Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Memilih Peralatan Makan Bayi

Bayi yang sudah memasuki usia 6 bulan biasanya akan mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Tak jarang banyak ibu yang pusing memilih peralatan makan bayi yang aman digunakan.

Ada banyak bentuk, ukuran, hingga warna yang dapat menjadi peralatan makan bayi Anda ketika mulai MPASI ini. Tidak hanya seputar piring atau mangkuk saja, tapi juga wadah yang digunakan untuk menyimpan makanan bayi.

Ada baiknya memilih peralatan makan yang bisa sekaligus mengakomodir kebutuhan bayi sekaligus dapat melatih kemampuan motoriknya saat makan. 

Rekomendasi Memilih Tempat Makan Bayi yang Aman

Tidak ada salahnya memilih tempat makan untuk bayi yang mereka sukai. MIsalnya dengan karakter kartun, warna-warni, dan hal-hal menarik minat bayi lainnya. 

Selain itu, pertimbangkan pula beberapa hal berikut ini:

  1. Pilihlah yang terbuat dari bahan yang aman

Tempat makan bayi biasanya terbuat dari berbagai material, seperti plastik, kaca, hingga stainless steel. 

Bahan plastik memiliki keunggulan seperti tidak rusak saat dibanting, harganya terjangkau, dan punya warna yang beragam. Peralatan makan yang terbuat dari plastik juga lebih mudah dibawa ke mana-mana dan lebih praktis.

Namun, pastikan bahwa peralatan makan tersebut memiliki label BPA free atau non-BPA (Bisphenol-A). BPA ini merupakan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik. Biasanya dapat berpindah ke makanan serta bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan anak.

Peralatan makan yang terbuat dari stainless steel dan kaca biasanya lebih aman karena bahannya ramah lingkungan. Keunggulan lainnya juga lebih mudah dibersihkan dari lemak maupun sisa makanan. 

Akan tetapi, bahan kaca tersebut tidak bisa digunakan langsung oleh bayi karena mudah pecah. Harga peralatan yang berbahan kaca atau baja anti karat juga lebih mahal.

  1. Pastikan tutup wadah tidak bocor

Peralatan makan berupa container yang berpenutup harus dipastikan tidak bocor dan tutupnya rapat. Hal ini untuk mencegah agar makanan tidak berantakan dan juga memastikan makanan tidak terkontaminasi bakteri dan kuman.

Bayi yang berusia 6-9 bulan biasanya diberikan MPASI dengan tekstur yang lumat dan semi kental. Sehingga wadah berpenutup tentu saja diperlukan untuk menyimpan makanan bayi. 

Container rapat juga perlu untuk menyimpan jenis makanan atau minuman yang bertekstur cair, seperti kaldu, sup, atau jus buah.

  1. Sesuaikan tempat makan dengan porsi makan si kecil

Makanan bayi harus ditakar porsinya untuk memastikan nutrisi anak tercukupi. Setiap anak butuh nutrisi yang berbeda disesuaikan dengan usianya. Porsi makan ini penting untuk ditentukan agar tidak membuang makanan.

Makanan yang sudah sudah disuapkan pada bayi dan terkena air liurnya, harus sesegera mungkin dibuang. Tidak boleh diberikan lagi pada bayi setelah didiamkan beberapa saat karena dikhawatirkan mengandung bakteri.

Bayi yang berusia 6-9 bulan membutuhkan 2-3 sendok makan hingga 125 ml per porsi makan. Berbeda dengan bayi yang berusia 9-12 bulan, membutuhkan 125 ml per porsi makan. Sedangkan bayi 12-24 bulan membutuhkan 190-250 ml per porsi makannya.

  1. Memastikan kelengkapan pendukungnya

Biasanya tempat makan si kecil dijual bersamaan dengan alat kelengkapan lain, seperti sendok dan juga garpu. Alat pelengkap peralatan makanan bayi ini juga harus disesuaikan dengan keamanan tempat makan.

Pastikan sendok dan garpu yang tumpul dan lembut sehingga tidak membahayakan bayi. Bahkan bila memungkinkan, penggunaan garpu sebaiknya ditunda hingga si Kecil berumur 18 bulan.

Bisa juga mempertimbangkan membeli peralatan makan bayi yang dilengkapi karet hisap di bagian bawahnya. Sehingga tidak mudah jatuh jika ditempatkan di kursi makan. Yang paling penting adalah memilih peralatan makan yang aman bagi si kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *