Makanan untuk Ibu Hamil Muda agar Mencegah Morning Sickness

Morning sickness atau mual adalah masalah yang umum dialami oleh ibu hamil muda. Mual bisa dirasakan kapan saja, tapi lebih sering menyerang di pagi hari. Morning sickness tidak membahayakan bayi, namun mual dan muntah bisa membuat ibu kehilangan nutrisi dan elektrolit penting. Mual dan muntah juga bisa membuat ibu tak nafsu makan. 

Untungnya ada beberapa jenis makanan untuk ibu hamil muda yang bisa mencegah dan membantu mengatasi morning sickness. Simak artikel berikut untuk tips lebih lengkap. 

Penyebab mual selama kehamilan

Morning sickness biasa dialami oleh ibu sekitar minggu ke-6 kehamilan, dan kebanyakan berhenti setelah minggu ke-12 kehamilan. Ada banyak penyebab ibu mual dan muntah selama kehamilan. Mual yang dialami oleh ibu hamil dipercaya karena perubahan beberapa hormon, salah satunya estrogen. Morning sickness juga bisa terjadi karena bagian otak yang mengontrol muntah dipicu secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa mual. 

Selama kehamilan, indra penciuman ibu juga jadi lebih sensitif sehingga ibu gampang merasa mual ketika mencium aroma makanan tertentu. Vitamin prenatal, terutama zat besi, juga bisa memicu dan memperparah mual.  

Adakah makanan yang bisa menghentikan morning sickness?

Berikut ini beberapa makanan untuk ibu hamil muda yang dianggap efektif untuk meringankan morning sickness:

  1. Biskuit asin

Ibu hamil cenderung mengidam makanan yang gurih. Selain rasanya yang menggiurkan, ternyata makanan gurih juga dapat mencegah mual di pagi hari. Alternatif makanan untuk ibu hamil muda yang aman adalah biskuit (crackers). Tapi pastikan biskuit gurih yang dipilih adalah yang tidak mengandung tinggi garam, pengawet, dan penambah rasa.  

  1. Jeruk lemon

Jeruk kaya akan vitamin C yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, menghirup aroma lemon atau meminum air perasan lemon di pagi hari juga bisa mencegah morning sickness

  1. Jahe

Jahe merupakan rempah anti-mual yang sangat efektif, terutama untuk mengatasi mual pada ibu hamil. Cobalah merebus air jahe dan tambahkan madu untuk menenangkan sistem pencernaan dan mendapatkan efek menghangatkan. 

  1. Pisang

Pisang padat nutrisi, termasuk kalium, yang berguna sebagai sumber energi ibu hamil. Mengonsumsi pisang saat hamil juga bisa meningkatkan suasana hati ibu jadi lebih baik. Hal paling penting, makan pisang di pagi hari efektif melawan mual.

Selain itu, makanan berikut ini juga bisa menjadi pilihan bagi ibu untuk mencegah morning sickness:

  • Kaldu atau sup ayam hambar
  • Kentang panggang tanpa atau dengan sedikit garam
  • Makanan kaya akan vitamin B6, seperti sereal yang diperkaya, kentang, kacang-kacangan
  • Makanan tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, ikan salmon, plain yogurt

Tips mengelola pola makan untuk mencegah morning sickness

Selain mengonsumsi makanan tertentu, pola makan juga penting agar ibu terhindar dari morning sickness. Berikut tipsnya:

  • Bangun secara perlahan dari tempat tidur. Lalu makanlah sesuatu segera setelah bangun pagi, seperti biskuit atau sereal kering. 
  • Dibandingkan makan dalam porsi besar, disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering untuk menghindari terlalu kenyang atau terlalu lapar.
  • Minum air ½ jam sebelum atau setelah makanan. Pastikan ibu mendapatkan cukup cairan dengan minum 2 liter per hari atau lebih. 
  • Jangan langsung tidur siang setelah makan karena dapat menyebabkan kembali naik dan memicu mual.
  • Hindari mengonsumsi makanan pedas dan berminyak di malam hari.
  • Konsumsi suplemen vitamin B6, sebaiknya gunakan sesuai dengan saran dokter atau bidan. 

Itu tadi rekomendasi makanan untuk ibu hamil muda yang dipercaya dapat meringankan gejala mual selama kehamilan. Namun beberapa makanan, seperti jahe dan jeruk sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang sedang karena dikhawatirkan dapat memicu gangguan pencernaan pada ibu. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan mengonsumsi sesuatu.

Apa Saja Pelayanan Periksa Kehamilan di Puskesmas

periksa kehamilan di puskesmas

Bagi ibu yang sedang hamil, pemeriksaan kehamilan sangatlah penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan. Periksa kehamilan di Puskesmas dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Selain dekat, Puskesmas juga menawarkan berbagai fasilitas gratis untuk ibu hamil.

Pemeriksaan kehamilan atau biasa disebut sebagai Antenatal Care bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik maupun mental bagi para ibu hamil dalam menghadapi masa persalinan dan seterusnya. Antenatal Care juga bertujuan sebagai solusi untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan cara memberikan pertolongan persalinan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas. 

Melihat pentingnya Antenatal Care atau pemeriksaan kehamilan, Pemerintah melalui Puskesmas memberikan fasilitas gratis bagi ibu yang ingin periksa kehamilan di Puskesmas. Fasilitas gratis tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan pertama, pemberian vitamin, konsultasi dengan ahli gizi, serta tes laboratorium seperti tes HIV-AIDS, tes darah, pemeriksaan gula darah, hingga hepatitis.

Periksa kehamilan di Puskesmas akan dibantu oleh bidan dan tenaga medis yang terlah terlatih. Bagi kehamilan normal, pemeriksaan kehamilan ini dianjurkan untuk dilakukan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga. 

Namun, beberapa tenaga medis ada yang menganjurkan pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga 6 bulan, sebulah dua kali pada usia kehamilan mencapai 7 sampai 8 bulan, serta seminggu sekali ketika usia kandungan telah 9 bulan. Pemeriksaan kehamilan ini tergantung pada jenis kehamilan, apakah kehamilan normal atau kehamilan berisiko tinggi. 

Dikutip dari situs web Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, berikut beberapa prosedur pelayanan yang akan diberikan ibu saat periksa kehamilan di Puskesmas.

  1. Pemeriksaan berat badan

Pemeriksaan ini dilakukan setiap kali ibu periksa kehamilan di Puskesmas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan tersebut normal atau tidak normal.

  1. Pemeriksaan tinggi badan

Pemeriksaan tinggi badan dilakukan untuk mengetahui ukuran panggul ibu. Ini penting dilakukan sebab dapat mengetahui apakan persalinan dapat dilakukan dengan cara normal atau tidak. Jika ibu memiliki tinggi badan yang relatif pendek, dikhawatirkan juga memiliki ukuran panggul yang sempit dan menyebabkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal.

  1. Pemeriksaan tekanan darah

Memantau naik turunnya tekanan darah selama kehamilan menjadi sangat penting. Sebab, apabila selama kehamilan terjadi peningkatan tekanan darah atau hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan preeklamsia atau eklamsia, yaitu keracunan dalam masa kehamilan. Kondisi medis ini sangat serius dan dapat menyebabkan ancaman kematian bagi ibu dan janin.

Ibu hamil juga haris memperhatikan tekanan darah rendah atau hipotensi. Tekanan darah rendah biasanya disertai dengan gejala lemas, pusing, dan kurangnya istirahat.

  1. Pemeriksaan perut (tinggi fundus uteri)

Saat melakukan pemeriksaan kehamilan, baik itu periksa kehamilan di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya, pemeriksaan tinggi fundus uteri sangat penting. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan apakah tinggi fundus uteri telah sesaui dengan umur kehamilan.

Bila tinggi fundus uteri sudah sesuai dengan umur kehamilan, berarti ibu sudah memenuhi asupan gizi yang cukup. Sebaliknya, bila tinggi fundus uteri tidak sesuai, bisa dikatakan janin dalam kandungan kekurangan asupan gizi. 

Pemeriksaan tinggi fundus uteri juga bertujuan untuk menentukan posisi janin, seperti bagian terendah, masuknya kepala janin dalam rongga panggul, serta menentukan letak punggung janin untuk membantuk mencari detak jantung. 

Itulah beberapa hal yang akan ibu dapatkan ketika periksa kehamilan di Puskesmas. Selain keempat hal di atas, ibu juga bisa mendapatkan imunisasi tetanus toksoid. Imunisasi ini adalah salah satu kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi yang disebabkan oleh tetanus. Ada pula pemeriksaan lab dan pemberian tablet besi. 

Meski masih banyak yang meragukan kualitas pelayanannya, periksa kehamilan di Puskesmas dapat menjadi pilihan ibu. Selain gratis, beberapa Puskesmas sudah memiliki fasilitas yang memadai dan tenaga medis ahli.

6 Makanan Mengandung Asam Folat untuk Ibu Hamil

6 Makanan Mengandung Asam Folat untuk Ibu Hamil

Asam folat adalah salah satu nutrisi yang penting untuk ibu hamil. Bahkan asupan makanan mengandung asam folat atau suplemen asam folat sebaiknya dikonsumsi sejak merencanakan kehamilan dan selama kehamilan. Asam folat untuk ibu hamil berperan penting pada kesehatan tubuh untuk membuat sel-sel baru dan menghasilkan DNA. Tidak hanya itu, nutrisi ini juga bermanfaat untuk mengurangi risiko cacat lahir pada bayi.

Asupan asam folat untuk ibu hamil dapat dengan mudah ditemukan secara alami dari berbagai bahan makanan, serta juga dapat ditemukan dalam bentuk asam folat dalam makanan yang diperkaya. Sebaiknya orang dewasa yang sehat mendapatkan asupan asam folat sebanyak 400 mcg per hari untuk mencegah risiko cacat tabung saraf, kecuali jika dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan asam folat lebih banyak karena kondisi kesehatan tertentu.

CDC memberikan rekomendasi pada para wanita agar mengonsumsi asam folat setiap hari bahkan sebanyak 4.000 mcg satu bulan sebelum hamil dan selama 3 bulan pertama kehamilan.

Berikut beberapa makanan yang mengandung asam folat untuk ibu hamil yang bisa Anda konsumsi. 

1. Kacang-kacangan  

Kacang-kacangan seperti kacang polong dan biji-bijian dari keluarga Fabaceae merupakan sumber folat yang sangat baik. Satu cangkir (198) lentil matang mengandung 90% Nilai Harian, sedangkan satu cangkir (177 gram) kacang merah matang mengandung sekitar 33 % dari Nilai Harian. Kacang-kacangan juga merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan penting untuk tubuh seperti protein, serat, dan antioksidan, serta mikronutrien yang penting seperti zat besi, magnesium, dan kalium.

2. Asparagus

Asparagus memiliki kandungan banyak vitamin dan mineral termasuk asam folat. Asparagus sebanyak setengah cangkir atau setara dengan 90 gram yang dimasak diketahui memiliki kandungan asam folat sekitar 134 mcg atau 34% dari Nilai Harian. 

Selain itu, asparagus memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena asparagus kaya akan zat antioksidan dan telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Tidak hanya itu, asparagus juga merupakan sumber serat sehat yang baik untuk jantung.

3. Telur

Satu butir telur besar mengandung 22 mcg folat atau sekitar 6 % dari Nilai Harian. Telur juga mengandung protein, riboflavin, vitamin B12 dan selenium. Tidak hanya itu, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang dapat mengurangi risiko gangguan mata seperti degenerasi makula.

4. Sayuran Hijau

Anda bisa mendapatkan asam folat untuk ibu hamil dengan mengonsumsi banyak sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, dan arugula rendah kalori namun kaya akan vitamin dan mineral penting seperti folat. Bahkan, satu cangkir (30 gram) bayam mentah mengandung 58,2 mcg atau 15% dari Nilai Harian.

Tidak hanya itu, sayuran hijau juga mengandung serat yang tinggi serta memiliki kandungan vitamin K dan A yang bermanfaat untuk kesehatan. Mengonsumsi sayuran hijau juga dikaitkan dengan efek pengurangan peradangan, penurunan risiko kanker, dan menurunkan berat badan.

5. Tanaman Bit

Tanaman bit sering digunakan untuk memberikan pewarna pada hidangan utama dan makanan penutup. Tanaman bit juga memiliki kandungan banyak nutrisi penting yang Anda butuhkan setiap hari seperti potasium, mangan, dan vitamin C. Tidak hanya itu, bit juga merupakan sumber folat yang bagus. Satu cangkir (136 gram) bit mentah mengandung 148 mcg folat atau sekitar 37% dari Nilai Harian. Tidak hanya kandungan mikronutriennya yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, bit juga memiliki kandungan nitrat yang tinggi, yaitu sejenis senyawa tanaman yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

6. Buah Jeruk

Anda bisa mendapatkan asupan asam folat untuk ibu hamil dari buah-buahan seperti buah jeruk. Tidak hanya jeruk, Anda juga bisa mengonsumsi grapefruit, lemon, dan limau karena mengandung folat. Satu jeruk besar diketahui mengandung 55 mcg folat atau sekitar 14% dari Nilai Harian. Buah jeruk memiliki kandungan seperti vitamin C, mikronutrien penting yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil sehingga mampu mencegah tubuh terkena berbagai penyakit.

Apakah Susu UHT Aman Dikonsumsi Ibu Hamil?

susu uht untuk ibu hamil

Saat hamil, Anda akan disarankan untuk mengonsumsi susu khusus ibu hamil. Namun, bolehkah Anda mengonsumsi susu UHT sebagai penggantinya jika Anda kurang suka dengan rasa susu khusus ibu hamil? 

Kandungan yodium lebih rendah

Susu disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena kandungannya yang terdiri dari kalsium, protein, folat dan vitamin D. Kandungan gizi tersebut sangat penting untuk ibu dan bayi di dalam kandungan karena dapat meningkatkan suplai darah, mendukung pertumbuhan jaringan, tulang, dan otak bayi, serta mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah. 

Meski begitu, susu UHT tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan ibu hamil dan janin yang membutuhkan asupan gizi sampai dengan dua kali dari kondisi normal. Susu UHT yang diproses melalui pemanasan bersuhu tinggi memiliki kadar yodium 30 persen lebih rendah dibandingkan susu segar. Sementara, yodium merupakan jenis mineral yang penting untuk perkembangan otak janin.

Oleh karena itu, mengandalkan asupan yodium dengan mengonsumsi susu UHT tidaklah disarankan. Kurangnya asupan yodium dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak janin maupun mengganggu metabolisme tubuh Anda sebab yodium juga beperan dalam mengatur metabolisme tubuh Anda. 

Jadi, apakah mengonsumsi susu UHT berbahaya bagi ibu hamil? Jawabannya tidak. Hanya saja, Anda tidak boleh menjadikan konsumsi susu UHT sebagai sumber utama asupan yodium Anda. 

Kalau pun Anda ingin memenuhi asupan yodium Anda dari susu UHT, Anda perlu mengonsuminya dalam jumlah lebih banyak. Dimana kandungan yodium dalam susu segar biasa setara dengan 1,5 liter susu UHT. 

Jika Anda tidak sanggup untuk mengonsumsi susu UHT sebanyak itu, Anda bisa menganti asupan yodium Anda melalui makanan yang terbuat dari rumput laut, udang, ikan, telur, dan garam beryodium. 

Kadar gula dan kalori lebih tinggi

Selain kadar yodium yang lebih sedikit, Anda juga perlu memperhatikan kadar gula dan kalori yang ada di dalamnya. Susu UHT biasanya ditambahkan berbagai perisa makanan yang menambah kadar gula di dalamnya. Oleh karena itu, jika Anda memiliki riwayat diabetes, sebaiknya Anda menghindari konsumsi susu UHT. Di samping itu, mengonsumsi susu UHT secara berlebihan juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan berlebih. 

Saat memilih susu UHT yang ingin dikonsumsi, Anda disarankan untuk mengonsumsi susu UHT rendah lemak dan menghindari atau mengatur konsumsi susu UHT full cream. Selain itu, Anda juga perlu memeriksa kandungan gizi susu UHT yang Anda inginkan di kemasan. 

Susu khusus ibu hamil lebih disarankan 

Susu UHT memang aman untuk dikonsumsi di masa kehamilan namun susu khusus ibu hamil lebih disarankan. Susu khusus ibu hamil memiliki kandungan gizi yang lebih kompleks dengan menawarkan beberapa nutrisi yang tidak ada pada susu biasa, termasuk susu UHT, seperti asam folat, zat besi, zinc, DHA, dan nutrisi lainnya. 

Jika pun Anda tidak menyukai atau tidak bisa mengonsumsi susu khusus ibu hamil, Anda tetap boleh mengonsumsi susu UHT. Akan tetapi, Anda tetap harus mengonsumsi asupan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan asam folat dan zat besi pada tubuh. 

Susu bukan asupan gizi utama saat hamil 

Satu hal lain yang perlu diingat, meski Anda mengonsumsi susu UHT maupun susu khusus ibu hamil, Anda tidak boleh mengabaikan asupan nutrisi dari konsumsi makanan maupun suplemen Anda.

Mengonsumsi susu di  masa kehamilan hanya menjadi pelengkap asupan gizi yang dibutuhkan. Anda tidak boleh menggantungkan asupan gizi utama Anda melalui susu UHT sebab susu UHT tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi Anda secara lengkap. 

Pastikan Anda selalu mendapatkan gizi seimbang dari berbagai jenis makanan yang bisa Anda lengkapi dengan mengonsumsi suplemen untuk ibu hamil lainnya. Jangan lupa untuk selalu memeriksakan kehamilan Anda secara berkala.

Jika Anda memiliki pertanyaan tertentu mengenai masa kehamilan maupun persiapan persalinan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan melalui aplikasi keluarga sehat, SehatQ yang bisa Anda unduh di Google Play Store dan App Store. 

Hamil 36 Minggu, Ketahui Perkembangan Janin dan Kondisi Tubuh Ibu pada Masa Ini

Hamil 36 Minggu, Ketahui Perkembangan Janin dan Kondisi Tubuh Ibu pada Masa Ini

Memasuki masa kehamilan di trimester ketiga atau hamil 36 minggu merupakan masa yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Pada masa ini bayi mulai bersiap-siap untuk dilahirkan, dan mungkin akan terdapat beberapa perubahan pada kondisi tubuh ibu. 

Selain perubahan pada tubuh ibu, janin di dalam kandungan juga mengalami beberapa perubahan pada masa hamil 36 minggu. Lalu, apa saja perkembangan bayi pada masa kehamilan ini?

Perkembangan Bayi pada Hamil 36 Minggu

  • Saat memasuki trimester ketiga, perkembangan janin ketika bersiap untuk proses kelahiran adalah sebagai berikut:
  • Berat badan tubuh sekitar 2,7 kg
  • Panjang tubuh sekitar 46-48 cm
  • Lanugo (bulu-bulu halus) dan vernix (lapisan lilin pelindung) pada bayi mulai rontok
  • Janin akan bergerak ke arah panggul ibu
  • Bayi akan memposisikan kepalanya ke bawah, jika tidak maka dokter atau bidan akan melakukan upaya untuk menurunkan kepala bayi untuk mempermudah proses lahiran
  • Agar terhindar dari infeksi saat lahir, pada masa ini sistem darah dan kekebalan tubuh bayi sudah berkembang sempurna
  • Indra pendengaran semakin tajam sehingga bayi mulai bisa mengenali dan memberi respon pada suara yang didengar
  • Kelopak mata mulai terbentuk dan mata mulai bisa melihat
  • Janin sudah mulai tidur nyenyak dan pola tidurnya lebih teratur
  • Janin akan buang air besar pertamanya dalam bentuk campuran kehitaman yang disebut mekonium

Dalam masa ini, beberapa organ bayi masih dalam perkembangan dan belum terbentuk dengan sempurna. Seperti halnya sistem pencernaan yang belum matang secara sempurna dan tengkorak yang masih lunak untuk menyesuaikan jalur lahir.

Perubahan pada Tubuh Ibu pada Masa Hamil 36 Minggu

Ibu yang memasuki masa kehamilan 36 minggu akan mulai merasakan beberapa perubahan pada tubuh. Inilah perubahan pada tubuh ibu hamil saat kehamilan trimester ketiga.

  1. Susah bergerak

Ibu hamil akan mengalami susah bergerak dan hanya bisa berjalan secara perlahan. Hal ini dikarenakan berat badan ibu akan mengalami kenaikan sekitar 9-13 kg.

Pada umumnya wanita membutuhkan 2.000 hingga 2.500 kkal per hari. Namun, pada ibu hamil akan meningkat sebanyak 300 kkal per hari dan jika telah menyusui akan meningkat 500 kkal per hari.

  1. Kondisi sekitar perut dan panggul

Rahim pada masa kehamilan 36 minggu akan semakin membesar sehingga kondisi perut akan mencapai tulang rusuk. Ketika kepala bayi mulai bergerak, maka kepalanya akan jatuh ke dalam panggul. Hal ini merupakan persiapan bayi untuk proses lahiran sehingga menempatkan dirinya lebih rendah di dalam rahim.

  1. Badan mulai terasa sakit

Terdapat peningkatan rasa sakit pada beberapa bagian tubuh seperti tangan, pergelangan tangan dan kaki, lutut, dan punggung leher. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena rasa sakit pada badan saat kehamilan trimester ketiga adalah hal yang wajar.

Rasa sakit ini dikarenakan terjadinya perubahan pada postur bayi yang semakin besar dan gejolak hormon yang menyimpan banyak cairan.

  1. Mengalami kontraksi palsu

Ibu hamil akan mulai merasakan sensasi seperti kontraksi namun hal ini disebut kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Pada masa ini rahim  sedang berlatih untuk melakukan kontraksi saat persalinan sehingga ibu mulai merasakan perut semakin kencang seolah-olah sedang kontraksi akan melahirkan.

Namun, apabila kontraksi yang dirasakan tidak hilang, semakin kuat, lebih lama, dan lebih sering maka Anda perlu berkonsultasi kepada dokter atau bidan karena bisa jadi ini adalah kontraksi sebagai tanda persalinan segera dimulai.

  1. Perut gatal

Kuli pada bagian perut ibu akan semakin melebar seiring dengan perkembangan janin di dalam kandungan. Ketika perut semakin melebar, kulit perut ibu juga semakin berkurang kelembapannya. Hal ini menyebabkan rasa gatal di bagian perut.

  1. ASI mulai keluar

ASI umumnya akan keluar saat ibu telah melahirkan. Namun, pada beberapa kondisi menyebabkan ASI sudah keluar saat masa kehamilan memasuki trimester ketiga.

Penyebab dari kondisi ini adalah hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh ibu hamil meningkat.

  1. Keputihan

Ketika hamil 36 minggu, ibu hamil akan merasakan keputihan yang semakin sering karena terdapat penyumbatan lendir pada leher rahim. Pada beberapa kondisi, keputihan ini juga diikuti dengan bercak darah.

Perlu diperhatikan bahwa jika yang keluar adalah air yang cair, hal ini adalah ketuban yang mulai pecah dan proses melahirkan harus segera dilakukan.

  1. Sembelit dan kembung

Usia kehamilan 36 minggu menyebabkan isi perut tertahan lebih lama pada saluran pencernaan. Kondisi ini membuat otot usus melemah sehingga efek sembelit dan perut kembung sering terjadi.

Hamil 36 minggu menjadi masa yang membahagiakan karena Ibu dan keluarga akan menyambut kehadiran bayi yang telah dinantikan. Rasa bahagia ini juga harus diikuti dengan kewaspadaan yang meningkat dan lebih peka dengan tanda-tanda persalinan. Segera konsultasikan kepada dokter atau bidan jika pada masa hamil 36 minggu ini ibu sudah mulai merasakan tanda-tanda kehadiran si buah hati, sehingga ibu segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Tes Kehamilan dengan Sabun? Perhatikan Hal-hal Ini

Tes Kehamilan dengan Sabun? Perhatikan Hal-hal Ini

Banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk mengetahui sedang hamil atau tidak. Pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah maupun laboratorium menjadi cara yang paling efektif dan akurat. Namun jika Anda ingin melakukannya di rumah, selain menggunakan alat test pack, Anda juga dapat melakukan tes kehamilan dengan sabun. 

Tes kehamilan dengan sabun merupakan praktik pengecekan kehamilan yang sudah ada cukup lama. Anda hanya memerlukan sedikit sabun dan urine untuk bisa mengetahui hamil tidaknya Anda. Saat sabun mengeluarkan gelembung ketika Anda menumpahkan urine di atasnya, artinya Anda sedang hamil. Akan tetapi jika gelembung tidak kunjung datang, artinya Anda tidak sedang mengandung. 

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan apabila berniat melakukan tes kehamilan unik ini di rumah. Berikut ini adalah hal-hal yang patut menjadi perhatian Anda ketika melakukan tes kehamilan dengan sabun.

  1. Beri Jeda Waktu 

Anda bisa dikatakan sedang hamil apabila reaksi gelembung muncul dari sabun yang ditumpahi urine di atasnya. Namun, jangan lantas terburu-buru mengatakan tidak hamil ketika tidak ada gelembung sesaat setelah Anda menyiramkan urine di atas sabun tersebut. Beri jeda waktu sesaat setelah Anda menumpahi urine di atas sabun. Umumnya, reaksi gelembung bisa terjadi dari awal penumpahan urine sampai 10 menit setelah urine ditumpahkan. Jadi, tidak ada salahnya menunggu sejenak, bukan?

  1. Gunakan Sabun Batang 

Pastikan selalu bahwa alat tes kehamilan yang Anda gunakan adalah sabun batang. Pasalnya ketika menggunakan sabun cair, gelembung akan lebih mudah terjadi, meski Anda sedang tidak hamil. Ditambah lagi, sabun cair mengandung zat-zat lain yang dapat membuat hasil tes menjadi tidak seakurat sabun batang. 

  1. Prioritaskan Urine Pertama 

Sebenarnya Anda bisa melakukan tes kehamilan dengan sabun menggunakan urine yang dikeluarkan kapan pun itu. Namun untuk hasil yang lebih akurat, Anda sebaiknya memprioritaskan penggunaan urine pertama di pagi hari. Ini karena urine pertama cenderung mengandung human chorionic gonadotropin (hCG) tinggi sehingga pendeteksian kehamilan dapat lebih akurat. 

  1. Urine Lebih Banyak 

Perbandingan yang tepat menjadi salah satu kunci agar tes kehamilan dengan sabun. Usahakan porsi urine lebih banyak daripada sabun yang Anda gunakan. Idealnya, porsi urine untuk tes kehamilan lebih banyak 3 kali lipat dibandingkan porsi sabun. Jika Anda menggunakan sepotong sabun dengan satu sendok teh, jumlah urine yang mesti dipakai minimal 3 sendok teh. 

  1. Pakai Wadah Plastik 

Anda mungkin berpikir apa yang dapat Anda jadikan wadah untuk mencampur sabun dengan urine. Tidak perlu bingung, Anda hanya memerlukan wadah yang terbuat dari plastik. Soal ukuran, itu bebas sesuai keinginan Anda. Hanya yang perlu dipastikan, wadah tersebut dalam kondisi bersih. Wadah plastik menjadi yang terbaik untuk mengecek kehamilan karena cenderung tidak menimbulkan reaksi lain jika dicampurkan dengan bahan kimia. 

  1. Sehari Setelah “Telat”

Anda bisa saja melakukan tes kehamilan menggunakan sabun ketika usia janin masih 1—2 minggu. Namun, tingkat keakuratannya akan sangat berkurang jauh. Pasalnya saat itu, hormone hCG belum meningkat drastis sehingga reaksi akan sangat minim. Pada kondisi normal, kadar hCG dalam urine kurang dari 5 mIU/ml. Namun pada awal kehamilan, kadar hCG bisa meningkat 2—3 kali lipat. Waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan menggunakan sabun ataupun test pack adalah sehari setelah Anda tidak mendapatkan menstruasi sesuai jadwal. 

*** 

Sejauh ini banyak tes kehamilan dengan sabun yang memperoleh hasil cukup akurat. Namun tetap perlu diingat, penelitian mengenai keakuratan tes kehamilan ini masih sangat terbatas. Jika Anda memperoleh hasil positif dari tes ini, cobalah untuk langsung memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.