Atopiclair Redakan Kemerahan Pada Kulit

Mulai dari terbakar akibat matahari hingga reaksi alergi, ada banyak hal yang dapat membuat kulit Anda kemerahan dan iritasi. Kondisi ini dapat disebabkan karena darah ekstra mehalor ke permukaan kulit untuk melawan iritan dan mendukung pemulihan. Kulit Anda juga dapat memerah akibat aktivitas yang berat, misalnya setelah sesi olahraga yang menguras tenaga.

Kemerahan pada kulit tidak selamanya menjadi sebuah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun kemerahan pada kulit dapat mengganggu dan tidak nyaman, terutama apabila ditemani dengan gejala lainnya. Mengetahui apa yang menyebabkan kemerahan pada kulit dapat membantu Anda merawat kulit dan menjaganya agar tidak terjadi lagi. Dalam banyak kasus, Atopiclair dapat membantu mengatasi kemerahan pada kulit. 

Banyak kondisi yang berbeda dapat menyebabkan kemerahan pada kulit. Dalam banyak kasus, kemerahan pada kulit dapat diatasi dengan penggunaan Atopiclair. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kemerahan pada kulit di antaranya adalah:

  • Ruam popok. Ruam pada popok akan menimbulkan gejala seperti ruam yang terletak di daerah di mana kontak langsung dengan popok terjadi, kulit terlihat merah dan basah serta iritasi, dan juga hangat apabila disentuh. 
  • Luka bakar tingkat pertama. Ini adalah bentuk paling ringan dari cedera akibat luka bakar, dan kondisi ini hanya memengaruhi lapisan pertama kulit. Selain terlihat merah, luka bakar tingkat pertama akan terasa nyeri, kering, dan berubah menjadi putih apabila mendapatkan tekanan. Kulit juga dapat mengelupas, namun tidak akan melepuh. Rasa nyeri dan kemerahan akan berangsur-angsur menghilang setelah beberapa hari. 
  • Eksim alergi. Kondisi ini akan terlihat seperti luka bakar dan sering ditemukan di tangan atau lengan bagian atas. Selain kemerahan, eksim alergi akan menyebabkan gejala seperti kulit bersisik dan gatal-gatal. Lepuhan kulit juga dapat bernanah dan berkerak.
  • Rosacea. Ini adalah penyakit kulit kronis yang melewati siklus memudar dan kambuh. Kekambuhan dapat dipicu oleh konsumsi makanan pedas, minuman yang mengandung alkohol, paparan terhadap sinar matahari, stres, dan bakteri H. pylori di usus. Ada empat subtipe rosacea yang mencakup berbagai macam gejala, seperti kemerahan pada wajah, benjolan timbul di kulit, kulit yang terasa kering, dan juga sensitivitas pada kulit. 
  • Luka bakar. Luka ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Dan perawatan kegawatdaruratan secepatnya perlu untuk dilakukan. Tingkat keparahan luka bakar dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan tingkat kedalaman. Luka bakar tingkat pertama akan menyebabkan kulit yang kering, meraha, dan bengkak yang akan berubah menjadi putih apabila diberi tekanan di atasnya. Luka bakar tingkat kedua akan menyebabkan lepuhan bening yang sangat menyakitkan, dan kulit akan terlihat merah dengan pewarnaan bercak yang bervariasi. Sementara itu, luka bakar tingkat ketiga akan menyebabkan kulit berwarna merah atau cokelat dengan tampilan berkulit dan sedikit atau sama sekali tidak memiliki sensitivitas terhadap sentuhan. 
  • Contact dermatitis. Gejala kondisi ini akan muncul beberapa jam hingga hari setelah melakukan kontak langsung dengan alergen. Ruam memiliki ujung yang terlihat dan tampak di mana kulit menyentuh zat yang mengiritasi. Kulit juga akan terlihat merah, gatal, bersisik, dan melepuh, yang mengeluarkan cairan dan menjadi berkerak. 

Dalam kasus yang ringan, kemerahan pada kulit dapat diatasi dengan menggunakan Atopiclair atau krim OTC lainnya. Namun, Anda harus mencari bantuan medis secepatnya jika mengalami beberapa gejala tambahan, seperti luka bakar yang berukuran dua kali lipat ukuran telapak tangan, kesulitan bernapas, rasa nyeri yang ekstrim, hilangnya kesadaran, dan kemerahan di dekat mata yang memengaruhi penglihatan Anda.