Olahraga Tolak Peluru Perkuat Otot Anda

Mungkin Anda sudah jarang melihat olahraga tolak peluru. Bahkan, ada kemungkinan terakhir kali Anda melakukan olahraga ini saat berada di sekolah dan kelas olahraga. Banyak orang menganggap olahraga tolak peluru bukan bagian penting dari rutinitas latihan sehari-hari. Namun, yang tidak mereka sadari adalah nyatanya olahraga ini dapat membakar ratusan kalori. Olahraga tolak peluru juga dapat membantu mempertajam otot di dalam tubuh. Selain itu, menambahkan olahraga tolak peluru ke dalam rutinitas latihan harian juga dapat mencegah Anda menjadi bosan dari rutinitas yang biasanya Anda lakukan. 

Olahraga tolak peluru dapat melatih otot di bagian atas tubuh, termasuk lengan, pundak, punggung, dan bagian inti. Bagi mereka yang melakukan gerakan melangkah, olahraga tolak peluru juga dapat membuat kaki dan panggul menjadi aktif, meskipun tidak seintens dengan bagian tubuh atas. Dengan membangun otot tersebut, Anda dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti membawa barang belanjaan atau mendorong stroller anak dengan lebih mudah. Selain itu, semakin kuat otot-otot di dalam tubuh Anda, semakin mudah pula berbagai macam latihan lain untuk dilakukan. 

Selain melatih otot tubuh bagian atas, olahraga tolak peluru juga akan membakar banyak kalori yang ada di dalam tubuh Anda. Seperti yang Anda ketahui, latihan adalah bagian penting dalam proses penurunan berat badan. Jika Anda ingin memasukkan olahraga tolak peluru ke dalam menu latihan harian Anda, hitung berapa banyak kalori yang dibakar oleh olahraga ini menggunakan informasi tersebut untuk menyeimbangkan diet dengan rutinitas yang Anda miliki. Pada umumnya, wanita dengan berat badan 68 kilogram akan membakar 400 kalori per jamnya hanya dengan melakukan olahraga tolak peluru. Meskipun angka tersebut adalah angka yang sangat baik, tentunya Anda tidak ingin melakukan olahraga tolak peluru dalam 1 jam. Seimbangkan dengan aktivitas jenis lain untuk memastikan Anda membakar cukup kalori guna menurunkan berat badan. 

Selain manfaatnya dalam menurunkan berat badan, olahraga tolak peluru juga membantu meningkatkan massa otot tanpa lemak. Massa otot tanpa lemak dapat meningkatkan metabolisme Anda, membantu Anda dalam membakar lebih banyak kalori. Menjaga berat badan yang sehat membantu tubuh melindung diri dari berbagai macam masalah kesehatan. Melakukan olahraga tolak peluru juga dapat meningkatkan kekuatan otot inti, yang mana dapat membantu meningkatkan keseimbangan. Kombinasikan olahraga tolak peluru dengan bentuk latihan lain guna mendapatkan manfaat sepenuhnya. 

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga tolak peluru, memasukkan berbagai jenis latihan atau olahraga lain. Hal ini akan membantu Anda melatih otot dengan cara-cara yang baru dan berbeda. Lakukan gerakan yang menggunakan kedua tangan dalam waktu yang bersamaan, juga gerakan yang hanya memerlukan satu tangan saja. Lempar bola tolak peluru dengan tangan di atas, tangan di bawah, maupun dari masing-masing sisi tubuh. Cobalah untuk melempar bola tolak peluru dengan berlutut, duduk, ataupun berbaring. Direkomendasikan agar Anda melakukan 3 set dengan 8 berulang untuk setiap latihan olahraga tolak peluru beberapa kali dalam seminggu. Olahraga tolak peluru merupakan jenis olahraga yang mudah dilakukan. Tidak hanya olahraga ini dapat melatih serta membentuk otot tubuh, kemampuannya dalam membakar kalori dalam jumlah yang banyak cocok bagi Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan. Apabila Anda tidak yakin bagaimana harus memulai olahraga ini, mintalah pelatih profesional untuk mengajari cara tolak peluru yang benar sekaligus untuk menghindari terjadinya cedera.

6 Tindakan yang Dapat Mengatasi Ego Depletion

6 Tindakan yang Dapat Mengatasi Ego Depletion

Rutinitas harian bisa memberikan banyak dampak bagi manusia, baik itu dari sisi fisik maupun psikologis. Rutinitas membuat manusia bekerja dan bertindak layaknya sistem mekanis, stagnan dan begitu-begitu saja. Meski kurang familiar, tetapi ego depletion sangat umum sekali terjadi akibat dari rutinitas tersebut.

Untuk memahami ego depletion, seseorang mungkin harus mengetahui masing-masing kata yang membentuk frasa itu, yakni ‘ego’ dan ‘depletion’ yang dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan secara bebas dengan ‘kelelahan’, ‘kehabisan’, atau ‘penipisan’. Depletion mengacu pada suatu kondisi di mana terjadinya sebuah degradasi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ego diartikan sebagai ‘ke-aku-an’ atau diri pribadi. Namun, dalam konsep ego depletion, ego di sini lebih ke arah kemauan. Menurut Sigmund Freud, ego dalam kasus ini adalah kesadaran seseorang untuk menengahi antara impuls dengan sesuatu yang dianggap benar sehingga dia bisa membuat keputusan yang bijak.

Kemauan (tak terbatas pada apapun) seorang manusia terbatas. Batas tersebut bisa bermacam-macam wujudnya. Dalam ego depletion, kondisi psikis dan fisik-lah yang menjadi batas itu. Sebagai contoh, ketika setelah seharian energi kita terkuras untuk melakukan rutinitas, keinginan kita untuk melakukan hal lain (walau sudah terencana) kadang hilang begitu saja. Itulah yang dimaksud oleh para ilmuwan sebagai kondisi ego depletion.

Sejak Roy Baumeister mengemukakan gagasannya soal ego depletion pada 1998 silam, para ahli yang lain beramai-ramai mulai tertarik mencari sesuatu mengenai kondisi ini. Dari sekian studi atau penelitian yang dilakukan, didapatlah beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab dari ego depletion.

Kemungkinan yang menempati posisi pertama adalah stres. Stres sebenarnya adalah kondisi alami dan amat biasa terjadi pada siapa saja. Namun, ketika kondisi ini terus terakumulasi dan tidak dirilis dalam waktu yang lama, secara tidak sadar seseorang akan mengalami kondisi di mana mereka merasa amat lelah dan masa bodoh dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Selain itu, membuat banyak keputusan juga dikaitkan dengan ego depletion. Pasalnya, proses pengambilan keputusan sering kali membutuhkan fokus dan pengendalian diri yang berkepanjangan. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat seseorang mengalami salah satu varian dalam ego depletion, yakni decision fatigue atau kelelahan keputusan. Sebagai informasi, dalam sehari seseorang membuat sedikitnya 35 ribu keputusan, baik yang dapat disadari maupun yang tidak.

Kemungkinan yang paling sering muncul terkait penyebab ego depletion adalah rutinitas yang telah dibahas sedari awal. Tugas-tugas yang kita lakukan setiap hari menyita fokus dan pikiran dan seiring berjalannya waktu fokus dan pikiran kita itu akan menurun tanpa kita sadari.

Mengetahui sebab dari suatu peristiwa menjadi poin penting untuk merumuskan tindakan kita agar terhindar daripadanya. Berdasarkan penyebab di atas, berikut 6 tindakan yang bisa seseorang lakukan supaya tidak mengalami ego depletion:

  • Ingat hukum sebab dan akibat

Saat Anda dihadapkan pada suatu pilihan, pernyataan jika-maka mungkin dapat membantu meringankan beban pikiran. Anda jadi lebih mudah dalam membuat keputusan di antara dua pilihan yang sulit.

  • Konsumsi sesuatu yang manis

 Ada banyak penelitian menyatakan bahwa keterkaitan antara ego depletion dengan jumlah glukosa dalam darah cukup erat. Cobalah santap makanan atau minum minuman yang manis, saat Anda merasa sangat kelelahan secara psikis.

  • Tingkatkan suasana hati

Ketika suasana hati Anda buruk, tubuh seakan lemah dan tidak bertenaga. Mengembalikan mood menjadi penting untuk meningkatkan gairah seseorang. Ketika Anda tengah lelah dengan pekerjaan, coba luangkan waktu beberapa menit untuk menonton video lucu atau mendengarkan musik kesukaan.

  • Tidur

Tidur amat penting dalam kehidupan manusia. Dikatakan bahwa tidur yang berkualitas berkaitan dengan suasana hati seseorang. Ketika Anda mengalami ego depletion, segeralah tidur dan lakukan sisa pekerjaan ketika Anda terbangun.

  • Kerjakan dari yang tersulit

Cobalah untuk melakukan tugas yang paling penting (dan berat) sebelum kemauan dan tenaga Anda habis. Karena ego depletion terjadi karena akumulasi, Anda bisa menghindari kesulitan imbas dari kondisi itu saat semua tugas sulit sudah selesai dikerjakan.

  • Kenali batasan diri

Anda sendirilah yang bisa memahami kondisi Anda. Coba untuk memetakan sampai di titik mana Anda bisa bertahan. Jika sudah berhasil, jangan pernah lampaui batas itu agar kondisi Anda tetap baik-baik saja.

Namun, yang terpenting dari semua teori pengendalian diri adalah pikiran. Dengan pikiran sebenarnya seseorang bisa mengatur seluruh kondisi yang tengah dan akan terjadi, termasuk kemungkinan ego depletion. Berpikir positif mungkin bisa membantu seseorang keluar dari situasi-situasi tersulitnya.