Berbagai Macam Kegunaan dan Aturan Pakai Nasonex Nasal Spray 0,05%

Nasonex nasal spray merupakan jenis obat yang digunakan untuk membantu meredakan alergi, seperti peradangan di rongga hidung karena reaksi alergi ataupun alergi yang disebabkan oleh debu, hewan peliharaan, serbuk sari, dan lain sebagainya. Kandungan zat aktif mometasone furoate pada Nasonex dapat meredakan gejala alergi, yaitu bersin, hidung tersumbat, dan pilek.

Alergi adalah salah satu bentuk respon pada sistem kekebalan tubuh terhadap masuknya benda asing yang dianggap berbahaya. Benda asing inilah yang kemudian disebut dengan zat alergen atau pemicu alergi. Umumnya alergi yang diderita oleh seseorang tidak akan membahayakan kesehatan tubuh.

Penyebab Alergi

Hingga saat ini para peneliti masih belum menemukan jawaban pasti terkait penyebab alergi. Jadi, pemicu sistem imun yang menyerang benda asing dianggap tidak berbahaya. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hal tersebut. Berikut ini adalah dua penyebab alergi yang dapat Anda ketahui.

  •  Faktor Genetik

Jika ada anggota keluarga yang mengalami alergi tertentu, maka akan lebih besar kemungkinan Anda juga akan mengalami alergi serupa. Akan tetapi, jenis alergi yang dirasakan juga terkadang tidak sama. Hanya saja faktor resikonya yang jauh lebih tinggi.

  • Mengidap Penyakit Tertentu

Seseorang yang mempunyai penyakit tertentu, seperti biduran, eksim, atau asma biasanya akan lebih rentan mengalami alergi tertentu.

Jenis-Jenis Alergen

Beberapa jenis zat alergen yang sering menjadi penyebab reaksi alergi antara lain sebagai berikut.

  • Serbuk sari, tungau, bulu binatang, dan lain sebagainya.
  • Makanan tertentu, seperti ikan, kerang, susu, telur, kacang-kacangan, kedelai, dan juga gandum.
  • Sengatan serangga, seperti lebah.
  • Obat-obatan tertentu, terutama yang mengandung antibiotik golongan penisilin.
  • Bahan kimia tertentu, seperti lateks.

Aturan Pakai dan Dosis Nasonex Nasal Spray

Nasonex Nasal Spray mengandung zat mometasone yang bekerja dengan cara menekan pembentukan, pelepasan, serta aktivitas kinin, histamine, enzim liposom, dan juga prostaglandin. Zat tersebut akan memicu terjadinya reaksi peradangan di tubuh, seperti kemerahan, pembengkakan, dan gatal.

Dosis

Dosis mengkonsumsi Nasonex Nasal Spray untuk rhinitis alergi:

  • Dewasa serta anak dengan ussia 12 tahun ke atas: Satu kali sehari, 2 kali semprotan (50 mcg/semprotan) pada  tiap lubang hidung.
  • Anak-anak usia 2-11 tahun: Pada tiap lubang hidung, 1 semprotan (50 mcg/semprot) sebanyak 1 kali sehari.

Dosis mengkonsumsi Nasonex Nasal Spray untuk polip hidung:

  • Dewasa dan remaja usia 18 tahun ke atas: Tiap lubang hidung 2 kali semprotan (50 mcg/semprot)  sebanyak 2 kali sehari.

Untuk penderita peradangan pada rongga hidung, maka dosisnya adalah 2 semprotan (50 mcg/semprot) pada tiap lubang hidung sebanyak 2 kali sehari.

Aturan Pakai

  • Mencuci tangan hingga bersih sebelum menggunakan obat ini.
  • Bersihkan rongga hidung dari kotoran supaya tidak menghambat kerja obat.
  • Buka bagian penutup obat, lalu masukkan ujung semprotan ke dalam lubang hidung.
  • Tutup lubang hidung lainnya dengan menggunakan tangan.
  • Semprotkan obat ke dalam hidung sembari menarik napas dalam-dalam secara bersamaan.
  • Semprotkan pada kedua lubang hidung dengan perlahan
  • Tutup kembali obat dengan rapat.
  • Cuci tangan lagi dengan menggunakan sabun.
  • Jangan sampai terkena mata.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Bau atau rasa yang tidak menyenangkan
  • Bersin-bersin
  • Hidung mimisan
  • Hidung atau tenggorokan kering atau sakit
  • Iritasi atau sensasi terbakar di hidung
  • Peradangan dan nyeri tenggorokan
  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas
  • Terjadi peningkatan tekanan di mata

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan Nasonex Nasal Spray 0.05% harus disertai dengan resep dokter.

Atopiclair Redakan Kemerahan Pada Kulit

Mulai dari terbakar akibat matahari hingga reaksi alergi, ada banyak hal yang dapat membuat kulit Anda kemerahan dan iritasi. Kondisi ini dapat disebabkan karena darah ekstra mehalor ke permukaan kulit untuk melawan iritan dan mendukung pemulihan. Kulit Anda juga dapat memerah akibat aktivitas yang berat, misalnya setelah sesi olahraga yang menguras tenaga.

Kemerahan pada kulit tidak selamanya menjadi sebuah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun kemerahan pada kulit dapat mengganggu dan tidak nyaman, terutama apabila ditemani dengan gejala lainnya. Mengetahui apa yang menyebabkan kemerahan pada kulit dapat membantu Anda merawat kulit dan menjaganya agar tidak terjadi lagi. Dalam banyak kasus, Atopiclair dapat membantu mengatasi kemerahan pada kulit. 

Banyak kondisi yang berbeda dapat menyebabkan kemerahan pada kulit. Dalam banyak kasus, kemerahan pada kulit dapat diatasi dengan penggunaan Atopiclair. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kemerahan pada kulit di antaranya adalah:

  • Ruam popok. Ruam pada popok akan menimbulkan gejala seperti ruam yang terletak di daerah di mana kontak langsung dengan popok terjadi, kulit terlihat merah dan basah serta iritasi, dan juga hangat apabila disentuh. 
  • Luka bakar tingkat pertama. Ini adalah bentuk paling ringan dari cedera akibat luka bakar, dan kondisi ini hanya memengaruhi lapisan pertama kulit. Selain terlihat merah, luka bakar tingkat pertama akan terasa nyeri, kering, dan berubah menjadi putih apabila mendapatkan tekanan. Kulit juga dapat mengelupas, namun tidak akan melepuh. Rasa nyeri dan kemerahan akan berangsur-angsur menghilang setelah beberapa hari. 
  • Eksim alergi. Kondisi ini akan terlihat seperti luka bakar dan sering ditemukan di tangan atau lengan bagian atas. Selain kemerahan, eksim alergi akan menyebabkan gejala seperti kulit bersisik dan gatal-gatal. Lepuhan kulit juga dapat bernanah dan berkerak.
  • Rosacea. Ini adalah penyakit kulit kronis yang melewati siklus memudar dan kambuh. Kekambuhan dapat dipicu oleh konsumsi makanan pedas, minuman yang mengandung alkohol, paparan terhadap sinar matahari, stres, dan bakteri H. pylori di usus. Ada empat subtipe rosacea yang mencakup berbagai macam gejala, seperti kemerahan pada wajah, benjolan timbul di kulit, kulit yang terasa kering, dan juga sensitivitas pada kulit. 
  • Luka bakar. Luka ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Dan perawatan kegawatdaruratan secepatnya perlu untuk dilakukan. Tingkat keparahan luka bakar dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan tingkat kedalaman. Luka bakar tingkat pertama akan menyebabkan kulit yang kering, meraha, dan bengkak yang akan berubah menjadi putih apabila diberi tekanan di atasnya. Luka bakar tingkat kedua akan menyebabkan lepuhan bening yang sangat menyakitkan, dan kulit akan terlihat merah dengan pewarnaan bercak yang bervariasi. Sementara itu, luka bakar tingkat ketiga akan menyebabkan kulit berwarna merah atau cokelat dengan tampilan berkulit dan sedikit atau sama sekali tidak memiliki sensitivitas terhadap sentuhan. 
  • Contact dermatitis. Gejala kondisi ini akan muncul beberapa jam hingga hari setelah melakukan kontak langsung dengan alergen. Ruam memiliki ujung yang terlihat dan tampak di mana kulit menyentuh zat yang mengiritasi. Kulit juga akan terlihat merah, gatal, bersisik, dan melepuh, yang mengeluarkan cairan dan menjadi berkerak. 

Dalam kasus yang ringan, kemerahan pada kulit dapat diatasi dengan menggunakan Atopiclair atau krim OTC lainnya. Namun, Anda harus mencari bantuan medis secepatnya jika mengalami beberapa gejala tambahan, seperti luka bakar yang berukuran dua kali lipat ukuran telapak tangan, kesulitan bernapas, rasa nyeri yang ekstrim, hilangnya kesadaran, dan kemerahan di dekat mata yang memengaruhi penglihatan Anda.