Anak Kerap Alami Diare? Ini Cara Mengatasinya

Diare adalah keadaan dimana anak mengalami keluhan buang air besar secara intens dengan kondisi yang lebih encer dan cair. Diare juga kerap diiringi oleh kram dan sakit perut, kembung, demam, mual muntah, hingga mampu menyebabkan dehidrasi. Penyebab diare yang paling umum adalah terinfeksi oleh virus, namun diluar itu ada banyak hal yang juga mampu menyebabkan diare terjadi pada anak. Beberapa diantaranya adalah:

– Kesulitan mencerna makanan

– Alergi terhadap makanan

– Parasit yang masuk kedalam tubuh

– Reaksi obat-obatan tertentu

– Masalah pada lambung anak

– Radang usus

– Operasi pada perut

Lalu apa yang harus dilakukan saat anak terkena diare?

Diare ringan yang disebabkan oleh virus yang masuk dalam tubuh anak dapat disembuhkan dengan penanganan dirumah asal melakukannya dengan tepat. Namun pastikan juga bahwa orang tau tahu kapan waktunya untuk membawa anak ke dokter agar penyakit diare yang dideritanya dapat segera diatasi.

1. Kembalikan cairan yang hilang

Agar anak tidak dehidrasi, penting untuk mengembalikan cairan yang hilang pada tubuh anak dengan segera. Sebab, dehidrasi adalah salah satu kasus diare yang paling berbahaya. Untuk mengambil cairannya yang hilang, Anda dapat memberikan Pedialyte untuk anak. Pedialyte adalah larutan berbentuk sirup yang mampu membantu mengembalikan cairan pada anak yang terkena diare. Berbagai manfaat pedialyte:

– Mencegah dehidrasi terjadi

– Mengembalikan cairan yang hilang pada tubuh anak

– Membantu anak kembali mendapatkan energi

Obat ini bekerja dengan menyeimbangkan kadar gula dan kadar elektrolit yang dibutuhkan anak sehingga cairan yang hilang dapat digantikan. Anda dapat memberikan obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Usahakan untuk langsung menghabiskan setelah obat pertama kali dibuka. 

2. Tetap berikan asi pada anak

Saat anak terkena diare, pastikan Ibu tetap memberikannya asi. Asi dinilai mempunyai peran yang cukup penting agar anak tidak terus mengalami keluhan dehidrasi akibat diare. Namun, perhatikan juga kesanggupan anak dalam menerima asi saat diare. Jangan terlalu memaksakan karena ditakutkan anak akan muntah. 

3. Perhatikan makanannya

Penting untuk memastikan bahwa anak tetap mendapat asupan dengan baik. Tetap berikan anak makanan bergizi namun kali ini dalam porsi kecil namun lebih sering. sebab saat Anak mengalami masalah pencernaan, Anak cenderung akan menolak makanan yang diberikan. Pastikan juga semua makanan bersih, steril, tidak mengandung bakteri yang dapat memparah diare pada anak.

4. Berikan probiotik

Mengkonsumsi probiotik dinilai sangat baik bagi pencernaan. Saat usia anak sudah diatas 6 bulan, Anda dapat memberikan probiotik untuk memperbaiki masalah pencernaannya. Namun perhatikan juga kandungan probiotik yang hendak diberi. Pastikan kandungannya baik dan tidak meningkatkan risiko diare menjadi semakin parah. 

5. Harus tahu kapan saatnya ke dokter

Ada beberapa ciri anak yang harus segera mendapatkan pertolongan dokter saat diare. Beberapa diantaranya adalah:

– Anak selalu terlihat haus

– Demam tak kunjung turun

– Anak tidak buang air kecil

– Mata terlihat cekung

– Menolak makan dan minum

– Bibir sangat kering

Segera konsultasikan keluhan yang terjadi pada anak dengan dokter spesialis agar diare dapat dengan cepat diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *