Tes Kehamilan dengan Sabun? Perhatikan Hal-hal Ini

Tes Kehamilan dengan Sabun? Perhatikan Hal-hal Ini

Banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk mengetahui sedang hamil atau tidak. Pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah maupun laboratorium menjadi cara yang paling efektif dan akurat. Namun jika Anda ingin melakukannya di rumah, selain menggunakan alat test pack, Anda juga dapat melakukan tes kehamilan dengan sabun. 

Tes kehamilan dengan sabun merupakan praktik pengecekan kehamilan yang sudah ada cukup lama. Anda hanya memerlukan sedikit sabun dan urine untuk bisa mengetahui hamil tidaknya Anda. Saat sabun mengeluarkan gelembung ketika Anda menumpahkan urine di atasnya, artinya Anda sedang hamil. Akan tetapi jika gelembung tidak kunjung datang, artinya Anda tidak sedang mengandung. 

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan apabila berniat melakukan tes kehamilan unik ini di rumah. Berikut ini adalah hal-hal yang patut menjadi perhatian Anda ketika melakukan tes kehamilan dengan sabun.

  1. Beri Jeda Waktu 

Anda bisa dikatakan sedang hamil apabila reaksi gelembung muncul dari sabun yang ditumpahi urine di atasnya. Namun, jangan lantas terburu-buru mengatakan tidak hamil ketika tidak ada gelembung sesaat setelah Anda menyiramkan urine di atas sabun tersebut. Beri jeda waktu sesaat setelah Anda menumpahi urine di atas sabun. Umumnya, reaksi gelembung bisa terjadi dari awal penumpahan urine sampai 10 menit setelah urine ditumpahkan. Jadi, tidak ada salahnya menunggu sejenak, bukan?

  1. Gunakan Sabun Batang 

Pastikan selalu bahwa alat tes kehamilan yang Anda gunakan adalah sabun batang. Pasalnya ketika menggunakan sabun cair, gelembung akan lebih mudah terjadi, meski Anda sedang tidak hamil. Ditambah lagi, sabun cair mengandung zat-zat lain yang dapat membuat hasil tes menjadi tidak seakurat sabun batang. 

  1. Prioritaskan Urine Pertama 

Sebenarnya Anda bisa melakukan tes kehamilan dengan sabun menggunakan urine yang dikeluarkan kapan pun itu. Namun untuk hasil yang lebih akurat, Anda sebaiknya memprioritaskan penggunaan urine pertama di pagi hari. Ini karena urine pertama cenderung mengandung human chorionic gonadotropin (hCG) tinggi sehingga pendeteksian kehamilan dapat lebih akurat. 

  1. Urine Lebih Banyak 

Perbandingan yang tepat menjadi salah satu kunci agar tes kehamilan dengan sabun. Usahakan porsi urine lebih banyak daripada sabun yang Anda gunakan. Idealnya, porsi urine untuk tes kehamilan lebih banyak 3 kali lipat dibandingkan porsi sabun. Jika Anda menggunakan sepotong sabun dengan satu sendok teh, jumlah urine yang mesti dipakai minimal 3 sendok teh. 

  1. Pakai Wadah Plastik 

Anda mungkin berpikir apa yang dapat Anda jadikan wadah untuk mencampur sabun dengan urine. Tidak perlu bingung, Anda hanya memerlukan wadah yang terbuat dari plastik. Soal ukuran, itu bebas sesuai keinginan Anda. Hanya yang perlu dipastikan, wadah tersebut dalam kondisi bersih. Wadah plastik menjadi yang terbaik untuk mengecek kehamilan karena cenderung tidak menimbulkan reaksi lain jika dicampurkan dengan bahan kimia. 

  1. Sehari Setelah “Telat”

Anda bisa saja melakukan tes kehamilan menggunakan sabun ketika usia janin masih 1—2 minggu. Namun, tingkat keakuratannya akan sangat berkurang jauh. Pasalnya saat itu, hormone hCG belum meningkat drastis sehingga reaksi akan sangat minim. Pada kondisi normal, kadar hCG dalam urine kurang dari 5 mIU/ml. Namun pada awal kehamilan, kadar hCG bisa meningkat 2—3 kali lipat. Waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan menggunakan sabun ataupun test pack adalah sehari setelah Anda tidak mendapatkan menstruasi sesuai jadwal. 

*** 

Sejauh ini banyak tes kehamilan dengan sabun yang memperoleh hasil cukup akurat. Namun tetap perlu diingat, penelitian mengenai keakuratan tes kehamilan ini masih sangat terbatas. Jika Anda memperoleh hasil positif dari tes ini, cobalah untuk langsung memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *