Kesalahan Dalam Olahraga yang Mampu Sebabkan Pinggang Belakang Sakit

Olahraga merupakan aktivitas dengan segudang manfaat. Mulai dari menyehatkan tubuh, mengontrol berat badan, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan kesehatan mental adalah beberapa diantaranya. Berolahraga  secara rutin juga dinilai dapat membantu tubuh untuk terhindar dari berbagai resiko penyakit yang mungkin bisa terjadi pada tubuh. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat olahraga saat melakukannya dengan asal-asalan. Salah melakukannya, bukan manfaat yang malah di dapat namun resiko sakit dan cedera pada tubuh. Salah satu contohnya adalah pinggang belakang sakit. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktifitas dan bahkan mampu menimbulkan trauma tersendiri. Agar tidak salah lagi, penting untuk mengetahui kesalahan apa saja yang mampu sebabkan pinggang belakang sakit berikut.

Penyebab sakit pinggang belakang bisa karena gangguan pada otot

1. Tidak memikirkan resiko sebelum olahraga

Saat pinggang belakang sakit akibat aktifitas fisik, pasti ada suatu hal yang mendasarinya. Bisa jadi ketika berada di pusat gym, Anda tak memikirkan efek samping jenis olahraga yang dilakukan dilakukan dan menyamaratakan semua jenis olahraga saking bersemangatnya.  Dan ternyata ini adalah kesalahan besar.

2. Tidak melakukan pemanasan 

Pemanasan sebelum olahraga memiliki peran yang cukup penting. Mempersiapkan tubuh dan otot untuk aktivitas selanjutnya, meringankan rasa nyeri yang mungkin timbul saat olahraga, hingga mencegah dan meminimalisir tubuh terkena resiko cedera. Jadi bukan hal baru lagi jika tubuh kerap mengalami keluhan seperti sakit pada pinggang sehabis olahraga akibat tidak melakukan pemanasan. 

3. Memulainya dengan beban berat

Memulai olahraga dengan beban berat sama saja dengan menyakiti diri sendiri sebab mampu mengundang berbagai resiko. Baiknya, mulailah dengan beban yang ringan di awal latihan kemudian tingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan.

4. Posisi tubuh yang salah

Pinggang belakang sakit juga bisa disebabkan karena posisi tubuh yang salah saat melakukan olahraga. Contohnya, saat Anda tak sengaja terlalu melekukkan bagian pinggang ketika mengangkat beban berat berulang kali. Meski mengeluarkan keringat, siap-siap menahan sakit pada pinggang setelahnya.

5. Kurang latihan

Kurang latihan juga bisa sebabkan tubuh mengalami masalah setelah saat olahraga. Tubuh dan otot yang tidak terbiasa melakukan aktifitas fisik yang lebih berat dari biasanya adalah penyebabnya.

6. Mengabaikan pendinginan 

Bukan hanya pemanasan, pendinginan setelah olahraga juga sebaiknya jangan dilewatkan. Selain mampu memulihkan detak jantung dan tekanan darah, pendinginan dan peregangan yang dilakukan setelah olahraga dapat cegah kelelahan serta nyeri pada otot sehabis olahraga. Jadi jangan kaget jika tubuh kerap mengalami keluhan setelah olahraga karena kebiasaan mengabaikan gerakan pendinginan.

Lalu bagaimana cara pencegahannya?

Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan yang layak untuk olahraga

Suatu kesalahan jika Anda mengharapkan kondisi badan yang lebih fit dan sehat setelah olahraga padahal saat itu kondisi tubuh malah sedang kurang fit. Baiknya, pastikan tubuh benar-benar dalam kondisi yang baik dan siap untuk olahraga agar kegiatan olahraga minim resiko, 

Lakukan pemanasan serta pendinginan

Otot tubuh yang sudah dilatih dengan pemanasan dinilai lebih minim untuk terkena resiko cedera. Setidaknya, lakukan pemanasan 10-15 sebelum melakukan olahraga. Begitu juga dengan pendinginan setelah olahraga. Dengan melakukan pendinginan, resiko yang mungkin terjadi seperti nyeri pada tubuh dan otot setelah olahraga jadi dapat lebih dihindari. 

Ketahui kapasitas tubuh

Memaksakan tubuh untuk terus melakukan olahraga tanpa beristirahat bukan malah menghasilkan manfaat. Jika dirasa tubuh sudah cukup lelah, hentikan sejenak kegiatan olahraga selama beberapa saat lalu lanjutkan kembali saat tubuh sudah siap. 

Ketahui peraturan setiap gerakannya

Setiap peraturan yang dibuat saat melakukan olahraga tertentu merupakan salah satu bentuk untuk menjaga keamanan tubuh saat olahraga. Ketahui gerakan apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan, postur tubuh yang bagaimana yang harus dibuat saat melakukan gerakan, dan hal-hal apa yang sebaiknya Anda dihindari saat olahraga. Dengan mengetahui semua peraturannya, kegiatan olahraga dinilai akan lebih minim resiko. 

Meski olahraga memiliki banyak manfaat, aktivitas satu ini tak boleh dilakukan asal-asalan karena cukup beresiko. Jika keluhan pinggang belakang sakit sudah mulai Anda rasakan, segera istirahatkan tubuh dan jangan lakukan aktivitas berat apapun. Bila perlu, Anda dapat mengkonsultasikan keluhan pada dokter agar sakit yang dirasakan dapat diatasi dengan segera.

Hindari Makanan Penyebab Kista Ovarium, Ini Gantinya

Tanpa disadari, ada banyak sekali makanan penyebab kista ovarium yang sering dikonsumsi sehari-hari. Beberapa contohnya yaitu seperti daging merah, roti tawar, kentang, makanan berlemak, dan makanan cepat saji. Termasuk nasi putih yang mengandung insulin yang cukup tinggi. Nah, jika makanan penyebab kista ovarium tersebut tidak lagi dikonsumsi, apa gantinya? Berikut ini beberapa pilihan jenis makanan yang bisa Anda coba untuk penderita kista ovarium.

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di ovarium atau indung telur

1. Makanan tinggi serat

Berikut ini beberapa jenis makanan tinggi serat yang baik dimasukkan dalam pola makan pengidap kista ovarium.

  • Kembang kol
  • Sayuran berdaun hijau seperti selada
  • Paprika hijau dan merah
  • Ubi
  • Labu

2. Makanan antiinflamasi

Jenis makanan yang bisa mengurangi inflamasi juga baik dikonsumsi. Berikut ini contohnya.

  • Tomat
  • Bayam
  • Buah-buahan
  • Ikan
  • Minyak zaitun

3. Makanan tinggi protein dan rendah lemak

Contoh makanan tinggi protein dan rendah lemak yang baik untuk dikonsumsi pengidap kista ovarium adalah tahu, dada ayam, dan ikan.

Perempuan yang memiliki kista ovarium jenis PCOS, memiliki kadar insulin yang lebih tinggi dibanding normal. Insulin adalah hormon yang akan membantu mengubah gula di tubuh menjadi energi.Kurangnya kadar insulin di tubuh bisa membuat kadar gula darah naik. Kondisi yang sama juga bisa terjadi apabila seseorang mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang ada secara efektif.Saat seseorang mengalami resistensi insulin, maka tubuh akan mencoba menambah produksi insulin sebagai usaha untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.Tingginya kadar insulin ini lalu akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen atau hormon seks pria, salah satunya testosteron. Itulah alasannya, perempuan yang mengalami PCOS memiliki gejala-gejala seperti:

  • Kulit berjerawat
  • Tumbuh banyak rambut, seperti di wajah maupun bagian tubuh lainnya
  • Pola kebotakan seperti pria
  • Menstruasi tidak teratur

Resistensi insulin juga akan membuat seseorang sulit untuk menurunkan berat badan. Ini juga menjadi salah satu alasan yang membuat pengidap kista ovarium banyak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.Mengatur pola makan bisa membantu menurunkan berat badan dan mengembalikan kadar hormon testosteron kembali normal. Sehingga, gejala-gejala seperti jerawat di kulit bisa mereda. Selain itu, dengan seimbangnya hormon di tubuh, siklus menstruasi juga bisa kembali normal.

Ini Kemungkinan Penyebab Alzheimer dan Cara untuk Mengatasinya

Alzheimer adalah gangguan pada otak serta sel-sel saraf otak yang berkembang secara bertahap. Penyebab Alzheimer sebenarnya tidak diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang dipercaya membuat seseorang lebih berisiko terkena kondisi tersebut.

Di tahap awal, gejala Alzheimer cenderung sulit terdeteksi. Jarang sekali ada penderita Alzheimer yang berhasil didiagnosa ketika gejala mereka masih di tingkat pertama. 

Mengenal kemungkinan penyebab Alzheimer

Penderita Alzheimer biasanya akan mengalami penumpukan protein yang tidak normal di otak. Penumpukan ini menyebabkan timbunan plak yang akan menghambat sel-sel saraf otak untuk berkomunikasi.

Akan tetapi, tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat penumpukan plak ini bisa terjadi. Hanya saja, para peneliti telah menyimpulkan bahwa ada faktor risiko Alzheimer yang perlu diwaspadai: 

  • Faktor genetik

Apakah Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga lain yang menderita Alzheimer? Ketahuilah bahwa Alzheimer bisa juga diwariskan secara genetik. Oleh sebab itu, waspadalah jika Anda memiliki keluarga yang menderita kondisi ini.

  • Faktor usia

Penyakit Alzheimer biasanya berkembang pada lansia. Jarang sekali ada penderita dewasa muda yang mengalami kondisi ini. Kasus-kasus Alzheimer yang pernah terjadi selama ini umumnya menyerang lansia yang sudah melewati usia 85 tahun. 

  • Faktor gaya hidup

Gaya hidup yang buruk juga bisa menjadi salah satu penyebab Alzheimer. Contohnya jika Anda memiliki kebiasaan memakan makanan yang tidak sehat, jarang berolahraga, serta menjauhkan diri dari aktivitas sosial.

  • Mengalami gangguan mental

Orang-orang yang menderita gangguan mental juga lebih mungkin mengalami penyakit Alzheimer. Penderita gangguan mental biasanya tidak memiliki kemampuan sosial yang baik, sehingga akan berpengaruh juga pada kemampuan sel-sel otak.

Cara mengatasi penyakit Alzheimer

Meskipun penyebab Alzheimer hingga saat ini belum bisa diketahui, untungnya sudah ada penelitian yang bisa menentukan upaya pengobatan bagi kondisi ini. Biasanya, kondisi Alzheimer akan diatasi dengan pemakaian obat-obatan.

Perlu diingat, obat-obatan tidak bisa sepenuhnya menghilangkan Alzheimer. Hanya saja, obat dapat membantu memperlambat perkembangan gejala, sehingga Anda tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara produktif. 

Berikut ini beberapa metode pengobatan yang bisa diterapkan bagi penderita Alzheimer: 

  • Cholinesterase

Obat golongan Cholinesterase Inhibitors adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan tingkat komunikasi pada sel-sel otak. Jadi, meskipun ada penumpukan plak di otak, kemampuan komunikasi antara sel-sel otak tetap bisa ditingkatkan dengan obat ini.

Biasanya, jenis obat ini merupakan obat pertama yang diberikan pada penderita Alzheimer ketika baru saja didiagnosa di tahap awal. Obat ini akan membantu penderita agar tidak mengalami perkembangan gejala yang terlalu cepat. 

  • Namenda

Obat Namenda tidak bisa mengobati penyebab Alzheimer secara langsung, tapi bisa membantu memperlambat perkembangan gejala. Biasanya, obat ini dipakai sebagai pendamping obat berjenis Cholinesterase Inhibitors.

Hanya saja, obat berjenis Namenda berpotensi menimbulkan efek samping yang cukup mengganggu, seperti pusing dan kebingungan. 

  • Donepezil

Obat berjenis Donepezil diberikan pada penderita Alzheimer yang sudah cukup parah. Obat ini bekerja dengan memblokir efek kelebihan protein yang menyebabkan Alzheimer. 

Selain obat-obatan di atas, terkadang penderita Alzheimer juga direkomendasikan untuk menggunakan obat-obatan antidepresi untuk mengatasi gangguan emosional yang terjadi akibat komplikasi. 

Penyebab Alzheimer hingga saat ini memang belum diketahui. Sebaiknya, Anda mewaspadai tanda-tanda gejalanya dan melakukan upaya pencegahan agar bisa terhindar dari kondisi tersebut.

Perbedaan Payudara Nyeri Haid Tak Kunjung Datang dengan Awal Kehamilan, dan Gejala Lainnya

Ketika Anda mengalami payudara nyeri haid tak kunjung datang, biasanya akan langsung merasa khawatir bahwa Anda hamil. Apalagi jika Anda melakukan hubungan seksual beberapa hari lalu. Memang nyeri payudara bisa menjadi tanda kedua kondisi tersebut. Akan tetapi, tentunya masih terdapat beberapa perbedaan yang bisa Anda rasakan. 

Baik hamil atau haid, keduanya memiliki beberapa kemiripan, seperti rasa nyeri di sekitar pinggang, nyeri payudara, perubahan suasana hati, muncul flek, dan lainnya. Maka dari itu tak heran jika ada beberapa orang yang akan bertanya mengenai gejala-gejala tersebut.

Mengapa gejala haid dan awal kehamilan bisa mirip?

Haid dan awal kehamilan memiliki awal proses yang sama, yakni ovulasi. Ovulasi adalah kondisi di mana ovarium melepaskan sel telur yang matang dan sudah siap dibuahi oleh sperma. Sel telur ini hanya bisa bertahan selama 24 jam setelah dikeluarkan, dan sperma dapat bertahan selama 7 hari. Sehingga, jika tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan meluruh dan proses inilah yang menyebabkan terjadinya menstruasi.

Sebab proses yang sama inilah menimbulkan gejala haid dan kehamilan menjadi mirip.

Nyeri payudara di luar siklus haid bisa terjadi karena beberapa kemungkinan

Payudara nyeri haid tak kunjung datang

Adanya PMS atau premenstrual syndrome pada wanita yang akan memasuki siklus haid ini yang menyebabkan timbulnya beberapa gejala yang akan Anda rasakan selama satu hingga dua minggu sebelum datangnya haid.

Salah satu gejala yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri pada payudara. Akan tetapi, jika payudara nyeri haid tak kunjung datang belum tentu juga Anda mengalami masa awal kehamilan. Sebab, timbulnya nyeri tersebut dikarenakan adanya peningkatan hormon progesteron disertai dengan beberapa perbedaan di bawah ini.

  • Kenali waktu

Nyeri payudara yang disebabkan karena haid akan terjadi selama 1-2 pekan hingga akhirnya tanggal menstruasi tiba. Akan tetapi, jika nyeri payudara terjadi pada hari di mana siklus haid terlewat, maka bisa dicurigai sebagai tanda awal kehamilan.

Namun, jika Anda tidak melakukan hubungan intim bisa jadi mundurnya waktu haid disebabkan karena faktor lainnya, seperti stres dan pengaruh makanan.

  • Bedakan rasa nyerinya

Payudara nyeri haid tak kunjung datang juga akan berbeda dengan rasa nyeri hamil. Pada gejala haid, nyeri akan terasa sakit jika tersentuh karena adanya pembengkakan saluran susu di dalam payudara.

Sedangkan pada tanda kehamilan, nyeri akan terasa lebih sakit dan payudara lebih besar daripada biasanya karena terjadi dua pembengkakan, yakni saluran susu dan juga kelenjar susu.

  • Kondisi payudara

Tanda akan datangnya siklus haid adalah nyeri payudara disertai dengan kondisi payudara yang menjadi lebih padat dan berisi, kadangkala juga terdapat benjolan kecil di dalamnya.

Sedangkan nyeri payudara karena hamil maka kondisi payudara akan terlihat menjadi lebih besar dan kenyal serta lembut saat diraba.

Itulah beberapa perbedaan nyeri payudara haid tak kunjung datang dengan tanda awal kehamilan. Selain rasa nyeri payudara, Anda juga bisa mengetahui perbedaan lainnya pada gejala yang memiliki kemiripan.

Perbandingan gejala lainnya

Beberapa gejala di bawah ini juga terjadi pada PMS dan awal kehamilan.

  1. Munculnya flek darah

Flek darah pada saat PMS ditandai dengan warna kecoklatan dan hanya berlangsung selama 1-2 hari. Selanjutnya akan digantikan dengan darah haid.

Sedangkan pada tanda awal kehamilan, flek umumnya berwarna merah muda atau coklat tua. flek ini bisa muncul saat 10-14 hari setelah pembuahan dilakukan dan perdarahan yang muncul hanya sedikit.

  1. Kram perut

Selain nyeri payudara haid tak kunjung datang, kram perut juga mirip dengan tanda-tanda awal kehamilan. Bila dibandingkan, maka kram perut akibat PMS akan terasa lebih sakit dengan gejala awal kehamilan. Hal ini disebabkan pada saat memasuki siklus haid, otot rahim akan menegang sehingga bisa timbul sensasi seperti perut sedang diremas.

  1. Mudah lelah

Lelah yang terjadi saat sebelum haid bisa disebabkan karena meningkatnya hormon progesteron. Namun, rasa lelah ini tidak akan berlangsung secara lama, dan akan segera menghilang bersamaan dengan periode menstruasi yang dimulai.

Sedangkan rasa mudah lelah pada awal kehamilan juga disebabkan karena adanya peningkatan hormon progesteron. Pembedanya adalah, rasa lelah ini terus dialami selama masa kehamilan.

Jadi, hanya dengan merasakan nyeri payudara haid tak kunjung datang tidak bisa diklaim bahwa Anda sedang hamil. Selain melihat perbedaan pada setiap gejalanya, lakukan pula pengecekan menggunakan test pack atau langsung berkonsultasi dengan dokter.

Mengenal Ageism, Diskriminasi Terhadap Lansia

Ageism adalah prasangka atau diskriminasi terhadap orang-orang berdasarkan usia mereka. Hal ini biasanya terjadi menyerang orang-orang yang berusia lanjut atau lansia namun dalam beberapa kasus juga dapat memengaruhi mereka yang lebih muda. Ageism memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, dan bahkan laporan menghubungkannya dengan kematian yang lebih awal. Informasi tersebut berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Ageism adalah bentuk sistematik dari operasi. Namun, berbeda dengan diskriminasi lainnya seperti rasisme, sexism, dan ableism, siapa pun dapat mengalami hal ini. Meskipun sebuah fenomena yang universal, banyak orang tidak menganggap ageism sebagai suatu hal yang serius, jika dibandingkan dengan diskriminasi lainnya. 

Ada banyak cara untuk melakukan kategorisasi ageism. Istilah yang mendeskripsikan di mana ageism terjadi di antaranya adalah:

  • Institutional ageism. Yang mana terjadi di institusi yang mendukung ageism lewat tindakan ataupun kebijakan. 
  • Interpersonal ageism. Yang mana terjadi dalam interaksi sosial. 
  • Internalized ageism. Yang mana terjadi ketika seseorang memiliki kepercayaan ageism pada diri sendiri. 

Ageism juga dapat bervariasi tergantung pada situasi yang sedang dihadapi. Misalnya, ageism keras melibatkan seseorang memiliki kepercayaan yang agresif seputar usia, contohnya remaja berbahaya dan bertingkah laku kasar. Cara lain dalam kategorisasi ageism juga tergantung apakah seseorang sadar atau tidak saat melakukannya. Jika sadar, ageism ini dikenal dengan istilah explicit ageism. 

Namun jika mereka tidak menyadarinya, hal ini dikenal dengan istilah implicit ageism. Misalnya, apabila seorang dokter secara tidak sengaja memperlakukan pasien yang lebih muda dan lebih tua dengan cara berbeda, fenomena ini dikenal dengan istilah implicit ageism. Sebuah data tahun 2020 menemukan bahwa 82 persen lansia di Amerika Serikat mengalami ageism dengan terus menerus. 

Ageism hadir dalam banyak bentuk. Contoh ageism di lingkungan kerja di antaranya adalah menolak mempekerjakan orang-orang yang lebih tua atau lebih muda, bertanya seputar usia seseorang pada wawancara kerja meskipun hal tersebut tidak relevan dengan pekerjaan, membuat kebijakan yang memberikan manfaat lebih pada satu grup usia dibandingkan dengan lainnya, menganggap orang-orang yang lebih tua ketinggalan jaman dan kurang produktif, menganggap orang-orang yang lebih muda tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dipercaya serta tidak memiliki keterampilan khusus, serta perundungan. Ageism juga dapat menyebabkan kekerasan. WHO melaporkan bahwa pada tahun 2017, sebuah tinjauan menemukan bahwa 1 dari 6 orang-orang berusia di atas 60 tahun mengalami kekerasan pada lansia, seperti kekerasan fisik, emosional, seksual, dan finansial. Ageism tidak hanya memengaruhi individu, tetapi memiliki konsekuensi yang lebih jauh lagi. 

  • Laju penyakit yang lebih tinggi. Ageism mengurangi kesehatan mental dan fisik seseorang, meningkatkan kebutuhan perawatan seseorang dan mengurangi kualitas hidup saat mereka bertambah tua. Fenomena ini juga dihubungkan dengan perilaku mengambil risiko, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan juga diet yang tidak sehat. 
  • Biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi. Menurut WHO, Amerika Serikat menghabiskan milyaran dollar per tahunnya untuk merawat kondisi kesehatan yang disebabkan oleh ageism. 
  • Kemiskinan. Biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi, juga karena kurangnya asuransi kesehatan, dapat menyebabkan kemiskinan. Hal ini dapat menjadi masalah bagi orang-orang yang sudah pensiun atau tidak lagi dapat bekerja karena cacat atau penyakit. 

WHO menyatakan bahwa ada tiga cara untuk melawan ageism. Yang pertama adalah pendidikan untuk menghancurkan mitos dan stereotip serta meningkatkan pemahaman seputar dampak ageism. Yang kedua adalah intervensi antargenerasi, yang menciptakan kerjasama dan empati antara kelompok usia. Yang ketiga adalah perubahan hukum dan kebijakan, yang mana dapat mengurangi diskriminasi yang terjadi akibat ageism.

Flek Setelah Berhubungan, Haruskah Khawatir?

Flek setelah berhubungan sering dialami wanita terutama bagi mereka yang baru pertama kali berhubungan seks. Ada juga sekitar 9 persen wanita yang sedang menstruasi dapat mengalami pendarahan setelah berhubungan seks. Namun itu merupakan hal umum yang tidak perlu di khawatirkan. Tapi ada juga beberapa kondisi medis tertentu yang bisa menimbulkan flek setelah melakukan hubungan seksual.

Penyebab Munculnya Flek Setelah Berhubungan

Flek atau pendarahan setelah berhubungan seksual dikenal dengan pendarahan postcoital dan dapat terjadi pada siapapun. Orang yang berusia muda atau belum menopause, pendarahan biasanya berasal dari serviks atau leher rahim. Sedangkan pada orang yang sudah menopause, flek bisa berasal dari serviks, rahim, labia atau uretra. Kurangnya pelumasan saat berhubungan intim juga bisa menimbulkan flek.

Selain itu, ada juga kondisi medis tertentu yang bisa menyebabkan munculnya flek saat berhubungan seperti radang serviks atau servisitis. Radang serviks merupakan peradangan pada leher rahim yang bukan hanya menimbulkan flek, namun juga bisa menyebabkan nyeri saat berhubungan intim dan keputihan tidak normal. Radang serviks bisa juga disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti penyakit gonore dan klamidia.

Bercak cokelat sebelum haid Anda memang kerap menyebabkan kekhawatiran pada sebagian besar wanita

Polip serviks yang tumbuh pada leher rahim dengan ukuran satu hingga dua centimeter juga bisa menimbulkan flek saat Anda berhubungan intim. Umumnya polip serviks tidak bersifat kanker atau cukup jinak dan bisa dihilangkan jika Anda melakukan konsultasi ke dokter.

Penyebab lainnya yang memunculkan flek setelah berhubungan seperti:

  • Adanya gesekan saat berhubungan.
  • Flek karena pertama kali berhubungan seksual.
  • Infeksi serviks atau vagina.
  • Penyakit genital seperti herpes.
  • Ektropion serviks (lapisan yang ada di dalam serviks tumbuh di luar serviks).
  • Prolaps organ panggul (kandung kemih atau rahim) turun dari tempatnya dan menonjol di luar dinding vagina.

Kekeringan vagina juga bisa menimbulkan flek. Kekeringan tersebut bisa disebabkan oleh kondisi seperti:

  • Menyusui
  • Persalinan
  • Mengonsumsi obat tertentu seperti obat flu, alergi, dan anti-estrogen
  • Sedang menjalani terapi kanker dan berpengaruh pada ovarium.
  • Sindrom Sjogren
  • Menopause

Umumnya flek tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Namun jika terjadi secara terus menerus, Anda harus berkonsultasi ke dokter karena bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami flek setelah berhubungan, seperti:

  • Menderita kanker serviks, vagina atau rahim.
  • Dalam masa perimenopause (peralihan ke menopause) atau menopause.
  • Baru saja melahirkan dan sedang menyusui.
  • Tidak terlalu terangsang sebelum melakukan penetrasi.
  • Infeksi pada serviks.
  • Sering membersihkan vagina (douche) yang menggunakan bahan kimia tertentu.

Haruskah Menemui Dokter?

Jika terjadi hanya sesekali, maka flek tersebut adalah hal wajar dan tidak perlu Anda khawatirkan. Namun jika terjadi cukup sering, Anda harus menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab pastinya.

Dan jika Anda mengalami gejala seperti rasa sakit saat berhubungan intim, vagina terasa gatal, sensasi terbakar saat buang air kecil serta keputihan yang tidak biasa, maka jangan tunggu apapun lagi, segera temui dokter.

Saat melakukan pemeriksaan ke dokter, nantinya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan aktivitas seksual Anda. Dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan seperti:

  • Tes kehamilan
  • Pemeriksaan serviks dengan spekulum
  • Kolposkopi
  • USG transvaginal
  • Pemeriksaan PAP smear
  • Tes untuk melihat ada atau tidaknya penyakit menular seksual

Jika penyebab pasti sudah diketahui, maka dokter akan melakukan pengobatan yang sesuai misalnya:

  • Kemoterapi jika flek disebabkan oleh kanker serviks.
  • Pengobatan untuk infeksi menular seksual.
  • Prosedur untuk menghilangkan polip.
  • Terapi estrogen.
  • Memberikan pelumas atau pelembab khusus vagina.

Guna mencegah flek setelah berhubungan, Anda bisa melakukan foreplay lebih lama. Dan jika ingin berhubungan seks setelah menstruasi, tunggu hingga beberapa hari.

Cara Menaikkan Gula Darah pada Ibu Hamil: Pahami Faktor, dan Gejala

Pahami Faktor, Gejala, dan Cara Menaikkan Gula Darah pada Ibu Hamil

Keadaan gula darah rendah juga bisa dialami oleh ibu hamil, maka dari itu simaklah pembahasan gula darah rendah pada ibu hamil di bawah ini dan cara menaikkan gula darah. Selain menjadi asupan bagi bayi, makanan yang dikonsumsi ibu juga akan menjadi glukosa untuk proses metabolisme. Namun, beberapa hal harus diperhatikan agar ibu tidak hamil mengalami gula darah rendah.

Hipoglikemia adalah sebuah kondisi di mana seseorang mengalami kekurangan glukosa di dalam darah. Bila gula darah rendah terjadi, maka bisa menyebabkan beberapa komplikasi, tergantung seberapa parah hipoglikemia tersebut. 

Gula darah rendah pada ibu hamil

Kondisi gula darah rendah pada ibu hamil bisa memberikan dampak yang serius jika tidak segera diatasi dengan tepat. Sebab, ibu hamil yang menderita hipoglikemia ini bisa memengaruhi kesehatan janin, seperti terjadinya gangguan pada perkembangan janin, kelainan fisik dan mental, berat badan janin menjadi rendah, dan lainnya.

Pada umumnya, terdapat dua jenis hipoglikemia pada ibu hamil, yakni hipoglikemia reaktif dan hipoglikemia puasa.

Hipoglikemia reaktif yakni keadaan di mana kadar gula darah cenderung turun dalam jangka waktu singkat beberapa saat setelah ibu makan. Jenis gula darah rendah yang satu ini sering terjadi pada wanita yang sudah mempunyai diabetes sebelumnya.

Sedangkan hipoglikemia puasa terjadi bila kadar gula darah menurun ke tingkat berbahaya pada saat waktu makan. Jenis satu ini biasanya terjadi pada ibu tanpa diabetes sebelumnya.

Melansir dari Healthline, kondisi hipoglikemia puasa ini bisa terjadi karena beberapa hal.

  • Ibu hamil tidak makan dengan cukup dan jenis makanan yang kurang tepat
  • Melakukan olahraga yang berlebihan
  • Efek samping obat diabetes

Faktor ibu hamil mengalami hipoglikemia

Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil memang menjadi lebih rentan untuk terkena beberapa masalah kesehatan. Namun, biasanya pada kondisi-kondisi ini ibu hamil akan menjadi sangat rentan terkena gula darah rendah.

1. Memiliki riwayat diabetes

Sebelum mengalami masa kehamilan, wanita dengan memiliki penyakit diabetes akan jauh lebih berisiko mengalami gula darah rendah bila dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat diabetes.

2. Berada di trimester pertama

Trimester pertama yakni pada sekitar 8-16 minggu biasanya akan mengalami gula darah rendah akibat adanya morning sickness. Apabila ibu hamil juga sering sakit dan pernah mengalami hipoglikemia sebelumnya, maka faktor ini meningkatkan risiko ibu hamil mengalami gula darah rendah pada trimester pertama.

3. Sedang sakit

Ibu hamil memang rentan mengalami kondisi tubuh yang tidak fit, sehingga seringkali pula nafsu makan menjadi terganggu. Kurangnya nafsu makan dan asupan makanan yang cukup dan teratur bisa menyebabkan ibu hamil mengalami episode hipoglikemik. 

4. Malnutrisi

Mengonsumsi makanan harus dibarengi dengan perhitungan kebutuhan nutrisi yang tercukupi, sehingga tidak menyebabkan kondisi malnutrisi dan terjadilah gula darah rendah.

Gejala gula darah rendah 

Pada saat mengalami gula darah rendah, gejala-gejala yang timbul memang memiliki kemiripan dengan gejala tekanan darah rendah.

  • Mudah lelah
  • Pusing
  • Wajah terlihat pucat
  • Bibir terasa kesemutan
  • Gemetar
  • Berkeringat secara berlebihan
  • Selalu merasa lapar
  • Jantung yang berdebar
  • Sulit untuk berkonsentrasi atau fokus
  • Emosi tidak stabil dan mudah marah

Dengan menyadari gejala-gejala tersebut, maka lakukanlah konsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi ibu hamil. 

Selain itu, dengan melakukan konsultasi dengan dokter maka akan membantu menaikkan kadar gula darah dengan tepat. Sembari menunggu jadwal bertemu dokter, ibu bisa melakukan cara menaikkan gula darah di bawah ini.

Cara menaikkan gula darah pada ibu hamil

Jika Anda mengalami gejala-gejala hipoglikemia di atas, maka lakukanlah cara menaikkan gula darah ini.

1. Cari tempat yang aman dan nyaman

Salah satu gejala yang terjadi adalah ibu akan mengalami pusing, gemetar, dan mudah lelah. Maka dari itu, hentikanlah sejenak aktivitas Anda dan cari tempat aman untuk duduk atau berbaring.

2. Konsumsi sekitar 15 gram karbohidrat

Mengonsumsi atau meminum karbohidrat sederhana umumnya memiliki kandungan gula yang tinggi. Anda bisa mengonsumsi 4 ons jus buah, 4 tablet glukosa, atau mengonsumsi satu sendok makan gula ataupun madu. 

3. Konsultasikan dengan dokter

Sembari Anda melakukan cara menaikkan kadar gula darah, yakni konsumsi makanan bergizi dan beristirahat, lakukanlah konsultasi secara online dengan dokter Anda agar bisa mendapatkan penangan secepat dan setepat mungkin. 

Jadi, itulah pembahasan mengenai hipoglikemia atau gula darah rendah pada ibu hamil. Pahami risiko, faktor, dan cara menaikkan gula darah yang tepat agar tidak menimbulkan efek samping apapun terhadap tumbuh kembang janin.

Bukan Hanya Sesak Napas, Perhatikan Pula Gejala Asma Ini

Bukan Hanya Sesak Napas, Perhatikan Pula Gejala Asma Ini

Asma merupakan kondisi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan disertai dengan produksi lendir yang berlebih di salurannya. Alhasil, seseorang yang mengalami kondisi ini akan mengalami kesulitan bernapas, yang biasanya terjadi ketika serangan asma kumat. Apa yang membedakan gejala asma dengan batuk biasa?

Ya, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun tetap bisa dikontrol. Asalkan Anda bisa mengelola stres serta menghindari alergi ataupun flu dan pilek, risiko serangan asma bisa dikurangi. Hanya saja, bukan berarti Anda lantas bisa mengabaikan gejala asma. Pasalnya, gejala asma bisa tetap ada pada penderita yang memiliki riwayat asma, hanya saja berbeda kekuatannya. 

Gejala asma yang rawan menghantui

Memahami gejala asma juga bisa membuat Anda lebih waspada apakah sebenarnya Anda memiliki kecenderungan penyakit pernapasan yang satu ini atau tidak. Di mana gejalanya bukan hanya berupa sesak napas hebat, yang biasanya hanya terjadi ketika serangan asma menimpa. Jika memang beberapa gejala ini Anda sering alami, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter. 

Napas Cepat 

Gangguan pernapasan terkait asma bukan hanya berupa sesak napas. Jika serangan asma sedang tidak ada, ciri khas lain yang bisa dilihat dari penderita asma adalah napasnya yang cepat. Apakah Anda sering mengalami kondisi napas cepat ini? 

Mengi 

Mengi merupakan suatu kondisi ketika Anda seperti mengeluarkan suara siulan tiap kali bernapas. Banyak hal yang bisa membuat seseorang mengalami mengi. Tidak terkecuali, mengi bisa menjadi gejala asma yang tidak boleh Anda abaikan. 

Mudah Lelah 

Napas pendek-pendek yang merupakan ciri khas penderita asma bisa menyebabkan gejala lain, yaitu kondisi mudah lelah. Pasalnya saat Anda bernapas pendek-pendek, otot dada akan terus bergerak cepat untuk mengambil napas dan langsung mengembuskannya. Inilah yang membuat Anda akan merasa cepat lelah, khususnya ketika sedang beraktivitas fisik, seperti olahraga. 

Mudah Batuk 

Penderita asma akan sangat mudah mengalami batuk. Biasanya, batuk yang merupakan gejala asma akan mudah muncul juga akan mudah hilang. Namun, ciri khas dari batuk pada penderita asma adalah kondisinya yang memburuk di malam hari ataupun dini hari. Sementara saat siang, batuk cenderung menghilang. 

Nyeri Dada 

Nyeri dada bukan hanya kondisi yang menunjukkan masalah pada organ jantung. Gangguan di saluran napas yang berupa asma pun bisa membuat Anda mengalami nyeri. Ciri khas nyeri dada yang mengarah ke gejala asma, yaitu perasaan dada yang menjadi sangat kencang seperti tercekik. Ketegangan ini bisa menjalar sampai leher. 

Sakit Tenggorokan 

Jangan remehkan apabila Anda sering mengalami sakit tenggorokan. Bisa jadi itu merupakan bagian dari kondisi asma yang belum teridentifikasi. Tidak jarang penderita asma akan mengalami sakit tenggorokan yang sering diabaikan karena dianggap sebagai tanda-tanda pilek atau flu semata. 

Gangguan Tidur 

Banyak faktor yang membuat penderita asma sering mengalami gangguan tidur, entah sulit tidur atau sering terbangun saat malam. Napas yang cepat membuat tidur terasa tidak nyaman. Di sisi lain, penderita asma juga mengalami gejala asma berupa batuk yang memburuk saat malam atau dini hari sehingga membuat ia sering terbangun sebelum waktunya. 

Keringat Dingin 

Keringat sebenarnya merupakan proses metabolisme yang wajar dari tubuh. Namun, waspadai apabila Anda mengalami keringat yang berlebihan, apalagi jika jenisnya termasuk keringat dingin. Banyak penyakit yang membuat keringat dingin mudah dialami seseorang, tidak terkecuali kondisi asma. 

Wajah Pucat 

Sirkulasi oksigen yang kurang maksimal karena adanya penyempitan di saluran pernapasan karena asma akan mudah membuat penderita asma mengalami wajah yang pucat. Bukan hanya itu, sirkulasi oksigen yang tidak optimal mengalir ke seluruh tubuh pula akan mudah terpantau di bagian bibir atau kuku penderita asma yang membiru, khususnya ketika serangan asma datang. 

*** 

Jangan remehkan gejala-gejala asma di atas. Anda mungkin saja belum terdiagnosis asma, namun sering mengalami tanda-tanda yang mengarah ke masalah pernapasan tersebut? Itu artinya Anda mesti datang ke dokter sekarang dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih detail.

7 Penyebab Punggung Terasa Panas

Jika Anda mengalami sensasi panas atau terbakar di tulang belakang Anda dan tidak mengalami sengatan matahari, ada kemungkinan Anda mengalami kondisi tulang belakang yang mendasarinya. Sejumlah masalah punggung terasa panas yang berbeda dapat hadir dengan gejala, sehingga tidak selalu mudah untuk membuat diagnosis dengan pencarian online. Lakukan pemeriksaan fisik dan diagnosis komprehensif, serta melakukan konsultasi dengan dokter tentang apa yang menyebabkan punggung panas Anda.

Sklerosis multipel (MS)

Sklerosis multipel merupakan gangguan neurologis yang menyebabkan kerusakan pada serabut saraf yang berjalan dari sumsum tulang belakang ke otak. Hal Ini juga akan merusak zat yang melapisi serat yang disebut dengan mielin. Terjadi kerusakan dengan mengubah cara sinyal perjalanan dari saraf ke otak serta pada bagian lainnya dari tubuh. 

Punggung terasa panas dapat disebabkan oleh fibromyalgia

Sklerosis ini menjadi penyebab gejala seperti otot lemah, kaku, kesemutan, mati rasa, serta nyeri. Berdasarkan data National Multiple Sclerosis Society, 55 persen orang dengan kondisi tersebut akan mengalami rasa sakit. Sementara rasa sakit yang bisa terasa seperti terbakar, paling sering dirasakan di lengan dan kaki, juga bisa dirasakan di punggung.

Perawatan meliputi:

  • terapi fisik
  • pelemas otot
  • steroid

Saraf terkompresi atau terjepit

Saraf yang berjalan ke atas dan ke bawah tulang belakang dapat menjadi tertekan (menyebabkan rasa sakit yang membakar) karena berbagai alasan.

Stenosis tulang belakang

Stenosis tulang belakang adalah penyempitan kolom tulang belakang biasanya karena penuaan yang dapat menyebabkan tekanan menumpuk pada saraf.

Linu panggul

Saraf sciatic berada di punggung bawah, bercabang dari bokong hingga kaki. Akar saraf membentuk saraf sciatic sering terkompresi stenosis tulang belakang. Hal Ini disebut linu panggul.

Herpes zoster

Herpes zoster merupakan infeksi saraf tubuh yang disebabkan dari virus yang sama penyebabnya cacar air (virus varicella-zoster, atau VZV). Kemudian, setelah menderita cacar air, maka VZV bisa tetap tidak aktif pada tubuh Anda selama-lamanya. Para ahli tidak begitu yakin mengapa virus tersebut diaktifkan kembali pada beberapa orang, tetapi ketika itu terjadi, ia menghasilkan ruam yang terbakar dan melepuh yang sering membungkus tubuh, mempengaruhi punggung.

Menurut banyak orang, rasa sakit akan reda setelah ruamnya sembuh. Menurut Klinik Cleveland, hingga 60 persen orang yang berusia lebih dari 60 tahun yang terkena herpes zoster memiliki rasa sakit yang bertahan lama, yang disebut neuralgia pascaherpes. Dokter mengobati rasa sakit dengan:

  • blok saraf
  • obat mati rasa topikal
  • antidepresan yang memiliki efek penghilang rasa sakit

Penyakit Lyme

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Infectious Disease Reports, hingga 15 persen pasien dengan penyakit Lyme, penyakit tick-borne yang ditandai dengan nyeri otot, nyeri sendi, dan kelelahan ekstrim, dapat memengaruhi sistem saraf mereka.

Ketika penyakit Lyme masuk ke sistem saraf, kadang membuat ujung saraf di tulang belakang meradang dan teriritasi, serta terasa sensasi terbakar pada punggung. Penyakit Lyme ini biasanya dapat diobati dengan antibiotik oral maupun intravena.

Radikulitis lumbal

Ini adalah kondisi yang sering berasal dari herniasi diskus atau radang sendi pada sendi facet di tulang belakang (sendi yang memungkinkan Anda untuk memutar dan menekuk). Hal ini membuat iritasi di saraf tulang belakang pada bagian bawah, yang membuat rasa sakit yang terbakar. Rasa sakit bisa menjalar dari punggung bawah hingga ke bokong serta kaki, namun akan berkurang dengan perubahan posisi.

Perawatan terdiri dari:

  • terapi fisik
  • anti-peradangan
  • steroid

Fibromyalgia

Fibromyalgia dianggap gangguan otak dan sistem saraf pusat. Para ahli tidak begitu yakin apa yang memicunya. Sementara kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang meluas, otot yang sering digunakan, seperti otot punggung, sering menjadi sasaran. Rasa sakitnya dapat terasa namun digambarkannya seperti hangat dan terasa terbakar. Perawatan umumnya yaitu:

  • penghilang rasa sakit
  • anti-peradangan
  • pelemas otot
  • antidepresan yang juga membantu mengatasi rasa sakit.

Pencegahan Nyeri Terbakar Belakang 

Memiliki rasa sakit terbakar yang tajam di daerah punggung bisa menjadi kejadian yang menyedihkan, tetapi dapat dicegah sampai tingkat tertentu. Berbagai latihan, menghindari potensi bahaya sakit punggung, dan menggunakan akal sehat adalah semua metode untuk pencegahan nyeri punggung terbakar yang baik. Namun, adalah ide yang baik untuk berbicara dengan seorang profesional medis jika gejala sakit punggung Anda saat ini bukan akibat dari beberapa kondisi yang mendasarinya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu mencegah Anda mengembangkan nyeri punggung yang membakar:

  • Latihan membantu untuk
  • Perbaiki postur
  • Perkuat punggung dan tingkatkan fleksibilitas
  • Menurunkan atau mempertahankan berat badan
  • Memberikan stabilitas untuk menghindari jatuh

Tips untuk mengangkat dan membungkuk

  • Mintalah seseorang untuk membantu Anda jika suatu benda terlalu berat atau canggung untuk dipegang
  • Beri diri Anda basis dukungan yang luas dengan merentangkan kaki Anda
  • Berdiri sedekat mungkin dengan objek saat mengangkatnya
  • Tekuk lutut Anda, bukan di pinggang Anda.
  • Kencangkan otot perut saat mengangkat atau menurunkan suatu benda untuk memberikan stabilitas
  • Pegang objek sedekat mungkin dengan tubuh Anda.
  • Angkat menggunakan otot kaki bukan punggung
  • Hindari memutar saat membungkuk untuk objek, mengangkatnya, atau membawanya.

Penyakit Terkait Telinga Bengkak dan Gejalanya

Pembengkakan adalah kondisi di mana organ, kulit atau bagian tubuh lainnya lebih besar dari biasanya. Ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun baik di dalam maupun di luar dan merupakan hasil dari peradangan atau penumpukan cairan. 

Pembengkakan bisa disebabkan karena penyakit, gigitan serangga, cedera atau trauma, hingga efek samping dari suatu pengobatan atau obat-obatan. Pembengkakan banyak terjadi di kaki dan tangan, tapi bengkak di telinga juga bisa terjadi. 

Telinga yang bengkak bisa saja hanya penyakit biasa tapi bisa juga merupakan tanda penyakit kronis bila disertai dengan gejala lain yang parah seperti nyeri, demam, dan lainnya. berikut ada penyakit-penyakit yang berkaitan dengan telinga bengkak, penyebab dan gejalanya. 

Bengkak di bawah telinga dapat disebabkan oleh gondongan

Penyebab telinga bengkak

Telinga yang bengkak terjadi karena adanya penumpukan cairan di jaringan di dalam atau di sekitar telinga. Kulit di sekitar telinga luar sangat tipis, sehingga jika terjadi pembengkakan walau hanya sedikit pun dapat terlihat jelas. Telinga yang bengkak bisa disertai dengan berwarna merah, nyeri saat disentuh, atau terasa gatal.

Tempat terjadinya pembengkakan dapat di liang telinga, daun telinga, tulang rawan, gendang telinga, tuba eustachius dan di bagian luar atau dalam telinga. Penyebabnya pun beragam, mereka bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi baik oleh bakteri dan virus 
  • Infeksi setelah tindik telinga 
  • Abses 
  • Ruam 
  • Cedera 
  • Pembedahan atau operasi 
  • Kondisi kulit, termasuk eksim, jerawat, dermatitis seboroik dan psoriasis
  • Efek samping obat-obatan dan bahan kimia, seperti semprotan rambut
  • Faktor gaya hidup seperti terlalu sering membersihkan telinga dan memakai earphone
  • Sistem kekebalan tubuh melemah
  • Makanan tertentu
  • Alergi
  • Benda logam yang dipakai di telinga sebagai perhiasan anting
  • Terkena atau berenang pada air yang tercemar
  • Kanker

Penyakit terkait telinga bengkak dan gejalanya

1. Memar

Gejala: bengkak dan kemerahan 

Penyebab: Memar berkembang dari trauma ringan seperti telinga yang menabrak suatu benda keras atau trauma kuat seperti akibat perkelahian atau pertandingan atau kecelakaan. 

Pengobatan: Cara mengatasinya bisa dengan mencoba kompres es di telinga bergantian 20 menit dan 20 menit. Selain kompres es, kompres hangat juga bisa dilakukan, obat anti inflamasi seperti ibuprofen bisa membantu mengatasi rasa sakit.

Gejala memar harus terus dipantau karena bisa menyebabkan masalah yang serius, seperti infeksi atau hematoma. Segera temui dokter jika Anda mengalami pembengkakan atau rasa sakit yang serius.

2. Telinga perenang

Gejala: bengkak dan kemerahan di sekitar saluran telinga, rasa sakit di telinga, adanya cairan yang keluar dari saluran telinga, rasa tidak nyaman di rahang, dan pendengaran teredam.

Penyebab: Penyakit ini dinamakan juga otitis eksterna yang terjadi infeksi di saluran telinga. Seperti namanya, ini seringkali terjadi saat berenang, ketika bakteri atau virus masuk ke saluran telinga.Tapi ini juga bisa terjadi saat Anda memasukkan kapas atau benda lain ke dalam saluran telinga Anda.

Pengobatan: Pengobatan yang diberikan biasanya dengan obat tetes telinga untuk infeksi dan rasa sakit yang mengandung antibiotik, dokter mungkin akan meresepkan ini. Resep antibiotik oral juga mungkin diberikan jika pembengkakan terjadi lebih kuat. Terkadang pembersihan saluran telinga oleh dokter Anda juga dilakukan untuk perlu mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa sakit.

3. Selulitis

Gejala: telinga bengkak, kulit merah dan terasa hangat di atas telinga, lembut saat disentuh, dan muncul demam sesekali

Penyebab: Selulitis merupakan infeksi kulit bakteri yang dapat berkembang di bagian tubuh mana saja, termasuk telinga. Ini bisa terjadi mulai dari telinga perenang, hingga iritasi atau kerusakan kulit, seperti gigitan serangga atau goresan di telinga. 

Pengobatan: Saat semakin parah demam dan kedinginan mulai muncul, kemerahan dan pembengkakan akan berubah menjadi lebih gelap serta menyebar. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk Anda.

4. Mastoiditis

Gejala: telinga bengkak yang mungkin menonjol atau mencuat dengan sudut yang tak biasa, terasa sakit saat disentuh, kemerahan di belakang dan di sekitar telinga, demam, kotoran telinga berwarna putih atau kuning seperti nanah dan bisa berbau busuk, nyeri berdenyut dan terus-menerus di dalam dan di sekitar telinga, dan gangguan pendengaran.

Penyebab: Mastoiditis dapat terjadi karena infeksi telinga yang tidak diobati. Infeksi ini terjadi pada tulang di belakang dan di sekitar telinga dan termasuk infeksi tulang yang berbahaya.

Pengobatan: Pembengkakan akan lebih jelas jika terjadi di belakang telinga. Segeralah ke dokter jika Anda merasa gejala di atas agar keperawatan dapat dilakukan. Penyakit ini biasanya diobati dengan antibiotik intravena (IV), jika lebih serius dapat menyebabkan abses tulang yang memerlukan pembedahan.

5. Hematoma auricularis

Gejala: Pembengkakan telinga luar yang signifikan, sakit telinga, dan riwayat trauma telinga yang sangat kuat.

Penyebab: Kumpulan darah yang terperangkap di antara kulit dan tulang rawan telinga luar menjadi penyebab dari hematoma auricularis. Kumpulan darah tersebut dapat disebabkan oleh trauma atau benturan yang sangat kuat. Orang yang melakukan olahraga kontak, seperti gulat atau tinju, berisiko tinggi mengalami penyakit ini.

Komplikasi: Ini harus segera diobati untuk mencegah komplikasi jangka panjang, karena bila tidak diobati atau kambuh, tulang rawan telinga luar bisa kehilangan suplai darahnya. Jaringan parut pun akan terbentuk yang mengarahkan pada penyakit “telinga kembang kol” yang sulit diobati. 

Pengobatan: Dokter mungkin akan mengalirkan darah dari area tersebut dan diberi pembalut yang sangat ketat untuk mencegah darah terkumpul lagi. Antibiotik juga mungkin diresepkan untuk mengurangi risiko terkena infeksi.

6. Polikondritis yang kambuh

Gejala: Pembengkakan telinga yang berulang dan menyerang bagian tulang rawan telinga

Kondisi ini jarang, tetapi akan lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki penyakit autoimun yang juga memiliki masalah pada tulang rawan di bagian tubuh lain. Polikondritis yang kambuh bisa terjadi pada satu atau di kedua telinga.

Pengobatan: NSAID bisa diresepkan untuk mengurangi peradangan, terkadang steroid seperti prednison juga diresepkan. Anda juga mungkin dirujuk ke rheumatologist, untuk diresepkan obat yang memperkuat sistem kekebalan Anda. 

Telinga bengkak dapat disebabkan oleh banyak hal dan terjadi baik di saluran telinga, bagian dalam atau bagian luar. Gejalanya bisa beragam mulai dari yang biasa hingga terasa nyeri yang sangat. Segera hubungi dokter jika gejala terasa sangat menyakitkan dan mengganggu serta tak kunjung sembuh.Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ mengenai kondisi telinga bengkak. Anda juga bisa mendapat banyak artikel informasi di sana. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.