BAB Berdarah, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya

Berdarah dapat terjadi karena luka tertentu. berdarah atau juga pendarahan bisa terjadi di bagian tubuh mana saja baik di organ dalam, maupun di kulit atau organ bagian luar tubuh. kulit yang berdarah mungkin disebabkan oleh cedera atau luka, tapi bagaimana jika BAB berdarah?

Hal ini tentu akan mengkhawatirkan penderitanya. Ada mungkin akan bertanya-tanya apa sebabnya? Apakah ini berbahaya? Apakah ini umum terjadi? Terlebih bagi Anda yang sedang dalam kondisi tertentu, contohnya sedang hamil, membuat rasa khawatir semakin meningkat. 

Artikel ini akan sedikit membantu Anda untuk menjawab pertanyaan itu semua. Tapi untuk hasil yang lebih jelas, tentu harus dengan pemeriksaan dokter dengan prosedur yang telah disarankan. 

Apakah BAB berdarah itu?

BAB berdarah adalah ketika darah keluar dari anus saat atau setelah buang air besar (BAB). Feses Anda mungkin berwarna merah marun atau hitam atau adanya darang terang di feses. Pendarahan juga bisa tersembunyi atau tak terlihat mata.

Darah tersebut bisa berasal dari rektum (usus besar bagian bawah atau ujung usus besar dekat anus), mungkin juga berasal dari bagian lain dari saluran pencernaan, atau dari anus itu sendiri. pendarahan ini bisa ringan tapi juga bisa parah, tingkat keparahannya bisa bervariasi sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan dan periodenya.

BAB berdarah dapat diikuti dengan gejala, seperti:

  • Kebingungan dan kelelahan
  • Pingsan
  • Merasa pusing
  • Nyeri dubur atau anus
  • Sakit perut atau kram 
  • Diare
  • Sembelit
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja

Apa saja penyebab BAB berdarah?

Penyebab dan letak sumber pendarahan dari BAB berdarah bisa dilihat dari warna darah yang keluar. Berikut warna dan artinya:

  • Darah merah cerah: Biasanya berupa pendarahan rendah di usus besar atau rektum 
  • Darah merah tua atau merah marun: pendarahan di saluran cerna lebih tinggi, yaitu di usus besar bagian awal atau di usus kecil
  • Melena (tinja berwarna gelap/hitam dan lembek/seperti tar): menunjukkan pendarahan di perut, seperti pendarahan dari bisul atau bagian atas usus kecil

Sementara itu, penyebabnya sendiri terbagi menjadi ringan dan serius. Untuk penyebab ringan, biasanya terjadi karena:

  • Fisura anus. Ini adalah kondisi robekan kecil di lapisan anus atau dikulit sekitar anus. Hal ini terjadi karena mengejan terlalu keras akibat dari feses yang sangat keras dan sulit untuk dikeluarkan. Ini juga bisa menimbulkan rasa terbakar pada anus anda, biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring waktu.
  • Sembelit, kondisi buang air besar yang keras dan kering
  • Wasir/ambeien/hemoroid. Ini merupakan penyebab paling sering dari bab berdarah, ini juga berarti adanya iritasi atau pembengkakan pembuluh darah (vena) di anus (wasir luar) atau rektum (wasir dalam). Ini dapat diobati dan bukan kondisi yang parah. 
  • Polip. Kondisi ini berupa pertumbuhan jaringan kecil di lapisan rektum atau usus besar yang bisa berdarah setelah buang air besar. Polip juga dapat terlihat seperti jamur yang tumbuh dari sisi usus Anda.
  • Bisul. Gangguan ini terjadi ketika jumlah cairan pencernaan di usus tidak seimbang, sehingga dapat merusak lapisan saluran pencernaan dan menyebabkan bisul yang berakibat pada feses yang berdarah warna hitam dan lembek.

Sementara untuk penyebab serius dari BAB berdarah, berupa kondisi:

  • Kanker dubur
  • Kanker usus besar
  • Penyakit radang usus (IBD), yang meliputi penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, diikuti dengan gejala demam, diare , sakit perut dan kram, dan penyumbatan usus
  • Infeksi usus atau infeksi bakteri, seperti bakteri Salmonella

Apakah BAB berdarah berbahaya?

Dalam beberapa kasus, BAB berdarah merupakan gejala kecil dari suatu kondisi dan dapat dengan mudah diobati. Salah satunya adalah wasir dan fisura anus. Kondisi tersebut biasanya tidak berlangsung lama dan ada beberapa obat yang bisa diresepkan. 

Namun, BAB berdarah kadang bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti kanker kolorektal. Sangat penting untuk melacak setiap pendarahan yang Anda alami, baik itu kapan terjadi, seberapa banyak keluarnya, bagaimana gejalanya dan seberapa lama terjadinya. 

Pada wanita hamil, BAB berdarah mungkin terjadi yang disebabkan oleh wasir. Tapi perlu diperhatikan dan diketahui dengan pasti apakah itu berasal dari anus dan pada feses atau berasal dari vagina. Pendarahan saat hamil perlu diawasi, karena bisa berupa gejala keguguran atau gangguan kehamilan.

Jika BAB berdarah berat, disertai gejala yang menyakitkan atau mengganggu, sering dan menyebabkan Anda khawatir, segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda untuk memeriksanya. Pemeriksaan dan diagnosis yang tepat akan membantu Anda mengatasinya dengan baik.

Jika Anda punya banyak pertanyaan tentang BAB berdarah, Anda bisa mencari informasi di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ atau melalui website SehatQ. Anda juga bisa berdiskusi langsung dengan dokter melalui chat di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *