Penyuka Kucing, Hati-Hati dengan Bahaya Cat Scratch Disease

Kucing adalah hewan yang lucu dan menggemaskan, terlebih jika bentuk tubuhnya gemuk dengan bulu-bulu yang tebal. Kucing banyak dipelihara bahkan dianggap menjadi bagian dari keluarga sendiri seperti binatang lainnya, yaitu anjing. 

kucing banyak ditemukan, bahkan tanpa Anda pelihara pun ia akan masuk sendiri ke dalam rumahmu. Anda yang terbiasa dan menyukai kucing, mungkin menganggap bahwa dicakar olehnya adalah biasa saja. tapi, hal tersebut harus Anda pikirkan dan pertimbangkan sekali lagi. Pasalnya cakaran kucing memiliki dampak berbahaya yang mengintai di belakangnya.

Kucing yang Anda pelihara mungkin sudah terjaga baik kebersihan atau makanannya, berbeda dengan kucing kampung atau kucing liar. Meski begitu, cakaran kucing manapun dapat membawa infeksi bakteri. Penyakit ini dinamakan cat scratch disease. 

Apa itu cat scratch disease?

CDC menjelaskan bahwa cat scratch disease atau penyakit cakaran kucing adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Infeksi biasanya terjadi setelah Anda dicakar atau digigit oleh kucing domestik atau liar, terutama anak kucing. Penyakit ini terjadi di mana pun kucing atau kutu ditemukan. 

Air liur kucing yang terinfeksi dan masuk ke luka terbuka di tubuh Anda atau menyentuh bagian putih mata Anda, bisa menjadi penyebab Anda terkena penyakit ini. Kadang-kadang, Anda mungkin mendapatkan penyakit dari kutu yang membawa bakteri.

Bagaimana bahaya yang mengintainya cat scratch disease?

Cat stratch disease dapat menyebabkan seseorang mengalami demam, kelenjar getah bening yang membesar dan berkembang 1-3 minggu setelah terpapar, dan bengkak, merah serta koreng yang bisa mengandung nanah di tempat goresan atau gigitan.

Rasa lelah yang sangat dan menurunnya nafsu makan juga bisa menjadi gejala dari penyakit ini. terlebih pada pasien yang mengalami gangguan kekebalan tubuh,gejala lebih serius dapat timbul pada sendi, otak, jantung, dan organ-organ lainnya.

komplikasi dari cat scratch disease?

Cat scratch disease umumnya tidak menimbulkan keluhan yang parah. Kendati demikian, harus tetap diawasi karena sebagian orang bisa mengalami gejala yang parah, apalagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tubuh khusus. Ada beberapa kemungkinan terjadinya komplikasi dari cat scratch disease, meski cukup jarang. Komplikasi tersebut, termasuk:

  • Ensefalopati

Ensefalopati merupakan penyakit otak yang terjadi ketika bakteri menyebar ke otak. Dalam beberapa kasus, penyakit ensefalopati bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian.

  • Neuroretinitis

ketika bakteri penyebab cat scratch disease menyebar ke mata, neuroretinitis akan terjadi. Kondisi ini berupa peradangan pada saraf optik dan retina yang menyebabkan penglihatan kabur. Peradangan ini terjadi Penglihatan akan membaik setelah infeksi tersebut hilang.

  • Osteomielitis

Jika penyakit sebelumnya dikarenakan infeksi bakteri menyebar ke mata, osteomielitis terjadi ketika infeksi bakteri menyebar ke tulang. Akibatnya dapat berupa kerusakan tulang yang dalam beberapa kasus, terjadi kerusakan tulang sangat parah sehingga perlu dilakukan amputasi.

  • Sindrom okuloglandular parinaud

Parinaud oculoglandular syndrome juga termasuk salah satu infeksi mata yang disebabkan oleh cat scratch disease. Ini mungkin terjadi akibat dari hasil dari B. henselae yang memasuki mata secara langsung, atau dari bakteri yang berjalan melalui aliran darah ke mata. 

Sindrom ini biasanya dapat ditangani dengan pengobatan antibiotik. Ada kemungkinan diperlukan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dari mata, namun pengobatan ini sangat minim terjadi dan amat jarang.

Apa penanganan cat scratch disease?

Bagi orang yang sehat, cat scratch disease dapat hilang tanpa pengobatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat antiinflamasi yang dijual bebas seperti ibuprofen (Advil , Motrin , Nuprin) atau naproxen sodium (Aleve, Anaprox, Naprosyn) untuk meredakan pembengkakan dan rasa sakit. 

Untuk meredakan kelenjar getah bening yang sangat kencang dan menyakitkan, dokter mungkin akan mengalirkan cairannya dengan memasukkan jarum ke dalamnya. Sedangkan bagi Anda yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan atau gejala belum hilang dalam 2 bulan, antibiotik kemungkinan besar akan diresepkan oleh dokter untuk Anda. Antibiotik akan mencegah infeksi menyebar ke tempat lain di tubuh, seperti hati atau tulang. 

cat scratch disease merupakan infeksi bakteri yang dapat terjadi akibat dari cakaran atau gigitan kucing yang mengandung bakteri Bartonella henselae. Cat scratch disease umumnya tidak terlalu memicu keluhan yang serius bagi orang yang sehat dan dapat hilang tanpa pengobatan.

Tapi hal ini tidak boleh juga disepelekan, karena ada risiko komplikasi penyakit lain dan gejala yang berbahaya, terlebih bagi Anda yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selalu berhati-hati saat Anda bermain dengan kucing. Lekas hubungi dokter apabila gejala bertambah parah.

Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang cat scratch disease di website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa chat dengan dokter melalui aplikasi SehatQ seputar topik ini. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *