Cara Mencegah dan Mengatasi Flek Coklat Setelah Haid

Flek coklat setelah haid biasanya adalah hal yang normal dan bukan merupakan tanda dari kondisi serius. Diluar periode menstruasi, flek coklat bisa terjadi karena beberapa kondisi seperti tanda kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu, atau penggunaan alat kontrasepsi tertentu.

Flek cokelat bisa menjadi tanda kehamilan hingga penyakit tertentu seperti kanker serviks

Tapi, Anda tetap tak boleh menganggap bercak coklat sebagai hal yang enteng, apalagi jika bercak keluar secara konstan disertai dengan gejala lain. 

Kenapa muncul flek coklat setelah haid?

Sebagian besar wanita mengalami keputihan. Dalam batasan tertentu, keputihan adalah hal yang normal. Cairan putih ini berasal dari vagina dan serviks yang membawa sel mati dan bakteri, membantu menjaga kebersihan vagina dan melindungi dari infeksi. 

Selama siklus menstruasi, jumlah, warna, dan konsistensi keputihan berubah seiring dengan perubahan kadar hormon dalam tubuh. Flek coklat setelah haid bisa berasal dari keputihan yang berubah warna, atau merupakan sisa darah menstruasi yang baru keluar. 

Selain pasca menstruasi, bercak coklat juga bisa muncul selama siklus menstruasi, seperti:

  • Ovulasi

Ovulasi atau masa subur biasanya terjadi di hari ke 12 hingga 14 setelah haid hari pertama. Namun waktu ovulasi bisa berubah mengikuti lama masa haid seseorang. Selama masa ovulasi, bercak yang keluar mungkin terlihat merah muda atau coklat, dan bisa lebih banyak daripada titik lain selama siklus menstruasi Anda.

  • Pasca-ovulasi

Pada masa ini keputihan juga bisa berubah warna menjadi sedikit kecoklatan dengan konsistensi yang lebih kental. 

  • Pra-menstruasi

Banyak kasus wanita mengalami flek sebelum haid. Flek coklat sebelum haid biasanya disebabkan oleh darah haid yang mulai keluar dengan aliran yang ringan. Jika bercak keluar mendekati siklus menstruasi Anda (misalnya 2-3 hari sebelum haid), maka itu tanda awal siklus haid baru dimulai. 

Penyebab lain munculnya flek coklat

Flek coklat juga bisa muncul di luar periode menstruasi akibat kondisi tertentu, diantaranya yaitu:

  • Kehamilan: Flek coklat bisa jadi tanda kehamilan, namun jika terjadi di pertengahan masa kehamilan Anda harus segera menemui dokter karena mungkin mengindikasikan keguguran atau persalinan prematur. 
  • Alat kontrasepsi: Flek coklat dan haid tidak teratur merupakan efek samping umum penggunaan IUD.
  • Stres: Sebuah penelitian menemukan terdapat hubungan antara stres kronis dengan ketidakteraturan siklus haid dan keluarnya bercak coklat dari vagina.
  • Reaksi terhadap perawatan atau pemeriksaan tertentu: Pap smear atau pemeriksaan vagina bisa menyebabkan pendarahan ringan atau bercak coklat setelah dilakukannya pemeriksaan.
  • Cedera setelah berhubungan seks: Berhubungan intim dengan cara kasar atau terlalu kuat dapat mengiritasi vagina dan menyebabkan pendarahan ringan.
  • Penyakit radang panggul: Infeksi pada serviks dan rahim dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna coklat yang disertai dengan gejala lain seperti nyeri di perut bawah, demam, dan keluarnya cairan berbau tidak sedap.

Perawatan dan pengobatan

Pengobatan flek coklat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Jika flek coklat dipicu oleh stres, Anda bisa melakukan manajemen stres seperti berolahraga, tidur cukup, dan mempraktikkan teknik relaksasi. 

Flek yang disebabkan oleh kondisi medis akan ditangani oleh dokter. Dokter mungkin meresepkan obat-obatan atau menyarankan prosedur medis khusus, misalnya kemoterapi untuk kanker serviks. 

Dalam kasus flek coklat setelah haid, menjaga kebersihan vagina adalah hal yang penting:

  • Bersihkan vagina dengan air. Hindari mencucinya dengan sabun karena dapat mengiritasi vagina dan membantu perkembangbiakan bakteri vaginosis. 
  • Hindari penggunaan semprotan, douche, dan tisu wangi karena dapat mempengaruhi keseimbangan organisme alami vagina. 
  • Kenakan pakaian dalam katun 100% untuk membantu menghindari kelembaban berlebih. 
  • Ganti pakaian dalam Anda secara rutin. 

CatatanJika Anda tetap khawatir terhadap flek coklat setelah haid, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab keluarnya bercak.

Benarkah Cairan Squirt adalah Air Kencing? Ini Penjelasannya

Jadi istilah lain dari ejakulasi wanita, squirt adalah respons terhadap rangsangan seksual pada wanita dengan mengeluarkan sejumlah cairan melalui uretra. Banyak sekali yang mengira squirting mengeluarkan air kencing, sehingga beberapa merasa jorok dan aneh saat mengalaminya.

Akan tetapi, beberapa ahli sepakat bahwa cairan yang keluar squirting tidak semuanya adalah air kencing. Jadi, Anda tidak perlu merasa malu saat mengalaminya karena seakan kencing.

Squirting atau squirt adalah keluarnya cairan ejakulasi pada wanita dalam jumlah yang banyak

Apakah Cairan Squirt adalah Air Kencing?

Tidak semua wanita mengalami ejakulasi atau squirting, dan jika mengalaminya pun berbeda-beda keadaannya. Seperti jumlah cairan yang dikeluarkan, bisa hanya keluar sedikit, atau keluar dengan kencang seperti yang terlihat di film-film porno. 

Lalu, dari mana datangnya cairan ini? Cairan squirting diyakini berasal dari kelenjar Skene, sebuah jaringan prostat yang terletak di dinding depan vagina dan menyerap air dari kantong di uretra.

Kantung kelenjar Skene memiliki lubang yang nantinya akan mengeluarkan cairan saat squirting. Kelenjar ini juga membantu mengeluarkan cairan pelumas di vagina saat aktivitas seksual.

Penelitian menemukan bahwa cairan yang dikeluarkan saat squirt adalah tidak sepenuhnya air kencing. Sebanyak 95 persen di antaranya adalah air, dengan sedikit urea, kreatinin, dan mineral seperti sodium dan potasium. 

Posisi kelenjar Skene yang sangat dekat dengan uretra juga memungkinkan bahwa cairan yang keluar bisa sedikit bercampur dengan air kencing. Hal ini disebabkan kontraksi yang terjadi di bagian pelvis. 

Secara umum, cairan ini tidak berwarna dan juga tidak berbau, ataupun berbau seperti air kencing. Sehingga Anda tidak perlu menahan semua sensasi dan klimaks yang Anda rasakan hanya karena takut mengencingi pasangan Anda atau membasahi kasur.

Jadi, Anda tidak perlu malu jika mengalami squirting. Meskipun memang sesaat sebelum squirting ini terjadi Anda akan mengalami sensasi seperti ingin kencing, namun hal ini normal. 

Pelepasan cairan yang cepat juga bisa membuat Anda serasa sedang kencing saat orgasme. Ini juga yang mendasari alasan mengapa banyak ahli yang menganjurkan untuk kencing terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual, karena bisa saja tubuh melepaskan air kencing saat orgasme jika Anda tidak melakukannya. 

Bagaimana terjadinya Squirting?

Tiap wanita mengalami fenomena squirting yang berbeda-beda, sama halnya dengan orgasme ataupun ejakulasi pada pria. Squirting diduga mengeluarkan cairan yang berasal dari kelenjar Skene yang berada di dekat uretra.

Pada beberapa orang, sesaat sebelum mengalami squirting mereka akan merasakan sensasi orgasme seperti biasanya. Yang lainnya menyebut ada rasa hangat yang merayap muncul dan getaran di antara kedua paha, dan juga rasa ingin kencing. 

Tidak semua squirting terjadi saat wanita merasakan orgasme, bisa squirting bisa terjadi akibat stimulasi pada bagian G-spot ataupun klitoris. Seberapa terangsang Anda dan posisi atau teknik juga bisa mempengaruhi intensitas squirting. 

Oleh karena itu, jika Anda penasaran ingin mencoba squirting, Anda bisa melakukannya dengan beberapa teknik tertentu seperti melakukan posisi doggy style atau menggunakan alat bantu rangsangan seksual (sex toy) yang khusus didesain untuk menstimulasi G-spot dan klitoris. 

Jangan terlalu keras atau tegang saat ingin mencoba squirting, sebab kunci utamanya adalah tetap rileks dan menikmati segala sensasi yang Anda terima.

Tidak perlu merasa harus mengalami squirting, karena mengalaminya atau tidak adalah hal yang normal. Yang paling penting selain mengalami squirt adalah Anda merasakan kepuasan bersama pasangan saat berhubungan seksual.

Peduli Jantung, Berapa Kadar Kolesterol Normal Wanita?

Penyakit jantung berkaitan dengan kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), sedangkan kolesterol banyak terkandung pada berbagai jenis makanan. Dengan menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat secara konsisten selama bertahun-tahun, Anda bisa mendapatkan jantung yang sehat meski sudah berusia lanjut. 

Tanpa disadari, wanita berisiko tinggi terkena kolesterol tinggi. Di Amerika Serikat, penyakit jantung akibat kolesterol tinggi merupakan penyebab kematian wanita Amerika nomor satu. Sayangnya masih banyak yang belum mengetahui berapa kadar kolesterol normal wanita

Kolesterol dan penyakit jantung pada wanita

Kolesterol diproduksi secara alami oleh tubuh yang digunakan untuk membuat sel, hormon, dan zat penting lainnya seperti vitamin D dan empedu. Kolesterol dibawa melalui aliran darah sebagai partikel yang disebut lipoprotein. 

Ada dua jenis kolesterol. Pertama, kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan kolesterol jahat bertugas membawa kolesterol ke bagian tubuh yang dibutuhkan. Sedangkan kolesterol HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik akan membawa kolesterol kembali ke hati untuk dipecah. 

Penyakit jantung cenderung dipicu oleh kolesterol LDL yang lebih tinggi dan HDL yang terlalu rendah. Kolesterol LDL dapat menumpuk di dalam pembuluh darah, akibatnya terciptalah plak yang mempersempit aliran darah ke jantung. Kondisi ini disebut aterosklerosis, salah satu jenis penyakit jantung. 

Jika kondisi tersebut sudah terjadi, hanya tinggal menunggu waktu seseorang terkena serangan jantung atau stroke.

Mengapa wanita lebih rentan terkena kolesterol tinggi?

Kolesterol bisa menyerang siapa saja, tapi fakta yang masih sedikit orang ketahui adalah bahwa wanita berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut. 

Wanita umumnya memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih tinggi yang dipengaruhi oleh hormon seks wanita, esterogen. Saat esterogen meningkat, kadar HDL juga meningkat sementara kolesterol LDL dan total menurun. 

Ketika esterogen menurun, maka kadar HDL ikut rendah sementara kadar kolesterol LDL dan total meningkat. Kondisi ini bisa terjadi saat wanita memasuki masa menopause, seperti yang ditemukan oleh National Institutes of Health pada penelitiannya.

Kehamilan juga bisa menyebabkan peningkatan kolesterol total, tapi biasanya kembali normal setelah melahirkan. 

Selain kolesterol, faktor risiko yang meningkatkan penyakit jantung antara lain:

  • Usia yang lebih tua
  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan trans
  • Diabetes
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Mengetahui kadar kolesterol normal wanita

Pada pria dan wanita, kolesterol tinggi berarti kadar kolesterol total berada di atas angka 200 miligram per desiliter (mg / dL).

Kadar kolesterol normal wanita jika kadar HDL di atas 60 mg / dL. Kadar HDL yang kurang dari 50 mg / dL dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit jantung. 

Sedangkan untuk LDL, Anda disarankan untuk menjaganya tetap dalam batasan sebagai berikut:

  • Jika Anda tidak memiliki penyakit jantung, jaga kolesterol LDL di bawah 100 mg / dL
  • Di bawah 70 mg / dL jika Anda menderita penyakit jantung atau sejumlah faktor risiko penyakit jantung, seperti diabetes, usia di atas 55 tahun, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga penyakit jantung, dan kebiasaan merokok

Catatan

Wanita harus mulai memperhatikan kadar kolesterolnya sejak usia 20 tahun, dan menjalani pemeriksaan setiap 5 tahun sekali atau lebih sering bagi wanita dengan faktor risiko.

Pada wanita menopause berusia 55-65 tahun, The National Heart, Lung, and Blood Institute menyarankan untuk menjalani pemeriksaan 1-2 tahun sekali. Usia 66 tahun ke atas harus melakukan pemeriksaan setiap tahun.

Agar terhindar dari penyakit jantung, Anda harus menjaga berat badan ideal dengan rutin berolahraga. Misalnya, berjalan kaki atau bersepeda selama 30 menit tiga kali seminggu. Anda juga bisa mengikuti diet jantung yang memfokuskan pada makanan dengan lemak sehat dan kaya serat. 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kolesterol normal pada wanita dan cara perawatannya, tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. 

Download sekarang di App Store atau Google Play Store.