Tanda Harus Konsultasi saat Muka Merah dan Panas

Muka Merah dan Panas, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Kondisi muka merah dan panas yang disebabkan jerawat harus segera mungkin mendapatkan tindakan medis dari dokter terkait. Terlebih jika jerawat di wajah tingkatannya sudah masuk dalam kategori parah. Hal ini perlu mendapatkan atensi lebih karena apabila tidak diambil langkah medis secara cepat, jerawat bisa semakin lama untuk diatasi dan tentunya membuat anda menjadi tidak percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas.

Tidak hanya jerawat, apabila muka merah dan panas sudah berlangsung selama beberapa minggu, anda juga disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter. Dalam tahap ini, biasanya dokter akan menanyakan lebih dulu penyebabnya. Selanjutnya, jika dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk melakukan mendiagnosis, maka tindakan medis akan diambil. 

Namun demikian, apabila di antara pembaca mengalami kondisi muka merah dan panas tanpa disertai alasan yang jelas, hal itu sudah bisa menjadi dasar agar segera menghubungi dokter spesialis terkait. Langkah ini disarankan agar anda bisa benar-benar mengetahui penyebabnya. Di sisi lain, sekaligus sebagai upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebab, bukan tidak mungkin muka merah dan panas disebabkan karena anda mengidap penyakit atau sindrom tertentu.

Lebih lanjut, anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila muka anda terbilang sering mengalami merah dan panas. Anjuran itu dikemukakan karena bisa saja itu terjadi karena anda mempunyai alergi tertentu dan pada saat yang bersamaan, anda tidak menyadarinya.

Perlu mendapatkan atensi khusus apabila muka merah dan panas disertai dengan gejala diare. Jika sudah dalam kondisi ini, menghubungi dokter merupakan langkah yang tidak bisa ditawar lagi. Selain itu, jika anda sudah sangat jengkel dan merasa terganggu dengan muka yang memerah, maka tidak ada salahnya juga untuk melayangkan permohonan konsultasi dengan dokter spesialis terkait.

Tidak ragu melakukan konsultasi dengan dokter disarankan karena muka merah dan panas ini bisa juga disebabkan hal-hal di luar terlalu sering terpapar sinar matahari. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kondisi wajah memerah dan terasa panas bisa juga disebabkan karena penyakit, seperti kanker tiroid, demam scarlet, hipertiroidisme, pielonefritis, sakit kepala cluster, demam kuning dan hiperrefleksia otonom.

Di samping itu, muka merah dan panas bisa juga disebabkan karena seseorang mengidap sindrom cushing, sindrom aktivasi sel mast, sindrom karsinoid dan agoraphobia. Penyebab lainnya adalah gangguan pada sistem endokrin, menopause pada perempuan, cuaca dingin dan infeksi pada kulit.

Dari berbagai penyakit atau sindrom yang dijabarkan di atas, kita pun mengetahui bahwasannya terdapat penyebab lain yang mengakibatkan muka memerah dan terasa panas. Oleh karena itu, saran agar konsultasi ke dokter tidak bisa diabaikan begitu saja, terlebih bila kondisi kemerahan dan panas pada area wajah sudah berlangsung lebih dari sepekan.

Lebih lanjut, yang perlu diperhatikan pula, membawa diri atau seseorang ke rumah sakit merupakan tindakan yang tidak bisa ditawar lagi kalau muka merah dan panas yang dialami itu diiringi dengan gejala lainnya. Adapun gejala yang dimaksud adalah mulut bengkak, pusing, atau gatal-gatal. Jika mengalami gejala tambahan itu, segeralah bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Demikianlah yang bisa disampaikan terkait kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami muka merah dan panas. Dalam banyak kasus, kondisi ini memang lebih sering terjadi karena sering terpapar sinar matahari atau jerawat. Namun apabila anda merasakan ada yang janggal, langsung menghubungi dokter merupakan pilihan yang bijak. 

Apa Itu Kurap dan Adakah Obat Kurap Alami?

Kurap, juga dikenal dengan istilah “ringworm” atau dalam dunia medis disebut sebagai “dermatophytosis”, merupakan sebuah infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat menyerap hewan dan manusia. Infeksi jamur ini bermula sebagai bercak merah pada daerah yang terinfeksi, untuk kemudian menyebar di bagian tubuh lain. Kurap dapat tumbuh di kulit kepala, kaki, selangkangan, dan bahkan kuku. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar kurap, termasuk gejala, penyebab, dan potensi perawatan obat kurap alami.

Gejala dan penyebab

Gejala kurap bervariasi tergantung pada daerah mana Anda terinfeksi. Saat infeksi kulit terjadi, gejala yang umum dijumpai adalah bercak kemerahan, bersisik, dan gatal; bercak yang menyebabkan lepuhan kulit; bercak berwarna lebih merah terutama pada bagian luar cincin; dan bercak dengan tepi menonjol. Apabila Anda menderita kurap pada kuku, kuku akan berubah warna dan menjadi lebih tebal atau mulai retak. Di sisi lain, apabila kurap terjadi di kulit kepala, rambut di sekitar kurap akan rontok dan bidang kebotakan akan terjadi. Pengobatan untuk mengatasi gejala tersebut bermacam-macam, mulai dari obat-obatan OTC, perubahan gaya hidup, hingga obat kurap alami seperti minyak kelapa dan kunyit.

Ada tiga jenis jamur yang dapat menyebabkan kurap, yaitu Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Ada kemungkinan bahwa jamur tersebut dapat hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah. Hewan dan manusia dapat tertular kurap setelah melakukan kontak langsung dengan tanah tersebut. Infeksi juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang menderita kurap.

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan mendiagnosa kurap dengan memeriksa kulit dan menggunakan “black light” untuk melihat kulit pada daerah yang terinfeksi. Tergantung jenis jamur, terkadang kurap akan berpendar di bawah paparan black light. Untuk mengkonfirmasi diagnosa, dokter juga dapat melakukan beberapa tes seperti biopsy kulit atau kultur jamur, di mana dokter akan mengambil samepl kulit atau cairan dari lepuhan kurap dan mengirimnya ke laboratorium untuk mendapatkan analisa jamur. Apabila Anda mendapatkan pemeriksaan KOH, dokter akan mengikis sebagian kulit yang terinfeksi dan meneteskan sebuah cairan bernama potassium hydroxide (KOH) di atasnya. KOH dapat membantu memecah sel kulit normal, membuat elemen jamur menjadi lebih mudah dilihat di bawah mikroskop.

Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk merawat kurap. Perawatan yang diterima biasanya tergantung pada tingkat keparahan infeksi kurap, misalnya kurap dan athelte’s foot di tubuh dapat dirawat menggunakan obat topikal, seperti krim, salem, gel, dan semprotan antijamur. Di sisi lain, kurap yang ada di kulit kepala atau kukut membutuhkan obat-obatan oral resep seperti terbinafine atau griseofulvin. Obat-obatan OTC atau krim kulit antijamur juga dapat direkomendasikan. Produk-produk tersebut mengandung clotrimazole, terbinafine, miconazole, dan bahan-bahan lainnya.

Selain obat-obatan OTC dan resep di atas, obat kurap alami juga datang dari perubahan gaya hidup. Dokter akan merekomendasikan Anda dalam merawat infeksi jamur di rumah dengan melakukan beberapa cara seperti mencuci seprai dan bantal serta pakaian setiap hari saat infeksi terjadi untuk membantu mensterilkan lingkungan sekitar, mengeringkan tubuh dengan menyeluruh setelah Anda mandi, memakai pakaian yang longgar, dan merawat seluruh daerah yang terinfeksi jamur. Anda juga bisa menggunakan home remedies seperti kunyit. Lumat kunyit dan campur dengan sedikit air untuk kemudian dioleskan ke kulit yang terinfeksi dan biarkan kering.