Hyperhidrosis, Penyebab Kaki Berkeringat Berlebih Secara Tiba-tiba

Hiperhidrosis (hyperhidrosis) adalah kelainan yang menyebabkan seseorang berkeringat secara berlebih. 

Normalnya, seseorang akan mengeluarkan keringat setelah melakukan aktivitas berat atau saat cuaca panas. Namun, hiperhidrosis membuat penderitanya berkeringat tak terlepas dari kegiatan atau cuacanya. 

Terdapat dua jenis hiperhidrosis, salah satunya disebut hiperhidrosis fokal yang membuat tangan dan kaki berkeringat secara berlebihan. 

Mengenal hiperhidrosis lebih dekat

Hiperhidrosis bisa muncul sejak lahir atau berkembang di kemudian hari. Namun pada kebanyakan kasus, keringat berlebih cenderung dimulai saat masa remaja. 

Seseorang dengan kaki berkeringat menderita hiperhidrosis jenis vokal. Hal ini karena kelenjar keringat di area tersebut relatif tinggi. Selain kaki, hiperhidrosis fokal bisa terjadi di tangan, ketiak, dan selangkangan.

Sedangkan keringat berlebihan yang mempengaruhi seluruh tubuh disebut dengan hiperhidrosis umum. 

Kasus hiperhidrosis termasuk langka di seluruh dunia. Menurut Asosiasi Hiperhidrosis Internasional, sekitar 2,8 persen orang Amerika atau sekitar 7,8 juta orang terkena hiperhidrosis. 

Penyebab hiperhidrosis 

Hiperhidrosis bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas (hiperhidrosis idiopatik primer) atau disebabkan oleh kondisi medis. 

Penelitian menemukan kondisi mental dan emosional terkait dengan hiperhidrosis idiopatik primer. Namun faktanya stres, kecemasan, dan gugup yang diperlihatkan pasien hiperhidrosis disebabkan oleh keringat yang berlebihan. 

Penelitian lain juga menemukan hiperhidrosis terkait dengan riwayat genetika. Mayoritas pasien dengan hiperhidrosis primer memiliki saudara kandung atau orang tua dengan kondisi tersebut. 

Bentuk hiperhidrosis umum sekunder cenderung lebih serius secara medis. Penyebabnya antara lain:

  • Cedera saraf tulang belakang
  • Penyalahgunaan alkohol dan zat 
  • Diabetes
  • Encok
  • Penyakit jantung
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Kegemukan
  • Penyakit Parkinson
  • Kegagalan pernapasan
  • Infeksi virus dan bakteri
  • Kanker, seperti leukemia dan limfoma
  • Kehamilan
  • Menopause
  • Konsumsi obat tertentu, seperti antidepresan, antikolinesterase (untuk penyakit Alzheimer), pilokarpin (untuk glaukoma), propranolol (untuk tekanan darah tinggi)

Gejala hiperhidrosis

Kaki berkeringat terlalu banyak hingga membasahi kaus kaki bahkan sepatu termasuk salah satu tanda hiperhidrosis primer maupun sekunder. Keringat berlebih ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan terjadi setidaknya seminggu sekali. 

Hiperhidrosis akan berdampak pada kehidupan sosial atau aktivitas sehari-hari. Orang dengan hiperhidrosis cenderung mengalami hal-hal seperti kecemasan sosial, kurang percaya diri, menarik diri secara sosial, bahkan depresi. 

Dari segi kesehatan fisik, mereka rentan terkena masalah kulit seperti infeksi jamur atau bakteri. 

Mengatasi kaki berkeringat

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan kaki berkeringat akibat hiperhidrosis fokal primer. Namun cara berikut membantu Anda mengontrol gejalanya:

  1. Antiperspiran

Penggunaan deodoran antiperspiran dapat mengurangi keringat berlebih pada kaki. Antiperspiran mengandung zat yang berfungsi menyumbat kelenjar keringat, salah satunya aluminium klorida.

  1. Iontophoresis

Perawatan menggunakan suatu alat yang menghantarkan listrik tingkat rendah melalui air untuk menonaktifkan sementara kelenjar keringat.

  1. Suntikan botoks

Suntikan botoks dapat menghentikan saraf yang memicu kelenjar keringat untuk sementara waktu. Suntikan botoks umumnya digunakan untuk mengobati keringat ketiak yang berlebihan.

  1. Pakaian yang nyaman

Gunakan pakaian dan kaus kaki berbahan katun yang menyerap keringat dan  memiliki sirkulasi udara yang baik.

  1. Sepatu yang tepat

Hindari sepatu berbahan sintetis karena dapat memperburuk gejala. Disarankan untuk menggunakan sepatu berbahan alami, seperti kain atau kulit. 

  1. Pembedahan

Mengangkat beberapa kelenjar keringat melalui pembedahan efektif mengurangi keringat berlebih akibat hiperhidrosis fokal primer. Cara lainnya adalah memotong saraf yang memicu keringat berlebih.

Keringat berlebih akibat hiperhidrosis sekunder juga bisa diobati tergantung pada kondisi penyebabnya. Misalnya, hiperhidrosis yang disebabkan oleh hipertiroidisme dapat diatasi dengan pengobatan atau pembedahan.

Catatan

Kaki berkeringat memang tidak berbahaya, namun kondisi tersebut sangat mempengaruhi psikologis penderitanya. 

Jika cara alami mengatasi kaki berkeringat tidak efektif, Anda bisa menghubungi dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut.