Operasi Mohs dan Alternatif Lain Mengatasi Kanker Kulit

Kanker merupakan sebuah tumor ganas yang menyerang dan merusak jaringan di sekitar pusat masalah. Kanker hampir dapat muncul di mana saja, termasuk di kulit. Kulit yang terserang kanker dapat diatasi dengan beragam metode atau teknik pengobatan, mulai dari operasi mohs sampai operasi laser.

Kanker kulit biasanya dapat dideteksi melalui gejala yang timbul dan terlihat dari perubahan tampilan kulit, seperti munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal.

Daerah paling umum terjadinya kanker kulit adalah yang kerap terpapar sinar matahari secara langsung, seperti wajah, lengan, atau tungkai. Oleh karenanya, seseorang yang aktif berkegiatan di luar ruang dianjurkan melakukan berbagai upaya pencegahan.

 Berdasarkan jenisnya, kanker kulit dibedakan menjadi karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Masing-masing jenis memiliki karakter sendiri-sendiri. Termasuk cara pengobatannya, masing-masing di antaranya harus ditangani secara berbeda.

Berikut ini beberapa metode medis untuk mengatasi kanker kulit yang sudah umum dilakukan:

  • Krioterapi

Metode yang juga disebut cryosurgery ini bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker menggunakan suhu dingin ekstrem. Prosedur ini menggunakan nitrogen cair untuk mematikan sel kanker. Caranya adalah dengan penyemprotan pada kulit yang terkena kanker.

Nantinya, kulit akan membeku dab sel kanker di dalamnya bakal hancur dan terurai. Sayangnya, metode ini juga akan membuat kulit pasien mengalami luka lepuh. Selain itu, kemungkinan sel kanker tumbuh lagi masih ada. Pasien perlu kembali melakukan kontrol untuk memastikan kondisinya.

  • Kuretase dan Elektrodesikasi

Kuretase adalah prosedur menghilangkan tumor menggunakan kuret, yakni alat medis berbentuk tongkat logam dengan ujung melingkar. Guna mencegah rasa sakit, dokter pertama-tama akan memberikan bius lokal terlebih dulu.

Prosedur ini selalu diikuti dengan elektrodesikasi atau pemasangan jarum elektroda pada kulit di sekitar area yang dikuret. Panas dari jarum elektroda akan menghilangkan sisa sel kanker dan menghentikan darah yang mengalir.

Kuretase dan elektrodesikasi cukup efektif untuk mengatasi kanker yang tidak terlalu dalam. Namun, pasien mungkin harus mengulangi prosedur ini beberapa kali hingga seluruh sel kanker hilang. Kurangnya prosedur ini adalah menyisakan bekas luka.

  • Pengikisan

Seperti namanya, prosedur ini dijalankan dengan mengikis tumor dan sedikit jaringan kulit di sekitarnya dengan pisau bedah. Kekurangan dari prosedur ini adalah, jika tumor terjadi di tempat-tempat yang sulit seperti kepala, telinga, dan jari-jari.

Setelah operasi selesai, jaringan kanker kulit yang telah diangkat akan dipelajari di laboratorium. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sel kanker telah hilang.

  • Operasi Mohs

Prosedur ini dinilai amat ampuh untuk mengatasi kanker kulit jenis karsinoma sel basal dan skuamokosa. Meski begitu, beberapa jenis melanoma juga dapat diatasi dengan metode ini.

Mungkin prosedur ini tak jauh berbeda dengan teknik pengikisan. Namun, operasi mohs hanya mengangkat lapisan tipis dari kulit yang terserang kanker. Pun metode ini dikhususkan untuk mengatasi kanker kulit yang menyerang area sensitif seperti mata, telinga, hidung, atau alat kelamin.

Dibutuhkan analisis mikroskopis untuk memeriksa sel-sel jaringan yang diangkat saat operasi berlangsung. Kelebihan prosedur ini adalah dapat mengurangi kemungkinan dibutuhkannya perawatan lanjutan atau operasi tambahan di masa mendatang.

  • Operasi Laser

Sinar laser dinilai lebih akurat untuk mengangkat jaringan kulit yang terserang kanker, dibandingkan pisau. Panas dari laser akan menghancurkan sel-sel abnormal sehingga jaringan kanker terurai. Dokter kemudian akan membersihkan jaringan yang terurai dengan kain kasa basah.

Keuntungan prosedur laser ini dapat mengurangi risiko pendarahan, nyeri, dan pembentukan bekas luka. Jika kulit mengalami perdarahan, laser dapat digunakan untuk menutup luka dan menghentikan darah yang mengalir.

***

Itulah beberapa prosedur mengatasi kanker kulit yang dimiliki khazanah kedokteran hingga saat ini. Adapun mana yang paling efektif dalam penyembuhan, mungkin kembali ke kondisi pasien masing-masing.

Akan tetapi, operasi mohs mungkin akan menempati urutan pertama dalam rekomendasi yang diberikan oleh petugas medis jika kanker kulit yang dialami pasien cenderung jenis yang umum dan belum masuk stadium lanjut.

Begini Cara Mengatasi Mata Merah Secara Efektif

Pernahkah Anda memperhatikan kondisi mata Anda yang tiba-tiba memerah? Kondisi mata merah umumnya disebabkan oleh mata kering.

Mata kering adalah kondisi yang mana seseorang tidak memiliki produksi air mata yang cukup untuk membasahi area mata. Dalam kondisi normal, mengedipkan mata merupakan proses untuk mendistribusikan air mata ke seluruh permukaan mata (kornea). Nantinya, air mata ini akan melumasi dan membersihkan mata dari risiko infeksi atau benda asing, serta menyediakan lapisan mulus pada kornea, sehingga kemampuan penglihatan Anda menjadi lebih optimal.

Dari sekian banyak air mata yang dialirkan pada permukaan mata, terdapat sisa air mata yang mengalir melalui saluran di ujung hidung yang akan mengarah pada hidung bagian belakang. Kondisi mata kering terjadi ketika produksi air mata maupun proses mengalirkan air mata menuju hidung tadi terhambat.

Apa yang menyebabkan mata kering?

Secara umum, kondisi air mata, baik jumlah atau kualitas, dapat memicu kondisi mata kering.

  • Kualitas air mata yang tidak baik

Air mata itu sendiri terbentuk atas lapisan minyak, air, dan juga lendir. Masing-masing unsur tersebut berpengaruh dalam menjaga kelembaban permukaan mata. Peran lapisan minyak ini adalah sebagai pelindung agar penguapan lapisan air dapat dicegah. Sementara itu, lapisan lendir berguna dalam menyalurkan air mata ke seluruh bagian kornea mata. Apabila keseluruhan unsur tersebut bekerja tidak seimbang, maka kondisi ini berisiko menyebabkan mata kering.

  • Jumlah air mata yang tidak memenuhi kebutuhan

Perlu Anda tahu, bahwa produksi air mata manusia akan menurun, seiring dengan seseorang bertambah usia. Selain itu, faktor lain seperti penyakit tertentu dan efek samping obat, juga dapat berpengaruh pada jumlah produksi air mata.

Contoh penyakit yang dapat mengurangi produksi air mata, antara lain gangguan tiroid, diabetes, rheumatoid arthritis, dan radang kelopak mata. Sedangkan, beberapa obat yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsinya, adalah obat alergi, tekanan darah tinggi, dan dekongestan. Terdapat pula faktor lain yang mempengaruhi produksi air mata ini, yaitu paparan angin dan cuaca kering. Faktor lingkungan tersebut dapat meningkatkan proses penguapan air mata.

Bagaimana cara mengatasi mata merah akibat mata kering secara efektif?

Mengatasi mata merah akibat kondisi mata kering, dapat Anda lakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Meningkatkan produksi air mata dengan mengonsumsi obat tertentu yang memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi air mata tersebut. Selain itu, mengonsumsi asam lemak Omega-3 juga mendorong produksi air mata.
  • Menambah air mata yang dapat dilakukan dengan menggunakan obat air mata artifisial yang banyak beredar di pasaran. Obat tetes mata ini hanya dapat digunakan seperlunya dan dapat pula dijadikan suplemen untuk memproduksi ASI.
  • Melakukan penghambatan pada aliran air mata. Dengan cara ini, air mata akan lebih lama tertahan di atas mata dan mengurangi risiko mata kering. Jika Anda memilih cara ini, Anda membutuhkan alat sumbat tertentu, seperti gel atau silikon yang akan digunakan untuk menghambat saluran air mata. Di samping itu, cara ini juga membutuhkan prosedur operasi untuk mengangkat saluran pembuangan air mata.

Pemeriksaan Kesehatan Mandiri untuk Hindari Kanker Testis

Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis, bagian dari organ reproduksi pria. Meskipun jenis kanker ini tergolong jarang ada di Indonesia hanya 15 ribu kasus per tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kejadiannya terus meningkat dalam dekade terakhir. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan untuk remaja pria pun sangat dibutuhkan.

Cara melakukan pemeriksaan kesehatan untuk antisipasi kanker testis

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keberhasilan pengobatan juga tergantung pada tahap kanker itu sendiri saat diagnosis dilakukan. Semakin cepat diperiksa, makan semakin baik juga. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan dini sangat penting, mengingat kanker testis juga ditemukan pada remaja pria, deteksi mandiri bisa dilakukan mulai dari usia belasan tahun. Berikut caranya:

  1. Testis ditampung dengan satu atau dua tangan
  2. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar, bisa dilakukan dengan ibu jari atau jari lain
  3. Secara normal, testis berbentuk oval, kenyal, memiliki permukaan yang rata, memiliki batas tegas. Ukuran keduanya bisa tidak sama besar.
  4. Dalam kondisi normal, perabaan tidak akan menimbulkan rasa sakit, tidak juga didapati massa lain atau perabaan yang keras.

Risiko terkena kanker testis meningkat pada orang yang testisnya tidak turun ke kantong zakar atau skrotum, keturunan penderita kanker testis, terpapar radiasi saat dalam kandungan, dan pernah terkena peradangan akibat gondongan.

Penyakit ini umumnya ditandai dengan benjolan di testis atau memar, dan rasa sakit di skrotum. Gejala lain yaitu bisa berupa benjolan tanpa rasa sakit. Hal tersebut bisa menjadi penanda tumor masih sebesar kacang polong. Namun, bisa tumbuh jauh lebih besar. Jika tidak diobati, lama kelamaan akan timbul rasa sakit pada skrotum. Satu testis akan terasa lebih berat dan menjadi lebih besar dibanding lainnya.

Kondisi ini umumnya ditemukan pada laki-laki dengan rentan usia 25-34 tahun. Meskipun angka kematian meningkat, seiring bertambahnya angka insiden, angka kesembuhan juga meningkat secara signifikan karena dampak membaiknya Teknik diagnosis seperti pemeriksaan tumor, tindakan bedah, dan kemoterapi.

Waspada Infeksi Jamur Pada Kulit

Infeksi jamur dapat menginfeksi bagian mana pun pada kulit tubuh Anda. Gejala-gejala yang mungkin muncul pun berbeda-beda dari satu tipe infeksi dengan tipe lainnya. Proses penyebaran infeksi jamur juga berbeda-beda, seperti penyebaran antarmanusia, penyebaran dari hewan ke manusia maupun penyebaran dari lingkungan sekitar ke manusia.

Namun, perlu Anda tahu bahwa dalam tubuh manusia telah terdapat jamur yang mana ketika pertumbuhan dari jamuran tersebut terjadi secara berlebih, maka akan menimbulkan gangguan pada kulit. Di samping itu, terdapat pula jamur yang berasal dari luar tubuh yang dapat memicu infeksi pada manusia.

Jenis jamur apa saja yang dapat menyerang kulit manusia?

Infeksi jamur yang terjadi pada kulit manusia menyebabkan perubahan warna, tekstur kulit, dan juga menimbulkan rasa gatal. Di bawah ini, terdapat beberapa jenis infeksi jamur yang umumnya terjadi pada kulit manusia:

  • Infeksi jamur yang terjadi pada vagina (candidiasis).

Infeksi jamur ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang dapat timbul pada rongga mulut dan juga menjadi salah satu penyebab sariawan. Gejala yang umumnya sering muncul, antara lain rasa gatal, pembengkakan, kulit berubah menjadi kemerahan, dan rasa perih pada sekitar area vagina. Selain itu, seringkali terdapat rasa panas ketika buang air kecil dan ketika melakukan hubungan seksual.

  • Tinea pedis atau kutu air (Athlete’s foot)

Infeksi ini seringkali dialami oleh atlet maupun orang yang gemar berolahraga. Infeksi ini dipicu oleh penggunaan kaos kaki dan sepatu yang lembab karena produksi keringat. Gejala yang umumnya muncul, yaitu terdapat benjolan berisi cairan, tekstur kulit yang menjadi lebih lunak, rasa gatal dan manis di sekitar daerah yang terinfeksi.

  • Infeksi jamur di pangkal paha (tinea cruris/jock’s itch)

Area pangkal paha menjadi tempat yang kerap kali lembab dan rawan sebagai area pertumbuhan jamur. Gejala yang perlu diwaspadai dari infeksi jamur ini, yaitu ruam berwarna merah berbentuk lingkaran dengan tepi yang sedikit menonjol. Gejala ini juga sering disertai dengan rasa gatal dan panas.

Benarkah Kecupan Bisa Menularkan Herpes pada Anak?

Seorang ibu muda di Inggris pernah menceritakan lewat media sosial bagaimana bayinya bisa tertular penyakit herpes pada anak. Akibat penyakit tersebut, bayinya yang berusia empat minggu harus dirawat di rumah sakit selama dua setengah bulan. Ibu tersebut mengatakan bahwa anaknya mulai menunjukkan gejala neonatal herpes setelah acara pembaptisan di mana saat acara tersebut anaknya dicium oleh banyak kerabat dan tamu-tamu.

Penyakit herpes menyerang mata anaknya, dengan gejala mata membengkak, berkerak dan muncul lepuhan di kelopak mata. Kemudian orang tuanya membawa anaknya berkonsultasi ke dokter dan ia diminta untuk segera membawa anaknya rumah sakit. Herpers pada anak atau neonatal herpes jika penderitanya adalah bayi yang baru lahir, disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).

Virus ini sangat mudah menular, jenis HSV-1 biasanya menyebabkan infeksi herpes di mulut dan jenis HSV-2 dapat menyebabkan infeksi herpes di kelamin. Saat seseorang tertular virus ini, maka virus akan selamanya berada di dalam tubuh dan bisa sewaktu-waktu menginfeksi. Penularan terjadi saat pembawa virus menderita infeksi.

Pada kasus ini, ia tertular HSV-1 karena seseorang yang sedang menderita infeksi herpes di mulut menciumnya di acara pembaptisan. Selain lewat ciuman, HSV-1 juga menulari bayi karena menyusui pada ibu yang menderita herpes dan punya lepuh di payudara. Sedangkan HSV-2 yang menyebabkan herpes kelamin bisa menular pada bayi saat proses persalinan normal lewat vagina. Herpes pada anak sangat berbahaya jika penderitanya masih bayi, karena bisa mengakibatkan disabilitas bahkan kematian.

Gejala-gejala herpes pada anak antara lain, bayi lesu atau rewel, tidak mau menyusui, demam, dan muncul ruam lepuh di mata, mulut atau di kulit. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antivirus selama setidaknya beberapa minggu. Untuk mencegah penularan herpes pada anak, orang tua sebaiknya lebih selektif dalam mengijinkan orang lain menyentuh apalagi mencium si kecil. Selain itu, sebagai orang dewasa, lebih baik tahu diri dengan tidak mencium-cium bayi orang lain seberapa pun menggemaskannya. Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi.

Gejala dan Komplikasi Akibat Lupus

Dalam dunia kedokteran, lupus dikenal sebagai “the great imitator”. Istilah ini diberikan karena gejala lupu yang begitu bervariasi dan dapat menyerupai banyak penyakit lain. Lupus adalah salah satu penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang tubuh sendiri sehingga menyebabkan peradangan. Kondisi peradangan ini bisa muncul pada sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah, otak dan ada beberapa gejala lupus yang perlu dicurigai.

Sampai saat ini, obat untuk menyembuhkan lupus belum ditemukan. Namun, lupus dapat dikendalikan dengan obat sehingga penderitanya tetap dapat hidup dengan sehat dan beraktivitas seperti biasa. Perjalanan penyakit lupus dapat terdiri dari periode sakit dan periode sehat. Selain itu, penderita lupus juga perlu mengidentifikasi cara untuk mencegah kekambuhan atau flare.

Gejala-gejala lupus

Gejala lupus yang timbul biasanya bergantung pada organ yang terkena atau mengalami peradangan. Berikut beberapa gejala kekambuhan atau flare yang paling sering dialami oleh penderita lupus:

  • Rasa lelah
  • Demam
  • Sendi terasa nyeri, kaku dan bengkak
  • Timbul bercak kemerahan pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu, disebut malar rash. Bercak kemerahan terlihat meliputi kedua pipi dan hidung sehingga tampak seperti kupu-kupu.
  • Kelainan pada kulit yang memburuk jika terpapar sinar matahari
  • Sesak napas
  • Nyeri di dada
  • Mata terasa kering
  • Sakit kepala

Komplikasi yang bisa ditimbulkan lupus

Komplikasi mungkin timbul jika peradangan akibat lupus mengenai organ yang penting, atau jika radang yang terjadi berat, seperti:

  • Ginjal: lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal sehingga akhirnya menyebabkan gagal ginjal yang dapat berakibat fatal.
  • Otak: lupus dapat mengakibatkan sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, gangguan penglihatan, stroke, atau kejang. Lupus juga dapat mengakibatkan gangguan ingatan dan kesulitan mengungkapkan pikiran.
  • Darah dan pembuluh darah: lupus dapat menyebabkan kelainan darah, seperti anemia, perdarahan, atau kelainan pembekuan darah. Radang pada pembuluh darah juga mungkin terjadi.
  • Paru-paru: radang pada organ rongga dada menyebabkan nyeri saat bernapas. Perdarahan paru serta pneumonia juga dapat terjadi.
  • Jantung: radang dapat terjadi pada selaput dan otak jantung, risiko serangan jantung juga meningkat.

Kenali Penyebab Terjadinya Emboli yang Sumbat Pembuluh Darah

Proses mengalirnya darah dalam tubuh berperan penting dalam kesehatan manusia. Pasalnya, darah mengangkut oksigen yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh organ tubuh. Bayangkan jika pembuluh darah tersebut tersumbat oleh sesuatu, seperti adanya gelembung gas atau udara. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan emboli.

Dalam tubuh manusia, terdapat tiga jenis pembuluh darah yang mengatur alirah darah dalam tubuh: vena, arteri, dan kapiler. Peran pembuluh darah vena yaitu mengalirkan darah ke jantung, sementara itu pembuluh darah arteri berperan untuk mengantar darah dari jantung ke seluruh tubuh. Dalam proses tersebut juga terdapat fungsi dari kapiler yang menjadi perantara antara pembuluh darah arteri dan vena yang bertugas untuk mengatur pasokan oksigen.

Apa yang menyebabkan emboli?

Emboli dapat terjadi saat terdapat zat asing masuk ke dalam aliran darah yang memicu penyumbatan pada pembuluh darah. Zat asing tersebut dapat berupa:

  • Air ketuban

Emboli yang disebabkan oleh air ketuban seringkali menimpa ibu hamil maupun ketika calon ibu menjalani proses melahirkan. Pada dasarnya, air ketuban menjadi pelindung janin. Namun, ia dapat sewaktu-waktu mengalami kebocoran. Terdapat kemungkinan bahwa air ketuban yang bocor tersebut mengalir ke pembuluh darah dan menyebabkan adanya penyumbatan.

  • Lemak

Kondisi ini rawan terjadi ketika seseorang mengalami patah tulang. Tulang yang patah dapat melepaskan lemak yang berada di dalamnya dan dapat larut dalam pembuluh darah. Pada akhirnya, lemak yang larut di dalamnya dapat menyumbat aliran darah dan menyebabkan emboli.

  • Kolesterol

Seseorang yang memiliki kolesterol tinggi berisiko untuk mengalami penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol. Dalam kasus yang lebih serius, tumpukan kolesterol tersebut dapat mengalir ke pembuluh darah yang mengakibatkan penyumbatan.

  • Gumpalan darah

Mekanisme alami tubuh ketika terjadi goresan adalah secara otomatis melakukan pembekuan darah. Namun, dalam kasus tertentu, pembekuan darah tersebut terjadi terlalu berlebihan. Hal tersebut dapat dilihat pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti pasien kanker, jantung, obesitas, dan juga ibu hamil. Pembekuan yang terjadi secara berlebihan, dapat mengganggu sirkulasi darah tubuh.

Benarkah Sering Gunting Kuku Bisa Menyebabkan Cantengan?

Gunting kuku menjadi salah satu kebiasaan yang baik untuk dilakukan untuk menjaga kebersihan kuku. Hal ini dikarenakan kuku yang Panjang dapat melukai diri Anda atau orang lain serta menyimpan kotoran. Namun, ternyata kebiasaan gunting kuku yang salah dapat mengakibatkan Anda mengalami cantengan.

Menggunting kuku dengan cara yang salah bisa membuat pertumbuhan kuku menjadi tidak normal. Kondisi kuku yang tumbuh ke dalam sehingga melukai jari inilah yang disebut dengan cantengan. Seringkali kondisi ini terjadi pada ibu jari kaki. Terdapat 3 kesalahan cara menggunting kuku yang dapat menyebabkan cantengan, berikut diantaranya:

  1. Menggunting kuku terlalu pendek

Kuku yang terlalu pendek dapat tumbuh kea rah dalam jari dan dapat dengan mudah melukai jari Anda sendiri. Berhati-hatilah dalam menentukan seberapa jauh Anda memotong kuku, jangan potong terlalu pendek.

  • Memotong kuku dengan ujung melengkung

Memotong kuku hingga ujung kuku melengkung bukanlah cara yang baik. Kondisi ini dapat membuat kuku tumbuh mengikuti lengkungan sehingga melukai jari terutama sisi samping kuku. Potonglah kuku sehingga ujung kuku lurus.

  • Mencabut atau merobek ujung kuku

Terkadang ada saja bagian ujung kuku yang hampir lepas. Mencabut atau merobeknya merupakan tindakan yang salah. Pasalnya, mencabut atau merobek ujung kuku dapat berisiko membuat kuku tercabut melebihi yang diinginkan. Selain itu, tindakan ini dapat membuat bentuk ujung kuku setelahnya menjadi tidak beraturan yang dapat menyebabkan kuku tumbuh ke arah dalam jari.

Ketiga hal tersebut merupakan kebiasaan yang sering ditemukan pada penderita cantengan dan perlu Anda hindari. Bermaksud baik dengan rajin menggunting kuku saja tidaklah cukup. Rajin menggunting kuku perlu diimbangi dengan pengetahuan cara menggunting kuku dengan baik dan benar. Cantengan bukanlah kondisi serius, tapi sangat mengganggu.

Jika sudah terlanjur terjadi cantengan, periksakan jari Anda yang terkena cantengan ke dokter terdekat. Untuk mengurangi nyeri, Anda bisa merendam kaki dengan air hangat jika tidak ada tanda infeksi atau luka terbuka pada jari kaki Anda. Jangan pernah mencoba mengatasi cantengan dengan memotong bagian kuku yang melukai jari Anda.