Pemeriksaan Kesehatan Mandiri untuk Hindari Kanker Testis

Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis, bagian dari organ reproduksi pria. Meskipun jenis kanker ini tergolong jarang ada di Indonesia hanya 15 ribu kasus per tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kejadiannya terus meningkat dalam dekade terakhir. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan untuk remaja pria pun sangat dibutuhkan.

Cara melakukan pemeriksaan kesehatan untuk antisipasi kanker testis

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keberhasilan pengobatan juga tergantung pada tahap kanker itu sendiri saat diagnosis dilakukan. Semakin cepat diperiksa, makan semakin baik juga. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan dini sangat penting, mengingat kanker testis juga ditemukan pada remaja pria, deteksi mandiri bisa dilakukan mulai dari usia belasan tahun. Berikut caranya:

  1. Testis ditampung dengan satu atau dua tangan
  2. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar, bisa dilakukan dengan ibu jari atau jari lain
  3. Secara normal, testis berbentuk oval, kenyal, memiliki permukaan yang rata, memiliki batas tegas. Ukuran keduanya bisa tidak sama besar.
  4. Dalam kondisi normal, perabaan tidak akan menimbulkan rasa sakit, tidak juga didapati massa lain atau perabaan yang keras.

Risiko terkena kanker testis meningkat pada orang yang testisnya tidak turun ke kantong zakar atau skrotum, keturunan penderita kanker testis, terpapar radiasi saat dalam kandungan, dan pernah terkena peradangan akibat gondongan.

Penyakit ini umumnya ditandai dengan benjolan di testis atau memar, dan rasa sakit di skrotum. Gejala lain yaitu bisa berupa benjolan tanpa rasa sakit. Hal tersebut bisa menjadi penanda tumor masih sebesar kacang polong. Namun, bisa tumbuh jauh lebih besar. Jika tidak diobati, lama kelamaan akan timbul rasa sakit pada skrotum. Satu testis akan terasa lebih berat dan menjadi lebih besar dibanding lainnya.

Kondisi ini umumnya ditemukan pada laki-laki dengan rentan usia 25-34 tahun. Meskipun angka kematian meningkat, seiring bertambahnya angka insiden, angka kesembuhan juga meningkat secara signifikan karena dampak membaiknya Teknik diagnosis seperti pemeriksaan tumor, tindakan bedah, dan kemoterapi.