Ini 5 Tanda Dot Bayi Harus Diganti dengan yang Baru

Dot susu adalah benda yang paling sering digunakan pada bayi. Bagaimana tidak, dot bayi menjadi pengganti kehadiran bunda, yang dapat menyajikan susu sebagai satu-satunya makanan pokok bayi. Saat ini banyak jenis botol susu dan puting dot di pasaran, dari yang mahal hingga yang harganya lebih terjangkau. Namun, perlu diketahui selain menjaga kebersihannya setiap waktu, dot bayi juga memiliki masa pakai atau tanggal expired-nya.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari hal ini, lantaran masa expired botol bayi tidak berbanding lurus dengan perubahan bentuk fisiknya. Padahal kualitas botol susu pasti berkurang karena terus dipakai, sering dicuci atau selalu masuk dalam alat sterilisasi yang menggunakan suhu panas. Botol plastik memiliki masa pakai yang lebih pendek ketimbang botol kaca.

Masa ideal penggunaan dot bayi

Idealnya, botol susu hanya dipakai hingga enam bulan, Namun, Anda jangan bergantung pada patokan waktu, lihat juga kondisi dari bot bayi dan tanda-tanda kerusakan pada putting karet maupun ruang botolnya. Jika botol sudah berubah warna atau bentuk puting dot sudah rusak, Anda sebaiknya menggantinya dengan yang baru.

Selain itu, botol pun tidak luput dari ancaman jamur. Jika kaca atau plastik botol dipenuhi lapisan semacam kerak susu, namun sulit untuk dibersihkan, waspadai jika itu jamur dan sebaiknya jangan dipakai lagi. Pasalnya, jamur bisa muncul karena pencucian dan pengeringan botol yang tidak sempurna dan kondisinya lembap.

Tips memeriksa kondisi dot bayi

Jangan sepelekan penggantian botol susu bayi. Jika Anda tidak memperhatikan kondisi dot bayi, bayi Anda bisa saja terserang penyakit pencernaan seperti diare hingga gangguan usus atau gangguan kesehatan lain akibat kerusakan botol atau dot yang tidak kelihatan. Berikut beberapa tanda saat Anda harus mengganti botol susu bayi.

  1. Periksa puting dot setiap dua hingga tiga bulan, biasanya muncul tanda-tanda aus seperti aliran susu yang terlalu cepat karena lubangnya membesar, perubahan warna karena dot, dan penipisan. Untuk menguji kekuatan dot, tarik dengan kuat. Puting dot seharusnya kembali ke bentuk aslinya.
  2. Dot menjadi lengket atau membesar
  3. Dot retak, robek, atau pecah
  4. Cari tanda-tanda keretakan pada botol
  5. Cek lapisan jamur atau kerak susu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *