Ketahui Waktu yang Tepat untuk Tes Kehamilan!

Waktu yang tepat untuk tes kehamilan akan memengaruhi akurasi hasil. Waktu memengaruhi kadar hCG yang diproduksi oleh plasenta setelah proses implantasi. hCG akan meningkat dan mencapai puncaknya saat kehamilan trimester awal dan terus menurun pada trimester selanjutnya. Tes kehamilan dapat dilakukan menggunakan sampel urin atau darah di laboratorium atau secara mandiri di rumah. 

Berdasarkan siklus menstruasi

Waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan yaitu beberapa hari setelah terlambat menstruasi. Hal ini akan mencegah Anda dari kemungkinan hasil uji negatif atau positif palsu. Usahakan untuk memiliki kalender kesuburan sehingga Anda mengetahui siklus menstruasi setiap bulannya. 

Jika siklus menstruasi tidak teratur, lakukan tes kehamilan setelah jadwal menstruasi Anda paling lama. Misalnya, jika siklus biasanya terjadi 30 hingga 36 hari maka lakukan tes kehamilan saat hari ke-37.

Meskipun demikian, menurut Food and Drug Administration (FDA), sebanyak 10 sampai 20 dalam 100 wanita mendapatkan hasil kehamilan negtaif pada hari yang yang mereka anggap terlambat menstruasi padahal sebenarnya mereka sedang hamil. 

Pagi hari

Hasil akan lebih akurat jika Anda melakukan tes di pagi hari menggunakan test pack. Cara kerja test pack yaitu dengan mendeteksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dalam urin. hCG diproduksi oleh plasenta setelah zigot menempel di dinding rahim. Setelah semalaman tidur, konsentrasi urin akan meningkat kecuali jika Anda sering buang air kecil di malam hari. 

Walaupun begitu, Anda tetap bisa melakukan tes kehamilan di siang atau bahkan malam hari dengan risiko keakuratan berkurang dibandingkan saat pagi hari. Terlebih jika konsentrasi urin Anda tergolong encer. 

Menurut American Pregnancy Association, jika kadar hCG kurang dari 5 mIU/mL maka kemungkinan hasil negatif. Sedangkan kadar hCG di atas 25 mIU/mL menunjukkan hasil positif. Untuk hasil diantara 6 – 25 mIU/mL masih diragukan keakuratannya sehingga disarankan untuk menunggu beberapa hari hingga dan dilakukan tes kembali. 

Saat merasakan tanda-tanda hamil

Tes kehamilan juga bisa dilakukan saat Anda merasakan tanda-tanda hamil awal, diantaranya:

  • Nyeri payudara
  • Kram perut ringan
  • Pendarahan ringan
  • Kelelahan
  • Sensitif terhadap bau
  • Sedikit mual di pagi hari

Akan tetapi, tanda-tanda tersebut biasanya juga terjadi pada saat PMS atau menjelang menstruasi. 

Kapan tes darah sebaiknya dilakukan? 

Saat Anda mendapatkan hasil positif, biasanya seseorang melakukan tes darah untuk menambah kepercayaan mengenai akurasinya. Jika hasilnya negatif, namun terjadi tanda-tanda kehamilan atau tidak terlambat bulan melebihi jadwal seharusnya, maka tes darah menjadi penentuan agar tidak membuat Anda semakin gelisah. 

Tes darah biasanya akan direkomendasikan oleh dokter atau Anda bisa melakukannya sendiri. Saat ini banyak laboratorium yang melakukan pelayanan pemeriksaan darah untuk tes kehamilan. Berikut ini terdapat beberapa jenis tes darah kehamilan:

  1. Tes kualitatif

Tes ini menguji ada atau tidaknya hormon kehamilan di dalam darah. Tes kualitatif biasanya dilakukan setidaknya 10 hari setelah terlambat menstruasi. 

  1. Tes kuantitatif

Tes kuantitatif disebut juga tes beta hCG. Tes ini akan mengukur jumlah hCG di dalam darah dan berapa lama kehamilan telah terjadi. Biasanya dilakukan pada perempuan yang mengalami gangguan kehamilan, misalnya pernah keguguran sebelumnya. 

Tes darah menunjukkan akurasi hingga 99% bahkan mampu mendeteksi kadar hCG sangat rendah dibandingkan alat tes kehamilan yang umum digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *