7 Cara Mengatasi Sakit Maag Tanpa ke Dokter

Maag atau asam lambung merupakan kondisi wajar yang dialami oleh banyak orang. Kondisi umum ini biasanya bisa lekas sembuh sendiri apabila Anda memahami cara mengatasi sakit maag sedari rumah. Ya, Anda tidak perlu harus ke dokter untuk berkonsultasi medis apabila gejala maag yang Anda rasakan tergolong. 

penyebab maag

Penanganan maag sendiri bukan sekadar meredakan gejala naiknya asam lambung sewaktu-waktu. Lebih dari itu, cara mengatasi sakit maag berarti adalah upaya Anda supaya gejala yang terasa tidak mudah kambuh dan berulang. 

Berikut ini adalah cara-cara mengatasi sakit maag yang sebenarnya sangat simpel dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Namun jangan tanya, manfaatnya yang terasa bagi Anda bisa sangat luar biasa. 

Tidur Miring ke Kiri 

Jika Anda memiliki sakit maag, biasakanlah untuk tidur ke kiri. Ini guna mencegah dan mengatasi naiknya asam lambung sewaktu-waktu saat Anda sedang terlelap. Tidur menghadap ke kiri menjadi baik untuk penderita maag karena memberi tekanan dan hambatan pada lambung yang berada di bagian kiri untuk tidak mengeluarkan asam secara berlebih saat Anda sedang tidur. 

Tinggikan Kepala saat Tidur 

Banyak orang mengalami gejala maag saat malam. Umumnya, mereka akan merasakan mulas atauun sakit di ulu hati. Apakah Anda juga pernah mengalaminya? Jangan panik ketika mengalami gejala tersebut. Anda hanya perlu memperbaiki gaya tidur Anda supaya posisi kepala lebih tinggi. Menaruh tambahan bantal menjadi ide yang baik sebagai cara mengatasi sakit maag ketika malam hari. 

Longgarkan Pakaian 

Saat tiba-tiba Anda merasa mulas dan nyeri di ulu hati, artinya gejala maag tengah menyerang. Coba periksa pakaian Anda, apakah terlalu ketat? Jika iya, segera ganti baju dengan yang lebih longgar. Kalaupun tidak memungkinkan, melonggarkan ikat pinggang atau pakaian dalam bisa menjadi cara mengatasi sakit maag yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya. 

Atur Napas 

Jangan langsung panik ketika gejala maag menghampiri. Ketika Anda panik dan stres, gejalanya bisa semakin parah. Sebaliknya ketika Anda mulai bisa tenang dan mengontrol tingkat stres, secara perlahan gejala maag akan berkurang. Mengatur napas dengan baik, khususnya melakukan pernapasan dalam, bisa sangat membantu mengatasi gejala yang Anda rasakan. 

Kunyah Permen Karet 

Pernah dengar tidak bahwa permen karet bisa menjadi cara mengatasi sakit maag? Ini bukan mitos. Kenyataannya saat Anda mengunyah permen karet, produksi air liur meningkat sehingga bisa lebih membersihkan esofagus dari asam. Dengan demikian, asam lambung yang naik dan menghadirkan gejala tidak nyaman bisa dikurangi. 

Beri Jarak Makan dan Tidur 

Sakit maag akan lebih mudah kambuh jika Anda terbiasa langsung berbaring sehabis makan. Ini akan membuat lambung lebih cepat memproduksi asam dan memungkinkannya langsung naik ke esofagus. Sebaiknya, beri jarak antara makan dan tidur. Untuk malam hari, idealnya Anda baru berbaring dan tidur 4 jam seusai makan. 

Berhenti Merokok 

Yang Anda perlukan untuk berhenti merokok adalah niat yang besar. Mengatasi sakit maag yang membuat Anda menderita tiap hari seharusnya bisa menjadi alasan yang kuat guna berhenti merokok. Pasalnya, nikotin yang ada pada rokok dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah. Padahal, sfingter inilah yang berperan dalam menutup esofagus dan mencegah refluks asam naik. Ketika sfingter tidak berfungsi maksimal, kebocoran asam lambung naik hingga ke esofagus dan menghadirkan gejala maag bisa sering terjadi. 

Selain berbagai cara mengatasi sakit maag simpel di atas, pengaturan makan juga sangat penting untuk menghindari Anda dari saki maag yang kambuhan. Jika memang sering mengalami sakit maag, cobalah mengurangi mengonsumsi makanan asam dan pedas.

Cara Mengatasi Bisul di Telinga

Bisul kecil di telinga dapat diatasi oleh Anda sendiri di rumah. Bisul kecil yang dapat diobati di rumah dapat membutuhkan waktu sekitar beberapa hari hingga tiga minggu untuk pulih sempurna. Ada beberapa tips yang perlu Anda ketahui untuk mengatasi bisul di telinga, di antaranya adalah jangan memencet atau mencoba untuk mengeluarkan cairan/nanah yang ada di dalam bisul. Hal ini malah dapat menyebabkan penyebaran infeksi atau makan membuat infeksi bisul kedua yang lebih parah. Untuk membantu mengeluarkan nanah, tempatkan kain basah dan hangat pada daerah bisul beberapa kali dalam sehari. Berikan sedikit tekanan saat Anda memegang kain tersebut, namun berhati-hatilah untuk tidak menusuk bisul di telinga. Setelah bisul di telinga pecah dengan sendirinya, tutup menggunakan perban bersih. Hal ini dapat membantu mencegan infeksi menyebar ke daerah lain. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah Anda merawat bisul di telinga guna mencegah infeksi menyebar. 

Cara merawat bisul di telinga berukuran besar?

Apabila Anda memiliki bisul di telinga berukuran besar atau sekumpulan bisul yang dikenal dengan sebutan carbunculosis, Anda perlu mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan segera. Hanya dokter yang dapat menguras bisul di telinga ukuran besar dan carbuncle dengan aman. Selain itu, terkadang bisul di telinga yang berukuran besar dapat melunak dan pecah dengan sendirinya. Ini adalah kasus lain yang dokter Anda bisa atasi dengan cara menguras bisul. Dalam beberapa kasus, dokter Anda dapat meresepkan antibiotik untuk membantu membersihkan infeksi. Hal ini sangat penting apabila bisul muncul di daerah wajah, karena berisiko lebih tinggi menyebabkan komplikasi sebagai infeksi sekunder atau menyebabkan bekas luka. 

Apabila Anda memiliki bisul di telinga yang terus muncul sekitar 3 kali dalam setahun, Anda memiliki sebuah kondisi yang disebut “recurrent furunculosis”. Kondisi ini umumnya dapat menyebar dengan lebih mudah, terutama antar anggota keluarga karena bisul ini lebih sering muncul kembali. Dalam banyak waktu, bisul recurrent furunculosis muncul di daerah-daerah di mana lipatan kulit berada, seperti daerah di bawah payudara, di bawah perut, di ketiak, dan di daerah selangkangan. Recurrent furunculosis harus dirawat oleh dokter ahli. 

Mencegah bisul

Tidak selamanya bisul dapat di telinga dapat dicegah. Namun, Anda dapat mencegah bisul menyebar ke bagian tubuh lain atau menularkannya ke orang lain. Tips yang dapat dilakukan di antaranya adalah selalu menutup bisul dengan perban yang bersih; apabila Anda melakukan kontak langsung dengan orang lain, cuci tangan menggunakan sabun dan air; dan ketika Anda menderita bisul, mencuci dan menjaga baju serta perlengkapan kamar tidur seperti seprai dan sarung bantal dapat membantu mencegah infeksi menyebar. Saat mencuci seprai, sarung bantal, dan baju, gunakan air panas dan tambahkan detergent. Pastikan Anda menjaga permukaan apapun yang Anda sentuh bersih. Anda juga disarankan untuk menghindari berbagi peralatan tertentu dengan orang lain, seperti pisau cukur, alat-alat olahraga, dan handuk. 

Bisul di telinga juga dapat menyebabkan komplikasi  tertentu, seperti bekas luka yang dapat memengaruhi rasa percaya diri. Komplikasi bisul di telinga lain adalah kemungkinan kondisi ini berubah menjadi recurrent furuculosis. Bahkan, beberapa orang memiliki kondisi yang disebut hidradenitis suppurativa, yang mirip dengan bisul, namun bersifat lebih kronis dan serius. Hubungi dokter segera apabila Anda memiliki bisul terus menerus pada bagian lipatan kulit. Dokter akan melakukan diagnosis dan membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Anak Mengidap Sindrom Cri Du Chat, Bisakah Disembuhkan?

Anak Mengidap Sindrom Cri Du Chat, Bisakah Disembuhkan?

Ketika baru lahir, bayi memiliki sejumlah kemungkinan terserang sindrom tertentu. Salah satu sindrom langka yang bisa menyerang anak adalah sindrom Cri du Chat. 

Sindrom Cri Du Chat adalah penyakit genetik yang menyerang sekitar 1 dari 20.000 sampai 50.000 bayi yang baru lahir. 

Selain langka, sindrom Cri du Chat sangat sulit dideteksi. Namun, gejala yang umumnya mudah dideteksi adalah suara tangisan melengking seperti kucing. 

Penderita sindrom ini juga memiliki wajah yang khas khususnya bagian mata, wajah bulat dan pada bagian rahang.

Lalu bagaimana cara mendiagnosis dan terapi yang dilakukan oleh penderita sindrom Cri du Chat?  

Diagnosis Sindrom Cri du Chat 

Sindrom cri-du-chat biasanya bisa langsung didiagnosis saat bayi lahir. Fisik bayi biasanya lebih kecil dibanding bayi normal yakni mereka memiliki dagu kecil, wajah bulat yang tak biasa, rahang kecil, dan hidung kecil. Sindrom Cri du chat sering didiagnosis saat lahir. Gejala pada bayi yang baru lahir bisa meliputi:

  • tangisan bernada tinggi, seperti kucing atau tangisan lemah
  • berat badan lahir rendah
  • kepala kecil
  • wajah bulat
  • jembatan hidung yang lebar dan rata
  • mata terpisah lebar
  • lipatan kulit di atas kelopak mata
  • kelainan langit-langit, seperti langit-langit yang sangat sempit dan tinggi
  • dagu kecil yang surut
  • malformasi telinga.

Pemeriksaan fisik

Perlu sejumlah pemeriksaan yang harus dilakukan. Dokter akan mendeteksi ada tidaknya tanda khas berupa tangisan bernada tinggi serta gejala unik lain. 

Misalnya, hernia inguinal, diastasis recti (terpisahnya otot di area perut), tonus otot yang lemah, dan fitur wajah khusus.

X-ray

Untuk mengetahui apa seorang anak menderita sindrom Cri du Chat, maka dokter juga akan melakukan pemeriksaan rontgen atau x-ray di kepala bayi.

Tujuannya untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada bagian pangkal tengkorak. 

Analisis FISH 

Analisis fluorescence in situ hybridization (FISH) adalah tes kromosom menggunakan teknik khusus untuk membantu mendeteksi adanya bagian kromosom yang hilang. Jika ada anggota keluarga dengan riwayat sindrom cri du chat, dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan uji genetik atau analisis kromosom saat masa kehamilan.

Melalui tes ini, dokter akan mengambil sampel kecil jaringan di luar kantung ketuban atau mengambil sampel cairan air ketuban.

Cara ini akan membantu dokter mencari apakah ada bagian kromosom 5 yang hilang dapat tampak pada pemeriksaan ini. 

Pengobatan sindrom Cri du Chat 

Mengenai cara menyembuhkan sindrom Cri du Chat sebenarnya hingga saat ini, belum ada cara mengobatinya. Namun, sejumlah penanganan yang dilakukan pada penderita bertujuan merangsang dan membantu anak untuk mencapai potensialnya. 

Adapun sejumlah pengobatan antara lain: 

Fisioterapi

Fisioterapi dilakukan menangani adanya keterlambatan, gangguan dan kelainan pada alat dan fungsi gerak pada anak-anak dari lahir sampai dengan remaja.

Pada penderita sindrom Cri du Chat, fisioterapi berguna untuk memperbaiki tonus otot yang buruk. 

Terapi okupasi 

Terapi okupasi dilakukan untuk melatih kemampuan penderita sindrom untuk melakukan aktivitas sehari-hari agar dapat beradaptasi. Terapi okupasi atau yang disebut dengan OT, dapat membantu orang dari segala kalangan usia ini berfokus pada membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk meningkatkan keterampilan kognitif, fisik, sensorik, dan motorik mereka dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka. 

Terapi wicara

Keterlambatan berbicara menjadi tanda dan gejala sindrom ini. Untuk itu, penderitanya harus melakukan terapi wicara. 

Penggunaan cara komunikasi lain, seperti bahasa isyarat mungkin diperlukan bagi penderita ini.  

Apa yang harus dilakukan orang tua? 

Memiliki anak dengan sindrom Cri du Chat tentu tidak akan mudah. Beberapa anak hanya terpengaruh ringan, dan mencapai tonggak perkembangan mereka, seperti berjalan dan berbicara, pada usia biasa. 

Namun, mereka mungkin masih membutuhkan terapi wicara. Anak-anak lain sangat cacat secara intelektual, tidak dapat berjalan atau berbicara, dan menderita masalah kesehatan terkait dan masa hidup yang berkurang.

Untuk itu, diperlukan dukungan untuk orang tua dari anak-anak dengan sindrom cri du chat.   

Anda bisa bergabung komunitas sesama orang tua dengan sindrom ini. Jangan lupa untuk terus melakukan konsultasi demi tumbuh kembang anak. 

Apa Itu Retrograde Ejaculation?


Retrograde Ejaculation

Retrograde Ejaculation

Retrograde ejaculation merupakan kondisi dimana air mani tidak keluar melalui penis saat orgasme, namun masuk ke kandungan kemih. Meskipun mencapai klimaks seksual, jumlah air mani yang keluar sedikit atau tidak sama sekali ketika ejakulasi berlangsung.

Retrograde ejaculation juga disebut sebagai orgasme kering. Retrograde ejaculation tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Kondisi tersebut bisa saja terjadi tanpa disadari. Pada umumnya, pria dewasa dapat menghasilkan antara 1,5 hingga 7,6 mL air mani, atau setara dengan setengah hingga satu sendok teh.

Walaupun tidak berbahaya bagi tubuh, retrograde ejaculation dapat menimbulkan masalah kesuburan pada pria. Pria yang mengalami retrograde ejaculation akan sulit untuk membuat pasangannya hamil. Jika seseorang mengalami retrograde ejaculation, mereka dapat mengikuti terapi kesuburan.

Gejala

Seseorang yang mengalami retrograde ejaculation akan menunjukkan gejala berikut:

  • Tidak mengeluarkan air mani atau mengeluarkan air mani dalam jumlah yang sedikit ketika mencapai orgasme.
  • Air kemih yang tampak lebih keruh setelah orgasme.
  • Kurangnya kesuburan (infertilitas).

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang mengalami retrograde ejaculation:

  • Otot

Pria memiliki otot pada muara kandung kemih dimana bagian tersebut dapat berkontraksi dan mencegah air mani ke kandung kemih. Otot tersebut juga dapat mencegah air kemih supaya tidak mengompol.

Retrograde ejaculation bisa menyebabkan otot tersebut tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat air mani naik ke kandung kemih ketika seseorang melakukan ejakulasi. Masalah tersebut juga menyebabkan jumlah air mani keluar dalam jumlah yang sedikit atau tidak sama sekali.

  • Kerusakan saraf

Kerusakan saraf juga berpotensi memicu retrograde ejaculation. Kerusakan saraf dipengaruhi oleh penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit Parkinson.

  • Pembedahan

Pembedahan prostat dan kandung kemih merupakan prosedur medis yang lebih sering menyebabkan retrograde ejaculation. Selain itu, pembedahan kanker testis, kanker kolon, kanker rektum, dan operasi tulang belakang bagian bawah juga bisa menyebabkan kondisi yang sama.

  • Obat-obatan

Obat-obatan dapat menimbulkan berbagai efek samping pada tubuh, termasuk retrograde ejaculation. Contoh obat-obatan yang dapat menyebabkan retrograde ejaculation adalah obat pembesaran prostat, obat penurun tekanan darah tinggi, dan obat untuk mencegah depresi.

Jika Anda Mengalami Retrograde Ejaculation

Jika Anda mengalami retrograde ejaculation, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat retrograde ejaculation.
  • Daftar obat yang Anda gunakan (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi di area alat kelamin pasien baik atau tidak.

  • Tes urine

Tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah Anda mengalami retrograde ejaculation atau tidak. Tes urine dilakukan dengan mengosongkan kandung kemih.

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pasien penderita retrograde ejaculation obat-obatan yang diresepkan dokter seperti imipramine, midodrine, efedrin, brompheniramine, dan fenilefrin. Pengobatan gangguan saraf juga dapat diberikan jika retrograde ejaculation disebabkan oleh kondisi lain seperti diabetes.

Terapi kesuburan dapat dilakukan jika pasien mengalami masalah pada kesuburan di area alat kelamin.

Kesimpulan

Retrograde ejaculation merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat mengurangi kesuburan pria dan tidak dapat membuat pasangannya hamil. Untuk mengatasi retrograde ejaculation, Anda dapat mencoba cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang retrograde ejaculation.

Mengenal Cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL) dan Cara Mencegahnya

Mengenal Cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL) dan Cara Mencegahnya

Posterior cruciate ligament (PCL) adalah ligamen terkuat pada sendi lutut Anda. Cedera posterior cruciate ligament (PCL) bisa terjadi apabila terjadi ketegangan, keseleo, atau robekan pada ligamen akibat kesalahan saat melakukan aktivitas fisik. 

Ligamen merupakan pita jaringan yang tebal dan kuat. Ligamen ini memiliki fungsi untuk menghubungkan satu tulang ke tulang lainnya. PCL terbentang sepanjang bagian belakang sendi lutut, dari bagian bawah tulang paha ke bagian atas tulang kaki bagian bawah. 

Penyebab dan gejala cedera posterior cruciate ligament (PCL)

Pada dasarnya, penyebab utama cedera posterior cruciate ligament (PCL) adalah trauma parah pada sendi lutut. Seringkali, cedera ini tidak hanya terkena ke PCL, tetapi juga mempengaruhi ligamen lain di sekitar sendi lutut. 

Cedera PCL juga bisa terjadi karena adanya pukulan pada lutut saat lutut dilipat atau ditekuk. Termasuk ketika Anda berolahraga atau terkena kecelakaan mobil. 

Intinya, segala jenis trauma pada sendi lutut, baik itu trauma parah maupun ringan, sama-sama bisa menyebabkan cedera PCL. Kondisi cedera PCL lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang sering melakukan olahraga ataupun pernah mengalami kecelakaan mobil.

Ketika Anda menderita cedera PCL, Anda akan merasakan beberapa gejala umum berupa: 

  • Nyeri lutut, khususnya di bagian belakang lutut
  • Kekakuan pada sendi lutut
  • Kesulitan berjalan
  • Ketidakstabilan di sendi lutut
  • Pembengkakan pada lutut

Menghindari cedera posterior cruciate ligament (PCL)

Sebenarnya, sulit untuk mencegah cedera posterior cruciate ligament (PCL). Karena, hal ini seringkali terjadi saat kecelakaan, baik itu kecelakaan mobil maupun kecelakaan saat berolahraga. Tentunya, Anda tidak bisa memprediksi kecelakaan yang akan terjadi pada diri Anda sendiri.

Akan tetapi, bukan berarti kondisi ini tidak bisa dihindari sama sekali. Anda tetap bisa menerapkan beberapa upaya pencegahan untuk mengurangi risiko cedera PCL. Upaya tersebut meliputi:

  • Menggunakan teknik keselarasan yang tepat ketika melakukan aktivitas fisik, termasuk berjalan kaki
  • Olahraga untuk memperkuat otot bagian atas dan bawah untuk menstabilkan sendi
  • Berhati-hati saat berolahraga, khususnya olahraga yang rentan cedera, seperti sepak bola dan tenis
  • Melakukan peregangan secara teratur untuk mempertahankan rentang gerak yang baik pada persendian

Lakukan cara-cara di atas sebagai upaya pencegahan, supaya Anda bisa menurunkan risiko cedera PCL. 

Upaya mengobati cedera posterior cruciate ligament (PCL) di rumah

Pengobatan untuk cedera PCL biasanya akan ditentukan oleh dokter, tergantung tingkat keparahan dan kondisi pada masing-masing pasien. Upaya pengobatan umumnya meliputi terapi fisik, penggunaan obat-obatan, serta operasi pada kasus yang cukup parah. 

Selain melakukan metode pengobatan dari dokter, Anda juga bisa mendukung proses penyembuhan dengan melakukan upaya perawatan sendiri di rumah. Berikut ini perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk cedera posterior cruciate ligament (PCL):

  • Istirahat yang cukup

Ligamen yang mengalami kerusakan memerlukan waktu untuk bisa pulih. Selama proses pemulihan, jangan melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Tubuh Anda memerlukan istirahat yang cukup untuk bisa mendukung penyembuhan. 

  • Melindungi area yang cedera

Sebaiknya, lindugi area lutut yang terkena cedera PCL. Misalnya dengan menggunakan kruk untuk berjalan, supaya kaki yang cedera tidak perlu digunakan dulu untuk sementara waktu. 

  • Kompres es

Kompres sendi lutut yang mengalami cedera dengan es selama 20-30 menit. Lakukan setiap 3-4 jam sekali selama kurang lebih 2-3 hari. Lakukan upaya di atas untuk mendukung penyembuhan cedera posterior cruciate ligament (PCL) yang lebih maksimal. Ikuti anjuran dari dokter mengenai langkah-langkah lain yang perlu Anda lakukan di rumah.

Transient Ischaemic Attack

Transient Ischaemic Attack

Transient Ischaemic Attack (TIA) merupakan penyakit stroke yang terjadi dalam waktu yang singkat. Kondisi tersebut dapat terjadi selama beberapa menit. Kondisi tersebut terjadi karena penyumbatan suplai darah ke otak.

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan penyumbatan suplai darah ke otak, yakni aterosklerosis (timbunan lemak di pembuluh darah) dan trombosis (pembekuan darah).

Aliran darah yang tersumbat akan mengurangi oksigen dan nutrisi otak. Karena kondisi tersebut, sel-sel otak mati dan menyebabkan stroke ringan.

Pada umumnya, seseorang yang mengalami TIA tidak mengalami kerusakan permanen. Namun, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko stroke. Stroke ringan bisa menjadi sebagai peringatan bahwa manusia perlu memperhatikan kondisi jantung setiap saat.

Gejala

TIA bisa terjadi secara tiba-tiba. Seseorang yang mengalami TIA akan mengalami gejala awal seperti stroke berupa:

  • Sakit kepala berat.
  • Pusing.
  • Kesulitan dalam berbicara dan memahami perkataan orang lain.
  • Kebutaan (baik pada salah satu maupun kedua mata).
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Lemas, mati rasa, atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh.

Gejala utama TIA ditentukan oleh FAST (Fast-Arms-Speech-Time). Berikut adalah penjelasan tentang FAST:

  • Face

Salah satu cara untuk mengetahui bahwa seseorang mengalami TIA adalah wajahnya menurun sebelah.

  • Arms

Cara lain untuk mengetahui TIA adalah orang tersebut tidak dapat mengangkat atau menahan dengan kedua tangan karena lemah atau mati rasa pada salah satu sisi.

  • Speech

TIA menyebabkan seseorang kesulitan berbicara atau tidak bisa berbicara sama sekali.

  • Time

Seseorang yang mengalami gejala stroke perlu bertemu dengan dokter secepatnya.

Penyebab

TIA disebabkan oleh penyumbatan pada salah satu pembuluh darah ke otak. Penyumbatan tersebut bisa disebabkan oleh gumpalan darah, lemak, atau gelembung udara pada pembuluh darah.

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko TIA:

  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Obesitas.
  • Merokok.
  • Mengkonsumsi alkohol.
  • Fibrilasi atrium (detak jantung yang bergerak secara tidak teratur).

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami Transient Ischaemic Attack, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan Transient Ischaemic Attack.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat Transient Ischaemic Attack.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Seberapa parah gejala tersebut Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa kondisi tubuh pasien, untuk mengetahui apakah pasien mengalami masalah lain seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

  • CT scan dan X-ray

CT scan dan X-ray dilakukan untuk menunjukkan kondisi otak secara mendetail.

  • MRA

MRA (magnetic resonance angiography) dilakukan untuk mengevaluasi pembuluh darah pada otak dan leher.

  • Ekokardiografi

Ekokardiografi dilakukan untuk mengetahui struktur jantung pasien.

Pengobatan

Berikut adalah cara-cara untuk mengobati Transient Ischaemic Attack:

  • Obat-obatan

Contoh obat-obatan yang dapat digunakan pasien adalah obat penurun kolesterol dan obat penurun tekanan darah.

  • Prosedur medis

Prosedur medis yang dapat dilakukan pasien adalah angioplasti dan endarterektomi karotid. Angioplasti dilakukan dengan melebarkan pembuluh darah yang tersumbat. 

Endarterektomi karotid perlu dilakukan jika arteri leher (karotid) pasien menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya timbunan lemak. Endarterektomi karotid dilakukan dengan mengangkat plak aterosklerotik.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah TIA:

  • Jangan merokok.
  • Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi secara berlebihan.
  • Batasi penggunaan garam.
  • Berolahraga secara teratur.

Kesimpulan

Transient Ischaemic Attack merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya kemungkinan untuk mengalami stroke. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang Transient Ischaemic Attack, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Gejala dan Penyebab Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang juga dikenal dengan sebutan “tension headache” merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dijumpai. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang ringan, sedang, dan bahkan intens di belakang mata atau di dalam kepala dan leher. 

Beberapa orang bahkan beranggapan bahwa sakit kepala tegang terasa seperti adanya ikatan tali yang kencang di sekitar dahi. 

Kebanyakan orang yang mengalami sakit kepala tegang memiliki beberapa episode sakit kepala, dalam arti kondisi ini dapat terjadi rata-rata satu atau dua kali per bulannya. Akan tetapi, sakit kepala tegang juga dapat bersifat kronis. 

Sakit kepala kronis mempengaruhi sekitar 3 persen dari populasi Amerika Serikat, termasuk sakit kepala yang bertahan selama lebih dari 15 hari per bulannya. Wanita memiliki risiko lebih tinggi menderita sakit kepala tegang dibandingkan dengan pria. 

Penyebab dan gejala

Sakit kepala tegang disebabkan karena kontraksi otot di daerah kepala dan leher. Kontraksi jenis ini biasanya disebabkan karena makanan, aktivitas, ataupun stres.

Beberapa orang akan menderita sakit kepala tegang setelah melihat layar komputer dalam waktu lama atau setelah mengemudi dalam waktu lama. 

Suhu udara yang dingin juga dapat menjadi pemicu terjadinya sakit kepala tegang. Beberapa pemicu lain di antaranya adalah lupa makan, kurang tidur, berkurangnya asupan air, stres emosi, postur tubuh yang buruk, kafein, infeksi sinus, demam atau flu, merokok, kelelahan, mata kering, ketegangan mata, dan alkohol. 

Gejala sakit kepala tegang di antaranya adalah nyeri di kepala, adanya ketegangan di sekitar dahi, dan nyeri saat ditekan di daerah sekitar tengkorak dan dahi. Rasa nyeri tersebut biasanya bersifat ringan atau sedang, namun juga dapat berubah menjadi intens. 

Dalam kasus ini, ada kemungkinan Anda mengeri sakit kepala tegang sebagai migraine (jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri parah di salah satu sisi atau kedua sisi kepala Anda). 

Namun, sakit kepala tegang tidak menyebabkan semua gejala sakit migraine, seperti mual dan muntah. Pada kondisi yang langka dan jarang dijumpai, sakit kepala tegang dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara yang keras, mirip dengan migraine. 

Dalam kasus yang parah, penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes guna memastikan kondisi Anda tidak disebabkan karena tumor otak. 

Tes yang digunakan untuk memeriksa kondisi lain di antaranya adalah CT scan, yang mana menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar organ tubuh bagian dalam. Dokter juga dapat melakukan MRI untuk memeriksa jaringan lunak. 

Perawatan rumahan atau home care

Untuk mengatasi sakit kepala tegang, Anda bisa memulainya dengan minum lebih banyak air. Ini disebabkan karena ada kemungkinan Anda dehidrasi dan membutuhkan asupan air yang lebih banyak. 

Selain itu, pertimbangkan seberapa banyak Anda mendapatkan tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan sakit kepala tegang, dan pastikan Anda tidak lupa makan, karena kurang makan dapat memicu terjadinya sakit kepala. 

Apabila strategi tersebut di atas tidak efektif dalam mengatasi sakit kepala tegang, Anda bisa beralih menggunakan obat-obatan over-the-counter atau OTC seperti ibuprofen dan aspirin. 

Akan tetapi, Anda hanya boleh menggunakan obat tersebut sesekali saja. Karena menggunakan obat OTC secara berlebih malah dapat menyebabkan “rebound headache”, jenis sakit kepala yang terjadi akibat Anda terlalu sering dan telah terbiasa mengonsumsi obat sehingga Anda mengalami rasa nyeri atau sakit kepala saat kemanjuran obat tersebut mulai hilang dalam sistem tubuh Anda. 

Penyakit Jantung Asianotik pada Bayi Baru Lahir

Penyakit Jantung Asianotik pada Bayi Baru Lahir

Penyakit jantung asianotik merupakan penyakit yang terjadi sejak lahir. Penyakit tersebut berdampak pada dinding atrium atau ventrikel jantung, katup jantung, dan pembuluh-pembuluh darah yang besar. Meskipun dapat menghambat bagian tersebut, penyakit jantung asianotik tidak menghambat jumlah darah atau oksigen yang dialirkan di dalam tubuh.

Gejala

Seseorang yang mengalami penyakit jantung asianotik dapat menunjukkan gejala berikut:

  • Mudah merasa lelah.
  • Pucat.
  • Berkeringat dalam jumlah yang berlebihan.
  • Tubuh membiru (pada beberapa bagian dan jarang terjadi).
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.
  • Bernafas dengan cepat.
  • Sesak nafas.
  • Infeksi paru-paru yang terjadi secara berulang kali.

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang mengalami penyakit jantung asianotik:

  • Cacat septum ventrikel (VSD)

Cacat septum ventrikel merupakan kondisi yang paling umum terjadi dimana hal tersebut ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan bagian bawah jantung.

  • Cacat septum atrium (ASD)

Cacat septum atrium merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya lubang pada dinding yang memisahkan bagian atas jantung.

  • Duktus arteriosus paten (PDA)

Duktus arteriosus paten merupakan kondisi dimana duktus arteriosus (pembuluh darah janin) membuka ketika bayi mulai bernafas.

  • Koarktasio aorta

Koarktasio aorta merupakan kondisi yang terjadi karena adanya penyempitan beberapa pembuluh darah besar (aorta). Hal tersebut membuat jantung memompa lebih keras sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan komplikasi lain.

  • Stenosis katup paru

Stenosis katup paru merupakan kondisi yang terjadi karena adanya penyempitan katup jantung pada bagian kanan bawah jantung dan pembuluh darah arteri pada paru-paru.

Faktor Risiko

Sebagian orang bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung asianotik jika mereka memiliki kondisi berikut:

  • Faktor genetik

Seseorang yang pernah menderita penyakit jantung asianotik bisa menurunkan kondisi tersebut ke anaknya.

  • Rubella

Campak atau rubella selama masa kehamilan dapat berdampak pada kondisi bayi.

  • Diabetes

Jika manusia tidak dapat mengatasi diabetes gestasional dengan baik, mereka juga bisa lebih mudah berisiko terhadap penyakit jantung asianotik.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung asianotik bagi ibu hamil.

  • Merokok

Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut pada bayinya.

  • Alkohol

Alkohol merupakan faktor lain yang perlu diwaspadai ibu hamil, karena dapat memicu risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung asianotik.

Komplikasi

Berikut adalah komplikasi yang bisa dialami penderita penyakit jantung asianotik:

  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Infeksi di bagian jantung.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda merasa bahwa Anda mengalami penyakit jantung asianotik, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena kondisi tersebut.
  • Daftar riwayat medis (baik dari Anda maupun keluarga Anda).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apa yang menyebabkan Anda mengalami kondisi tersebut?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis. Contoh diagnosis terhadap penyakit jantung asianotik adalah X-ray, MRI, dan ECG.

Pengobatan

Berikut adalah cara untuk mengobati penyakit jantung asianotik:

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan setelah bayi lahir, namun dalam keadaan yang sangat parah. Dokter mungkin akan menunda operasi tersebut, namun tergantung pada kondisi yang dialami pasien.

  • Obat

Dokter juga dapat memberikan pengobatan seperti diuretik kepada pasien yang mengalami penyakit jantung asianotik.

Kesimpulan

Penyakit jantung asianotik merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Penyakit tersebut bisa terjadi pada kelompok tertentu. Untuk mengatasi penyakit tersebut, Anda dapat mencoba hal-hal yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit jantung asianotik, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mengenal Tetrodotoxin, Rahasia Di Balik Keracunan Ikan Buntal

Ikan buntal merupakan salah satu hidangan unik dan menantang yang banyak menjadi favorit masyarakat Jepang. Meskipun memiliki rasa lezat, ikan ini memiliki risikonya sendiri, terutama apabila diolah dengan tidak tepat. Keracunan ikan buntal dapat menyebabkan kematian. Racun yang ditemukan di dalam ikan buntal disebut dengan nama tetrodotoxin. Ini adalah salah satu racun paling mematikan yang dapat ditemukan di alam. Mengingat banyak orang mulai gemar mengonsumsi ikan buntal, seorang koki harus benar-benar terlatih dalam menyajikan ini, mengingat salah penyajian dapat membahayakan nyama mereka yang mengonsumsinya. 

Gejala dan perawatan

Apabila seseorang keracunan ikan buntal, gejala akan muncul sekitar 10 hingga 45 menit setelah mengonsumsi racun ikan buntal tersebut. Gejala awal biasanya adalah mati rasa, kesemutan di sekitar mulut, keluar air liur, mual, dan muntah. Gejala yang dirasakan juga dapat berubah menjadi semakin parah, menyebabkan kelumpuhan, hilangnya kesadaran, kegagalan pernapasan, dan bahkan kematian. 

Perawatan pertama yang harus dilakukan saat seseorang keracunan ikan buntal adalah dengan memaksa penderita muntah apabila orang tersebut sadar dalam waktu 3 jam sejak ikan buntal dikonsumsi. Penderita dapat lumpuh, dengan pernapasan bantuan dapat menjaga penderita keracunan untuk tetap hidup hingga tenaga medis dan layanan kegawatdaruratan dari rumah sakit diberikan. Jika penderita keracunan ikan buntal muntah, tempatkan ia untuk berbaring di sisinya. 

Apa itu tetrodotoxin dan mengapa sangat berbahaya?

Tetrodotoxin ditemukan pada beberapa organ tubuh ikan buntal, termasuk ovarium dan hati. Neurotoxin yang sangat kuat ini, dalam bentuk yang murni, dapat membunuh orang dewasa hanya dalam dosis 2 miligram saja. Tetrodoxin jauh lebih beracun dan mematikan jika dibandingkan dengan arsenic dan sianida. Di dalam tubuh, tetrodotoxin akan menghambat saluran sodium yang membiarkan saraf untuk bekerja. Keracunan ikan buntal dapat membunuh seseorang karena tetrodotoxin dapat membuat saraf tidak lagi memicu pergerakan otot yang memberikan kontrol terhadap fungsi tubuh penting, seperti bernapas, sehingga seseorang yang keracunan ikan buntal tidak dapat bernapas. Racun dalam ikan buntal juga dapat menyebabkan kegagalan jantung. Tidak ada antidote untuk tetrodotoxin saat ini, dan perawatan pertama yang harus dilakukan saat seseorang keracunan ikan buntal adalah dengan memberikan pernapasan buatan hingga tubuh mengeluarkan racun secara alami. Untungnya, perawatan ini, apabila dilakukan dengan cepat, terbukti sangat berhasil, dengan banyak orang berhasil sembuh total dari keracunan ikan buntal. 

Racun sesungguhnya tidak diproduksi oleh ikan buntal itu sendiri, melainkan tetrodotoxin adalah produk dari bakteri lingkungan yang menumpuk di dalam tubuh ikan. Ikan buntal bukan satu-satunya spesies yang menyimpan tetrodotoxin dengan cara ini. Ada bukti bahwa makanan laut yang telah terkontaminasi tetrodotoxin telah menyebar hingga pesisir selatan Inggris. Dalam kasus ini, ikan yang terlibat bukanlah ikan buntal. Alih-alih tetrodotoxin terdeteksi pada moluska, seperti tiram pasifik, tiram asli, remis, dan kerang keras. 

Memberikan edukasi atau pendidikan terhadap orang-orang akan bahaya keracunan ikan buntal merupakan aspek yang sangat penting dalam pencegahan keracunan. “Screening” atau pemantauan lebih ketat juga dapat membantu menghentikan makanan yang terkontaminasi tetrodotoxin untuk terjual bebas di pasaran. Namun, mungkin ada beberapa cara dalam mengurangi level racun. Untuk mollusca, hal ini mungkin bukan sebuah perkara yang mudah, namun ada cara dalam membersihkan ikan buntal dari laut Mediterania (tempat di mana ikan tersebut banyak ditemukan), sehingga mengurangi risiko keracunan ikan buntal di daerah tersebut.

Waspadai Gejala-gejala Kernikterus dari Dini

Waspadai Gejala-gejala Kernikterus dari Dini

Penyakit kuning pada bayi-bayi baru lahir menjadi hal yang banyak ditemukan pada bayi-bayi asia. Penyebab dari penyakit ini karena tingkat bilirubin yang tinggi karena berat badan yang berlebih, kelahiran prematur, ataupun perbedaan golongan darah dengan sang ibu. Sebagian masyarakat masih menganggap remeh kondisi penyakit kuning, padahal akibatnya bisa mengarah ke kondisi kernikterus pada sang bayi. 

Kernikterus merupakan komplikasi langka, namun serius, yang dapat berasal dari penyakit kuning bayi. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin yang tinggi sudah mampu melintasi tipisan pemisahan antara otak dan darah sehingga merusak otak maupun sistem saraf pusat. Kernikterus harus segera diobati karena jika tidak kadar bilirubin akan terus melonjak tajam dan membuat kerusakan otak semakin parah. Sang bayi pun bisa mengalami kondisi cerebral palsy hingga kematian. 

Untuk itu, mengamati kondisi bayi secara cermat amat diperlukan. Jadi jika dijumpai gejala-gejala yang mengarah pada kernicterus, Anda sebagai orang tua bisa bertindak cepat dengan membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Namun, apa saja gejala dari komplikasi serius atas penyakit ini? Berikut tanda-tandanya. 

  1. Tangisan Keras dan Panjang 

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi hingga menembus batas antara aliran darah dengan selaput otak tentu membuat bayi dalam kondisi tidak nyaman dan cenderung sakit. Karena itulah, bayi-bayi yang mengarah ke kondisi kernikterus cenderung cengeng. Tangisan bayi akan sangat keras dan bernada tinggi. Ia juga akan menangis panjang dan sulit dihentikan, meskipun Anda sudah menggendongnya dan memberi pelukan hangat. 

  1. Malas Menyusui 

Bayi normalnya sangat membutuhkan air susu sebagai sumber makanan dan penghidupannya. Pada bayi lahir, bayi malah akan mudah merasa lapar dalam jangka waktu 1-2 jam. Namu, kondisi berbeda terjadi pada bayi berbilirubin tinggi. Bayi yang mengalami lonjakan kadar bilirubin justru cenderung malas menyusui. Gejala malas menyusui ini terjadi karena tubuh bayi terasa lemas. Kondisi ini membuat berat badannya akan mudah susut. 

  1. Sulit Dibangunkan 

Bayi-bayi yang memiliki kadar bilirubin tinggi cenderung lemas dan lebih mudah mengantuk. Jadi, jangan senang dahulu apabila anak Anda lebih sering tidur daripada berinteraksi. Bayi yang selalu tertidur dan sulit dibangunkan umumnya mengalami kadar bilirubin yang tinggi. Anda memerlukan usaha ekstra untuk bisa membuatnya terbangun dan berinteraksi dengan Anda. Salah satu cara untuk mengecek tidur bayi normal atau tidak, kelitiki telapak kaki bayi. Jika ia terbangun, berarti memang ia sedang tidur nyenyak biasa. Jika tetap tidak bangun, ada masalah terkait tubuhnya. 

  1. Demam 

Kadar bilirubin dari aliran darah yang menembus bagian otak maupun sistem saraf pusat sangat rentan menimbulkan infeksi di bagian tersebut. Kondisi inilah yang akhirnya berujung pada kernicterus. Namun sebelum infeksi merajalela, tubuh terlebih dahulu akan meresponsnya dan berusaha menciptakan antibodi. Karena itulah, sang bayi akan mengalami demam sedang sampai tinggi. Jangan tunggu lagi jika mendapati kondisi ini pada bayi kuning Anda. Segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan adalah pilihan terbijak. 

  1. Gerak Tak Terkendali 

Bayi baru lahir memang cenderung masih sulit mengendalikan gerak tangan maupun kakinya. Namun jika gerakannya tampak tidak terkendali dan terjadi dalam frekuensi yang sering, berhati-hatilah sebab bisa jadi ia tengah mengalami kejang otot. Kejang otot sendiri merupakan salah satu dari gejala kernikterus. 

  1. Mata Tidak Normal 

Yang dimaksud dengan mata tidak normal di sini adalah gerakan bola mata dari sang buah hati. Pada bayi yang mengalami kernikterus, gerakan mata akan terlihat aneh sebab tidak dapat melirik atau melihat ke atas. Kondisi ini sangat khas dan sudah menjadi peringatan mulai terjadinya kerusakan di otak. Segera membawanya ke dokter tidak boleh dielakkan lagi jika Anda mendapati gejala yang satu ini. 

*** 

Jika dibiarkan, kernikterus bisa berakibat buruk bagi kondisi kesehatan bahkan nyawa bayi. Segera atasi kerusakan yang mulai terjadi akibat kadar bilirubin tinggi ini. Selamatkan bayi Anda dengan segera membawanya ke dokter ketika menemukan gejala yang tidak wajar seperti di atas.