Penyebab Batuk Berdarah, Gejala, dan Cara Mengatasi

penyebab batuk berdarah

Infeksi pada saluran pernapasan atau paru-paru, penyakit bronkitis, atau TBC bisa menjadi penyebab batuk berdarah atau yang biasa disebut hemoptisis. 

Hal ini disebabkan karena adanya gangguan atau kerusakan pembuluh darah di sekitar saluran pernapasan, sehingga, saat kita batuk diikuti dengan darah bahkan dahak yang bercampur dengan nanah.

Jika kamu mengalami gejala batuk berdarah, bisa menjadi penanda adanya penyakit serius yang ada di dalam tubuh. Berikut ini penyebab batuk berdarah, gejala, dan cara mengatasinya. 

Gejala batuk berdarah

Batuk berdarah atau biasa disebut hemoptisis biasanya ditandai dengan keluarnya darah berwarna merah segar. Selain itu, keluarnya darah biasanya juga disertai dengan buih atau lendir dan biasanya juga disertai dengan nanah. 

Berikut ini beberapa gejala yang biasanya muncul bersamaan dengan batuk berdarah dan tidak boleh disepelekan:

  • Batuk yang tak kunjung mereda hingga berminggu-minggu hingga muncul batuk berdarah
  • Darah yang keluar memiliki jumlah banyak, hingga lebih dari 2 sendok teh
  • Mengalami nyeri dada
  • Demam
  • Berat badan menurun drastis
  • Nafsu makan menurun
  • Tubuh terasa lelah dan tidak bersemangat
  • Nyeri pada dada
  • Tubuh jadi berkeringat
  • Batuk berdarah disertai urin dan feses berdarah

Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera menemui dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Penyebab batuk berdarah

Penyebab batuk berdarah bisa umumnya disebabkan oleh beberapa masalah yang tidak ringan dan harus diwaspadai,seperti masalah pada tenggorokan dan juga paru-paru. 

Menurut American Academy of Family Physicians, penyebab paling sering terjadinya batuk berdarah adalah infeksi pernapasan ringan, asma, dan penyakit paru obstruktif kronik.

Berikut ini penyebab batuk berdarah yang harus segera mendapatkan penanganan serius, seperti:

  • Bronkiektasis

Penyakit ini muncul karena saluran udara pada paru-paru menebal secara tidak normal. Hal ini membuat terjadinya penumpukan lendir dan juga bakteri. 

  • Infeksi paru-paru

Infeksi paru-paru disebabkan karena bakteri dan virus, sehingga menyebabkan luka pada paru-paru. 

  • Emboli paru

Emboli paru adalah penyakit yang terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di paru-paru karena gumpalan darah yang muncul di bagian tubuh lainnya. 

  • Kanker paru-paru

Kanker paru-paru disebabkan oleh sel ganas yang tumbuh pada paru-paru. Biasanya disebabkan karena kebiasaan buruk seperti merokok.

  • Tuberkulosis (TBC)

Penyakit TBC juga ditandai dengan gejala batuk darah yang biasanya berwarna merah segar. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

  • Edema paru

Penyebab batuk berdarah juga bisa terjadi karena penyakit edema paru. Penyakit ini disebabkan karena penumpukan cairan pada kantong paru-paru (alveoli), sehingga membuat oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan napas terasa sesak.

  • Kanker tenggorokan

Gejala kanker tenggorokan biasanya ditandai dengan perubahan pada suara, kesulitan dalam menelan dan tenggorokan terasa sakit, hingga batuk berdarah. 

Bisakah batuk berdarah disembuhkan?

Batuk berdarah bisa diobati dengan mengetahui penyebabnya. Sebelum memberikan pengobatan, dokter tentu akan melakukan diagnosa menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. 

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan dengan melakukan rontgen pada bagian dada dan juga saluran pernapasan. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan.

  • Bronkoskopi: untuk mengetahui kondisi paru-paru lebih detail
  • CT scan dada: untuk mengetahui gambaran di bagian dalam dada
  • Biopsi paru: untuk mengangkat dan memeriksa potongan jaringan dari paru-paru
  • Scan VQ paru: untuk mengevaluasi aliran darah dan aliran udara ke paru-paru
  • Angiografi paru: untuk menilai aliran darah di paru-paru
  • Kultur dahak: untuk mengetahui penyebab infeksi

Beberapa tes yang dilakukan di atas untuk mengetahui penyakit apa yang menyebabkan batuk berdarah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, juga akan dilanjutkan pengobatan dengan tujuan untuk menghentikan pendarahan, mengobati penyebabnya, dan merencanakan pengobatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *