Apa Itu Retrograde Ejaculation?


Retrograde Ejaculation

Retrograde Ejaculation

Retrograde ejaculation merupakan kondisi dimana air mani tidak keluar melalui penis saat orgasme, namun masuk ke kandungan kemih. Meskipun mencapai klimaks seksual, jumlah air mani yang keluar sedikit atau tidak sama sekali ketika ejakulasi berlangsung.

Retrograde ejaculation juga disebut sebagai orgasme kering. Retrograde ejaculation tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Kondisi tersebut bisa saja terjadi tanpa disadari. Pada umumnya, pria dewasa dapat menghasilkan antara 1,5 hingga 7,6 mL air mani, atau setara dengan setengah hingga satu sendok teh.

Walaupun tidak berbahaya bagi tubuh, retrograde ejaculation dapat menimbulkan masalah kesuburan pada pria. Pria yang mengalami retrograde ejaculation akan sulit untuk membuat pasangannya hamil. Jika seseorang mengalami retrograde ejaculation, mereka dapat mengikuti terapi kesuburan.

Gejala

Seseorang yang mengalami retrograde ejaculation akan menunjukkan gejala berikut:

  • Tidak mengeluarkan air mani atau mengeluarkan air mani dalam jumlah yang sedikit ketika mencapai orgasme.
  • Air kemih yang tampak lebih keruh setelah orgasme.
  • Kurangnya kesuburan (infertilitas).

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang mengalami retrograde ejaculation:

  • Otot

Pria memiliki otot pada muara kandung kemih dimana bagian tersebut dapat berkontraksi dan mencegah air mani ke kandung kemih. Otot tersebut juga dapat mencegah air kemih supaya tidak mengompol.

Retrograde ejaculation bisa menyebabkan otot tersebut tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat air mani naik ke kandung kemih ketika seseorang melakukan ejakulasi. Masalah tersebut juga menyebabkan jumlah air mani keluar dalam jumlah yang sedikit atau tidak sama sekali.

  • Kerusakan saraf

Kerusakan saraf juga berpotensi memicu retrograde ejaculation. Kerusakan saraf dipengaruhi oleh penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit Parkinson.

  • Pembedahan

Pembedahan prostat dan kandung kemih merupakan prosedur medis yang lebih sering menyebabkan retrograde ejaculation. Selain itu, pembedahan kanker testis, kanker kolon, kanker rektum, dan operasi tulang belakang bagian bawah juga bisa menyebabkan kondisi yang sama.

  • Obat-obatan

Obat-obatan dapat menimbulkan berbagai efek samping pada tubuh, termasuk retrograde ejaculation. Contoh obat-obatan yang dapat menyebabkan retrograde ejaculation adalah obat pembesaran prostat, obat penurun tekanan darah tinggi, dan obat untuk mencegah depresi.

Jika Anda Mengalami Retrograde Ejaculation

Jika Anda mengalami retrograde ejaculation, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat retrograde ejaculation.
  • Daftar obat yang Anda gunakan (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi di area alat kelamin pasien baik atau tidak.

  • Tes urine

Tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah Anda mengalami retrograde ejaculation atau tidak. Tes urine dilakukan dengan mengosongkan kandung kemih.

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pasien penderita retrograde ejaculation obat-obatan yang diresepkan dokter seperti imipramine, midodrine, efedrin, brompheniramine, dan fenilefrin. Pengobatan gangguan saraf juga dapat diberikan jika retrograde ejaculation disebabkan oleh kondisi lain seperti diabetes.

Terapi kesuburan dapat dilakukan jika pasien mengalami masalah pada kesuburan di area alat kelamin.

Kesimpulan

Retrograde ejaculation merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat mengurangi kesuburan pria dan tidak dapat membuat pasangannya hamil. Untuk mengatasi retrograde ejaculation, Anda dapat mencoba cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang retrograde ejaculation.

Mengenal Cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL) dan Cara Mencegahnya

Mengenal Cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL) dan Cara Mencegahnya

Posterior cruciate ligament (PCL) adalah ligamen terkuat pada sendi lutut Anda. Cedera posterior cruciate ligament (PCL) bisa terjadi apabila terjadi ketegangan, keseleo, atau robekan pada ligamen akibat kesalahan saat melakukan aktivitas fisik. 

Ligamen merupakan pita jaringan yang tebal dan kuat. Ligamen ini memiliki fungsi untuk menghubungkan satu tulang ke tulang lainnya. PCL terbentang sepanjang bagian belakang sendi lutut, dari bagian bawah tulang paha ke bagian atas tulang kaki bagian bawah. 

Penyebab dan gejala cedera posterior cruciate ligament (PCL)

Pada dasarnya, penyebab utama cedera posterior cruciate ligament (PCL) adalah trauma parah pada sendi lutut. Seringkali, cedera ini tidak hanya terkena ke PCL, tetapi juga mempengaruhi ligamen lain di sekitar sendi lutut. 

Cedera PCL juga bisa terjadi karena adanya pukulan pada lutut saat lutut dilipat atau ditekuk. Termasuk ketika Anda berolahraga atau terkena kecelakaan mobil. 

Intinya, segala jenis trauma pada sendi lutut, baik itu trauma parah maupun ringan, sama-sama bisa menyebabkan cedera PCL. Kondisi cedera PCL lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang sering melakukan olahraga ataupun pernah mengalami kecelakaan mobil.

Ketika Anda menderita cedera PCL, Anda akan merasakan beberapa gejala umum berupa: 

  • Nyeri lutut, khususnya di bagian belakang lutut
  • Kekakuan pada sendi lutut
  • Kesulitan berjalan
  • Ketidakstabilan di sendi lutut
  • Pembengkakan pada lutut

Menghindari cedera posterior cruciate ligament (PCL)

Sebenarnya, sulit untuk mencegah cedera posterior cruciate ligament (PCL). Karena, hal ini seringkali terjadi saat kecelakaan, baik itu kecelakaan mobil maupun kecelakaan saat berolahraga. Tentunya, Anda tidak bisa memprediksi kecelakaan yang akan terjadi pada diri Anda sendiri.

Akan tetapi, bukan berarti kondisi ini tidak bisa dihindari sama sekali. Anda tetap bisa menerapkan beberapa upaya pencegahan untuk mengurangi risiko cedera PCL. Upaya tersebut meliputi:

  • Menggunakan teknik keselarasan yang tepat ketika melakukan aktivitas fisik, termasuk berjalan kaki
  • Olahraga untuk memperkuat otot bagian atas dan bawah untuk menstabilkan sendi
  • Berhati-hati saat berolahraga, khususnya olahraga yang rentan cedera, seperti sepak bola dan tenis
  • Melakukan peregangan secara teratur untuk mempertahankan rentang gerak yang baik pada persendian

Lakukan cara-cara di atas sebagai upaya pencegahan, supaya Anda bisa menurunkan risiko cedera PCL. 

Upaya mengobati cedera posterior cruciate ligament (PCL) di rumah

Pengobatan untuk cedera PCL biasanya akan ditentukan oleh dokter, tergantung tingkat keparahan dan kondisi pada masing-masing pasien. Upaya pengobatan umumnya meliputi terapi fisik, penggunaan obat-obatan, serta operasi pada kasus yang cukup parah. 

Selain melakukan metode pengobatan dari dokter, Anda juga bisa mendukung proses penyembuhan dengan melakukan upaya perawatan sendiri di rumah. Berikut ini perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk cedera posterior cruciate ligament (PCL):

  • Istirahat yang cukup

Ligamen yang mengalami kerusakan memerlukan waktu untuk bisa pulih. Selama proses pemulihan, jangan melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Tubuh Anda memerlukan istirahat yang cukup untuk bisa mendukung penyembuhan. 

  • Melindungi area yang cedera

Sebaiknya, lindugi area lutut yang terkena cedera PCL. Misalnya dengan menggunakan kruk untuk berjalan, supaya kaki yang cedera tidak perlu digunakan dulu untuk sementara waktu. 

  • Kompres es

Kompres sendi lutut yang mengalami cedera dengan es selama 20-30 menit. Lakukan setiap 3-4 jam sekali selama kurang lebih 2-3 hari. Lakukan upaya di atas untuk mendukung penyembuhan cedera posterior cruciate ligament (PCL) yang lebih maksimal. Ikuti anjuran dari dokter mengenai langkah-langkah lain yang perlu Anda lakukan di rumah.

Transient Ischaemic Attack

Transient Ischaemic Attack

Transient Ischaemic Attack (TIA) merupakan penyakit stroke yang terjadi dalam waktu yang singkat. Kondisi tersebut dapat terjadi selama beberapa menit. Kondisi tersebut terjadi karena penyumbatan suplai darah ke otak.

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan penyumbatan suplai darah ke otak, yakni aterosklerosis (timbunan lemak di pembuluh darah) dan trombosis (pembekuan darah).

Aliran darah yang tersumbat akan mengurangi oksigen dan nutrisi otak. Karena kondisi tersebut, sel-sel otak mati dan menyebabkan stroke ringan.

Pada umumnya, seseorang yang mengalami TIA tidak mengalami kerusakan permanen. Namun, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko stroke. Stroke ringan bisa menjadi sebagai peringatan bahwa manusia perlu memperhatikan kondisi jantung setiap saat.

Gejala

TIA bisa terjadi secara tiba-tiba. Seseorang yang mengalami TIA akan mengalami gejala awal seperti stroke berupa:

  • Sakit kepala berat.
  • Pusing.
  • Kesulitan dalam berbicara dan memahami perkataan orang lain.
  • Kebutaan (baik pada salah satu maupun kedua mata).
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Lemas, mati rasa, atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh.

Gejala utama TIA ditentukan oleh FAST (Fast-Arms-Speech-Time). Berikut adalah penjelasan tentang FAST:

  • Face

Salah satu cara untuk mengetahui bahwa seseorang mengalami TIA adalah wajahnya menurun sebelah.

  • Arms

Cara lain untuk mengetahui TIA adalah orang tersebut tidak dapat mengangkat atau menahan dengan kedua tangan karena lemah atau mati rasa pada salah satu sisi.

  • Speech

TIA menyebabkan seseorang kesulitan berbicara atau tidak bisa berbicara sama sekali.

  • Time

Seseorang yang mengalami gejala stroke perlu bertemu dengan dokter secepatnya.

Penyebab

TIA disebabkan oleh penyumbatan pada salah satu pembuluh darah ke otak. Penyumbatan tersebut bisa disebabkan oleh gumpalan darah, lemak, atau gelembung udara pada pembuluh darah.

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko TIA:

  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Obesitas.
  • Merokok.
  • Mengkonsumsi alkohol.
  • Fibrilasi atrium (detak jantung yang bergerak secara tidak teratur).

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami Transient Ischaemic Attack, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan Transient Ischaemic Attack.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat Transient Ischaemic Attack.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Seberapa parah gejala tersebut Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa kondisi tubuh pasien, untuk mengetahui apakah pasien mengalami masalah lain seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

  • CT scan dan X-ray

CT scan dan X-ray dilakukan untuk menunjukkan kondisi otak secara mendetail.

  • MRA

MRA (magnetic resonance angiography) dilakukan untuk mengevaluasi pembuluh darah pada otak dan leher.

  • Ekokardiografi

Ekokardiografi dilakukan untuk mengetahui struktur jantung pasien.

Pengobatan

Berikut adalah cara-cara untuk mengobati Transient Ischaemic Attack:

  • Obat-obatan

Contoh obat-obatan yang dapat digunakan pasien adalah obat penurun kolesterol dan obat penurun tekanan darah.

  • Prosedur medis

Prosedur medis yang dapat dilakukan pasien adalah angioplasti dan endarterektomi karotid. Angioplasti dilakukan dengan melebarkan pembuluh darah yang tersumbat. 

Endarterektomi karotid perlu dilakukan jika arteri leher (karotid) pasien menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya timbunan lemak. Endarterektomi karotid dilakukan dengan mengangkat plak aterosklerotik.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah TIA:

  • Jangan merokok.
  • Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi secara berlebihan.
  • Batasi penggunaan garam.
  • Berolahraga secara teratur.

Kesimpulan

Transient Ischaemic Attack merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya kemungkinan untuk mengalami stroke. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang Transient Ischaemic Attack, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Gejala dan Penyebab Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang juga dikenal dengan sebutan “tension headache” merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dijumpai. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang ringan, sedang, dan bahkan intens di belakang mata atau di dalam kepala dan leher. 

Beberapa orang bahkan beranggapan bahwa sakit kepala tegang terasa seperti adanya ikatan tali yang kencang di sekitar dahi. 

Kebanyakan orang yang mengalami sakit kepala tegang memiliki beberapa episode sakit kepala, dalam arti kondisi ini dapat terjadi rata-rata satu atau dua kali per bulannya. Akan tetapi, sakit kepala tegang juga dapat bersifat kronis. 

Sakit kepala kronis mempengaruhi sekitar 3 persen dari populasi Amerika Serikat, termasuk sakit kepala yang bertahan selama lebih dari 15 hari per bulannya. Wanita memiliki risiko lebih tinggi menderita sakit kepala tegang dibandingkan dengan pria. 

Penyebab dan gejala

Sakit kepala tegang disebabkan karena kontraksi otot di daerah kepala dan leher. Kontraksi jenis ini biasanya disebabkan karena makanan, aktivitas, ataupun stres.

Beberapa orang akan menderita sakit kepala tegang setelah melihat layar komputer dalam waktu lama atau setelah mengemudi dalam waktu lama. 

Suhu udara yang dingin juga dapat menjadi pemicu terjadinya sakit kepala tegang. Beberapa pemicu lain di antaranya adalah lupa makan, kurang tidur, berkurangnya asupan air, stres emosi, postur tubuh yang buruk, kafein, infeksi sinus, demam atau flu, merokok, kelelahan, mata kering, ketegangan mata, dan alkohol. 

Gejala sakit kepala tegang di antaranya adalah nyeri di kepala, adanya ketegangan di sekitar dahi, dan nyeri saat ditekan di daerah sekitar tengkorak dan dahi. Rasa nyeri tersebut biasanya bersifat ringan atau sedang, namun juga dapat berubah menjadi intens. 

Dalam kasus ini, ada kemungkinan Anda mengeri sakit kepala tegang sebagai migraine (jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri parah di salah satu sisi atau kedua sisi kepala Anda). 

Namun, sakit kepala tegang tidak menyebabkan semua gejala sakit migraine, seperti mual dan muntah. Pada kondisi yang langka dan jarang dijumpai, sakit kepala tegang dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara yang keras, mirip dengan migraine. 

Dalam kasus yang parah, penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes guna memastikan kondisi Anda tidak disebabkan karena tumor otak. 

Tes yang digunakan untuk memeriksa kondisi lain di antaranya adalah CT scan, yang mana menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar organ tubuh bagian dalam. Dokter juga dapat melakukan MRI untuk memeriksa jaringan lunak. 

Perawatan rumahan atau home care

Untuk mengatasi sakit kepala tegang, Anda bisa memulainya dengan minum lebih banyak air. Ini disebabkan karena ada kemungkinan Anda dehidrasi dan membutuhkan asupan air yang lebih banyak. 

Selain itu, pertimbangkan seberapa banyak Anda mendapatkan tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan sakit kepala tegang, dan pastikan Anda tidak lupa makan, karena kurang makan dapat memicu terjadinya sakit kepala. 

Apabila strategi tersebut di atas tidak efektif dalam mengatasi sakit kepala tegang, Anda bisa beralih menggunakan obat-obatan over-the-counter atau OTC seperti ibuprofen dan aspirin. 

Akan tetapi, Anda hanya boleh menggunakan obat tersebut sesekali saja. Karena menggunakan obat OTC secara berlebih malah dapat menyebabkan “rebound headache”, jenis sakit kepala yang terjadi akibat Anda terlalu sering dan telah terbiasa mengonsumsi obat sehingga Anda mengalami rasa nyeri atau sakit kepala saat kemanjuran obat tersebut mulai hilang dalam sistem tubuh Anda. 

Penyakit Jantung Asianotik pada Bayi Baru Lahir

Penyakit Jantung Asianotik pada Bayi Baru Lahir

Penyakit jantung asianotik merupakan penyakit yang terjadi sejak lahir. Penyakit tersebut berdampak pada dinding atrium atau ventrikel jantung, katup jantung, dan pembuluh-pembuluh darah yang besar. Meskipun dapat menghambat bagian tersebut, penyakit jantung asianotik tidak menghambat jumlah darah atau oksigen yang dialirkan di dalam tubuh.

Gejala

Seseorang yang mengalami penyakit jantung asianotik dapat menunjukkan gejala berikut:

  • Mudah merasa lelah.
  • Pucat.
  • Berkeringat dalam jumlah yang berlebihan.
  • Tubuh membiru (pada beberapa bagian dan jarang terjadi).
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.
  • Bernafas dengan cepat.
  • Sesak nafas.
  • Infeksi paru-paru yang terjadi secara berulang kali.

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang mengalami penyakit jantung asianotik:

  • Cacat septum ventrikel (VSD)

Cacat septum ventrikel merupakan kondisi yang paling umum terjadi dimana hal tersebut ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan bagian bawah jantung.

  • Cacat septum atrium (ASD)

Cacat septum atrium merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan bagian atas jantung.

  • Duktus arteriosus paten (PDA)

Duktus arteriosus paten merupakan kondisi dimana duktus arteriosus (pembuluh darah janin) membuka ketika bayi mulai bernafas.

  • Koarktasio aorta

Koarktasio aorta merupakan kondisi yang terjadi karena adanya penyempitan beberapa pembuluh darah besar (aorta). Hal tersebut membuat jantung memompa lebih keras sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan komplikasi lain.

  • Stenosis katup paru

Stenosis katup paru merupakan kondisi yang terjadi karena adanya penyempitan katup jantung pada bagian kanan bawah jantung dan pembuluh darah arteri pada paru-paru.

Faktor Risiko

Sebagian orang bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung asianotik jika mereka memiliki kondisi berikut:

  • Faktor genetik

Seseorang yang pernah menderita penyakit jantung asianotik bisa menurunkan kondisi tersebut ke anaknya.

  • Rubella

Campak atau rubella selama masa kehamilan dapat berdampak pada kondisi bayi.

  • Diabetes

Jika manusia tidak dapat mengatasi diabetes gestasional dengan baik, mereka juga bisa lebih mudah berisiko terhadap penyakit jantung asianotik.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung asianotik bagi ibu hamil.

  • Merokok

Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut pada bayinya.

  • Alkohol

Alkohol merupakan faktor lain yang perlu diwaspadai ibu hamil, karena dapat memicu risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung asianotik.

Komplikasi

Berikut adalah komplikasi yang bisa dialami penderita penyakit jantung asianotik:

  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Infeksi di bagian jantung.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda merasa bahwa Anda mengalami penyakit jantung asianotik, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena kondisi tersebut.
  • Daftar riwayat medis (baik dari Anda maupun keluarga Anda).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apa yang menyebabkan Anda mengalami kondisi tersebut?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis. Contoh diagnosis terhadap penyakit jantung asianotik adalah X-ray, MRI, dan ECG.

Pengobatan

Berikut adalah cara untuk mengobati penyakit jantung asianotik:

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan setelah bayi lahir, namun dalam keadaan yang sangat parah. Dokter mungkin akan menunda operasi tersebut, namun tergantung pada kondisi yang dialami pasien.

  • Obat

Dokter juga dapat memberikan pengobatan seperti diuretik kepada pasien yang mengalami penyakit jantung asianotik.

Kesimpulan

Penyakit jantung asianotik merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Penyakit tersebut bisa terjadi pada kelompok tertentu. Untuk mengatasi penyakit tersebut, Anda dapat mencoba hal-hal yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit jantung asianotik, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mengenal Tetrodotoxin, Rahasia Di Balik Keracunan Ikan Buntal

Ikan buntal merupakan salah satu hidangan unik dan menantang yang banyak menjadi favorit masyarakat Jepang. Meskipun memiliki rasa lezat, ikan ini memiliki risikonya sendiri, terutama apabila diolah dengan tidak tepat. Keracunan ikan buntal dapat menyebabkan kematian. Racun yang ditemukan di dalam ikan buntal disebut dengan nama tetrodotoxin. Ini adalah salah satu racun paling mematikan yang dapat ditemukan di alam. Mengingat banyak orang mulai gemar mengonsumsi ikan buntal, seorang koki harus benar-benar terlatih dalam menyajikan ini, mengingat salah penyajian dapat membahayakan nyama mereka yang mengonsumsinya. 

Gejala dan perawatan

Apabila seseorang keracunan ikan buntal, gejala akan muncul sekitar 10 hingga 45 menit setelah mengonsumsi racun ikan buntal tersebut. Gejala awal biasanya adalah mati rasa, kesemutan di sekitar mulut, keluar air liur, mual, dan muntah. Gejala yang dirasakan juga dapat berubah menjadi semakin parah, menyebabkan kelumpuhan, hilangnya kesadaran, kegagalan pernapasan, dan bahkan kematian. 

Perawatan pertama yang harus dilakukan saat seseorang keracunan ikan buntal adalah dengan memaksa penderita muntah apabila orang tersebut sadar dalam waktu 3 jam sejak ikan buntal dikonsumsi. Penderita dapat lumpuh, dengan pernapasan bantuan dapat menjaga penderita keracunan untuk tetap hidup hingga tenaga medis dan layanan kegawatdaruratan dari rumah sakit diberikan. Jika penderita keracunan ikan buntal muntah, tempatkan ia untuk berbaring di sisinya. 

Apa itu tetrodotoxin dan mengapa sangat berbahaya?

Tetrodotoxin ditemukan pada beberapa organ tubuh ikan buntal, termasuk ovarium dan hati. Neurotoxin yang sangat kuat ini, dalam bentuk yang murni, dapat membunuh orang dewasa hanya dalam dosis 2 miligram saja. Tetrodoxin jauh lebih beracun dan mematikan jika dibandingkan dengan arsenic dan sianida. Di dalam tubuh, tetrodotoxin akan menghambat saluran sodium yang membiarkan saraf untuk bekerja. Keracunan ikan buntal dapat membunuh seseorang karena tetrodotoxin dapat membuat saraf tidak lagi memicu pergerakan otot yang memberikan kontrol terhadap fungsi tubuh penting, seperti bernapas, sehingga seseorang yang keracunan ikan buntal tidak dapat bernapas. Racun dalam ikan buntal juga dapat menyebabkan kegagalan jantung. Tidak ada antidote untuk tetrodotoxin saat ini, dan perawatan pertama yang harus dilakukan saat seseorang keracunan ikan buntal adalah dengan memberikan pernapasan buatan hingga tubuh mengeluarkan racun secara alami. Untungnya, perawatan ini, apabila dilakukan dengan cepat, terbukti sangat berhasil, dengan banyak orang berhasil sembuh total dari keracunan ikan buntal. 

Racun sesungguhnya tidak diproduksi oleh ikan buntal itu sendiri, melainkan tetrodotoxin adalah produk dari bakteri lingkungan yang menumpuk di dalam tubuh ikan. Ikan buntal bukan satu-satunya spesies yang menyimpan tetrodotoxin dengan cara ini. Ada bukti bahwa makanan laut yang telah terkontaminasi tetrodotoxin telah menyebar hingga pesisir selatan Inggris. Dalam kasus ini, ikan yang terlibat bukanlah ikan buntal. Alih-alih tetrodotoxin terdeteksi pada moluska, seperti tiram pasifik, tiram asli, remis, dan kerang keras. 

Memberikan edukasi atau pendidikan terhadap orang-orang akan bahaya keracunan ikan buntal merupakan aspek yang sangat penting dalam pencegahan keracunan. “Screening” atau pemantauan lebih ketat juga dapat membantu menghentikan makanan yang terkontaminasi tetrodotoxin untuk terjual bebas di pasaran. Namun, mungkin ada beberapa cara dalam mengurangi level racun. Untuk mollusca, hal ini mungkin bukan sebuah perkara yang mudah, namun ada cara dalam membersihkan ikan buntal dari laut Mediterania (tempat di mana ikan tersebut banyak ditemukan), sehingga mengurangi risiko keracunan ikan buntal di daerah tersebut.

Waspadai Gejala-gejala Kernikterus dari Dini

Waspadai Gejala-gejala Kernikterus dari Dini

Penyakit kuning pada bayi-bayi baru lahir menjadi hal yang banyak ditemukan pada bayi-bayi asia. Penyebab dari penyakit ini karena tingkat bilirubin yang tinggi karena berat badan yang berlebih, kelahiran prematur, ataupun perbedaan golongan darah dengan sang ibu. Sebagian masyarakat masih menganggap remeh kondisi penyakit kuning, padahal akibatnya bisa mengarah ke kondisi kernikterus pada sang bayi. 

Kernikterus merupakan komplikasi langka, namun serius, yang dapat berasal dari penyakit kuning bayi. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin yang tinggi sudah mampu melintasi tipisan pemisahan antara otak dan darah sehingga merusak otak maupun sistem saraf pusat. Kernikterus harus segera diobati karena jika tidak kadar bilirubin akan terus melonjak tajam dan membuat kerusakan otak semakin parah. Sang bayi pun bisa mengalami kondisi cerebral palsy hingga kematian. 

Untuk itu, mengamati kondisi bayi secara cermat amat diperlukan. Jadi jika dijumpai gejala-gejala yang mengarah pada kernicterus, Anda sebagai orang tua bisa bertindak cepat dengan membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Namun, apa saja gejala dari komplikasi serius atas penyakit ini? Berikut tanda-tandanya. 

  1. Tangisan Keras dan Panjang 

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi hingga menembus batas antara aliran darah dengan selaput otak tentu membuat bayi dalam kondisi tidak nyaman dan cenderung sakit. Karena itulah, bayi-bayi yang mengarah ke kondisi kernikterus cenderung cengeng. Tangisan bayi akan sangat keras dan bernada tinggi. Ia juga akan menangis panjang dan sulit dihentikan, meskipun Anda sudah menggendongnya dan memberi pelukan hangat. 

  1. Malas Menyusui 

Bayi normalnya sangat membutuhkan air susu sebagai sumber makanan dan penghidupannya. Pada bayi lahir, bayi malah akan mudah merasa lapar dalam jangka waktu 1-2 jam. Namu, kondisi berbeda terjadi pada bayi berbilirubin tinggi. Bayi yang mengalami lonjakan kadar bilirubin justru cenderung malas menyusui. Gejala malas menyusui ini terjadi karena tubuh bayi terasa lemas. Kondisi ini membuat berat badannya akan mudah susut. 

  1. Sulit Dibangunkan 

Bayi-bayi yang memiliki kadar bilirubin tinggi cenderung lemas dan lebih mudah mengantuk. Jadi, jangan senang dahulu apabila anak Anda lebih sering tidur daripada berinteraksi. Bayi yang selalu tertidur dan sulit dibangunkan umumnya mengalami kadar bilirubin yang tinggi. Anda memerlukan usaha ekstra untuk bisa membuatnya terbangun dan berinteraksi dengan Anda. Salah satu cara untuk mengecek tidur bayi normal atau tidak, kelitiki telapak kaki bayi. Jika ia terbangun, berarti memang ia sedang tidur nyenyak biasa. Jika tetap tidak bangun, ada masalah terkait tubuhnya. 

  1. Demam 

Kadar bilirubin dari aliran darah yang menembus bagian otak maupun sistem saraf pusat sangat rentan menimbulkan infeksi di bagian tersebut. Kondisi inilah yang akhirnya berujung pada kernicterus. Namun sebelum infeksi merajalela, tubuh terlebih dahulu akan meresponsnya dan berusaha menciptakan antibodi. Karena itulah, sang bayi akan mengalami demam sedang sampai tinggi. Jangan tunggu lagi jika mendapati kondisi ini pada bayi kuning Anda. Segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan adalah pilihan terbijak. 

  1. Gerak Tak Terkendali 

Bayi baru lahir memang cenderung masih sulit mengendalikan gerak tangan maupun kakinya. Namun jika gerakannya tampak tidak terkendali dan terjadi dalam frekuensi yang sering, berhati-hatilah sebab bisa jadi ia tengah mengalami kejang otot. Kejang otot sendiri merupakan salah satu dari gejala kernikterus. 

  1. Mata Tidak Normal 

Yang dimaksud dengan mata tidak normal di sini adalah gerakan bola mata dari sang buah hati. Pada bayi yang mengalami kernikterus, gerakan mata akan terlihat aneh sebab tidak dapat melirik atau melihat ke atas. Kondisi ini sangat khas dan sudah menjadi peringatan mulai terjadinya kerusakan di otak. Segera membawanya ke dokter tidak boleh dielakkan lagi jika Anda mendapati gejala yang satu ini. 

*** 

Jika dibiarkan, kernikterus bisa berakibat buruk bagi kondisi kesehatan bahkan nyawa bayi. Segera atasi kerusakan yang mulai terjadi akibat kadar bilirubin tinggi ini. Selamatkan bayi Anda dengan segera membawanya ke dokter ketika menemukan gejala yang tidak wajar seperti di atas.

Inilah Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid

Inilah Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid

Setiap wanita bisa mengalami haid. Haid bisa terjadi dalam satu bulan. Hal tersebut juga membuat wanita merasa tidak nyaman ketika mereka tidur. Oleh karena itu, jika Anda seorang wanita yang mengalami haid, Anda sebaiknya coba posisi tidur seperti posisi janin untuk mengurangi gangguan tidur.

Mengapa Susah Tidur?

Setiap wanita memiliki banyak alasan mengapa mereka susah tidur ketika mereka mengalami haid, salah satunya termasuk kram perut. Sebagian wanita juga mengalami gangguan lain pada tubuh mereka seperti sakit kepala dan perubahan hormon. Oleh karena itu, jika kondisi memburuk, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisi Anda dapat ditangani lebih lanjut oleh dokter.

Posisi Apa Saja untuk Mencegah Rasa Sakit karena Haid?

Jika Anda mengalami haid sehingga tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, berikut adalah beberapa posisi tidur yang dapat Anda coba:

  1. Posisi janin

Salah satu posisi yang dapat Anda coba adalah posisi janin (fetal). Jika Anda tidur dengan posisi tersebut, Anda akan mengurangi tekanan pada otot-otot di bagian perut. Posisi tersebut dapat membuat otot rangka lebih rileks sehingga dapat mengurangi risiko nyeri dan kram.

Tidur dengan posisi ini juga dapat mengurangi risiko kebocoran pada darah haid. Risiko tersebut tidak akan terjadi karena kedua kaki Anda berada dalam keadaan menempel dan rapat.

  1. Pose anak

Pose lain yang dapat Anda coba adalah pose anak (child’s pose). Posisi tersebut dilakukan dengan menekuk tubuh ke arah depan. Kepala Anda diletakkan di kasur dan kedua kaki Anda berada di samping tubuh. Posisi tersebut dapat mengurangi kram perut ketika Anda mengalami haid.

  1. Berbaring telentang

Anda juga dapat mencoba posisi berbaring telentang untuk mengurangi rasa sakit ketika Anda mengalami haid. Posisi tersebut dapat memberikan kenyamanan pada perut melalui pijatan. Untuk membuat diri Anda lebih nyaman, Anda dapat menggunakan minyak aromaterapi seperti lavender. Walaupun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa menggunakan minyak dapat memberikan efek positif pada perut, hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit pada perut.

Sebuah studi yang melibatkan 23 perempuan yang mengalami endometriosis, yang menggunakan minyak pijat, dapat mengurangi rasa sakit secara signifikan. Pijatan dilakukan selama 20 menit dengan menekan bagian abdomen, sisi tubuh, dan punggung partisipan.

Adakah Cara Lain untuk Mengatasi Rasa Sakit karena Haid?

Selain menerapkan posisi tidur yang disebutkan di atas, Anda juga dapat melakukan beberapa hal di bawah untuk mengatasi rasa nyeri ketika Anda mengalami haid:

  • Mengkonsumsi air putih

Salah satu cara yang paling umum untuk menjaga kesehatan, termasuk nyeri ketika haid, adalah mengkonsumsi banyak air putih setiap hari.

  • Kompres hangat

Cara lain yang dapat Anda terapkan adalah menggunakan kompres hangat yang bersuhu sekitar 40 derajat Celsius. Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2012, yang melibatkan 147 perempuan yang berusia di antara 18 hingga 30 tahun, cara tersebut memiliki tingkat efektifitas yang sama dengan menggunakan obat ibuprofen.

  • Berolahraga

Ada berbagai alasan mengapa setiap orang perlu berolahraga, salah satunya termasuk memproduksi endorfin. Hormon tersebut dapat mengurangi rasa nyeri akibat haid. Cara untuk memproduksi endorfin adalah berjalan kaki atau yoga.

  • Meningkatkan suasana hati

Seseorang yang mengalami nyeri karena haid dapat menurunkan kualitas tidurnya dan suasana hati mereka. Oleh karena itu, mereka bisa mengatasi masalah tersebut dengan membuat suasana kamar yang mendukung seperti mengatur suhu ruangan yang dingin.

Kesimpulan

Menerapkan posisi tidur yang baik dapat mengurangi rasa sakit karena haid. Selain pola tidur, Anda dapat melakukan cara-cara lain, yang disebutkan di atas, untuk membantu menjaga kualitas tidur Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang haid atau posisi tidur.

Tips Cara Mengobati Telinga Berdenging Tanpa ke Dokter

Saat ini Anda mungkin sedang mencari cara mengobati telinga berdenging yang mulai mengganggu keseharian Anda. Kondisi telinga berdenging ini sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yang mungkin menunjukkan adanya masalah dalam tubuh Anda. Dalam dunia kedokteran, situasi telinga berdenging dikenal dengan istilah tinnitus.

Anda bisa memilih cara mengobati telinga berdenging dengan pergi ke dokter. Tim medis akan mengidentifikasi kondisi telinga Anda sebelum memutuskan perawatan yang tepat. Jika kondisi dengingan cukup parah dan melibatkan pembuluh darah dan saraf tertentu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pembedahan.

Namun tanpa harus ke dokter pun, Anda bisa mengurangi bahkan memulihkan kondisi telinga yang kerap berdenging. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati telinga berdenging yang ampuh dilakukan dari rumah.

  1. Mengelola Stres

Tahu tidak bahwa sebenarnya telinga yang berdenging sangat berhubungan dengan kondisi level stress Anda? Semakin Anda stres, semakin sering atau kencang pula dengingan yang akan Anda dengar. Karena itu, cara mengobati telinga berdenging yang terbaik sebenarnya adalah mengelola tingkat stres. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan melakukan yoga ataupun meditasi untuk bisa menurunkan level stres yang Anda alami.

  • Ambil Waktu Bersantai

Telinga yang berdenging dapat menandakan kondisi tubuh dan pikiran yang lelah. Cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan merelaksasi diri tiap hari. Ambillah waktu bersantai di sela aktivitas harian yang padat. Tentunya waktu bersantai ini berbeda dengan waktu tidur harian Anda. Cobalah bersantai dengan duduk manis sembari menyesap teh atau kopi yang Anda suka. Bersantai sembari membaca buku favorit Anda pun cukup ampuh untuk membuat Anda rileks dan membuat dengingan di telinga berkurang. Tidak perlu terlalu lama mengambil waktu bersantai setiap hari. Bersantai 30 menit saja sudah sangat berefek untuk kondisi telinga Anda.

  • Abaikan Dengungan

Mengabaikan suara dengungan di telinga yang mengganggu nyatanya bisa menjadi cara mengobati telinga berdenging yang cukup ampuh. Anda bisa melakukannya dengan memasang musik-musik lembut untuk menutupi suara dengung yang membuat Anda tidak nyaman. Lama-kelamaan, telinga Anda akan berhenti berdenging. Ini karena tiap kali Anda menyadari suara dengingan di telinga, tingkat stres akan meningkat dan membuat dengungan semakin kencang dan sering. Dengan mengabaikannya, Anda pun tidak akan terlalu memikirkan kondisi yang tidak nyaman tersebut sehingga tingkat stres Anda menurun.

  • Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok dapat mengganggu aliran darah ke sel-sel saraf yang sensitif, tidak terkecuali ke telinga. Hal ini bisa membuat suara dengingan yang membuat Anda tidak nyaman. Jadi jika Anda mengalami telinga berdenging, bisa jadi penyebabnya karena kebiasaan Anda merokok. Cara mengobati telinga berdenging akibat kebiasaan merokok pun tidak sulit. Anda cukup berhenti merokok sehinga aliran darah ke telinga menjadi lancar kembali.

  • Rutin Bersihkan Telinga

Telinga yang kotor membuat terjadi penyumbatan aliran udara ke telinga sehingga menimbulkan suara yang berisik atau berdenging. Apalagi jika kotorannya sudah menumpuk, suara dengingan bisa semakin keras. Anda dapat mengatasinya dengan rutin membersihkan telinga agar tidak terjadi penumpukan kotoran. Namun baiknya, Anda tidak menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga sebab dapat menimbulkan luka dan iritasi. Meneteskan 1—2 tetes minyak zaitun ke telinga setidaknya dua kali seminggu bisa membuat kotoran telinga keluar secara alami.

***

Tidak sulit bukan mencari cara mengobati telinga berdenging yang bisa dilakukan sendiri di rumah? Suara yang Anda dengar pun menjadi lebih jernih dan tidak mengganggu kenyamanan, dompet pun aman karena tidak mesti membayar perawatan ke dokter.

Tes Serologi CMV, Cara Mengetahui Infeksi Cytomegalovirus

cytomegalovirus

Banyak orang yang tidak menyadari cytomegalovirus di tubuhnya karena virus ini bersifat tidak aktif jika sistem imun dalam keadaan baik. Suatu saat jika sistem imun menurun, virus berubah menjadi aktif sehingga penyakit seperti herpes atau gangguan pada organ lain akan muncul.

Penderita HIV juga memiliki risiko yang cukup tinggi karena sistem imun penderita yang lemah. Beberapa orang dengan kondisi tertentu disarankan untuk melakukan tes serologi CMV agar dapat mengetahui apakah sedang terinfeksi aktif, tidak aktif, atau tidak terinfeksi sama sekali.

Mengapa tes serologi CMV dibutuhkan?

Cytomegalovirus merupakan jenis virus yang umum menyerang manusia di semua umur. Menurut Center for Disease Control and Prevention, kebanyakan orang yang terinfeksi virus ini tidak menunjukkan tanda dan gejala khusus. Mereka tidak menyadari dan terlihat seperti orang sehat pada umumnya. Akan tetapi, sekali virus ini menginfeksi tubuh manusia, maka akan menetap seumur hidup.

Selain herpes, infeksi cytomegalovirus juga dapat menyebabkan penyakit mata yang serius bahkan berpotensi mengakibatkan kebutaan. Virus ini juga akan berisiko mengganggu sistem pencernaan, sistem saraf, paru-paru, maupun hati.

Dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes serologi CMV jika mempunyai riwayat sebelumnya atau untuk mengetahui apakah pengobatan cytomegalovirus yang selama ini dilakukan telah efekif bekerja. Orang dengan sistem imun lemah, hamil, dan memiliki gejala seperti berikut ini disarankan untuk melakukan tes:

  • Kelelahan
  • Lemas
  • Tenggorokan sakit
  • Bengkak bagian nodul limfa
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Keluhan di atas merupakan gejala umum yang juga dirasakan penderita momonucleosis, seperti virus Epstein-Barr atau bahkan sekadar flu pada umumnya. Tes serologi CMV juga dilakukan untuk orang yang akan menerima dan donor organ serta pelaku donor sel telur dan sperma.

Prosedur tes

Tes serologi dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi cytomegalovirus berupa IgM dan IgG. Penggunaan enzim-linked immunosorbent (ELISA) merupakan jenis tes serologi paling umum untuk mengukur antibodi tersebut.

Petugas laboratorium akan mengambil sampel darah dari lengan. Kemudian dikirim dan dianalisis di laboratorium. Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan untuk melakukan tes ini.

Tes akan menunjukkan hasil negatif jika tidak terdapat antibodi cytomegalovirus dalam darah. Hal ini berarti virus tersebut tidak menginfeksi tubuh atau bisa juga sistem imun Anda terlalu lemah sehingga tidak cukup mampu memproduksi antibodi untuk melawan virus.

Jumlah antibodi meskipun masih dalam jumlah rendah telah menunjukkan seseorang terinfeksi, meskipun hasil tersebut tidak akan diberitahukan sampai dokter melakukan observasi lanjutan sehubungan dengan tanda dan gejala yang terjadi. Dengan demikian, akan diketahui apakah virus sedang di tahap aktif sehingga berpotensi mengakibatkan penyakit serius atau tidak.

Apabila tes digunakan untuk memantau proses pengobatan, dokter akan menilai penurunan jumlah antibodi cytomegalovirus secara berkala. Jika pengobatan berhasil, seharusnya antibodi menurun, namun jika sebaliknya maka pengobatan dan kondisi tubuh pasien perlu dievaluasi kembali.   

Efek samping

Tes serologi CMV mungkin akan bermasalah jika Anda memiliki phobia darah atau ketakutan dengan jarum suntik. Selain itu, kemungkinan efek samping yang bisa ditimbulkan saat pengambilan darah antara lain:

  • Kesulitan pengambilan darah sehingga menyebabkan penggunaan banyak jarum dan suntikan lebih dari satu kali
  • Pendarahan yang berlebih
  • Hematoma atau kemungkinan darah berada di luar pembuluh darah
  • Infeksi jarum suntik

Anda sebaiknya selalu menjaga sistem imun dari berbagai penyakit termasuk cytomegalovirus. Pola hidup sehat sangat disarankan untuk mulai dilakukan dari sekarang secara rutin demi menjaga kesehatan.