5 Tanda Kamu Terjebak Teman Toxic

Toxic friend sering membuat Anda merasa tertekan dalam berteman

Sebuah hubungan terkadang bisa menjadi sangat membingungkan dan membuat stres seseorang yang menjalaninya. Ketidakcocokan bisa saja menjadi hal yang paling mendominasi masing-masing pihak, namun jika salah satu pihak merasa hanya menderita seorang diri, bisa jadi pihak tersebut tengah masuk atau terjerat oleh seorang teman toxic.

Untuk mengetahui bagaimana seseorang termasuk dalam kalangan ini terdapat beberapa tanda yang bisa dijadikan sebagai patokan. Jika dalam menjalani hubungan muncul perasaan atau mengalami tanda yang disebutkan, segera sadarkan pikiran dan lakukan konsultasi kepada orang terdekat yang bisa dipercaya ketika membicarakan mengenai suatu hubungan.

Tanda Terjebak Teman Toxic

  • Takut Mengutarakan Pendapat

Jika seseorang telah berteman cukup lama dengan seseorang, sudah pasti sedikit banyak memahami bagaimana sifat orang tersebut. Misalnya seperti memiliki sifat emosional, hal ini biasanya justru membuat takut berbuat salah. Seseorang lebih sering mengiyakan pendapat orang lain itu tanpa harus mengutarakan pendapatnya.

  • Lebih Nyaman Jika Tidak Bersama

Momen bersama teman atau sahabat biasanya harus menjadi momen yang sangat menyenangkan, namun tidak berlaku jika dengan teman yang toxic. Seseorang justru cenderung merasa lebih nyaman dan lega ketika tidak bersama temannya tersebut, untuk menghindari ini tidak perlu ada pertengkaran, cukup menyusun rencana agar dapat menjauh dari mereka.

  • Drama Tidak Ada Habisnya

Banyak drama menjadi hal yang paling diyakini dari hubungan yang toxic, ini dapat dilihat dari di mana saja orang tersebut berada pasti muncul masalah yang disebabkan olehnya. Teman yang toxic tidak dapat melihat temannya bahagia, oleh karena itu mereka sangat gemar membuat masalah dan mempersulit sesuatu yang membuat temannya bahagia.

  • Diam-diam Meniru

Teman yang toxic biasa dalam hal meniru semua yang dilakukan atau apa yang dipakai temannya secara diam-diam. Seperti contoh, seseorang mengenakan sepatu baru, lalu selang beberapa waktu yang cukup singkat, si teman yang toxic juga menggunakan sepatu tersebut. Mereka bahkan tak segan berucap atau mengaku bahwa sudah terlebih dahulu memiliki atau melakukannya.

  • Minta Ditraktir

Kondisi ini mungkin jarang disadari karena seseorang mungkin terlalu kasihan dengan temannya yang toxic tersebut, sehingga rela mentraktir mereka sekali atau dua kali saja. Namun, jika terdapat teman yang kerap kali beralasan hanya demi untuk mendapat traktiran, ini merupakan ciri dari teman yang toxic.

Alasan yang digunakan pun beragam, seperti dompet ketinggalan ketika tengah keluar jalan-jalan dan pada akhirnya ketika makan, harus temannya yang membayar biaya makan tersebut. Atau ketika liburan bersama, teman yang toxic ini bisa jadi tidak ikut dalam iuran uang bensin atau tiket masuk ke tempat wisata dan hanya mengandalkan temannya.

Cara paling utama dalam mengatasi adalah mengeluarkan teman yang toxic dari lingkungan pertemanan. Beri jarak dengan teman yang beracun tersebut secara emosional, kemudian hindari membicarakan hal pribadi dengan mereka, serta tidak perlu ikut campur atau terlibat dalam kehidupan mereka.

Sibukkan diri dengan hal lain sehingga terdapat alasan untuk terhindar dari teman yang toxic ini atau setidaknya tidak bertemu dengan mereka. Lakukan secara perlahan dan pasti, sehingga nantinya dapat menjauhkan diri dari toxic friend. Sosialisasi dengan teman lain juga mampu digunakan untuk membangun dampak positif sebagai usaha menghindari teman toxic.

Meski demikian, terkadang tidak semua orang dengan mudah bisa terhindar dari teman beracun dan bahkan justru mengalami kesulitan ketika mencoba menjauh dari mereka. Jika sudah dalam kondisi demikian, segera lakukan konsultasi dengan bimbingan medis sepeti ke psikiater, psikolog atau konselor.