Obat Sakit Tenggorokan untuk Ibu Hamil yang Manjur

Sakit tenggorokan merupakan kondisi yang bisa terjadi pada ibu hamil. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan obat sakit tenggorokan untuk ibu hamil yang alami maupun yang diresepkan dokter.

Dokter bisa memberikan penanganan yang lebih baik untuk mengatasi sakit tenggorokan. Meskipun jarang terjadi, sakit tenggorokan yang tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan komplikasi medis baik pada ibu maupun sang bayi.

Obat sakit tenggorokan untuk ibu hamil yang aman

Gejala Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan bisa muncul tiba-tiba, biasanya 2-5 hari setelah seseorang berkontak dengan bakteri Streptococcus penyebab kondisi tersebut.

Umumnya, tenggorokan akan terasa membengkak, sehingga sulit untuk menelan makanan atau cairan, bahkan bisa menyebabkan kesulitan berbicara. Di belakang tenggorokan, titik putih akan terlihat di bagian amandel.

Gejala lainnya yang bisa muncul saat sakit tenggorokan antara lain:

  • kelenjar limpa yang membengkak di leher (tidak keras)
  • demam
  • sakit kepala
  • nafsu makan menurun
  • kurang energi atau lemas
  • mual
  • sulit bernapas
  • nyeri perut
  • kelelahan yang meningkat

Walaupun ibu hamil memang kerap merasa lelah saat hamil, akan tetapi ketika terkena sakit tenggorokan rasa lelah ini bisa semakin menjadi. Untuk membedakan dengan demam atau flu, umumnya orang yang sakit tenggorokan tidak mengalami batuk.

Meskipun tidak berbahaya dan bisa ditangani di rumah, namun segera periksakan ke dokter apabila mulai muncul gejala-gejala lain seperti berikut ini:

  • demam tinggi, terutama jika sakit tenggorokan sudah berlangsung selama beberapa hari karena menjadi indikasi adanya infeksi
  • menggigil, bisa jadi terkena flu
  • ruam, bisa menjadi tanda bahwa ada penyakit serius yang membutuhkan penanganan medis yang tepat

Saat diperiksa, dokter akan melakukan tes kilat dengan mengambil sampel dari amandel setelah itu baru dites untuk mendapatkan hasil.

Jenis Obat Sakit Tenggorokan yang Aman untuk Ibu Hamil

Ada beberapa obat radang tenggorokan untuk ibu hamil yang tersedia di apotik dan bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter. Akan tetapi, tidak semua obat bisa dikonsumsi saat hamil dan sebisa mungkin mengurangi konsumsi obat-obatan. 

Konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum Anda membeli obat untuk mengatasi sakit tenggorokan. Kenali apa saja bahan yang digunakan dan apakah mempunyai risiko terhadap bayi Anda. 

1. Antibiotik 

Antibiotik biasanya diresepkan untuk mengatasi sakit tenggorokan. Tidak sembarang antibiotik bisa dikonsumsi oleh ibu hamil. 

Ada dua kategori antibiotik yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil, yakni antibiotik kategori A, di mana sudah ada kajian terkendali yang menunjukkan tidak ada risiko atau bukti yang bisa membahayakan baik ibu maupun bayi.

Kemudian antibiotik kategori B yang perlu dikonsumsi dengan hati-hati, sebab obat dalam kategori ini memang tidak ada risiko dalam kajian menggunakan hewan, namun belum ada kajian yang dilakukan pada ibu hamil.

Cephalexin, amoxicillin, dan penicillin merupakan tiga antibiotik yang kerap diresepkan dokter untuk menangani sakit tenggorokan. Ketiganya termasuk dalam kategori B sehingga perlu dikonsumsi dengan dosis tertentu.

2. Asetaminofen 

Asetaminofen merupakan bahan aktif yang terdapat di dalam obat Tylenol. Meskipun aman bagi ibu hamil, konsumsi secukupnya karena dosis yang berlebihan bisa merusak liver.

Batasan dosis asetaminofen yang disarankan untuk ibu hamil adalah 3.000 mg dalam 24 jam. 

3. Antacid

Apabila sakit tenggorokan yang dialami disebabkan oleh refluks asam, gunakkan obat yang mengandung antacid untuk mengatasinya. Akan tetapi, pilih yang mengandung kalsium karbonat, hindari sodium bikarbonat karena bisa menyebabkan retensi cairan.

4. Lozenges

Tablet hisap lozenges seperti merek Strepsils secara umum aman untuk dikonsumsi ibu hamil, khususnya untuk mengobati sakit tenggorokan. Tidak hanya berbentuk tablet hisap, lozenges juga kadang berbentuk spray atau semprotan (Chloraseptic) yang ditambahkan antiseptik di dalamnya untuk membantu mengurangi rasa nyeri. 

Obat-obatan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Selama hamil, konsumsi obat harus diawasi dengan ketat. Jika memang bukan dalam keadaan darurat atau sangat dibutuhkan, sebaiknya hindari konsumsi obat sama sekali.

Apabila harus minum obat, tidak semuanya bisa dikonsumsi. Beberapa obat di bawah, baik herbal maupun tidak, juga tidak bisa dijadikan obat sakit tenggorokan untuk ibu hamil.

  • Aspirin
  • Ibuprofen (obat pereda nyeri)
  • Teh berkafein
  • Suplemen vitamin C, memang aman dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas, namun apabila ingin digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter
  • Zinc lozenges, vitamin pra-hamil biasanya sudah mencakup semua kebutuhan vitamin dan dan mineral, sehingga tidak perlu mengonsumsi lagi agar tak berlebihan. 

Cara Mencegah Sakit Tenggorokan pada Ibu Hamil

Ungkapan mencegah lebih baik daripada mengobati sangat benar, apalagi untuk ibu hamil. Apalagi dengan kondisi sistem imun yang tidak terlalu kuat.

Mencegah agar tidak terkena sakit tenggorokan bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:

  • Tidak kontak dekat dengan orang yang mengalami sakit tenggorokan
  • Tetap terhidrasi, minum cukup air putih untuk mencegah tubuh terkena infeksi
  • Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet umum, barang-barang umum (contohnya keranjang belanja), menyentuh pegangan pintu atau tombol lift, dari rumah sakit, kantor, atau berpergian ke luar rumah, dan sebelum makan

Jika tidak segera ditangani, sakit tenggorokan bisa berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti peradangan pada ginjal dan demam rematik. 

Oleh karena itu, apabila Anda merasakan gejala sakit tenggorokan atau ada orang dalam satu rumah yang mengidap penyakit tersebut, segera periksakan. Jangan konsumsi obat sakit tenggorokan untuk ibu hamil apapun tanpa konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *