Bukan Hanya Sesak Napas, Perhatikan Pula Gejala Asma Ini

Bukan Hanya Sesak Napas, Perhatikan Pula Gejala Asma Ini

Asma merupakan kondisi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan disertai dengan produksi lendir yang berlebih di salurannya. Alhasil, seseorang yang mengalami kondisi ini akan mengalami kesulitan bernapas, yang biasanya terjadi ketika serangan asma kumat. Apa yang membedakan gejala asma dengan batuk biasa?

Ya, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun tetap bisa dikontrol. Asalkan Anda bisa mengelola stres serta menghindari alergi ataupun flu dan pilek, risiko serangan asma bisa dikurangi. Hanya saja, bukan berarti Anda lantas bisa mengabaikan gejala asma. Pasalnya, gejala asma bisa tetap ada pada penderita yang memiliki riwayat asma, hanya saja berbeda kekuatannya. 

Gejala asma yang rawan menghantui

Memahami gejala asma juga bisa membuat Anda lebih waspada apakah sebenarnya Anda memiliki kecenderungan penyakit pernapasan yang satu ini atau tidak. Di mana gejalanya bukan hanya berupa sesak napas hebat, yang biasanya hanya terjadi ketika serangan asma menimpa. Jika memang beberapa gejala ini Anda sering alami, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter. 

Napas Cepat 

Gangguan pernapasan terkait asma bukan hanya berupa sesak napas. Jika serangan asma sedang tidak ada, ciri khas lain yang bisa dilihat dari penderita asma adalah napasnya yang cepat. Apakah Anda sering mengalami kondisi napas cepat ini? 

Mengi 

Mengi merupakan suatu kondisi ketika Anda seperti mengeluarkan suara siulan tiap kali bernapas. Banyak hal yang bisa membuat seseorang mengalami mengi. Tidak terkecuali, mengi bisa menjadi gejala asma yang tidak boleh Anda abaikan. 

Mudah Lelah 

Napas pendek-pendek yang merupakan ciri khas penderita asma bisa menyebabkan gejala lain, yaitu kondisi mudah lelah. Pasalnya saat Anda bernapas pendek-pendek, otot dada akan terus bergerak cepat untuk mengambil napas dan langsung mengembuskannya. Inilah yang membuat Anda akan merasa cepat lelah, khususnya ketika sedang beraktivitas fisik, seperti olahraga. 

Mudah Batuk 

Penderita asma akan sangat mudah mengalami batuk. Biasanya, batuk yang merupakan gejala asma akan mudah muncul juga akan mudah hilang. Namun, ciri khas dari batuk pada penderita asma adalah kondisinya yang memburuk di malam hari ataupun dini hari. Sementara saat siang, batuk cenderung menghilang. 

Nyeri Dada 

Nyeri dada bukan hanya kondisi yang menunjukkan masalah pada organ jantung. Gangguan di saluran napas yang berupa asma pun bisa membuat Anda mengalami nyeri. Ciri khas nyeri dada yang mengarah ke gejala asma, yaitu perasaan dada yang menjadi sangat kencang seperti tercekik. Ketegangan ini bisa menjalar sampai leher. 

Sakit Tenggorokan 

Jangan remehkan apabila Anda sering mengalami sakit tenggorokan. Bisa jadi itu merupakan bagian dari kondisi asma yang belum teridentifikasi. Tidak jarang penderita asma akan mengalami sakit tenggorokan yang sering diabaikan karena dianggap sebagai tanda-tanda pilek atau flu semata. 

Gangguan Tidur 

Banyak faktor yang membuat penderita asma sering mengalami gangguan tidur, entah sulit tidur atau sering terbangun saat malam. Napas yang cepat membuat tidur terasa tidak nyaman. Di sisi lain, penderita asma juga mengalami gejala asma berupa batuk yang memburuk saat malam atau dini hari sehingga membuat ia sering terbangun sebelum waktunya. 

Keringat Dingin 

Keringat sebenarnya merupakan proses metabolisme yang wajar dari tubuh. Namun, waspadai apabila Anda mengalami keringat yang berlebihan, apalagi jika jenisnya termasuk keringat dingin. Banyak penyakit yang membuat keringat dingin mudah dialami seseorang, tidak terkecuali kondisi asma. 

Wajah Pucat 

Sirkulasi oksigen yang kurang maksimal karena adanya penyempitan di saluran pernapasan karena asma akan mudah membuat penderita asma mengalami wajah yang pucat. Bukan hanya itu, sirkulasi oksigen yang tidak optimal mengalir ke seluruh tubuh pula akan mudah terpantau di bagian bibir atau kuku penderita asma yang membiru, khususnya ketika serangan asma datang. 

*** 

Jangan remehkan gejala-gejala asma di atas. Anda mungkin saja belum terdiagnosis asma, namun sering mengalami tanda-tanda yang mengarah ke masalah pernapasan tersebut? Itu artinya Anda mesti datang ke dokter sekarang dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih detail.

Manfaat Iliadin Nasal Spray untuk Atasi Sinusitis

iliadin nasal spray

Sinusitis adalah suatu kondisi di mana terdapat peradangan atau pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus. Sinus sendiri merupakan ruang kosong di dalam tulang di antara mata, di belakang tulang pipi, dan di dahi. Sinus akan membuat lendir, yang membuat bagian dalam hidung Anda menjadi lembap.

Lendir tersebut berfungsi untuk membantu melindungi dari debu, alergen, dan polutan. Sinus yang normal akan diisi oleh udara. Akan tetapi, jika terjadi infeksi atau peradangan maka sinus akan tersumbat dan berisi cairan. Anda dapat mengatasi sinus salah satunya dengan menggunakan Iliadin Nasal Spray.

Gejala Sinusitis

Sinusitis pada umumnya terjadi setelah Anda mengalami pilek atau flu. 

Gejala sinusitis meliputi:

  • rasa sakit, bengkak, dan nyeri di sekitar pipi, mata, atau dahi
  • Kepala terasa menjadi tersumbat
  • Kemampuan indera penciuman berkurang
  • Terdapat lendir hijau atau kuning dari hidung Anda
  • sakit kepala karena sinus
  • suhu tubuh menjadi tinggi
  • sakit gigi
  • bau mulut.

Tanda-tanda sinusitis pada anak kecil dapat termasuk lekas marah, sulit untuk makan, dan bernapas melalui mulut mereka.

Selain itu, ada beberapa gejala sinusitis kronis yang biasanya dialami selama 12 minggu atau lebih, yaitu:

  • Perasaan tersumbat atau penuh di wajah 
  • Terasa ada sumbatan hidung atau hidung menjadi tersumbat
  • Terdapat nanah di rongga hidung
  • Demam
  • Hidung meler atau drainase post nasal yang berubah warna

Pengobatan Sinusitis

Anda dapat mengobati sinusitis ringan tanpa menemui dokter umum dengan sebagai berikut.

  • banyak istirahat
  • minum banyak cairan seperti air putih yang cukup untuk menjaga lendir tetap encer
  • minum obat penghilang rasa sakit, seperti obat parasetamol atau ibuprofen (perlu diingat untuk tidak memberikan aspirin kepada anak di bawah 16 tahun)
  • menghindari pemicu alergi dan tidak merokok
  • membersihkan hidung dengan larutan air garam untuk mengurangi hidung tersumbat

Jika Anda memiliki infeksi sinus sederhana, dokter dapat menyarankan Anda untuk menggunakan pencuci hidung dekongestan dan saline. Akan tetapi, Anda tidak boleh menggunakan dekongestan yang dijual bebas selama lebih dari 3 hari, karena dapat membuat Anda lebih sesak.

Jika dokter memberi Anda resep obat antibiotik, maka sebaiknya Anda meminumnya selama 10 hingga 14 hari. Gejala sinusitis biasanya hilang dengan pengobatan. Udara hangat dan lembab dapat membantu jika Anda menderita sinusitis kronis. Anda dapat menggunakan alat penguap, atau Anda dapat menghirup uap dari panci yang telah berisi air hangat. Pastikan airnya tidak terlalu panas.

Dokter umum dapat merujuk Anda ke spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) jika, misalnya, Anda:

  • masih mengalami gejala sinusitis setelah 3 bulan masa pengobatan
  • Masih terus terkena sinusitis
  • hanya memiliki gejala sinusitis di 1 sisi wajah Anda
  • Tak hanya itu, dokter juga dapat merekomendasikan operasi dalam beberapa kasus.

Anda bisa mengatasi sinusitis dengan menggunakan Iliadin Nasal Spray. Iliadin Nasal Spray adalah obat semprot hidung yang dapat digunakan untuk mengobati hidung tersebut yang disebabkan karena rhinitis dan sinusitis.

Iliadin Nasal Spray 0.05% mengandung oxymetazoline HCl yang mampu membantu melebarkan pembuluh darah yang dapat mengurangi pembengkakan jaringan hidung (selaput lendir) pada hidung yang tersumbat dengan cara menyempitkan pembuluh darah.

Dengan menggunakan Iliadin Nasal Spray, maka dipercaya dapat mengurangi hidung yang tersumbat. Meski memiliki banyak manfaat, Iliadin Nasal Spray juga memiliki efek samping yaitu menimbulkan rasa panas, kering pada mukosa hidung, bersin, pusing, insomnia, hingga jantung menjadi berdebar-debar (palpitasi).

Penggunaan Iliadin Nasal Spray juga harus disertai perhatian khusus untuk penderita gangguan pembuluh arteri (arteria koronaria), hipertensi, kelebihan hormon tiroid (hipertiroid), kelainan kelenjar prostat atau diabetes melitus. Selain itu, obat ini sebaiknya hanya diberikan pada anak di atas 6 tahun dan dewasa. Anda bisa mendapatkan Iliadin Nasal Spray dengan harga Rp 79. 500 untuk ukuran 10 mL.

Penyebab Batuk Berdarah, Gejala, dan Cara Mengatasi

penyebab batuk berdarah

Infeksi pada saluran pernapasan atau paru-paru, penyakit bronkitis, atau TBC bisa menjadi penyebab batuk berdarah atau yang biasa disebut hemoptisis. 

Hal ini disebabkan karena adanya gangguan atau kerusakan pembuluh darah di sekitar saluran pernapasan, sehingga, saat kita batuk diikuti dengan darah bahkan dahak yang bercampur dengan nanah.

Jika kamu mengalami gejala batuk berdarah, bisa menjadi penanda adanya penyakit serius yang ada di dalam tubuh. Berikut ini penyebab batuk berdarah, gejala, dan cara mengatasinya. 

Gejala batuk berdarah

Batuk berdarah atau biasa disebut hemoptisis biasanya ditandai dengan keluarnya darah berwarna merah segar. Selain itu, keluarnya darah biasanya juga disertai dengan buih atau lendir dan biasanya juga disertai dengan nanah. 

Berikut ini beberapa gejala yang biasanya muncul bersamaan dengan batuk berdarah dan tidak boleh disepelekan:

  • Batuk yang tak kunjung mereda hingga berminggu-minggu hingga muncul batuk berdarah
  • Darah yang keluar memiliki jumlah banyak, hingga lebih dari 2 sendok teh
  • Mengalami nyeri dada
  • Demam
  • Berat badan menurun drastis
  • Nafsu makan menurun
  • Tubuh terasa lelah dan tidak bersemangat
  • Nyeri pada dada
  • Tubuh jadi berkeringat
  • Batuk berdarah disertai urin dan feses berdarah

Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera menemui dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Penyebab batuk berdarah

Penyebab batuk berdarah bisa umumnya disebabkan oleh beberapa masalah yang tidak ringan dan harus diwaspadai,seperti masalah pada tenggorokan dan juga paru-paru. 

Menurut American Academy of Family Physicians, penyebab paling sering terjadinya batuk berdarah adalah infeksi pernapasan ringan, asma, dan penyakit paru obstruktif kronik.

Berikut ini penyebab batuk berdarah yang harus segera mendapatkan penanganan serius, seperti:

  • Bronkiektasis

Penyakit ini muncul karena saluran udara pada paru-paru menebal secara tidak normal. Hal ini membuat terjadinya penumpukan lendir dan juga bakteri. 

  • Infeksi paru-paru

Infeksi paru-paru disebabkan karena bakteri dan virus, sehingga menyebabkan luka pada paru-paru. 

  • Emboli paru

Emboli paru adalah penyakit yang terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di paru-paru karena gumpalan darah yang muncul di bagian tubuh lainnya. 

  • Kanker paru-paru

Kanker paru-paru disebabkan oleh sel ganas yang tumbuh pada paru-paru. Biasanya disebabkan karena kebiasaan buruk seperti merokok.

  • Tuberkulosis (TBC)

Penyakit TBC juga ditandai dengan gejala batuk darah yang biasanya berwarna merah segar. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

  • Edema paru

Penyebab batuk berdarah juga bisa terjadi karena penyakit edema paru. Penyakit ini disebabkan karena penumpukan cairan pada kantong paru-paru (alveoli), sehingga membuat oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan napas terasa sesak.

  • Kanker tenggorokan

Gejala kanker tenggorokan biasanya ditandai dengan perubahan pada suara, kesulitan dalam menelan dan tenggorokan terasa sakit, hingga batuk berdarah. 

Bisakah batuk berdarah disembuhkan?

Batuk berdarah bisa diobati dengan mengetahui penyebabnya. Sebelum memberikan pengobatan, dokter tentu akan melakukan diagnosa menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. 

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan dengan melakukan rontgen pada bagian dada dan juga saluran pernapasan. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan.

  • Bronkoskopi: untuk mengetahui kondisi paru-paru lebih detail
  • CT scan dada: untuk mengetahui gambaran di bagian dalam dada
  • Biopsi paru: untuk mengangkat dan memeriksa potongan jaringan dari paru-paru
  • Scan VQ paru: untuk mengevaluasi aliran darah dan aliran udara ke paru-paru
  • Angiografi paru: untuk menilai aliran darah di paru-paru
  • Kultur dahak: untuk mengetahui penyebab infeksi

Beberapa tes yang dilakukan di atas untuk mengetahui penyakit apa yang menyebabkan batuk berdarah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, juga akan dilanjutkan pengobatan dengan tujuan untuk menghentikan pendarahan, mengobati penyebabnya, dan merencanakan pengobatan yang tepat.

Efek Samping Terapi Uap yang Perlu Diketahui

Efek Samping Terapi Uap yang Perlu Diketahui

Steam inhalation atau juga disebut dengan terapi uap merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pada sistem pernapasan. Pada umumnya dokter menganjurkan ini sebagai penanganan common cold karena dinilai bisa melegakan pernapasan. Meski demikian, ternyata praktik ini tidak sejalan dengan bukti klinis yang ada.

Common cold merupakan penyakit yang sering ditemukan dalam praktik kedokteran sehari-hari, setiap orang dari seluruh usia mengalami kondisi ini lebih dari satu kali. Kondisi ini disebabkan karena infeksi virus dan pada umumnya melibatkan saluran pernapasan atas. Common cold merupakan penyakit self-limiting sehingga terapi yang dibutuhkan hanya terapi suportif.

Efek Samping Terapi Uap

Dalam salah satu studi di 3 pusat luka bakar yang dilakukan di Belanda menunjukkan bahaya yang dapat ditimbulkan dari inhalasi uap panas. Sekitar 3 orang per tahun mengalami luka bakar karena melakukan terapi inhalasi uap panas dan bahkan sampai membutuhkan cangkok kulit atau skin grafting.

Luka bakar yang muncul tak jarang terjadi pada daerah vital seperti suprapubik dan genitalia, kondisi ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang fatal dan memerlukan biaya medis jauh lebih besar ketimbang dengan biaya terapi common cold itu. Beberapa kondisi yang dilaporkan terjadi pada terapi ini seperti iritasi hidung, rasa tidak nyaman, pusing dan suhu panas.

Dalam British Journal of General Practice menganjurkan untuk tidak melakukan terapi ini karena berisiko menimbulkan luka bakar dan tidak diterima oleh pasien. Pasien bisa melakukan alternatif dengan metode yang lebih aman, seperti menghirup uap dari gelas berisi air panas atau menghirup uap dari air panas di kamar mandi.

Manfaat Terapi

Perlu diketahui jika terapi ini bukanlah obat dari infeksi yang diakibatkan bakteri, meski demikian steam inhalation dapat menjadi pilihan untuk meredakan gejala dan membuat tubuh terasa lebih baik. Berikut ini beberapa manfaat dari terapi menggunakan uap yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

  • Redakan Iritasi

Batuk dengan hidung berair bisa terjadi karena munculnya peradangan di pembuluh darah sinus, infeksi saluran pernapasan atas akut juga menyebabkan pembuluh darah mengalami iritasi. Ketika uap air yang lembab dan hangat dihirup, iritasi ini bisa berbeda. Pembuluh darah di saluran pernapasan yang bengkak bisa membaik.

  • Mengencerkan Dahak

Menghirup uap ari bisa membantu mengencerkan lendir pada sinus sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Kondisi ini membuat pernapasan menjadi kembali normal, bisa terasa sangat membantu khususnya ketika tubuh dalam kondisi sedang melawan virus.

  • Redakan Gejala Sinus Kronis

Uji coba klinis membuktikan pengaruh terapi ini dalam mengobati gejala sinus kronis, namun studi ini tidak melihat bahwa steam inhalation bermanfaat untuk semua gejala infeksi sinus, tetapi lebih kepada sakit kepala saja.

  • Asma

Merupakan kondisi di mana saluran pernapasan menyempit dan membengkak, hingga memproduksi lendir berlebih. Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan menimbulkan gejala seperti batuk dan mengi. Terapi di atas diklaim mampu meredakan gejala yang ditimbulkan penyakit ini dan membuat penderita lebih baik.

Keamanan Terapi Uap

Terapi ini aman dilakukan jika sesuai dengan prosedur, meskipun selalu ada kemungkinan adanya cedera jika kurang waspada. Selalu pastikan untuk tetap berhati-hati dan tidak kontak langsung dengan air panas, selain itu lakukan terapi uap di ruangan yang tidak terakses oleh anak-anak atau hewan.