Inilah Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid

Inilah Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid

Setiap wanita bisa mengalami haid. Haid bisa terjadi dalam satu bulan. Hal tersebut juga membuat wanita merasa tidak nyaman ketika mereka tidur. Oleh karena itu, jika Anda seorang wanita yang mengalami haid, Anda sebaiknya coba posisi tidur seperti posisi janin untuk mengurangi gangguan tidur.

Mengapa Susah Tidur?

Setiap wanita memiliki banyak alasan mengapa mereka susah tidur ketika mereka mengalami haid, salah satunya termasuk kram perut. Sebagian wanita juga mengalami gangguan lain pada tubuh mereka seperti sakit kepala dan perubahan hormon. Oleh karena itu, jika kondisi memburuk, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisi Anda dapat ditangani lebih lanjut oleh dokter.

Posisi Apa Saja untuk Mencegah Rasa Sakit karena Haid?

Jika Anda mengalami haid sehingga tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, berikut adalah beberapa posisi tidur yang dapat Anda coba:

  1. Posisi janin

Salah satu posisi yang dapat Anda coba adalah posisi janin (fetal). Jika Anda tidur dengan posisi tersebut, Anda akan mengurangi tekanan pada otot-otot di bagian perut. Posisi tersebut dapat membuat otot rangka lebih rileks sehingga dapat mengurangi risiko nyeri dan kram.

Tidur dengan posisi ini juga dapat mengurangi risiko kebocoran pada darah haid. Risiko tersebut tidak akan terjadi karena kedua kaki Anda berada dalam keadaan menempel dan rapat.

  1. Pose anak

Pose lain yang dapat Anda coba adalah pose anak (child’s pose). Posisi tersebut dilakukan dengan menekuk tubuh ke arah depan. Kepala Anda diletakkan di kasur dan kedua kaki Anda berada di samping tubuh. Posisi tersebut dapat mengurangi kram perut ketika Anda mengalami haid.

  1. Berbaring telentang

Anda juga dapat mencoba posisi berbaring telentang untuk mengurangi rasa sakit ketika Anda mengalami haid. Posisi tersebut dapat memberikan kenyamanan pada perut melalui pijatan. Untuk membuat diri Anda lebih nyaman, Anda dapat menggunakan minyak aromaterapi seperti lavender. Walaupun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa menggunakan minyak dapat memberikan efek positif pada perut, hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit pada perut.

Sebuah studi yang melibatkan 23 perempuan yang mengalami endometriosis, yang menggunakan minyak pijat, dapat mengurangi rasa sakit secara signifikan. Pijatan dilakukan selama 20 menit dengan menekan bagian abdomen, sisi tubuh, dan punggung partisipan.

Adakah Cara Lain untuk Mengatasi Rasa Sakit karena Haid?

Selain menerapkan posisi tidur yang disebutkan di atas, Anda juga dapat melakukan beberapa hal di bawah untuk mengatasi rasa nyeri ketika Anda mengalami haid:

  • Mengkonsumsi air putih

Salah satu cara yang paling umum untuk menjaga kesehatan, termasuk nyeri ketika haid, adalah mengkonsumsi banyak air putih setiap hari.

  • Kompres hangat

Cara lain yang dapat Anda terapkan adalah menggunakan kompres hangat yang bersuhu sekitar 40 derajat Celsius. Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2012, yang melibatkan 147 perempuan yang berusia di antara 18 hingga 30 tahun, cara tersebut memiliki tingkat efektifitas yang sama dengan menggunakan obat ibuprofen.

  • Berolahraga

Ada berbagai alasan mengapa setiap orang perlu berolahraga, salah satunya termasuk memproduksi endorfin. Hormon tersebut dapat mengurangi rasa nyeri akibat haid. Cara untuk memproduksi endorfin adalah berjalan kaki atau yoga.

  • Meningkatkan suasana hati

Seseorang yang mengalami nyeri karena haid dapat menurunkan kualitas tidurnya dan suasana hati mereka. Oleh karena itu, mereka bisa mengatasi masalah tersebut dengan membuat suasana kamar yang mendukung seperti mengatur suhu ruangan yang dingin.

Kesimpulan

Menerapkan posisi tidur yang baik dapat mengurangi rasa sakit karena haid. Selain pola tidur, Anda dapat melakukan cara-cara lain, yang disebutkan di atas, untuk membantu menjaga kualitas tidur Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang haid atau posisi tidur.