Kenali Penyebab Terjadinya Emboli yang Sumbat Pembuluh Darah

Proses mengalirnya darah dalam tubuh berperan penting dalam kesehatan manusia. Pasalnya, darah mengangkut oksigen yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh organ tubuh. Bayangkan jika pembuluh darah tersebut tersumbat oleh sesuatu, seperti adanya gelembung gas atau udara. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan emboli.

Dalam tubuh manusia, terdapat tiga jenis pembuluh darah yang mengatur alirah darah dalam tubuh: vena, arteri, dan kapiler. Peran pembuluh darah vena yaitu mengalirkan darah ke jantung, sementara itu pembuluh darah arteri berperan untuk mengantar darah dari jantung ke seluruh tubuh. Dalam proses tersebut juga terdapat fungsi dari kapiler yang menjadi perantara antara pembuluh darah arteri dan vena yang bertugas untuk mengatur pasokan oksigen.

Apa yang menyebabkan emboli?

Emboli dapat terjadi saat terdapat zat asing masuk ke dalam aliran darah yang memicu penyumbatan pada pembuluh darah. Zat asing tersebut dapat berupa:

  • Air ketuban

Emboli yang disebabkan oleh air ketuban seringkali menimpa ibu hamil maupun ketika calon ibu menjalani proses melahirkan. Pada dasarnya, air ketuban menjadi pelindung janin. Namun, ia dapat sewaktu-waktu mengalami kebocoran. Terdapat kemungkinan bahwa air ketuban yang bocor tersebut mengalir ke pembuluh darah dan menyebabkan adanya penyumbatan.

  • Lemak

Kondisi ini rawan terjadi ketika seseorang mengalami patah tulang. Tulang yang patah dapat melepaskan lemak yang berada di dalamnya dan dapat larut dalam pembuluh darah. Pada akhirnya, lemak yang larut di dalamnya dapat menyumbat aliran darah dan menyebabkan emboli.

  • Kolesterol

Seseorang yang memiliki kolesterol tinggi berisiko untuk mengalami penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol. Dalam kasus yang lebih serius, tumpukan kolesterol tersebut dapat mengalir ke pembuluh darah yang mengakibatkan penyumbatan.

  • Gumpalan darah

Mekanisme alami tubuh ketika terjadi goresan adalah secara otomatis melakukan pembekuan darah. Namun, dalam kasus tertentu, pembekuan darah tersebut terjadi terlalu berlebihan. Hal tersebut dapat dilihat pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti pasien kanker, jantung, obesitas, dan juga ibu hamil. Pembekuan yang terjadi secara berlebihan, dapat mengganggu sirkulasi darah tubuh.