Alami Tanda Limfangitis Ini, Segera Atasi

Secara kasat mata, limfangitis hanya terlihat sebagai kondisi peradangan biasa yang kerap menimbulkan bekas luka seperti sayatan. Padahal, ini termasuk jenis penyakit serius yang mesti sering ditangani. Ini karena limfangitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi di saluran limfa yang sangat mungkin memengaruhi tingkat kekebalan tubuh Anda. Jika peradangan tidak dihentikan, kondisi tubuh Anda pun menjadi lebih lemah dan lebih mudah terkena infeksi dan penyakit lain.

limfangitis

Virus dan bakteri menjadi mikroorganisme yang menyebabkan peradangan di saluran limfa tersebut. Mereka masuk dari adanya luka di daerah-daerah saluran limfa, bisa akibat luka karena sayatan ataupun luka bekas operasi. Bahkan gigitan nyamuk juga bisa memudahkan virus dan bakteri masuk ke saluran tersebut dan menimbulkan risiko limfangitis.

Pengobatan secara cepat dan tepat mesti segera dilakukan agar peradangan di saluran limfa tidak semakin parah. Karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, pemeriksaaan kesehatan secara menyeluruh ke dokter perlu segera dilakukan.

  1. Garis Merah pada Kulit

Infeksi pada saluran limfa umumnya akan membuat bekas sayatan terlihat di kulit Anda. Bekas tersebut secara umum tampak seperti garis merah biasa. Hanya saja garis-garis merah tersebut terasa berada di area sekitar saluran limfa, seperti di bagian sisi-sisi tubuh, di mulai dari leher, ketiak, bagian pinggir pinggir, sampai ke pangkal paha.

Jika Anda memiliki gejala garis merah ini, coba lakukan analisis pribadi. Jika garis merah semakin menyebar dan terasa panas, sangat mungkin itu merupakan peradangan yang tengah terjadi di saluran limfa Anda.

  • Pembengkakan

Tidak hanya berupa garis merah, tanda inflamasi pada saluran limfa juga kerap memunculkan bengkak. Posisi pembengkakan pada penderita limfangitis umumnya tidak jauh dari kondisi garis kemerahan yang timbul.

Daerah ketiak dan pangkal paha menjadi kawasan yang paling rentan mengalami pembengkakan akibat adanya peradangan di saluran limfa. Bahkan tidak jarang ditemui, pembengkakan yang terjadi juga kerap menimbulkan benjolan yang cukup besar.

  • Nyeri Otot

Saluran limfa sangat berdekatan dengan otot-otot gerak dalam tubuh. Karena itu menjadi tidak mengherankan, ketika saluran limfa mengalami kondisi peradangan, otot-otot yang ada di sekitarnya juga akan merasakan dampak.

Para penderita limfangitis, rasa sakit yang dirasakan tidak sekadar di jalur saluran limfa. Penderita limfangitis juga kerap merasakan nyeri otot di daerah yang mengalami pembengkakan.

  • Demam Tinggi

Seperti peradangan pada umumnya, peradangan pada penderita limfangitis juga ikut memunculkan demam. Demam pada pasien-pasien limfangitis biasanya cukup tinggi dan berlangsung cukup lama.

Tidak jarang, demam yang Anda rasakan akibat adanya inflamasi pada saluran limfa diikuti oleh rasa dingin yang menusuk. Anda akan merasa menggigil, namun suhu tubuh Anda terus menanjak. Cobalah segera berkonsultasi ke dokter jika sudah masuk tahap ini karena Anda perlu segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

  • Nafsu Makan Menurun

Rasa sakit, nyeri, sampai demam yang Anda rasakan sebagai akibat dari adanya inflamasi di saluran limfa pada akhirnya akan memengaruhi tingkat nafsu makan Anda. Umumnya oran yang menderita limfangitis akan mengalami penurunan tingkat nafsu makan.

Anda akan merasa makanan yang Anda santap menjadi tidak enak. Namun, ini sama sekali tidak memperbaiki kondisi Anda. Jika Anda terus menuruti rasa tidak ingin makan termasuk, peradangan di saluran limfa justru semakin parah dan juga memengaruhi imunitas Anda yang memang sudah cenderung melemah akibat adanya inflamasi di saluran limfa.

*** Sudah berapa gejala limfangitis yang Anda alami? Tidak perlu menunggu mengalami semua gejala untuk pergi ke dokter. Jika Anda sudah merasa tidak nyaman dan ada yang aneh di tubuh Anda, segeralah melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kaya Akan Serat, Ini Manfaat Apel Hijau

Apel hijau sama bermanfaatnya dengan apel merah

Tahukah Anda, dari berbagai jenis buah-buahan yang ada, apel hijau merupakan salah satu buah dengan kadar serat yang tinggi? Hal ini membuat apel hijau dipercaya mampu mendukung proses penurunan berat badan secara sehat. Selain itu, manfaat apel hijau juga bisa dirasakan untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apa saja manfaat apel hijau bagi kesehatan? 

Sebagian besar orang lebih senang mengonsumsi apel merah dibandingkan dengan apel hijau. Pasar swalayan dan pasar tradisional juga lebih sering menjual apel merah karena minat pembeli yang tinggi.

Akan tetapi, sama seperti apel merah, apel hijau juga memiliki manfaat tersendiri yang berguna bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat apel hijau bagi tubuh. 

  • Mencegah diabetes

Apel hijau memiliki rasa manis alami dengan kadar gula lebih rendah apabila dibandingkan dengan jenis makanan lain. Karenanya, Anda tidak akan mengalami peningkatan kadar gula darah setelah mengonsumsi apel hijau. 

Konsumsi apel hijau bisa membantu untuk membatasi diri Anda dari keinginan untuk mengonsumsi makanan manis sebagai hidangan penutup atau cemilan. Oleh sebab itu, hal ini menjadi salah satu manfaat apel hijau yang bisa menjauhkan tubuh dari resiko terkena diabetes. 

  • Menurunkan berat badan

Manfaat apel hijau sebagai penurun berat badan merupakan salah satu manfaat utama yang dikenal oleh banyak orang. Apel hijau memiliki kandungan serat yang tinggi dan tingkat karbohidrat yang rendah dibanding apel merah. Serat ini akan membantu tubuh untuk menyerap kalori dalam jumlah yang lebih kecil. 

Selain itu, serat bisa membuat tubuh untuk merasa lebih cepat kenyang. Karenanya, apel hijau menjadi solusi yang tepat untuk menurunkan berat badan secara sehat. 

  • Mencegah penyakit jantung

Menurut penelitian, wanita yang mengonsumsi apel hijau setiap harinya memiliki resiko 13-22% lebih rendah untuk terkena serangan jantung. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya kadar polifenol dan serat pada apel yang membantu menurunkan resiko terkena penyakit kolesterol.

Secara keseluruhan, konsumsi apel hijau bisa mengurangi resiko penyakit jantung sebesar 35%, khususnya bila dikombinasikan dengan makanan yang memiliki kandungan serupa. 

  • Menghidrasi tubuh

Manfaat apel hijau lainnya adalah kemampuan untuk menjaga hidrasi tubuh. 85% kandungan dalam apel terdiri atas air. Air ini akan membantu menjaga hidrasi dalam tubuh dan membuat perut lebih cepat kenyang. 

Meski bisa memberikan hidrasi, Anda tetap dianjurkan untuk mengonsumsi air dalam jumlah cukup setiap harinya. 

Selain manfaat yang telah disebutkan, apel hijau masih memiliki banyak manfaat lainnya yang berguna bagi kesehatan tubuh. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih dalam mengenai manfaat apel hijau, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan ahli gizi atau dokter yang bersangkutan.

Apa saja kandungan dalam apel hijau?

Manfaat apel hijau muncul karena adanya kandungan alami yang terdapat di dalamnya. Kandungan tersebut beragam dan memiliki fungsi yang berbeda-beda bagi kesehatan. 

Secara umum, setiap satu apel hijau memiliki kandungan yang terdiri atas: 

  • 22,7 gram karbohidrat, termasuk 4,7 gram serat
  • 0,7 gram protein
  • 0,3 gram lemak
  • 4 peran nilai harian kalium
  • 2 persen nilai harian magnesium
  • 6 persen nilai harian tembaga
  • 3 persen nilai harian mangan
  • 4 persen nilai harian vitamin K
  • 2 persen nilai harian vitamin E

Baik apel merah maupun apel hijau sama-sama memiliki segudang manfaat yang berguna bagi tubuh. Manfaat apel hijau bisa saja berbeda dengan apel merah. Oleh sebab itu, konsumsilah kedua apel untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Pemeriksaan Kesehatan Mandiri untuk Hindari Kanker Testis

Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis, bagian dari organ reproduksi pria. Meskipun jenis kanker ini tergolong jarang ada di Indonesia hanya 15 ribu kasus per tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kejadiannya terus meningkat dalam dekade terakhir. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan untuk remaja pria pun sangat dibutuhkan.

Cara melakukan pemeriksaan kesehatan untuk antisipasi kanker testis

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keberhasilan pengobatan juga tergantung pada tahap kanker itu sendiri saat diagnosis dilakukan. Semakin cepat diperiksa, makan semakin baik juga. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan dini sangat penting, mengingat kanker testis juga ditemukan pada remaja pria, deteksi mandiri bisa dilakukan mulai dari usia belasan tahun. Berikut caranya:

  1. Testis ditampung dengan satu atau dua tangan
  2. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar, bisa dilakukan dengan ibu jari atau jari lain
  3. Secara normal, testis berbentuk oval, kenyal, memiliki permukaan yang rata, memiliki batas tegas. Ukuran keduanya bisa tidak sama besar.
  4. Dalam kondisi normal, perabaan tidak akan menimbulkan rasa sakit, tidak juga didapati massa lain atau perabaan yang keras.

Risiko terkena kanker testis meningkat pada orang yang testisnya tidak turun ke kantong zakar atau skrotum, keturunan penderita kanker testis, terpapar radiasi saat dalam kandungan, dan pernah terkena peradangan akibat gondongan.

Penyakit ini umumnya ditandai dengan benjolan di testis atau memar, dan rasa sakit di skrotum. Gejala lain yaitu bisa berupa benjolan tanpa rasa sakit. Hal tersebut bisa menjadi penanda tumor masih sebesar kacang polong. Namun, bisa tumbuh jauh lebih besar. Jika tidak diobati, lama kelamaan akan timbul rasa sakit pada skrotum. Satu testis akan terasa lebih berat dan menjadi lebih besar dibanding lainnya.

Kondisi ini umumnya ditemukan pada laki-laki dengan rentan usia 25-34 tahun. Meskipun angka kematian meningkat, seiring bertambahnya angka insiden, angka kesembuhan juga meningkat secara signifikan karena dampak membaiknya Teknik diagnosis seperti pemeriksaan tumor, tindakan bedah, dan kemoterapi.

Waspada Infeksi Jamur Pada Kulit

Infeksi jamur dapat menginfeksi bagian mana pun pada kulit tubuh Anda. Gejala-gejala yang mungkin muncul pun berbeda-beda dari satu tipe infeksi dengan tipe lainnya. Proses penyebaran infeksi jamur juga berbeda-beda, seperti penyebaran antarmanusia, penyebaran dari hewan ke manusia maupun penyebaran dari lingkungan sekitar ke manusia.

Namun, perlu Anda tahu bahwa dalam tubuh manusia telah terdapat jamur yang mana ketika pertumbuhan dari jamuran tersebut terjadi secara berlebih, maka akan menimbulkan gangguan pada kulit. Di samping itu, terdapat pula jamur yang berasal dari luar tubuh yang dapat memicu infeksi pada manusia.

Jenis jamur apa saja yang dapat menyerang kulit manusia?

Infeksi jamur yang terjadi pada kulit manusia menyebabkan perubahan warna, tekstur kulit, dan juga menimbulkan rasa gatal. Di bawah ini, terdapat beberapa jenis infeksi jamur yang umumnya terjadi pada kulit manusia:

  • Infeksi jamur yang terjadi pada vagina (candidiasis).

Infeksi jamur ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang dapat timbul pada rongga mulut dan juga menjadi salah satu penyebab sariawan. Gejala yang umumnya sering muncul, antara lain rasa gatal, pembengkakan, kulit berubah menjadi kemerahan, dan rasa perih pada sekitar area vagina. Selain itu, seringkali terdapat rasa panas ketika buang air kecil dan ketika melakukan hubungan seksual.

  • Tinea pedis atau kutu air (Athlete’s foot)

Infeksi ini seringkali dialami oleh atlet maupun orang yang gemar berolahraga. Infeksi ini dipicu oleh penggunaan kaos kaki dan sepatu yang lembab karena produksi keringat. Gejala yang umumnya muncul, yaitu terdapat benjolan berisi cairan, tekstur kulit yang menjadi lebih lunak, rasa gatal dan manis di sekitar daerah yang terinfeksi.

  • Infeksi jamur di pangkal paha (tinea cruris/jock’s itch)

Area pangkal paha menjadi tempat yang kerap kali lembab dan rawan sebagai area pertumbuhan jamur. Gejala yang perlu diwaspadai dari infeksi jamur ini, yaitu ruam berwarna merah berbentuk lingkaran dengan tepi yang sedikit menonjol. Gejala ini juga sering disertai dengan rasa gatal dan panas.

Cara Membedakan Menstruasi dan Darah Implantasi

Saat muncul darah di celana dalam, kebanyakan wanita mungkin akan mengira dirinya baru memasuki masa menstruasi. Sedikit yang menyadari bahwa sebetulnya mereka justru tengah melihat darah implantasi alias pertanda awal kehamilan. Bercak darah sering diasosiasikan sebagai pertanda buruk pada kehamilan. Padahal, di awal masa kehamilan, bercak darah justru bisa saja muncul sebagai salah satu akibat dari proses pembuahan.

Pada sel telur wanita akan berbuah menjadi embrio ketika dibuahi oleh sperma. Embrio ini kemudian menuju ke arah rahim dan menanamkan diri ke dinding rahim. Proses penanaman atau perekatan ke dinding rahim ini terkadang mengakibatkan pendarahan yang disebut sebagai darah implantasi. Oleh karena itu, sebelum membedakan darah implantasi dan menstruasi, ibu perlu memastikan sedang dalam upaya hamil atau melakukan hubungan seksual sebelumnya.

Jika tidak, maka bercak darah yang keluar dari vagina bisa dipastikan merupakan darah menstruasi. Sedangkan, bagi ibu yang sedang dalam upaya memiliki keturunan, perbedaan darah implantasi dan menstruasi ini layak diketahui. Terdapat beberapa aspek dasar yang menjadi perbedaan keduanya, misalnya:

  1. Durasi

Menstruasi biasanya terjadi selama 3-7 hari diawali dengan jumlah pendarahan yang semakin banyak sebelum berangsur berkurang hingga berhenti total. Sementara darah implantasi umumnya hanya terjadi selama 24 hingga 48 jam.

  • Kram perut

Menstruasi biasanya disertai dengan kram perut dalam intensitas ringan hingga berat. Di lain pihak, implantasi tidak menyebabkan kram perut.

  • Gumpalan darah

Darah menstruasi umumnya disertai dengan gumpalan, sedangkan implantasi hanya berupa bercak dan tidak ada gumpalan sama sekali.

  • Warna

Darah menstruasi biasanya diawali dengan warna merah yang gelap, kemudian berangsur menjadi cokelat dan cokelat muda. Sedangkan darah implantasi biasanya berwarna merah muda, hingga kecokelatan.

Apakah perlu ke dokter?

Pendarahan implantasi biasanya muncul 6-12 hari setelah berhubungan intim. Kondisi ini umumnya tidak membutuhkan penanganan dokter, tetapi ibu boleh memeriksakan diri jika pendarahan semakin parah dan menimbulkan kram perut.

Benarkah Kecupan Bisa Menularkan Herpes pada Anak?

Seorang ibu muda di Inggris pernah menceritakan lewat media sosial bagaimana bayinya bisa tertular penyakit herpes pada anak. Akibat penyakit tersebut, bayinya yang berusia empat minggu harus dirawat di rumah sakit selama dua setengah bulan. Ibu tersebut mengatakan bahwa anaknya mulai menunjukkan gejala neonatal herpes setelah acara pembaptisan di mana saat acara tersebut anaknya dicium oleh banyak kerabat dan tamu-tamu.

Penyakit herpes menyerang mata anaknya, dengan gejala mata membengkak, berkerak dan muncul lepuhan di kelopak mata. Kemudian orang tuanya membawa anaknya berkonsultasi ke dokter dan ia diminta untuk segera membawa anaknya rumah sakit. Herpers pada anak atau neonatal herpes jika penderitanya adalah bayi yang baru lahir, disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).

Virus ini sangat mudah menular, jenis HSV-1 biasanya menyebabkan infeksi herpes di mulut dan jenis HSV-2 dapat menyebabkan infeksi herpes di kelamin. Saat seseorang tertular virus ini, maka virus akan selamanya berada di dalam tubuh dan bisa sewaktu-waktu menginfeksi. Penularan terjadi saat pembawa virus menderita infeksi.

Pada kasus ini, ia tertular HSV-1 karena seseorang yang sedang menderita infeksi herpes di mulut menciumnya di acara pembaptisan. Selain lewat ciuman, HSV-1 juga menulari bayi karena menyusui pada ibu yang menderita herpes dan punya lepuh di payudara. Sedangkan HSV-2 yang menyebabkan herpes kelamin bisa menular pada bayi saat proses persalinan normal lewat vagina. Herpes pada anak sangat berbahaya jika penderitanya masih bayi, karena bisa mengakibatkan disabilitas bahkan kematian.

Gejala-gejala herpes pada anak antara lain, bayi lesu atau rewel, tidak mau menyusui, demam, dan muncul ruam lepuh di mata, mulut atau di kulit. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antivirus selama setidaknya beberapa minggu. Untuk mencegah penularan herpes pada anak, orang tua sebaiknya lebih selektif dalam mengijinkan orang lain menyentuh apalagi mencium si kecil. Selain itu, sebagai orang dewasa, lebih baik tahu diri dengan tidak mencium-cium bayi orang lain seberapa pun menggemaskannya. Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi.

Gejala dan Komplikasi Akibat Lupus

Dalam dunia kedokteran, lupus dikenal sebagai “the great imitator”. Istilah ini diberikan karena gejala lupu yang begitu bervariasi dan dapat menyerupai banyak penyakit lain. Lupus adalah salah satu penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang tubuh sendiri sehingga menyebabkan peradangan. Kondisi peradangan ini bisa muncul pada sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah, otak dan ada beberapa gejala lupus yang perlu dicurigai.

Sampai saat ini, obat untuk menyembuhkan lupus belum ditemukan. Namun, lupus dapat dikendalikan dengan obat sehingga penderitanya tetap dapat hidup dengan sehat dan beraktivitas seperti biasa. Perjalanan penyakit lupus dapat terdiri dari periode sakit dan periode sehat. Selain itu, penderita lupus juga perlu mengidentifikasi cara untuk mencegah kekambuhan atau flare.

Gejala-gejala lupus

Gejala lupus yang timbul biasanya bergantung pada organ yang terkena atau mengalami peradangan. Berikut beberapa gejala kekambuhan atau flare yang paling sering dialami oleh penderita lupus:

  • Rasa lelah
  • Demam
  • Sendi terasa nyeri, kaku dan bengkak
  • Timbul bercak kemerahan pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu, disebut malar rash. Bercak kemerahan terlihat meliputi kedua pipi dan hidung sehingga tampak seperti kupu-kupu.
  • Kelainan pada kulit yang memburuk jika terpapar sinar matahari
  • Sesak napas
  • Nyeri di dada
  • Mata terasa kering
  • Sakit kepala

Komplikasi yang bisa ditimbulkan lupus

Komplikasi mungkin timbul jika peradangan akibat lupus mengenai organ yang penting, atau jika radang yang terjadi berat, seperti:

  • Ginjal: lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal sehingga akhirnya menyebabkan gagal ginjal yang dapat berakibat fatal.
  • Otak: lupus dapat mengakibatkan sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, gangguan penglihatan, stroke, atau kejang. Lupus juga dapat mengakibatkan gangguan ingatan dan kesulitan mengungkapkan pikiran.
  • Darah dan pembuluh darah: lupus dapat menyebabkan kelainan darah, seperti anemia, perdarahan, atau kelainan pembekuan darah. Radang pada pembuluh darah juga mungkin terjadi.
  • Paru-paru: radang pada organ rongga dada menyebabkan nyeri saat bernapas. Perdarahan paru serta pneumonia juga dapat terjadi.
  • Jantung: radang dapat terjadi pada selaput dan otak jantung, risiko serangan jantung juga meningkat.

Kenali Penyebab Terjadinya Emboli yang Sumbat Pembuluh Darah

Proses mengalirnya darah dalam tubuh berperan penting dalam kesehatan manusia. Pasalnya, darah mengangkut oksigen yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh organ tubuh. Bayangkan jika pembuluh darah tersebut tersumbat oleh sesuatu, seperti adanya gelembung gas atau udara. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan emboli.

Dalam tubuh manusia, terdapat tiga jenis pembuluh darah yang mengatur alirah darah dalam tubuh: vena, arteri, dan kapiler. Peran pembuluh darah vena yaitu mengalirkan darah ke jantung, sementara itu pembuluh darah arteri berperan untuk mengantar darah dari jantung ke seluruh tubuh. Dalam proses tersebut juga terdapat fungsi dari kapiler yang menjadi perantara antara pembuluh darah arteri dan vena yang bertugas untuk mengatur pasokan oksigen.

Apa yang menyebabkan emboli?

Emboli dapat terjadi saat terdapat zat asing masuk ke dalam aliran darah yang memicu penyumbatan pada pembuluh darah. Zat asing tersebut dapat berupa:

  • Air ketuban

Emboli yang disebabkan oleh air ketuban seringkali menimpa ibu hamil maupun ketika calon ibu menjalani proses melahirkan. Pada dasarnya, air ketuban menjadi pelindung janin. Namun, ia dapat sewaktu-waktu mengalami kebocoran. Terdapat kemungkinan bahwa air ketuban yang bocor tersebut mengalir ke pembuluh darah dan menyebabkan adanya penyumbatan.

  • Lemak

Kondisi ini rawan terjadi ketika seseorang mengalami patah tulang. Tulang yang patah dapat melepaskan lemak yang berada di dalamnya dan dapat larut dalam pembuluh darah. Pada akhirnya, lemak yang larut di dalamnya dapat menyumbat aliran darah dan menyebabkan emboli.

  • Kolesterol

Seseorang yang memiliki kolesterol tinggi berisiko untuk mengalami penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol. Dalam kasus yang lebih serius, tumpukan kolesterol tersebut dapat mengalir ke pembuluh darah yang mengakibatkan penyumbatan.

  • Gumpalan darah

Mekanisme alami tubuh ketika terjadi goresan adalah secara otomatis melakukan pembekuan darah. Namun, dalam kasus tertentu, pembekuan darah tersebut terjadi terlalu berlebihan. Hal tersebut dapat dilihat pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti pasien kanker, jantung, obesitas, dan juga ibu hamil. Pembekuan yang terjadi secara berlebihan, dapat mengganggu sirkulasi darah tubuh.

Ini 5 Tanda Dot Bayi Harus Diganti dengan yang Baru

Dot susu adalah benda yang paling sering digunakan pada bayi. Bagaimana tidak, dot bayi menjadi pengganti kehadiran bunda, yang dapat menyajikan susu sebagai satu-satunya makanan pokok bayi. Saat ini banyak jenis botol susu dan puting dot di pasaran, dari yang mahal hingga yang harganya lebih terjangkau. Namun, perlu diketahui selain menjaga kebersihannya setiap waktu, dot bayi juga memiliki masa pakai atau tanggal expired-nya.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari hal ini, lantaran masa expired botol bayi tidak berbanding lurus dengan perubahan bentuk fisiknya. Padahal kualitas botol susu pasti berkurang karena terus dipakai, sering dicuci atau selalu masuk dalam alat sterilisasi yang menggunakan suhu panas. Botol plastik memiliki masa pakai yang lebih pendek ketimbang botol kaca.

Masa ideal penggunaan dot bayi

Idealnya, botol susu hanya dipakai hingga enam bulan, Namun, Anda jangan bergantung pada patokan waktu, lihat juga kondisi dari bot bayi dan tanda-tanda kerusakan pada putting karet maupun ruang botolnya. Jika botol sudah berubah warna atau bentuk puting dot sudah rusak, Anda sebaiknya menggantinya dengan yang baru.

Selain itu, botol pun tidak luput dari ancaman jamur. Jika kaca atau plastik botol dipenuhi lapisan semacam kerak susu, namun sulit untuk dibersihkan, waspadai jika itu jamur dan sebaiknya jangan dipakai lagi. Pasalnya, jamur bisa muncul karena pencucian dan pengeringan botol yang tidak sempurna dan kondisinya lembap.

Tips memeriksa kondisi dot bayi

Jangan sepelekan penggantian botol susu bayi. Jika Anda tidak memperhatikan kondisi dot bayi, bayi Anda bisa saja terserang penyakit pencernaan seperti diare hingga gangguan usus atau gangguan kesehatan lain akibat kerusakan botol atau dot yang tidak kelihatan. Berikut beberapa tanda saat Anda harus mengganti botol susu bayi.

  1. Periksa puting dot setiap dua hingga tiga bulan, biasanya muncul tanda-tanda aus seperti aliran susu yang terlalu cepat karena lubangnya membesar, perubahan warna karena dot, dan penipisan. Untuk menguji kekuatan dot, tarik dengan kuat. Puting dot seharusnya kembali ke bentuk aslinya.
  2. Dot menjadi lengket atau membesar
  3. Dot retak, robek, atau pecah
  4. Cari tanda-tanda keretakan pada botol
  5. Cek lapisan jamur atau kerak susu.

Mengenal Obat Domperidone yang Kerap Digunakan Setelah Kemoterapi

Mungkin Anda seringkali mendengar istilah kemoterapi. Prosedur medis kemoterapi adalah suatu terapi khusus yang ditujukan untuk pasien kanker dengan menggunakan obat, baik obat hanya satu jenis obat maupun kombinasi obat.

Efek samping yang banyak dirasakan oleh pasien, antara lain mual dan muntah. Salah satu cara untuk mengatasi rasa tidak nyaman ini adalah dengan mengonsumsi obat bernama domperidone.

Memang, mual dan muntah memang tidak selalu terjadi pada seseorang yang baru saja menjalani kemoterapi. Beberapa faktor yang memicu kondisi ini, antara lain:

  • Dosis obat yang digunakan ketika kemo: semakin tinggi dosis, semakin besar pula risiko pasien mengalami efek samping mual dan muntah.
  • Jenis obat yang digunakan ketika kemo.
  • Faktor kondisi kesehatan: tiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap obat yang digunakan.
  • Terdapat tumor atau tidak pada otak pasien.
  • Waktu, frekuensi, dan cara pemberian obat. Cara pemberian obat yang dilakukan secara intravena berisiko menimbulkan mual dan muntah, jika dibanding dengan pemberian obat secara oral. Dua obat kemoterapi yang diberikan dalam jangka waktu yang berdekatan, dapat menimbulkan reaksi tertentu.
  • Mengonsumsi jenis obat lain, seperti obat anti nyeri.

Di samping faktor yang telah disebutkan di atas, terdapat juga faktor lain yang dapat menyebabkan mual dan muntah selama menjalani kemoterapi, antara lain:

  • Jenis kelamin tertentu, terutama perempuan.
  • Faktor usia, umumnya lebih muda dari 50 tahun.
  • Mengalami morning sickness ketika mengandung.
  • Seringkali mengalami mabuk darat atau mabuk perjalanan.
  • Riwayat pernah menjalani kemoterapi sebelumnya.
  • Rasa gelisah dan khawatir.

Domperidone adalah jenis obat antiemetik atau anti muntah yang umum digunakan untuk mengatasi mual dan muntah. Obat ini bekerja dengan cara berikatan dengan reseptor dopamin di pusat muntah pada otak, sehingga rangsangan mual dan muntah dapat dicegah.

Pemberian obat domperidone harus digunakan sebelum menjalani kemoterapi. Setelah itu, pemakaian diteruskan selama obat kemoterapi memiliki potensi memicu mual dan muntah, selama sekitar seminggu setelah dosis terapi terakhir dilakukan. Penggunaan obat ini terus dikonsumsi tiap kali siklus kemoterapi dilakukan.