, seperti membeli obat batuk berdahak atau kering. Jika iya, ada beberapa hal yang perlu Anda catat.

Batuk pada dasarnya bukanlah sebuah penyakit, namun gejala atau tanda adanya gangguan kesehatan yang sedang Anda alami. Batuk dapat menjadi reaksi alami, seperti ketika Anda secara tidak sengaja menghirup benda asing masuk ke saluran pernapasan, seperti debu atau alergen lain.

Dikutip dari SehatQ.com, secara garis besar terdapat dua jenis batuk, yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Masing-masing jenis batuk ini, memerlukan cara penanganan dan obat yang berbeda. Perbedaan jelas mengenai batuk kering dan berdahak, dapat Anda simak di bawah ini:

  • Batuk berdahak

Seseorang yang menderita batuk berdahak biasanya disertai dengan lendir atau dahak. Sebenarnya, ketika tubuh memproduksi dahak atau lendir ini, proses ini merupakan respons alami tubuh. Ketika ada zat asing yang masuk ke saluran pernapasan Anda, dahak atau lender ini akan menangkap alergen atau zat tersebut.

Ketika Anda mengalami batuk berdahak, biasanya Anda memiliki keinginan untuk mengeluarkan dahak atau lendir tersebut dengan meludah.

Beberapa faktor penyebab batuk berdahak, yaitu pneumonia, bronkitis, common cold, dan infeksi saluran pernapasan atas.

  • Batuk kering

Berkebalikan dengan batuk berdahak, batuk kering cenderung tidak memproduksi lendir dan lebih sulit untuk dikendalikan. Batuk kering biasanya disertai dengan rasa gatal dan kondisi tenggorokan yang kering.

Seseorang yang mengalami batuk berdahak, mungkin akan mengalami batuk kering selepasnya dan akan bertahan selama beberapa hari atau bahkan minggu.

Penyebab batuk kering yang mesti diwaspadai, yaitu GERD, sinusitis, alergi, ISPA, dan asma.

Jenis obat batuk berdahak yang patut dicoba

Jika Anda mencari obat batuk berdahak yang mudah ditemui di apotek dan dijual bebas tanpa resep dokter, terdapat tiga jenis obat batuk berdahak yang perlu Anda kenali sebelum memutuskan untuk membelinya.

  • Obat batuk berdahak ekspektoran

Jenis obat batuk ekspektoran bekerja mengatasi batuk berdahak dengan mendorong dahak keluar dari saluran pernapasan yang disebut sebagai proses ekspektorasi. Jenis obat batuk berdahak ekspektoran juga dapat merangsang mukosa lambung, sehingga ia dapat menstimulasi sekresi kelenjar secara alami dan dapat mengeluarkan dahak yang tersumbat secara lebih mudah.

Efek samping yang perlu Anda waspadai dari obat batuk ekspektoran, yaitu menyebabkan kantuk, mual, muntah, hingga insifisiensi hati, ginjal dan paru, jika dikonsumsi melebihi dosis yang ditentukan.

  • Obat batuk berdahak mukolitik

Cara kerja obat batuk berdahak mukolitik adalah dengan mengencerkan lendir serta memecah benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum. Terdapat tiga sub-golongan obat batuk berdahak mukolitik, yaitu bromheksin, ambroksol, dan asetilsistein.

Golongan bromheksin biasanya diberikan pada pasien gawat darurat untuk mengeluarkan dahak. Golongan obat batuk berdahak ini tidak boleh dikonsumsi oleh pasien asam lambung. Golongan ambroksol memiliki cara kerja yang serupa dengan bromheksin. Sementara itu, asetilsistein dikemas dalam bentuk semprotan (nebulization) dan juga obat tetes hidung.

Efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain pilek, mual, muntah, hingga hemoptisis.

  • Obat batuk berdahak antitusif

Jenis obat batuk berdahak antitusif memiliki prinsip kerja menekan batuk. Dengan begitu, intensitas batuk Anda dapat dikurangi. Obat antitusif tidak dapat diberikan pada perokok pasif, pasien bronkitis kronis dan emfisema tanpa resep dokter.

Efek samping yang mungkin dialami, antara lain mual dan muntah, reaksi alergi, biang keringat, gatal, bengkak, sesak napas, bahkan sakit kepala.

Termasuk Penyakit Autoimun, Ini Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Penyakit autoimun merupakan kondisi yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh yang sehat. Di antara sejumlah penyakit autoimun, penyakit lupus merupakan salah satu jenis yang cukup umum ditemukan.

Penyakit lupus bisa menyebabkan peradangan dan mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, seperti paru-paru, ginjal, otak, sel darah, kulit, jantung, sampai persendian. Biasanya, gejala dari kondisi ini hampir serupa dengan penyakit lainnya, sehingga cukup sulit dideteksi.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami autoimun, termasuk lupus. Selain itu, belum ada perawatan yang bisa menyembuhkan pasien lupus secara total. Meski begitu, ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya.

Mengenal jenis-jenis penyakit lupus

Gejala lupus bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis lupus yang diderita. Biasanya, pihak rumah sakit membedakan lupus menjadi empat jenis, yaitu:

  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE adalah jenis penyakit lupus yang paling umum terjadi. Kondisi ini bisa mempengaruhi sistem organ tubuh yang berbeda-beda, meliputi ginjal, kulit, sendi, paru-paru, sistem saraf, dan jantung.

Setiap penderita SLE bisa saja merasakan gejala yang berbeda, mulai dari gejala ringan sampai berat. Saat gejala sedang memburuk, pasien akan dinyatakan berada dalam kondisi flare. Sebaliknya, periode saat gejala membaik disebut dengan remission.

  • Lupus Neonatal

Sesuai dengan namanya, lupus jenis ini menyerang bayi dalam kandungan yang ditularkan oleh sang ibu. Kondisi ini tergolong cukup langka dan terjadi apabila ibu hamil memiliki antibodi autoimun tertentu.

Setelah bayi dilahirkan, Anda bisa melihat gejala pada bayi yang terkena lupus neonatal. Beberapa gejalanya berupa ruam kulit, masalah hati, dan jumlah sel darah yang rendah. Dalam beberapa kasus, bayi juga bisa mengalami kelainan jantung.

  • Drug-Induced Lupus (DIL)

Penggunaan obat resep tertentu dapat menyebabkan DIL. Kemunculannya dipicu setelah penggunaan obat dalam jangka panjang. Kondisi DIL bisa muncul beberapa bulan setelah Anda memakai obat tersebut.

Gejala dari DIL serupa dengan gejala SLE. Tidak hanya itu, jenis penyakit lupus yang satu ini juga bisa menyebabkan radang selaput dada. Akan tetapi, kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu apabila Anda menghentikan penggunaan obat yang memicu kondisi tersebut.

  • Lupus Kulit

Sesuai namanya, lupus jenis ini biasanya menyerang bagian kulit. Gejala yang paling tampak adalah ruam pada kulit serta luka permanen pada jaringan parut.

Jenis lupus kulit terbagi atas tiga kategori, yaitu lupus kulit akut, lupus kulit subakut, dan lupus kulit kronis. Dalam beberapa kasus, lupus kulit akut seringkali disamakan dengan SLE karena gejalanya juga terjadi pada area tubuh lainnya. Sementara, lupus kulit subakut dan kronis hanya ditemukan pada kulit.

Perawatan pasien penyakit lupus di rumah

Penyakit lupus tidak pernah bisa benar-benar disembuhkan. Pengobatan dari dokter biasanya berperan untuk meringankan gejala. Selain dengan obat-obatan dokter, Anda juga bisa melakukan perawatan di rumah dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Melakukan olahraga secara rutin
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D berdasarkan anjuran dokter
  • Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa perlu takut terganggu oleh gejala dari penyakit lupus. Sebelum melakukan perawatan sendiri di rumah, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.