7 Cara Menghilangkan Rasa Gatal pada Bekas Jahitan

Jahitan bekas luka ataupun operasi kerap kali meninggalkan rasa perih dan gatal yang berkepanjangan. Rasa-rasa tersebut bahkan tidak melulu hadir begitu bagian kulit Anda selesai dijahit, namun bisa bertahan atau baru muncul beberapa waktu sesudahnya. 

Ketika rasa gatal itu tiba, Anda pasti dibuat uring-uringan karena tidak jarang rasa gatal pada bekas jahitan sangat tidak tertahankan. Anda akan sibukan memikirkan cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan agar Anda setidaknya bisa tidur nyenyak. 

Sebenarnya untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan yang mudah dilakukan. Anda bahkan dapat menerapkannya tanpa harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu, walaupun memang beberapa cara lainnya harus mendapat persetujuan dokter. Berikut ini adalah beragam cara yang dapat Anda pilih untuk menepis rasa gatal pada bekas jahitan tersebut.  

Luka bekas operasi caesar

Bersihkan Bekas Jahitan secara Rutin 

Di manapun bagian bekas jahitan Anda, jagalah kesterilannya. Semakin bersih Anda membuat area bekas jahitan tersebut, rasa gatal dapat berkurang jauh. Anda cukup membersihkan area bekas jahitan dengan mencucinya sembari melakukan pijatan lembut. Anda juga bisa mencuci bekas area jahitan tersebut dengan sabun antibakteri untuk menghilangkan sel-sel kulit mati tambahan yang bisa jadi  menjadi penyebab iritasi tambahan yang memicu rasa gatal. 

Terapkan Kompres Dingin 

Tiba-tiba Anda merasa gatal yang tidak tertahan di area bekas jahitan? Segera cek kulkas Anda, apakah ada es tersedia? Bungkus es tersebut dengan handuk tipis dan segera kompres area bekas luka yang terasa gatal. Cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan memakai kompres dingin ini nyatanya cukup efektif untuk melenyapkan perasaan tidak nyaman, walaupun sifatnya hanya temporer. 

Lindungi dari Sinar Matahari 

Beberapa bekas jahitan memunculkan keloid yang akan menimbulkan sensasi gatal ketika terkena panas. Karena alasan ini pula, Anda mesti melindungi area bekas jahitan dari sinar matahari jika tidak ingin berhadapan dengan rasa gatal. Selain memakai pakaian yang tepat, Anda dapat menggunakan tabir surya sebagai perisai untuk menangkal sinar matahari ke arah bekas luka jahitan. 

Oleskan Krim Pelembap 

Sangat mungkin terjadi di mana rasa gatal pada bekas jahitan timbul akibat area tersebut terlalu kering. Cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan yang membuat kulit kering ini sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu mengoleskan krim pelembap di bekas jahitan dan area sekitarnya. 

Beri Tekanan di Area yang Gatal 

Jangan panik ketika rasa gatal tiba-tiba menyerang di area bekas luka. Anda bisa memberi tekanan di area kulit yang terasa sangat gatal untuk meredakan gejalanya. Cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan yang sama ini sama seperti kompres dingin, sifatnya hanya sementara, namun cukup ampuh menghalau rasa gatal yang datang tanpa diundang tersebut. 

Konsumsi Obat Antihistamin 

Obat antihistamin umumnya diberikan kepada orang-orang yang mengalami gejala alergi. Namun, Anda juga dapat mengonsumsinya jika mengalami rasa gatal tidak tertahan, tidak terkecuali pada bekas jahitan. Namun, pastikan Anda tidak melakukan kegiatan yang mengharuskan konsentrasi penuh sehabis mengonsumsi jenis obat ini. Soalnya, obat-obat antihistamin cenderung menimbulkan rasa kantuk. 

Hindari Produk Berpewangi 

Jika Anda kerap merasakan gatal di area bekas jahitan, cobalah untuk mengganti sabun, produk perawatan kulit, bahkan detergen Anda! Pilihlah produk-produk yang tidak berpewangi. Soalnya, produk yang mengandung pewangi cenderung membuat kulit mengalami iritasi sehingga memicu kembali rasa gatal di kulit, tidak terkecuali di bagian bekas jahitan yang cenderung lebih sensitif. 

Pertimbangkan Krim Steroid 

Anda bisa menggunakan krim steroid sebagai cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan yang sudah tidak tertahan dan sangat parah. Hanya saja, Anda sebaiknya mendapatkan izin terlebih dahulu terkait penggunaan krim steroid ini, mengingat efek samping dari jenis krim ini tidak bisa dipandang remeh, seperti meningkatkan risiko diabetes maupun osteoporosis dalam jangka panjang. 

Tidak sulit bukan mendapatkan cara menghilangkan rasa gatal pada bekas jahitan? Pastikan Anda memilih cara yang paling membuat Anda nyaman.

Tanda Tanda HIV Pada Wanita Yang Perlu Diwaspadai

Tanda tanda HIV pada wanita dini mungkin akan bersifat ringan dan mudah untuk diacuhkan. Akan tetapi, tanpa gejala yang muncul, seseorang yang positif menderita HIV dapat menularkan virus ini ke orang lain. Karena hal inilah mengapa sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui status HIV mereka. 

Para wanita mungkin penasaran bagaimana tanda tanda HIV pada wanita berbeda dengan gejala yang muncul pada pria. Banyak gejala HIV sama pada pria dan wanita, namun tidak semuanya. Beberapa gejala yang dapat terjadi pada wanita di antaranya.

Obat HIV dengan antiretroviral dapat menghambat perkembangan jumlah virus
  • Gejala mirip flu. Pada minggu-minggu pertama tertular HIV, cukup lazim dijumpai seseorang tidak akan menunjukkan gejala apapun. Namun, beberapa orang akan mengembangkan gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, kurangnya energi, kelenjar getah bening yang bengkak, dan ruam kulit. Gejala-gejala tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa minggu. Dalam beberapa kasus lain, akan membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk gejala yang lebih parah muncul. 
  • Ruam dan luka kulit. Kebanyakan orang yang memiliki HIV akan mengembangkan gangguan kesehatan kulit. Ruam adalah gejala HIV yang lazim dijumpai, dan banyak jenis ruam kulit yang berbeda dihubungkan dengan kondisi tersebut. Ruam dapat menjadi gejala HIV sendiri atau hasil dari infeksi atau kondisi yang terjadi berbarengan. Jika ruam muncul, merupakan ide yang baik untuk meminta bantuan penyedia layanan kesehatan memantau riwayat medis seseorang. Mereka dapat menggunakan riwayat medis komplit untuk menentukan tes diagnostik yang dibutuhkan. Luka, atau lesi, juga dapat terbentuk di kulit mulit, alat kelamin, dan anus orang-orang yang menderita HIV. Dengan obat-obatan yang tepat, gangguan kulit dapat berubah menjadi kurang parah. 
  • Kelenjar yang bengkak. Kelenjar getah bening ada di seluruh bagian tubuh. Termasuk di antaranya ada di leher, bagian belakang kepala, ketiak, dan selangkangan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, kelenjar getah bening akan melawan infeksi dengan cara memasik sel imun dan menyaring patogen. Saat HIV mulai menyebar, sistem imun akan bekerja dengan keras. Hal ini akan mengakibatkan kelenjar getah bening yang membesar, yang sering disebut pembengkakan kelenjar getah bening. Ini merupakan salah satu tanda tanda HIV pada wanita pertama. Pada orang-orang yang hidup dengan HIV, kelenjar getah bening yang membengkak dapat terjadi selama beberapa bulan. 
  • Infeksi. HIV membuat sistem kekebalan tubuh kesulitan dalam melawan kuman, sehingga sangat mungkin OI atau infeksi oportunis untuk menyerang dan mengambil kontrol. Beberapa di antaranya adalah pneumonia, TB, atau candidiasis oral dan vaginal. Infeksi jamur (sejenis candidiasis) dan infeksi bakteri juga lazim dijumpai pada wanita yang positif HIV, sekaligus lebih sulit untuk diobati. Pada umumnya, orang-orang dengan HIV akan lebih rentan menderita infeksi di kulit, mata, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, dan otak. HIV juga dapat membuat perawatan penyakit umum seperti flu sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, minum obat-obatan antiretroviral dan mencapai penekanan virus dapat mengurangi risiko menderita OI. Perawatan lain, termasuk sering mencuci tangan, juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit dan komplikasi lainnya menyerang tubuh Anda.

Jika tanda tanda HIV pada wanita tersebut di atas muncul, segera periksakan diri Anda ke dokter. Jika hasil dari tes HIV adalah negatif namun gejala tetap masih ada, konsultasikan hal ini dengan dokter. Gejala seperti ruam dapat menjadi tanda adanya kondisi medis serius, bahkan pada orang-orang yang tidak memiliki HIV. Jika hasil HIV Anda positif, dokter dapat membantu Anda membuat rencana perawatan yang tepat.

Mengenal Tahap Pertumbuhan Payudara pada Wanita

Mengenal Tahap Pertumbuhan Payudara pada Wanita

Wanita diciptakan dengan memiliki keistimewaannya tersendiri. Terlahir dengan memiliki payudara, bagian tubuh vital wanita satu ini mempunyai peran utama untuk menyusui saat wanita telah menjadi Ibu. Sebelum payudara wanita tumbuh dengan bentuk sempurna, payudara akan mengalami beberapa pertumbuhan terlebih dahulu sebelumnya dan pertumbuhan ini umumnya mulai terjadi saat wanita memasuki masa pubertas. Berikut adalah beberapa tahap pertumbuhan payudara pada wanita yang patut diketahui:

Tahap pertumbuhan payudara wanita

Tahap 1

Pada tahap 1, payudara belum terbentuk sama sekali. Belum ada bagian payudara yang berubah dengan spesifik pada tahap ini. Payudara wanita terlihat datar dan hanya puting susu yang terlihat sedikit menonjol keluar. Ini umumnya terjadi pada wanita saat baru lahir hingga memasuki usia anak-anak.

Tahap 2 

Saat memasuki umur 8-13 tahun, puting payudara akan sedikit terangkat dan mulai terlihat area gelap di sekitar puting susu (areola). Namun belum ada perubahan seperti payudara yang melebar atau membesar dengan drastis di tahap ini.

Tahap 3 

Payudara akan menjadi sedikit lebar dan membesar pada tahap 3. Daerah puting yang mengalami warna gelap juga terlihat semakin lebar dan nyata warnanya. Ini biasanya terjadi saat wanita mau memasuki masa pubertas.

Tahap 4 

Areola dan puting susu akan semakin melebar dan mulai terangkat sehingga membentuk seperti tonjolan pada payudara. Biasanya pada tahap ini wanita sudah mengalami menstruasi. 

Tahap 5

Padah tahap 5 pertumbuhan payudara sudah berada dalam tahap yang payudara matang. Payudara semakin bulat sempurna dan puting akan terangkat. Bentuk payudara pada tahap 5 umumnya akan bertahan hingga wanita dewasa.

Lalu apakah setelah melewati 5 tahap tersebut pertumbuhan payudara sudah selesai? 

Setiap wanita akan punya waktu pertumbuhan  payudara yang berbeda-beda. Ini juga sangat tergantung pada faktor genetik, kesehatan, hingga nutrisi seorang wanita. Umumnya, setiap wanita membutuhkan setidaknya 10 tahun untuk melewati tahapan ini. Setelah melewati 5 tahap tersebut, sebenarnya pertumbuhan payudara belum bisa dikatakan bertumbuh sepenuhnya. Kehamilan adalah salah satu cara menghasilkan pertumbuhan payudara yang benar-benar sempurna dan matang. Inilah sebabnya mengapa pertumbuhan payudara bisa terus bertumbuh sampai seorang wanita mengalami kehamilan dan proses menyusui.

Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan payudara pada wanita?

1. Hormon

Hormon adalah penyebab utama mengapa terjadi pertumbuhan payudara pada wanita. Hormon yang dapat menyebabkan pertumbuhan payudara antara lain adalah hormon steroid, estrogen, dan progesteron. Hormon-hormon inilah yang nantinya mendukung pertumbuhan payudara pada wanita untuk terus tumbuh dan berkembang.

2. Genetik

Pertumbuhan payudara dapat dirasakan dalam waktu yang berbeda-beda. Ini bisa disebabkan oleh faktor genetik pada masing-masing orang. Umumnya saat berumur belasan, payudara sudah mulai tumbuh dan ini juga dapat disertai dengan tumbuhnya rambut kemaluan. Saat tanda-tanda tersebut tidak juga terlihat di usia belasan bisa jadi ini terjadi akibat faktor genetik yang diwarisi orang tua sebelumnya.

3. Nutrisi dan gizi

Faktor selanjutnya yang juga dapat mendukung pertumbuhan payudara adalah nutrisi dan gizi. Saat wanita tidak memiliki kecukupan nutrisi yang baik dalam tubuh, pertumbuhan payudara juga akan sulit tumbuh dan berkembang. Nutrisi dan gizi yang baik tidak hanya baik bagi proses pertumbuhan payudara, tapi juga seluruh tubuh wanita.

Tips untuk mendukung pertumbuhan payudara pada wanita:

1. Cukupi asupan nutrisi dengan konsumsi lemak sehat

Anda dapat mengkonsumsi makanan dengan lemak sehat serta menjauhi lemak jenuh untuk mendukung pertumbuhan payudara. Ini bisa didapat dari kacang-kacangan, oat, yogurt, buah-buahan seperti alpukat, hingga madu. Anda juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi dan gizi dengan mengonsumsi vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya.

2. Hindari stress

Saat pertumbuhan payudara tidak tumbuh sesuai dengan yang diinginkan, jangan terlalu cemas memikirkannya apalagi hingga menyebabkan stres. Stres yang timbul justru akan mempengaruhi tubuh untuk menimbulkan masalah-masalah lain seperti masalah psikologis, gangguan tidur, hingga hormon yang terganggu. 

3. Pemijatan payudara

Saat memijat payudara, hormon alami yang mendukung pertumbuhan payudara akan muncul sehingga pertumbuhan payudara akan tumbuh dengan lebih efektif. Anda dapat memijat payudara dengan perlahan dengan gerakan memutar setiap harinya.

4. Perhatikan penggunaan bra

Penggunaan bra yang tepat juga dapat menjadikan pertumbuhan payudara dapat terjadi lebih baik. Hindari  penggunaan bra yang terlalu ketat karena akan menghimpit payudara. Pilih bra dengan ukuran yang pas dan nyaman seperti push-up bra atau bra tanpa kawat untuk penggunaan sehari-hari.

5. Konsultasikan dengan dokter

Saat pertumbuhan payudara belum juga menunjukkan perubahan signifikan, Anda bisa mengkonsultasikannya pada dokter untuk mengetahui apa masalah dan penyebab pertumbuhan payudara tersebut. Biasanya setelah dicek dokter akan memberikan beberapa saran yang harus dilakukan atau resep obat bila diperlukan.

Cara Mencegah dan Mengatasi Flek Coklat Setelah Haid

Flek coklat setelah haid biasanya adalah hal yang normal dan bukan merupakan tanda dari kondisi serius. Diluar periode menstruasi, flek coklat bisa terjadi karena beberapa kondisi seperti tanda kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu, atau penggunaan alat kontrasepsi tertentu.

Flek cokelat bisa menjadi tanda kehamilan hingga penyakit tertentu seperti kanker serviks

Tapi, Anda tetap tak boleh menganggap bercak coklat sebagai hal yang enteng, apalagi jika bercak keluar secara konstan disertai dengan gejala lain. 

Kenapa muncul flek coklat setelah haid?

Sebagian besar wanita mengalami keputihan. Dalam batasan tertentu, keputihan adalah hal yang normal. Cairan putih ini berasal dari vagina dan serviks yang membawa sel mati dan bakteri, membantu menjaga kebersihan vagina dan melindungi dari infeksi. 

Selama siklus menstruasi, jumlah, warna, dan konsistensi keputihan berubah seiring dengan perubahan kadar hormon dalam tubuh. Flek coklat setelah haid bisa berasal dari keputihan yang berubah warna, atau merupakan sisa darah menstruasi yang baru keluar. 

Selain pasca menstruasi, bercak coklat juga bisa muncul selama siklus menstruasi, seperti:

  • Ovulasi

Ovulasi atau masa subur biasanya terjadi di hari ke 12 hingga 14 setelah haid hari pertama. Namun waktu ovulasi bisa berubah mengikuti lama masa haid seseorang. Selama masa ovulasi, bercak yang keluar mungkin terlihat merah muda atau coklat, dan bisa lebih banyak daripada titik lain selama siklus menstruasi Anda.

  • Pasca-ovulasi

Pada masa ini keputihan juga bisa berubah warna menjadi sedikit kecoklatan dengan konsistensi yang lebih kental. 

  • Pra-menstruasi

Banyak kasus wanita mengalami flek sebelum haid. Flek coklat sebelum haid biasanya disebabkan oleh darah haid yang mulai keluar dengan aliran yang ringan. Jika bercak keluar mendekati siklus menstruasi Anda (misalnya 2-3 hari sebelum haid), maka itu tanda awal siklus haid baru dimulai. 

Penyebab lain munculnya flek coklat

Flek coklat juga bisa muncul di luar periode menstruasi akibat kondisi tertentu, diantaranya yaitu:

  • Kehamilan: Flek coklat bisa jadi tanda kehamilan, namun jika terjadi di pertengahan masa kehamilan Anda harus segera menemui dokter karena mungkin mengindikasikan keguguran atau persalinan prematur. 
  • Alat kontrasepsi: Flek coklat dan haid tidak teratur merupakan efek samping umum penggunaan IUD.
  • Stres: Sebuah penelitian menemukan terdapat hubungan antara stres kronis dengan ketidakteraturan siklus haid dan keluarnya bercak coklat dari vagina.
  • Reaksi terhadap perawatan atau pemeriksaan tertentu: Pap smear atau pemeriksaan vagina bisa menyebabkan pendarahan ringan atau bercak coklat setelah dilakukannya pemeriksaan.
  • Cedera setelah berhubungan seks: Berhubungan intim dengan cara kasar atau terlalu kuat dapat mengiritasi vagina dan menyebabkan pendarahan ringan.
  • Penyakit radang panggul: Infeksi pada serviks dan rahim dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna coklat yang disertai dengan gejala lain seperti nyeri di perut bawah, demam, dan keluarnya cairan berbau tidak sedap.

Perawatan dan pengobatan

Pengobatan flek coklat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Jika flek coklat dipicu oleh stres, Anda bisa melakukan manajemen stres seperti berolahraga, tidur cukup, dan mempraktikkan teknik relaksasi. 

Flek yang disebabkan oleh kondisi medis akan ditangani oleh dokter. Dokter mungkin meresepkan obat-obatan atau menyarankan prosedur medis khusus, misalnya kemoterapi untuk kanker serviks. 

Dalam kasus flek coklat setelah haid, menjaga kebersihan vagina adalah hal yang penting:

  • Bersihkan vagina dengan air. Hindari mencucinya dengan sabun karena dapat mengiritasi vagina dan membantu perkembangbiakan bakteri vaginosis. 
  • Hindari penggunaan semprotan, douche, dan tisu wangi karena dapat mempengaruhi keseimbangan organisme alami vagina. 
  • Kenakan pakaian dalam katun 100% untuk membantu menghindari kelembaban berlebih. 
  • Ganti pakaian dalam Anda secara rutin. 

CatatanJika Anda tetap khawatir terhadap flek coklat setelah haid, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab keluarnya bercak.

Benarkah Cairan Squirt adalah Air Kencing? Ini Penjelasannya

Jadi istilah lain dari ejakulasi wanita, squirt adalah respons terhadap rangsangan seksual pada wanita dengan mengeluarkan sejumlah cairan melalui uretra. Banyak sekali yang mengira squirting mengeluarkan air kencing, sehingga beberapa merasa jorok dan aneh saat mengalaminya.

Akan tetapi, beberapa ahli sepakat bahwa cairan yang keluar squirting tidak semuanya adalah air kencing. Jadi, Anda tidak perlu merasa malu saat mengalaminya karena seakan kencing.

Squirting atau squirt adalah keluarnya cairan ejakulasi pada wanita dalam jumlah yang banyak

Apakah Cairan Squirt adalah Air Kencing?

Tidak semua wanita mengalami ejakulasi atau squirting, dan jika mengalaminya pun berbeda-beda keadaannya. Seperti jumlah cairan yang dikeluarkan, bisa hanya keluar sedikit, atau keluar dengan kencang seperti yang terlihat di film-film porno. 

Lalu, dari mana datangnya cairan ini? Cairan squirting diyakini berasal dari kelenjar Skene, sebuah jaringan prostat yang terletak di dinding depan vagina dan menyerap air dari kantong di uretra.

Kantung kelenjar Skene memiliki lubang yang nantinya akan mengeluarkan cairan saat squirting. Kelenjar ini juga membantu mengeluarkan cairan pelumas di vagina saat aktivitas seksual.

Penelitian menemukan bahwa cairan yang dikeluarkan saat squirt adalah tidak sepenuhnya air kencing. Sebanyak 95 persen di antaranya adalah air, dengan sedikit urea, kreatinin, dan mineral seperti sodium dan potasium. 

Posisi kelenjar Skene yang sangat dekat dengan uretra juga memungkinkan bahwa cairan yang keluar bisa sedikit bercampur dengan air kencing. Hal ini disebabkan kontraksi yang terjadi di bagian pelvis. 

Secara umum, cairan ini tidak berwarna dan juga tidak berbau, ataupun berbau seperti air kencing. Sehingga Anda tidak perlu menahan semua sensasi dan klimaks yang Anda rasakan hanya karena takut mengencingi pasangan Anda atau membasahi kasur.

Jadi, Anda tidak perlu malu jika mengalami squirting. Meskipun memang sesaat sebelum squirting ini terjadi Anda akan mengalami sensasi seperti ingin kencing, namun hal ini normal. 

Pelepasan cairan yang cepat juga bisa membuat Anda serasa sedang kencing saat orgasme. Ini juga yang mendasari alasan mengapa banyak ahli yang menganjurkan untuk kencing terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual, karena bisa saja tubuh melepaskan air kencing saat orgasme jika Anda tidak melakukannya. 

Bagaimana terjadinya Squirting?

Tiap wanita mengalami fenomena squirting yang berbeda-beda, sama halnya dengan orgasme ataupun ejakulasi pada pria. Squirting diduga mengeluarkan cairan yang berasal dari kelenjar Skene yang berada di dekat uretra.

Pada beberapa orang, sesaat sebelum mengalami squirting mereka akan merasakan sensasi orgasme seperti biasanya. Yang lainnya menyebut ada rasa hangat yang merayap muncul dan getaran di antara kedua paha, dan juga rasa ingin kencing. 

Tidak semua squirting terjadi saat wanita merasakan orgasme, bisa squirting bisa terjadi akibat stimulasi pada bagian G-spot ataupun klitoris. Seberapa terangsang Anda dan posisi atau teknik juga bisa mempengaruhi intensitas squirting. 

Oleh karena itu, jika Anda penasaran ingin mencoba squirting, Anda bisa melakukannya dengan beberapa teknik tertentu seperti melakukan posisi doggy style atau menggunakan alat bantu rangsangan seksual (sex toy) yang khusus didesain untuk menstimulasi G-spot dan klitoris. 

Jangan terlalu keras atau tegang saat ingin mencoba squirting, sebab kunci utamanya adalah tetap rileks dan menikmati segala sensasi yang Anda terima.

Tidak perlu merasa harus mengalami squirting, karena mengalaminya atau tidak adalah hal yang normal. Yang paling penting selain mengalami squirt adalah Anda merasakan kepuasan bersama pasangan saat berhubungan seksual.

Peduli Jantung, Berapa Kadar Kolesterol Normal Wanita?

Penyakit jantung berkaitan dengan kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), sedangkan kolesterol banyak terkandung pada berbagai jenis makanan. Dengan menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat secara konsisten selama bertahun-tahun, Anda bisa mendapatkan jantung yang sehat meski sudah berusia lanjut. 

Tanpa disadari, wanita berisiko tinggi terkena kolesterol tinggi. Di Amerika Serikat, penyakit jantung akibat kolesterol tinggi merupakan penyebab kematian wanita Amerika nomor satu. Sayangnya masih banyak yang belum mengetahui berapa kadar kolesterol normal wanita

Kolesterol dan penyakit jantung pada wanita

Kolesterol diproduksi secara alami oleh tubuh yang digunakan untuk membuat sel, hormon, dan zat penting lainnya seperti vitamin D dan empedu. Kolesterol dibawa melalui aliran darah sebagai partikel yang disebut lipoprotein. 

Ada dua jenis kolesterol. Pertama, kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan kolesterol jahat bertugas membawa kolesterol ke bagian tubuh yang dibutuhkan. Sedangkan kolesterol HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik akan membawa kolesterol kembali ke hati untuk dipecah. 

Penyakit jantung cenderung dipicu oleh kolesterol LDL yang lebih tinggi dan HDL yang terlalu rendah. Kolesterol LDL dapat menumpuk di dalam pembuluh darah, akibatnya terciptalah plak yang mempersempit aliran darah ke jantung. Kondisi ini disebut aterosklerosis, salah satu jenis penyakit jantung. 

Jika kondisi tersebut sudah terjadi, hanya tinggal menunggu waktu seseorang terkena serangan jantung atau stroke.

Mengapa wanita lebih rentan terkena kolesterol tinggi?

Kolesterol bisa menyerang siapa saja, tapi fakta yang masih sedikit orang ketahui adalah bahwa wanita berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut. 

Wanita umumnya memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih tinggi yang dipengaruhi oleh hormon seks wanita, esterogen. Saat esterogen meningkat, kadar HDL juga meningkat sementara kolesterol LDL dan total menurun. 

Ketika esterogen menurun, maka kadar HDL ikut rendah sementara kadar kolesterol LDL dan total meningkat. Kondisi ini bisa terjadi saat wanita memasuki masa menopause, seperti yang ditemukan oleh National Institutes of Health pada penelitiannya.

Kehamilan juga bisa menyebabkan peningkatan kolesterol total, tapi biasanya kembali normal setelah melahirkan. 

Selain kolesterol, faktor risiko yang meningkatkan penyakit jantung antara lain:

  • Usia yang lebih tua
  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan trans
  • Diabetes
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Mengetahui kadar kolesterol normal wanita

Pada pria dan wanita, kolesterol tinggi berarti kadar kolesterol total berada di atas angka 200 miligram per desiliter (mg / dL).

Kadar kolesterol normal wanita jika kadar HDL di atas 60 mg / dL. Kadar HDL yang kurang dari 50 mg / dL dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit jantung. 

Sedangkan untuk LDL, Anda disarankan untuk menjaganya tetap dalam batasan sebagai berikut:

  • Jika Anda tidak memiliki penyakit jantung, jaga kolesterol LDL di bawah 100 mg / dL
  • Di bawah 70 mg / dL jika Anda menderita penyakit jantung atau sejumlah faktor risiko penyakit jantung, seperti diabetes, usia di atas 55 tahun, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga penyakit jantung, dan kebiasaan merokok

Catatan

Wanita harus mulai memperhatikan kadar kolesterolnya sejak usia 20 tahun, dan menjalani pemeriksaan setiap 5 tahun sekali atau lebih sering bagi wanita dengan faktor risiko.

Pada wanita menopause berusia 55-65 tahun, The National Heart, Lung, and Blood Institute menyarankan untuk menjalani pemeriksaan 1-2 tahun sekali. Usia 66 tahun ke atas harus melakukan pemeriksaan setiap tahun.

Agar terhindar dari penyakit jantung, Anda harus menjaga berat badan ideal dengan rutin berolahraga. Misalnya, berjalan kaki atau bersepeda selama 30 menit tiga kali seminggu. Anda juga bisa mengikuti diet jantung yang memfokuskan pada makanan dengan lemak sehat dan kaya serat. 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kolesterol normal pada wanita dan cara perawatannya, tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. 

Download sekarang di App Store atau Google Play Store.