Apa Saja Penyebab Atresia Esofagus? Ketahui Juga Tipe-Tipenya

Kebiasaan gumoh atau muntah pada bayi setelah minum ASI memang wajar terjadi. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika bayi terlalu sering muntah dan tersedak disertai dengan munculnya lendir berbusa. Bayi berpotensi mengalami atresia esofagus atau kelainan dimana kerongkongan bayi tidak tersambung dengan saluran pencernaan.

Penyebab atresia esofagus

Sejauh ini, penyebab atresia esofagus belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa penyebabnya mungkin saja karena kelainan genetik. Hampir setengah dari seluruh bayi yang lahir dengan atresia esofagus juga memiliki kelainan lain, seperti kelainan pada usus dan anus, jantung, ginjal, tulang rusuk, atau tulang belakang.

Center for Disease Control and Prevention melaporkan, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami atresia esofagus:

  • Usia ayah

Selama ini pertimbangan dalam mempunyai anak sangat dipengaruhi oleh usia ibu, semakin tua usia ibu maka bayi akan semakin berisiko mengalami gangguan kesehatan. Namun, ternyata usia ayah juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan bayi. Semakin tua usia ayah, maka akan meningkatkan risiko bayi terkena atersia esofagus. Sebuah penelitian menunjukkan, peningkatan usia ayah berpengaruh pada penurunan kualitas cairan semen (air mani) dan peningkatan tingkat fragmentasi DNA.

  • Assisted reproductive technology (ART)

Penggunaan ART biasanya terjadi pada perempuan yang sedang melakukan progam kehamilan. Prosedur dan penanganan ART yang kompleks akan dilakukan jika suami istri telah melakukan program hamil lainnya tapi tak kunjung memiliki keturunan. Di sisi lain, ART meningkatkan risiko bayi terkena atresia esofagus dibandingkan dengan perempuan yang tidak melakukan ART. 

Tipe-tipe atresia esofagus

Bentuk esofagus merupakan faktor yang menyebabkan munculnya berbagai tipe atresia esofagus. Biasanya, atresia esofagus berhubungan dengan trachoesophagela trisula (TEF). TEF merupakan suatu abnormalitas kelahiran yang menyebabkan esofagus (kerongkongan) dan trakea (tenggorokan) menyambung. Akibatnya, makanan yang tertelan bisa masuk ke paru-paru bayi. Berikut ini merupakan tipe-tipe atresia esofagus disertai dengan kejadian TEF.

  • Tipe A

Kondisi dimana esofagus bagian atas dan bawah tidak tersambung dan masing-masing ujungnya tertutup. Pada tipe ini, tidak ada esofagus yang menempel pada trakea sehingga tidak disertai dengan TEF. Sebanyak 8% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe A.

  • Tipe B

Esofagus bagian atas menempel ke trakea, sedangkan bagian bawah memiliki ujung tertutup. Tipe B sangat jarang terjadi pada bayi. Sementara, TEF terjadi di esofagus bagian atas esofagus. Sebanyak 1% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe B.

  • Tipe C

Tipe ini paling sering terjadi. Esofagus bagian atas tertutup dan bagian bawahnya menempel pada trakea. TEF terjadi di bagian bawah esofagus. Sebanyak 85% dari seluruh penderita atresia esofagus termasuk tipe C.

  • Tipe D

Diantara semua tipe atresia esofagus, tipe D merupakan tipe yang paling langka dan paling parah. Esofagus bagian bawah dan atas tidak terhubung satu sama lain. Tapi keduanya terhubung dengan trakea. TEF terjadi di bagian atas dan bawah esofagus. Kondisi ini terjadi sebanyak 1 %, hampir sama dengan tipe B namun angka secara pastinya menunjukkan kelangkaan yang kebih.

  • Tipe E

Secara bentuk dan fungsinya, esofagus terlihat normal dan mampu melakukan tugasnya dengan baik. Akan tetapi terdapat hubungan abnormal antara esofagus dan trakea. Kondisi ini terjadi sebanyak 4%.

Atresia esofagus berpotensi terhadap kematian bayi dan kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Meskipun demikian, bukan berarti kelainan ini tidak dapat disembuhkan. Sebagian besar bayi dapat normal kembali jika atresia esofagus telah dideteksi sejak awal. Biasanya, operasi dilakukan untuk menghubungkan esofagus dengan saluran pencernaan yang awalnya terpisah. Setelah itu, bayi diharapkan mampu bernapas dan menyusu dengan baik.

Ketahui Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Bisa Mengancam Jiwa

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh yang fungsinya sangat vital sekali untuk menyaring darah dan menghilangkan racun dari dalam tubuh. Jika fungsi jantung tersebut tidak berjalan dengan optimal, maka muncullah kondisi gangguan ginjal akut.

Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik akan membuat adanya penumpukan limbah dan cairan akibat tidak bisa dieksresikan dengan baik melalui urine. Ganggun ginjal atau gagal ginjal ini membuat organ ginjal tidak lagi bisa menyaring zat sisa dalam darah. Sehingga tubuh akan dipenuhi racum dan akan mengancam nyawa.

Penyebab Gangguan Ginjal Akut

Gangguan ginjal akut ini disebabkan oleh tiga kategori, yaotu menurunnya volume urine (prerenal), mengalami masalah proses dalam ginjal (intrinsik), serta postrenal.

Gangguan ginjal akut juga seringnya disebabkan oleh aliran darah menuju ginjal lambat. Sehingga terjadi penumpukan racun dan limbah dalam tubuh.

Berikut beberapa penyebab penyakit ginjal akut yang harus Anda waspadai.

  1. Aliran Darah Mengalami Penurunan

Gangguan ginjal akut disebabkan oleh menurunnya aliran darah akibat kondisi medis tertentu, yaitu:

  • Kehilangan darah akibat perdarahan parah
  • Hipotensi
  • Gagal jantung, hati, dan gagal organ lainnya
  • Fungsi jantung mengalami penurunan akibat penyakit jantung atau kondisi lainnya
  • Terlalu sering menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen
  • Sebelumnya pernah menjalani operasi besar
  • Mengalami reaksi alergi yang parah
  • Pernah mengalami cedera akibat kecelakaan
  • Ginjal Mengalami Kerusakan

Kerusakan ginjal secara langsung bukanlah tanpa sebab. Ada berbagai kondisi yang menyebabkan kerusakan pada ginjal hingga terjadi gangguan ginjal, seperti:

  • Infeksi parah yang membuat kondisi jiwa berbahaya
  • Reaksi alergi obat tertentu
  • Adanya peradangan dan jaringan parut di pembuluh darah
  • Menderita jenis janker multiple myeloma
  • Adanya penyakit yang memengaruhi jaringan ikat yang bertugas mendukung organ internal
  • Terjadinya kerusakan atau peradangan pada tubulus ginjal
  • Tersumbatnya Saluran Kemih

Gangguan ginjal akut juga bisa disebabkan oleh tersumbatnya saluran kemih. Penymbatan saluran kemih ini disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Batu ginjal
  • Pembesaran prostat
  • Mengalami kanker kandung kemih, kanker serviks, atau prostat
  • Adanya gangguan sistem saraf yang berdampak ke kandung kemih dan urine
  • Pada saluran kemih terdapat gumpalan darah

Selain itu, ada juga faktor resiko yang membuat seseorang jadi lebih besar kemungkinannya mengalami gangguan ginjal akut, yaitu:

  • Hipertensi
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Penyakti autoimun
  • Dirawat di rumah sakit ketika menjalani perawatan intensif
  • Mengalami penyumbatan pembuluh darah pada kaki dan lengan
  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Gagal hati
  • Beberapa penyakit kanker dan pengobatannya
  • Infeksi berat atau sepsis

Tanda-tanda Gangguan Ginjal Akut

Penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Sehingga penyakit ini perlu dipastikan dnegan melakukan pemeriksaan fungsi dan kelainan ginjal.

Jika kondisi gangguan ginjal akut sudah parah, ada beberapa gejala yang muncul, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Merasa lesu dan mudah mengantuk
  • Mengalami demam
  • Kaki dan lengan mengalami pembengkakan
  • Buang air kecil frekuensinya berkurang
  • Mulut berbau dan mulut terasa seperti ada logam
  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri punggung
  • Produksi sel darah merah berkurang sehingga terjadi anemia

Gangguan ginjal akut bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan tergantung pada kondisi gagan ginjal yang dialami.

Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Binge Eating Disorder

Binge eating disorder merupakan sebuah gangguan makan serius di mana Anda sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar dan tidak mampu berhenti makan. Hampir setiap orang pernah makan berlebih, terutama saat hari raya atau acara spesial tertentu. Namun, bagi sebagian orang, makan berlebih yang tidak bisa dikontrol dan menjadi sebuah hal rutin disebut binge eating disorder. Saat Anda memiliki kondisi ini, Anda akan merasa malu dan bersumpah untuk berhenti. Namun, ada rasa kompulsif yang tidak bisa ditolak bahwa Anda ingin terus makan. Artikel ini akan membahas gangguan makan ini dengan lebih mendetail.

Gejala

Kebanyakan orang dengan binge eating disorder memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, tanda-tanda dan gejala perilaku serta emosi binge eating disorder di antaranya adalah:

  • Makan makanan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu tertentu, misalnya setiap dua jam sekali
  • Makan meskipun Anda kenyang dan tidak lapar serta makan dengan cepat saat episode “binge” terjadi
  • Sering makan seorang diri dan sembunyi-sembunyi, serta makan hingga Anda benar-benar kenyang dan tidak nyaman
  • Merasa depresi, jijik dengan diri sendiri, malu, bersalah, serta sedih akibat kebiasaan makan Anda
  • Sering diet namun tidak dapat menurunkan berat badan

Berbeda dengan orang yang memiliki kasus bulimia, mereka yang menderita binge eating disorder tidak melakukan olahraga berlebih atau menggunakan obat pencahar untuk membuang kalori berlebih. Mereka biasanya mencoba untuk diet dan makan makanan yang normal. Namun, batasan diet malah membuat seseorang bertambah “binge eating”. Tingkat keparahan binge eating disorder seseorang tergantung pada seberapa sering aktivitas makan berlebih tersebut terjadi.

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab binge eating disorder hingga saat ini belum diketahui. Namun genetik, faktor biologi, diet jangka panjang, dan ganguan psikologis dapat meningkatkan risiko Anda menderita binge eating disorder. Selain itu, binge eating disorder lebih lazim dijumpai terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, meskipun semua orang tidak peduli usia dapat menderita kondisi ini. Binge eating disorder juga biasanya berawal saat seseorang berada pada usia akhir rejama atau awal 20an. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita binge eating disorder di antaranya adalah:

  • Riwayat keluarga. Ada kemungkinan Anda menderita binge eating disorder apabila orangtua atau saudara memiliki gangguan makan serupa. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa gen bawaan atau turunan dapat meningkatkan risiko menderita gangguan makan.
  • Diet. Banyak orang yang menderita binge eating disorder memiliki riwayat diet. Diet atau membatasi kalori di siang hari dapat memicu rasa ingin makan banyak, terutama apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala depresi.
  • Gangguan psikologi. Banuak orang yang memiliki binge eating disorder memiliki perasaan negatif terhadap diri mereka sendiri dan kemampuan atau ketrampilan serta pencapaian yang mereka dapatkan. Pemicu binge eating di antaranya adalah stres, citra diri yang buruk, dan ketersediaan makanan favorit.

Anda dapat mengembangkan masalah fisik dan psikologi yang berhubungan dengan binge eating disorder. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh gangguan ini di antaranya adalah kualitas hidup yang buruk, kesulitan melakukan pekerjaan, kehidupan sosial dan pribadi yang buruk, isolasi sosial, obesitas, serta beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan obesitas, seperti gangguan persendian, penyakit jantung, diabetes tipe 2, GEERD, dan gangguan pernapasan yang berhubungan dengan tidur. Sementara itu, gangguan psikriatis yang sering dihubungkan dengan binge eating disorder di antaranya adalah depresi, gangguan bipolar, kecemasan, dan gangguan penggunaan zat-zat terlarang.

Sesak Napas Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda mengalami sesak napas menjelang atau saat tidur di malam hari? Hal ini mungkin bisa terjadi pada siapa saja, namun ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan sesak napas malam hari.

Sesak napas merupakan kondisi yang ditandai dengan kesulitan atau adanya rasa tidak nyaman saat bernapas. Anda mungkin merasakan sesak pada area dada atau merasa tidak menghirup udara yang cukup.

Bila hal ini terjadi pada malam hari, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk tidur. Hal ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Karena itu, sebaiknya ketahui penyebab sesak napas yang Anda alami dan lakukan upaya pengobatannya.

Hal-hal yang menyebabkan sesak napas malam hari dan cara mengatasinya

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sesak napas malam hari. Biasanya, kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lain yang Anda alami.

Berikut ini beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kondisi Anda dan cara mengatasinya:

  • Obesitas

Orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas cenderung mengalami kesulitan bernapas saat berbaring. Hal ini bisa terjadi karena adanya beban berlebih yang menekan area perut.

Tekanan tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada ketidakmampuan paru-paru untuk menggembung dengan sempurna.

Bila hal ini terjadi, cara paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan menurunkan berat badan. Lakukanlah diet sehat secara rutin dengan mengonsumsi makanan rendah kalori, lalu diimbangi dengan olahraga teratur.

  • Alergi

Percaya atau tidak, alergi juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas malam hari. Beberapa orang memiliki gejala alergi berupa kesulitan bernapas, dan hal ini seringkali menjadi semakin memburuk di malam hari.

Beberapa faktor yang memicu alergi mungkin berasal dari lingkungan tempat tidur Anda, seperti debu atau bulu hewan peliharaan yang tertinggal di kasur. Hal-hal tersebut bisa saja memicu reaksi alergi berupa sesak napas.

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan membersihkan area tempat tidur sesering mungkin. Tanpa Anda sadari, benda-benda di kamar mungkin bisa menjadi sarang debu dan kotoran pemicu alergi, seperti karpet, sarung bantal, kipas angin, dan lain sebagainya.

  • Gangguan panik dan kecemasan

Gangguan kecemasan dan panik merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang menyerang beberapa orang. Penderitanya terkadang mengalami serangan panik secara tiba-tiba di malam hari, menimbulkan rasa takut dan sesak napas.

Sebenarnya, serangan panik yang tiba-tiba tidak selalu terjadi pada malam hari dan bisa saja menimbulkan gejala yang berbeda. Tapi, sebagian besar penderita gangguan kecemasan mengalami gejalal sesak napas ketika serangan takut, panik, dan cemas melanda.

Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan pengobatan melalui terapi atau obat-obatan antidepresan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan latihan pernapasan secara rutin agar bisa mengendalikan pernapasan dengan baik saat sesak napas melanda.

  • Sleep apnea

Sleep apnea merupakan kondisi yang terjadi saat Anda sedang tidur, dimana saluran udara mengalami penyempitan sehingga kadar oksigen yang masuk pun cukup rendah. Bila Anda menderta kondisi ini, Anda mungkin akan terengah-engah dan merasa lelah saat bangun di pagi hari.

Sleep apnea bisa diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup. Tingkatkan aktivitas olahraga dan berhentilah merokok. Bila kondisi cukup parah, Anda mungkin memerlukan pemasangan alat khusus agar saluran udara Anda tetap terbuka selama tidur.

Sesak napas malam hari dapat diatasi bila Anda mengetahui faktor penyebabnya dengan tepat. Konsultasikan pada dokter untuk menerima diagnosa serta upaya penyembuhan yang paling sesuai.

Jenis Obat Batuk Berdahak Beredar Bebas yang Boleh Dicoba

Apakah Anda salah satu orang yang menganggap bahwa batuk adalah suatu jenis penyakit dan mungkin akan seketika mencari cara untuk mengatasinya, seperti membeli obat batuk berdahak atau kering. Jika iya, ada beberapa hal yang perlu Anda catat.

Batuk pada dasarnya bukanlah sebuah penyakit, namun gejala atau tanda adanya gangguan kesehatan yang sedang Anda alami. Batuk dapat menjadi reaksi alami, seperti ketika Anda secara tidak sengaja menghirup benda asing masuk ke saluran pernapasan, seperti debu atau alergen lain.

Dikutip dari SehatQ.com, secara garis besar terdapat dua jenis batuk, yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Masing-masing jenis batuk ini, memerlukan cara penanganan dan obat yang berbeda. Perbedaan jelas mengenai batuk kering dan berdahak, dapat Anda simak di bawah ini:

  • Batuk berdahak

Seseorang yang menderita batuk berdahak biasanya disertai dengan lendir atau dahak. Sebenarnya, ketika tubuh memproduksi dahak atau lendir ini, proses ini merupakan respons alami tubuh. Ketika ada zat asing yang masuk ke saluran pernapasan Anda, dahak atau lender ini akan menangkap alergen atau zat tersebut.

Ketika Anda mengalami batuk berdahak, biasanya Anda memiliki keinginan untuk mengeluarkan dahak atau lendir tersebut dengan meludah.

Beberapa faktor penyebab batuk berdahak, yaitu pneumonia, bronkitis, common cold, dan infeksi saluran pernapasan atas.

  • Batuk kering

Berkebalikan dengan batuk berdahak, batuk kering cenderung tidak memproduksi lendir dan lebih sulit untuk dikendalikan. Batuk kering biasanya disertai dengan rasa gatal dan kondisi tenggorokan yang kering.

Seseorang yang mengalami batuk berdahak, mungkin akan mengalami batuk kering selepasnya dan akan bertahan selama beberapa hari atau bahkan minggu.

Penyebab batuk kering yang mesti diwaspadai, yaitu GERD, sinusitis, alergi, ISPA, dan asma.

Jenis obat batuk berdahak yang patut dicoba

Jika Anda mencari obat batuk berdahak yang mudah ditemui di apotek dan dijual bebas tanpa resep dokter, terdapat tiga jenis obat batuk berdahak yang perlu Anda kenali sebelum memutuskan untuk membelinya.

  • Obat batuk berdahak ekspektoran

Jenis obat batuk ekspektoran bekerja mengatasi batuk berdahak dengan mendorong dahak keluar dari saluran pernapasan yang disebut sebagai proses ekspektorasi. Jenis obat batuk berdahak ekspektoran juga dapat merangsang mukosa lambung, sehingga ia dapat menstimulasi sekresi kelenjar secara alami dan dapat mengeluarkan dahak yang tersumbat secara lebih mudah.

Efek samping yang perlu Anda waspadai dari obat batuk ekspektoran, yaitu menyebabkan kantuk, mual, muntah, hingga insifisiensi hati, ginjal dan paru, jika dikonsumsi melebihi dosis yang ditentukan.

  • Obat batuk berdahak mukolitik

Cara kerja obat batuk berdahak mukolitik adalah dengan mengencerkan lendir serta memecah benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum. Terdapat tiga sub-golongan obat batuk berdahak mukolitik, yaitu bromheksin, ambroksol, dan asetilsistein.

Golongan bromheksin biasanya diberikan pada pasien gawat darurat untuk mengeluarkan dahak. Golongan obat batuk berdahak ini tidak boleh dikonsumsi oleh pasien asam lambung. Golongan ambroksol memiliki cara kerja yang serupa dengan bromheksin. Sementara itu, asetilsistein dikemas dalam bentuk semprotan (nebulization) dan juga obat tetes hidung.

Efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain pilek, mual, muntah, hingga hemoptisis.

  • Obat batuk berdahak antitusif

Jenis obat batuk berdahak antitusif memiliki prinsip kerja menekan batuk. Dengan begitu, intensitas batuk Anda dapat dikurangi. Obat antitusif tidak dapat diberikan pada perokok pasif, pasien bronkitis kronis dan emfisema tanpa resep dokter.

Efek samping yang mungkin dialami, antara lain mual dan muntah, reaksi alergi, biang keringat, gatal, bengkak, sesak napas, bahkan sakit kepala.

Termasuk Penyakit Autoimun, Ini Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Penyakit autoimun merupakan kondisi yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh yang sehat. Di antara sejumlah penyakit autoimun, penyakit lupus merupakan salah satu jenis yang cukup umum ditemukan.

Penyakit lupus bisa menyebabkan peradangan dan mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, seperti paru-paru, ginjal, otak, sel darah, kulit, jantung, sampai persendian. Biasanya, gejala dari kondisi ini hampir serupa dengan penyakit lainnya, sehingga cukup sulit dideteksi.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami autoimun, termasuk lupus. Selain itu, belum ada perawatan yang bisa menyembuhkan pasien lupus secara total. Meski begitu, ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya.

Mengenal jenis-jenis penyakit lupus

Gejala lupus bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis lupus yang diderita. Biasanya, pihak rumah sakit membedakan lupus menjadi empat jenis, yaitu:

  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE adalah jenis penyakit lupus yang paling umum terjadi. Kondisi ini bisa mempengaruhi sistem organ tubuh yang berbeda-beda, meliputi ginjal, kulit, sendi, paru-paru, sistem saraf, dan jantung.

Setiap penderita SLE bisa saja merasakan gejala yang berbeda, mulai dari gejala ringan sampai berat. Saat gejala sedang memburuk, pasien akan dinyatakan berada dalam kondisi flare. Sebaliknya, periode saat gejala membaik disebut dengan remission.

  • Lupus Neonatal

Sesuai dengan namanya, lupus jenis ini menyerang bayi dalam kandungan yang ditularkan oleh sang ibu. Kondisi ini tergolong cukup langka dan terjadi apabila ibu hamil memiliki antibodi autoimun tertentu.

Setelah bayi dilahirkan, Anda bisa melihat gejala pada bayi yang terkena lupus neonatal. Beberapa gejalanya berupa ruam kulit, masalah hati, dan jumlah sel darah yang rendah. Dalam beberapa kasus, bayi juga bisa mengalami kelainan jantung.

  • Drug-Induced Lupus (DIL)

Penggunaan obat resep tertentu dapat menyebabkan DIL. Kemunculannya dipicu setelah penggunaan obat dalam jangka panjang. Kondisi DIL bisa muncul beberapa bulan setelah Anda memakai obat tersebut.

Gejala dari DIL serupa dengan gejala SLE. Tidak hanya itu, jenis penyakit lupus yang satu ini juga bisa menyebabkan radang selaput dada. Akan tetapi, kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu apabila Anda menghentikan penggunaan obat yang memicu kondisi tersebut.

  • Lupus Kulit

Sesuai namanya, lupus jenis ini biasanya menyerang bagian kulit. Gejala yang paling tampak adalah ruam pada kulit serta luka permanen pada jaringan parut.

Jenis lupus kulit terbagi atas tiga kategori, yaitu lupus kulit akut, lupus kulit subakut, dan lupus kulit kronis. Dalam beberapa kasus, lupus kulit akut seringkali disamakan dengan SLE karena gejalanya juga terjadi pada area tubuh lainnya. Sementara, lupus kulit subakut dan kronis hanya ditemukan pada kulit.

Perawatan pasien penyakit lupus di rumah

Penyakit lupus tidak pernah bisa benar-benar disembuhkan. Pengobatan dari dokter biasanya berperan untuk meringankan gejala. Selain dengan obat-obatan dokter, Anda juga bisa melakukan perawatan di rumah dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Melakukan olahraga secara rutin
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D berdasarkan anjuran dokter
  • Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa perlu takut terganggu oleh gejala dari penyakit lupus. Sebelum melakukan perawatan sendiri di rumah, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Operasi Mohs dan Alternatif Lain Mengatasi Kanker Kulit

Kanker merupakan sebuah tumor ganas yang menyerang dan merusak jaringan di sekitar pusat masalah. Kanker hampir dapat muncul di mana saja, termasuk di kulit. Kulit yang terserang kanker dapat diatasi dengan beragam metode atau teknik pengobatan, mulai dari operasi mohs sampai operasi laser.

Kanker kulit biasanya dapat dideteksi melalui gejala yang timbul dan terlihat dari perubahan tampilan kulit, seperti munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal.

Daerah paling umum terjadinya kanker kulit adalah yang kerap terpapar sinar matahari secara langsung, seperti wajah, lengan, atau tungkai. Oleh karenanya, seseorang yang aktif berkegiatan di luar ruang dianjurkan melakukan berbagai upaya pencegahan.

 Berdasarkan jenisnya, kanker kulit dibedakan menjadi karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Masing-masing jenis memiliki karakter sendiri-sendiri. Termasuk cara pengobatannya, masing-masing di antaranya harus ditangani secara berbeda.

Berikut ini beberapa metode medis untuk mengatasi kanker kulit yang sudah umum dilakukan:

  • Krioterapi

Metode yang juga disebut cryosurgery ini bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker menggunakan suhu dingin ekstrem. Prosedur ini menggunakan nitrogen cair untuk mematikan sel kanker. Caranya adalah dengan penyemprotan pada kulit yang terkena kanker.

Nantinya, kulit akan membeku dab sel kanker di dalamnya bakal hancur dan terurai. Sayangnya, metode ini juga akan membuat kulit pasien mengalami luka lepuh. Selain itu, kemungkinan sel kanker tumbuh lagi masih ada. Pasien perlu kembali melakukan kontrol untuk memastikan kondisinya.

  • Kuretase dan Elektrodesikasi

Kuretase adalah prosedur menghilangkan tumor menggunakan kuret, yakni alat medis berbentuk tongkat logam dengan ujung melingkar. Guna mencegah rasa sakit, dokter pertama-tama akan memberikan bius lokal terlebih dulu.

Prosedur ini selalu diikuti dengan elektrodesikasi atau pemasangan jarum elektroda pada kulit di sekitar area yang dikuret. Panas dari jarum elektroda akan menghilangkan sisa sel kanker dan menghentikan darah yang mengalir.

Kuretase dan elektrodesikasi cukup efektif untuk mengatasi kanker yang tidak terlalu dalam. Namun, pasien mungkin harus mengulangi prosedur ini beberapa kali hingga seluruh sel kanker hilang. Kurangnya prosedur ini adalah menyisakan bekas luka.

  • Pengikisan

Seperti namanya, prosedur ini dijalankan dengan mengikis tumor dan sedikit jaringan kulit di sekitarnya dengan pisau bedah. Kekurangan dari prosedur ini adalah, jika tumor terjadi di tempat-tempat yang sulit seperti kepala, telinga, dan jari-jari.

Setelah operasi selesai, jaringan kanker kulit yang telah diangkat akan dipelajari di laboratorium. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sel kanker telah hilang.

  • Operasi Mohs

Prosedur ini dinilai amat ampuh untuk mengatasi kanker kulit jenis karsinoma sel basal dan skuamokosa. Meski begitu, beberapa jenis melanoma juga dapat diatasi dengan metode ini.

Mungkin prosedur ini tak jauh berbeda dengan teknik pengikisan. Namun, operasi mohs hanya mengangkat lapisan tipis dari kulit yang terserang kanker. Pun metode ini dikhususkan untuk mengatasi kanker kulit yang menyerang area sensitif seperti mata, telinga, hidung, atau alat kelamin.

Dibutuhkan analisis mikroskopis untuk memeriksa sel-sel jaringan yang diangkat saat operasi berlangsung. Kelebihan prosedur ini adalah dapat mengurangi kemungkinan dibutuhkannya perawatan lanjutan atau operasi tambahan di masa mendatang.

  • Operasi Laser

Sinar laser dinilai lebih akurat untuk mengangkat jaringan kulit yang terserang kanker, dibandingkan pisau. Panas dari laser akan menghancurkan sel-sel abnormal sehingga jaringan kanker terurai. Dokter kemudian akan membersihkan jaringan yang terurai dengan kain kasa basah.

Keuntungan prosedur laser ini dapat mengurangi risiko pendarahan, nyeri, dan pembentukan bekas luka. Jika kulit mengalami perdarahan, laser dapat digunakan untuk menutup luka dan menghentikan darah yang mengalir.

***

Itulah beberapa prosedur mengatasi kanker kulit yang dimiliki khazanah kedokteran hingga saat ini. Adapun mana yang paling efektif dalam penyembuhan, mungkin kembali ke kondisi pasien masing-masing.

Akan tetapi, operasi mohs mungkin akan menempati urutan pertama dalam rekomendasi yang diberikan oleh petugas medis jika kanker kulit yang dialami pasien cenderung jenis yang umum dan belum masuk stadium lanjut.

Begini Cara Mengatasi Mata Merah Secara Efektif

Pernahkah Anda memperhatikan kondisi mata Anda yang tiba-tiba memerah? Kondisi mata merah umumnya disebabkan oleh mata kering.

Mata kering adalah kondisi yang mana seseorang tidak memiliki produksi air mata yang cukup untuk membasahi area mata. Dalam kondisi normal, mengedipkan mata merupakan proses untuk mendistribusikan air mata ke seluruh permukaan mata (kornea). Nantinya, air mata ini akan melumasi dan membersihkan mata dari risiko infeksi atau benda asing, serta menyediakan lapisan mulus pada kornea, sehingga kemampuan penglihatan Anda menjadi lebih optimal.

Dari sekian banyak air mata yang dialirkan pada permukaan mata, terdapat sisa air mata yang mengalir melalui saluran di ujung hidung yang akan mengarah pada hidung bagian belakang. Kondisi mata kering terjadi ketika produksi air mata maupun proses mengalirkan air mata menuju hidung tadi terhambat.

Apa yang menyebabkan mata kering?

Secara umum, kondisi air mata, baik jumlah atau kualitas, dapat memicu kondisi mata kering.

  • Kualitas air mata yang tidak baik

Air mata itu sendiri terbentuk atas lapisan minyak, air, dan juga lendir. Masing-masing unsur tersebut berpengaruh dalam menjaga kelembaban permukaan mata. Peran lapisan minyak ini adalah sebagai pelindung agar penguapan lapisan air dapat dicegah. Sementara itu, lapisan lendir berguna dalam menyalurkan air mata ke seluruh bagian kornea mata. Apabila keseluruhan unsur tersebut bekerja tidak seimbang, maka kondisi ini berisiko menyebabkan mata kering.

  • Jumlah air mata yang tidak memenuhi kebutuhan

Perlu Anda tahu, bahwa produksi air mata manusia akan menurun, seiring dengan seseorang bertambah usia. Selain itu, faktor lain seperti penyakit tertentu dan efek samping obat, juga dapat berpengaruh pada jumlah produksi air mata.

Contoh penyakit yang dapat mengurangi produksi air mata, antara lain gangguan tiroid, diabetes, rheumatoid arthritis, dan radang kelopak mata. Sedangkan, beberapa obat yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsinya, adalah obat alergi, tekanan darah tinggi, dan dekongestan. Terdapat pula faktor lain yang mempengaruhi produksi air mata ini, yaitu paparan angin dan cuaca kering. Faktor lingkungan tersebut dapat meningkatkan proses penguapan air mata.

Bagaimana cara mengatasi mata merah akibat mata kering secara efektif?

Mengatasi mata merah akibat kondisi mata kering, dapat Anda lakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Meningkatkan produksi air mata dengan mengonsumsi obat tertentu yang memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi air mata tersebut. Selain itu, mengonsumsi asam lemak Omega-3 juga mendorong produksi air mata.
  • Menambah air mata yang dapat dilakukan dengan menggunakan obat air mata artifisial yang banyak beredar di pasaran. Obat tetes mata ini hanya dapat digunakan seperlunya dan dapat pula dijadikan suplemen untuk memproduksi ASI.
  • Melakukan penghambatan pada aliran air mata. Dengan cara ini, air mata akan lebih lama tertahan di atas mata dan mengurangi risiko mata kering. Jika Anda memilih cara ini, Anda membutuhkan alat sumbat tertentu, seperti gel atau silikon yang akan digunakan untuk menghambat saluran air mata. Di samping itu, cara ini juga membutuhkan prosedur operasi untuk mengangkat saluran pembuangan air mata.

Pemeriksaan Kesehatan Mandiri untuk Hindari Kanker Testis

Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis, bagian dari organ reproduksi pria. Meskipun jenis kanker ini tergolong jarang ada di Indonesia hanya 15 ribu kasus per tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kejadiannya terus meningkat dalam dekade terakhir. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan untuk remaja pria pun sangat dibutuhkan.

Cara melakukan pemeriksaan kesehatan untuk antisipasi kanker testis

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keberhasilan pengobatan juga tergantung pada tahap kanker itu sendiri saat diagnosis dilakukan. Semakin cepat diperiksa, makan semakin baik juga. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan dini sangat penting, mengingat kanker testis juga ditemukan pada remaja pria, deteksi mandiri bisa dilakukan mulai dari usia belasan tahun. Berikut caranya:

  1. Testis ditampung dengan satu atau dua tangan
  2. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar, bisa dilakukan dengan ibu jari atau jari lain
  3. Secara normal, testis berbentuk oval, kenyal, memiliki permukaan yang rata, memiliki batas tegas. Ukuran keduanya bisa tidak sama besar.
  4. Dalam kondisi normal, perabaan tidak akan menimbulkan rasa sakit, tidak juga didapati massa lain atau perabaan yang keras.

Risiko terkena kanker testis meningkat pada orang yang testisnya tidak turun ke kantong zakar atau skrotum, keturunan penderita kanker testis, terpapar radiasi saat dalam kandungan, dan pernah terkena peradangan akibat gondongan.

Penyakit ini umumnya ditandai dengan benjolan di testis atau memar, dan rasa sakit di skrotum. Gejala lain yaitu bisa berupa benjolan tanpa rasa sakit. Hal tersebut bisa menjadi penanda tumor masih sebesar kacang polong. Namun, bisa tumbuh jauh lebih besar. Jika tidak diobati, lama kelamaan akan timbul rasa sakit pada skrotum. Satu testis akan terasa lebih berat dan menjadi lebih besar dibanding lainnya.

Kondisi ini umumnya ditemukan pada laki-laki dengan rentan usia 25-34 tahun. Meskipun angka kematian meningkat, seiring bertambahnya angka insiden, angka kesembuhan juga meningkat secara signifikan karena dampak membaiknya Teknik diagnosis seperti pemeriksaan tumor, tindakan bedah, dan kemoterapi.

Waspada Infeksi Jamur Pada Kulit

Infeksi jamur dapat menginfeksi bagian mana pun pada kulit tubuh Anda. Gejala-gejala yang mungkin muncul pun berbeda-beda dari satu tipe infeksi dengan tipe lainnya. Proses penyebaran infeksi jamur juga berbeda-beda, seperti penyebaran antarmanusia, penyebaran dari hewan ke manusia maupun penyebaran dari lingkungan sekitar ke manusia.

Namun, perlu Anda tahu bahwa dalam tubuh manusia telah terdapat jamur yang mana ketika pertumbuhan dari jamuran tersebut terjadi secara berlebih, maka akan menimbulkan gangguan pada kulit. Di samping itu, terdapat pula jamur yang berasal dari luar tubuh yang dapat memicu infeksi pada manusia.

Jenis jamur apa saja yang dapat menyerang kulit manusia?

Infeksi jamur yang terjadi pada kulit manusia menyebabkan perubahan warna, tekstur kulit, dan juga menimbulkan rasa gatal. Di bawah ini, terdapat beberapa jenis infeksi jamur yang umumnya terjadi pada kulit manusia:

  • Infeksi jamur yang terjadi pada vagina (candidiasis).

Infeksi jamur ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang dapat timbul pada rongga mulut dan juga menjadi salah satu penyebab sariawan. Gejala yang umumnya sering muncul, antara lain rasa gatal, pembengkakan, kulit berubah menjadi kemerahan, dan rasa perih pada sekitar area vagina. Selain itu, seringkali terdapat rasa panas ketika buang air kecil dan ketika melakukan hubungan seksual.

  • Tinea pedis atau kutu air (Athlete’s foot)

Infeksi ini seringkali dialami oleh atlet maupun orang yang gemar berolahraga. Infeksi ini dipicu oleh penggunaan kaos kaki dan sepatu yang lembab karena produksi keringat. Gejala yang umumnya muncul, yaitu terdapat benjolan berisi cairan, tekstur kulit yang menjadi lebih lunak, rasa gatal dan manis di sekitar daerah yang terinfeksi.

  • Infeksi jamur di pangkal paha (tinea cruris/jock’s itch)

Area pangkal paha menjadi tempat yang kerap kali lembab dan rawan sebagai area pertumbuhan jamur. Gejala yang perlu diwaspadai dari infeksi jamur ini, yaitu ruam berwarna merah berbentuk lingkaran dengan tepi yang sedikit menonjol. Gejala ini juga sering disertai dengan rasa gatal dan panas.