Cara Mencegah Terjadinya Kasus Bayi Lahir Meninggal

Kasus bayi lahir meninggal jadi salah satu komplikasi kehamilan yang mungkin menghantui banyak ibu hamil di masyarakat.

Terkadang, kondisi ini bisa terjadi bahkan saat ibu hamil merasa kandungannya sehat dan baik-baik saja. Maka dari itu, ibu hamil harus membekali diri dengan pengetahuan soal lahir meninggal (stillbirth).

Untuk mempelajari lebih lanjut terkait apa saja penyebab dan cara mencegah terjadinya stillbirth, mari simak ulasan di bawah ini ya!

Faktor penyebab 

Lahir meninggal atau juga disebut dengan stillbirth adalah kondisi bayi yang meninggal di kandungan setelah melewati usia kehamilan 20 minggu.

Mengetahui apa penyebabnya, bisa sedikit membantu kita memberikan gambaran langkah pencegahan apa yang harus kita ambil.

Berikut beberapa faktor yang bisa membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami kasus stillbirth:

  • Ibu hamil yang obesitas atau kegemukan
  • Memiliki riwayat penyakit yang ada sejak sebelum hamil. Seperti penyakit jantung, gangguan tiroid, diabetes, hingga infeksi
  • Tekanan darah tinggi dan preeklampsia
  • Hamil bayi lebih dari 1, kembar misalnya
  • Ibu hamil pada usia di atas 35 tahun
  • Pernah mengalami komplikasi kehamilan sebelumnya
  • Sebelumnya pernah mengalami kasus stillbirth maupun keguguran
  • Kekurangan gizi atau malnutrisi

Selain itu faktor gaya hidup juga berpengaruh lho. Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan penyalahgunaan narkoba juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir mati.

Cara mencegah lahir meninggal

Umumnya, stillbirth tidak dapat dicegah. Hal ini sering terjadi karena perkembangan bayi yang tidak normal. Namun, dengan mengurangi atau menghindari faktor risiko, kamu bisa menurunkan potensi terjadinya lahir meninggal (stillbirth).

Memastikan kesehatan ibu selama hamil, mulai dari mengelola kondisi yang sudah ada sebelumnya dan mengelola gaya hidup, bisa meningkatkan peluang kehamilan yang sukses.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi pada kehamilan kamu:

1. Cek kandungan rutin

Sangat penting untuk melakukan cek kehamilan rutin ke bidan, dokter, atau petugas medis terkait selama kamu hamil.

Petugas kesehatan dapat membantu kamu mengidentifikasi potensi masalah dengan berbagai macam tes dan metode pengukuran yang biasanya harus dilakukan pada waktu tertentu.

Maka dari itu jangan pernah melewatkan jadwal check up ke dokter ya!

2. Pola hidup sehat

Pola hidup sehat yang penting kamu anut adalah mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dan disertai dengan aktivitas fisik yang tetap aktif.

Hal ini bisa menghindari beberapa faktor risiko seperti obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada kehamilan.

Kehamilan bukanlah waktu untuk diet penurunan berat badan, tetapi kamu juga tidak perlu menambah berat badan saat hamil jika sudah kelebihan berat badan. Jagalah berat badan kamu tetap sehat.

3. Hindari gaya hidup buruk

Hindari dan bahkan hentikan kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman beralkohol, dan penggunaan narkotika.

Semua zat ini dapat merusak kesehatan kamu dan pastinya janin yang ada di kandungan kamu. Jika kamu memiliki kesulitan untuk berhenti, carilah bantuan.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan terkait yang bisa membantu mengatasi masalah kecanduan yang kamu alami.

4. Tidur miring

Saat usia kehamilan sudah memasuki minggu ke 28 atau lebih, kamu lebih disarankan untuk tidur miring. Sebab tidur telentang justru bisa meningkatkan risiko lahir meninggal (stillbirth).

Alasan pastinya sebenarnya tidak sepenuhnya jelas, namun para ahli menduga bahwa itu ada hubungannya dengan aliran darah dan oksigen ke bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *