Benarkah Cairan Squirt adalah Air Kencing? Ini Penjelasannya

Jadi istilah lain dari ejakulasi wanita, squirt adalah respons terhadap rangsangan seksual pada wanita dengan mengeluarkan sejumlah cairan melalui uretra. Banyak sekali yang mengira squirting mengeluarkan air kencing, sehingga beberapa merasa jorok dan aneh saat mengalaminya.

Akan tetapi, beberapa ahli sepakat bahwa cairan yang keluar squirting tidak semuanya adalah air kencing. Jadi, Anda tidak perlu merasa malu saat mengalaminya karena seakan kencing.

Squirting atau squirt adalah keluarnya cairan ejakulasi pada wanita dalam jumlah yang banyak

Apakah Cairan Squirt adalah Air Kencing?

Tidak semua wanita mengalami ejakulasi atau squirting, dan jika mengalaminya pun berbeda-beda keadaannya. Seperti jumlah cairan yang dikeluarkan, bisa hanya keluar sedikit, atau keluar dengan kencang seperti yang terlihat di film-film porno. 

Lalu, dari mana datangnya cairan ini? Cairan squirting diyakini berasal dari kelenjar Skene, sebuah jaringan prostat yang terletak di dinding depan vagina dan menyerap air dari kantong di uretra.

Kantung kelenjar Skene memiliki lubang yang nantinya akan mengeluarkan cairan saat squirting. Kelenjar ini juga membantu mengeluarkan cairan pelumas di vagina saat aktivitas seksual.

Penelitian menemukan bahwa cairan yang dikeluarkan saat squirt adalah tidak sepenuhnya air kencing. Sebanyak 95 persen di antaranya adalah air, dengan sedikit urea, kreatinin, dan mineral seperti sodium dan potasium. 

Posisi kelenjar Skene yang sangat dekat dengan uretra juga memungkinkan bahwa cairan yang keluar bisa sedikit bercampur dengan air kencing. Hal ini disebabkan kontraksi yang terjadi di bagian pelvis. 

Secara umum, cairan ini tidak berwarna dan juga tidak berbau, ataupun berbau seperti air kencing. Sehingga Anda tidak perlu menahan semua sensasi dan klimaks yang Anda rasakan hanya karena takut mengencingi pasangan Anda atau membasahi kasur.

Jadi, Anda tidak perlu malu jika mengalami squirting. Meskipun memang sesaat sebelum squirting ini terjadi Anda akan mengalami sensasi seperti ingin kencing, namun hal ini normal. 

Pelepasan cairan yang cepat juga bisa membuat Anda serasa sedang kencing saat orgasme. Ini juga yang mendasari alasan mengapa banyak ahli yang menganjurkan untuk kencing terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual, karena bisa saja tubuh melepaskan air kencing saat orgasme jika Anda tidak melakukannya. 

Bagaimana terjadinya Squirting?

Tiap wanita mengalami fenomena squirting yang berbeda-beda, sama halnya dengan orgasme ataupun ejakulasi pada pria. Squirting diduga mengeluarkan cairan yang berasal dari kelenjar Skene yang berada di dekat uretra.

Pada beberapa orang, sesaat sebelum mengalami squirting mereka akan merasakan sensasi orgasme seperti biasanya. Yang lainnya menyebut ada rasa hangat yang merayap muncul dan getaran di antara kedua paha, dan juga rasa ingin kencing. 

Tidak semua squirting terjadi saat wanita merasakan orgasme, bisa squirting bisa terjadi akibat stimulasi pada bagian G-spot ataupun klitoris. Seberapa terangsang Anda dan posisi atau teknik juga bisa mempengaruhi intensitas squirting. 

Oleh karena itu, jika Anda penasaran ingin mencoba squirting, Anda bisa melakukannya dengan beberapa teknik tertentu seperti melakukan posisi doggy style atau menggunakan alat bantu rangsangan seksual (sex toy) yang khusus didesain untuk menstimulasi G-spot dan klitoris. 

Jangan terlalu keras atau tegang saat ingin mencoba squirting, sebab kunci utamanya adalah tetap rileks dan menikmati segala sensasi yang Anda terima.

Tidak perlu merasa harus mengalami squirting, karena mengalaminya atau tidak adalah hal yang normal. Yang paling penting selain mengalami squirt adalah Anda merasakan kepuasan bersama pasangan saat berhubungan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *