Perbedaan Ambroxol atau Golongan Obat Mukolitik dengan Ekspektoran

Dalam iklan obat batuk mungkin kita sering mendengar istilah ‘mukolitik’ dan ‘ekspektoran’ karena kedua istilah itu adalah golongan obat yang dijadikan pembeda dalam industri obat batuk. Keduanya memiliki fungsi yang hampir sama, tetapi keduanya sebenarnya berbeda. Salah satu obat yang dapat dikatakan mewakili kelompok mukolitik adalah Ambroxol, sementara ekspektoran bisa diwakili oleh Glyceryl Guaiacolate.

Dalam industri obat batuk, perusahaan farmasi memiliki semacam klasifikasi dalam meracik produknya. Ada dua klasifikasi utama, kelas pertama adalah obat batuk berdahak. Kelas kedua adalah obat batuk kering atau tidak berdahak. Mukolitik dengan ekspektoran masuk ke dalam kelas yang pertama. Dua kelompok itu, mukolitik dan ekspektoran, memiliki fungsi utama untuk meredakan batuk berdahak. Perbedaan masing-masing kelas, juga kelompok, dalam industri obat batuk ini terletak pada kandungan utama yang digunakan.

Mari kita lupakan sejenak batuk kering, karena artikel ini akan membahas mengenai batuk berdahak—utamanya dalam ranah pengobatan, termasuk dua kelompok utama dalam kelas ini, yakni mukolitik dan ekspektoran.

  • Apa itu batuk berdahak?

Secara sederhana, batuk berdahak dapat dipahami sebagai batuk yang disertai dengan adanya dahak atau lendir di saluran pernapasan kita. Lendir ini diproduksi dan keluar dari paru-paru untuk terus mengalir sampai ke belakang tenggorokan. Jika tidak diatasi, lendir atau dahak ini akan menumpuk sehingga terasa mengganjal di pangkal tenggorokan atau berjejal di dada.

Batuk berdahak dipicu atau disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Ketika tubuh terinfeksi, respons alami tubuh akan memproduksi lendir lebih banyak dari biasanya untuk menjebak sekaligus membuang sumber infeksi itu keluar dari tubuh.

Masalahnya, perjalanan lendir untuk keluar dari tubuh kerap tidak lancar sehingga seseorang membutuhkan sesuatu yang dapat membantu dahak tersebut lebih mudah dibuang. Nah, disinilah peran obat mukolitik dan juga ekspektoran.

  • Sekilas mengenai ekspektoran

Ekspektoran dapat merangsang batuk lebih efektif serta membantu mengencerkan dan meningkatkan produksi dahak di saluran pernapasan. Sehingga dahak bisa dikeluarkan lebih mudah dan cepat. Ekspektoran memiliki fungsi utama membentuk massa dahak agar mudah dikeluarkan. 

Cara kerja ekspektoran adalah dengan merangsang saraf kelenjar bronchial, sehingga sekret yang dikeluarkan menjadi lebih banyak. Ekspektoran mengandung bahan aktif, yang paling umum adalah guaifenesin. Guaifenesin berfungsi untuk mengencerkan dahak di saluran napas. Guaifenesin juga bekerja secara langsung dengan merangsang produksi kelenjar bronchial.

  • Sekilas mengenai mukolitik

Obat batuk mukolitik sebenarnya mempunyai fungsi sama, yaitu untuk mempermudah pengeluaran dahak, tetapi secara lebih jauh mukolitik bekerja dengan cara mengencerkan massa dahak sehingga mudah untuk dibatukkan. Namun, cara kerja mukolitik dengan ekspektoran berbeda. 

Mukolitik bekerja dengan cara memecah ikatan protein pada dahak, sehingga dahak lebih encer dan mudah dikeluarkan. Walaupun bersifat mengurangi kekentalan dahak dan menyebabkan kesan subjektif yang positif pada pasien, obat ini tidak dapat memberikan perbaikan yang konsisten terhadap fungsi paru. Mukolitik yang dikenal di Indonesia antara lain: amboxol, bromhexin dan n-asetil sistein.

  • Mengenal Ambroxol

Selain menjadi salah satu obat utama dalam batuk berdahak, Ambroxol juga dapat untuk mengatasi gangguan pernapasan lain akibat produksi dahak yang berlebihan, seperti pada penyakit bronkiektasis, karena obat ini bekerja untuk mengencerkan dahak.

Ambroxol membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan dari tenggorokan saat batuk. Dengan demikian, saluran pernapasan pun lebih terbuka dan terasa lega. Ambroxol tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Obat ini dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak-anak.

Menurut FDA atau badan yang berwenang mengawasi peredaran obat dan makanan di Amerika, Ambroxol digolongkan ke dalam kategori C bagi kehamilan. Artinya, ibu hamil perlu mewaspadai obat ini karena diyakini dapat berisiko tinggi bagi janin. Selain itu, Ambroxol juga terserap ke dalam ASI. Maka dari itu jika seseorang sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *