Sebamed Baby Bubble Bath, Aman atau Tidak?

Menggunakan sabun bubble bath adalah salah satu cara untuk menjadikan sesi mandi dengan bayi terasa lebih menyenangkan. Bubble bath mampu menghasilkan bubble yang disukai oleh bayi. Salah satu sabun bubble bath yang bisa Anda coba adalah Sebamed Baby Bubble Bath

Sebenarnya, pemakaian bubble bath untuk bayi bukanlah hal yang buruk. Akan tetapi, Anda perlu memastikan bahwa penggunaan sabun tidaklah terlalu berlebihan, agar tetap aman untuk kesehatan kulit bayi Anda. 

Apa itu Sebamed Baby Bubble Bath?

Sabun mandi jenis ini memiliki fungsi yang sama seperti sabun mandi pada umumnya. Pemakaian sabun Sebamed akan membantu menjaga kebersihan kulit bayi Anda.

Ada beberapa keunikan sabun mandi dari Sebamed yang mungkin tidak ditemukan pada sabun mandi bayi lainnya. Keunikan tersebut meliputi:

  • Hypoallergenic

Sabun berjenis hypoallergenic adalah sabun yang tidak akan menimbulkan alergi. Kulit bayi cenderung lebih halus dan sensitif. Sedikit saja paparan dengan zat tertentu, bayi rentan mengalami iritasi atau reaksi alergi.

Banyak orang tua ragu menggunakan sabun mandi bagi bayi karena khawatir dengan zat kimia di dalamnya. Untungnya, sabun Sebamed Baby Bubble Bath memiliki fungsi hypoallergenic yang tidak akan memicu reaksi alergi pada kulit bayi Anda. 

Bahkan, menurut penelitian, sabun Sebamed ini termasuk sebagai sabun hypoallergenic yang nomor satu di Jerman. 

  • Komposisi yang aman

Anda tidak perlu khawatir dengan komposisi bahan yang digunakan sebagai bahan dasar sabun ini. Busa yang dihasilkan dari sabun ini diformulasikan dengan bahan yang ringan dan aman, sehingga cocok digunakan pada kulit bayi.

Sebamed menggunakan formula sabun yang extra mild, sehingga sangat aman dipakai sebagai pembersih tanpa merusak lipid. Selain itu, formula mild ini juga aman bila terkena ke mata bayi, tidak menyebabkan rasa perih.

  • Bisa dipakai di sela-sela waktu mandi

Anda tidak harus selalu menggunakan Sebamed Baby Bubble Bath hanya ketika memandikan bayi. Di sela-sela waktu mandi, Anda juga bisa memakai sabun ini dengan mengaplikasikannya ke kain basah.

Nantinya, kain basah yang sudah dicampurkan dengan sabun Sebamed, bisa Anda gunakan untuk membersihkan kulit bayi tanpa harus mandi. Hal ini tentu lebih praktis dan mudah, karena bayi memang tidak dianjurkan untuk mandi terlalu sering. 

Cara pakai sabun mandi bayi

Ingatlah bahwa cara Anda menggunakan sabun mandi bayi juga akan menentukan efektivitas dari sabun yang digunakan. Sabun Anda tidak akan bekerja dengan efektif apabila pemakaiannya tidak tepat. 

Perhatikan beberapa hal berikut ini ketika akan memandikan bayi dengan Sebamed Baby Bubble Bath:

  • Gunakan air mandi yang hangat

Sebelum mengoleskan sabun, bilas lebih dulu kulit bayi Anda dengan air hangat. Jangan gunakan air yang terlalu dingin atau terlalu panas, karena bisa menyebabkan iritasi kulit pada bayi.

  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih

Sebelum dioleskan ke tubuh bayi, Anda perlu terlebih dahulu menuangkan bubble bath ke tangan Anda. Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih, agar kotoran atau kuman dari tangan Anda tidak terkena ke kulit bayi Anda. 

Jika bayi Anda belum berusia satu tahun, maka Anda tidak perlu memandikan mereka terlalu sering. Cukup mandikan bayi tiga kali saja dalam seminggu, dan gunakan Sebamed Baby Bubble Bath hanya pada area kulit bayi yang kotor serta berkeringat.

Tips Maksimalkan Pertumbuhan Anak dengan Chil Kid Platinum

chil kid platinum

Berbicara perihal tumbuh kembang anak, pasti cukup membuat Anda pusing. Apalagi, jika sudah ada orang yang mulai membandingkan anak Anda dengan anak lainnya. Nah, daripada Anda stres dan membuat anak menjadi semakin depresi karena tekanan di mana-mana, tidak ada salahnya untuk memberikan susu Chil Kid Platinum. Banyak kandungan yang baik untuk menunjang tumbuh kembang anak. Selain itu, ada beberapa tips lain yang bisa Anda coba supaya anak bisa tumbuh sehat dan normal.

1. Konsumsi banyak protein

Protein merupakan salah satu kunci untuk anak tumbuh dengan maksimal dan memiliki dampak besar pada tinggi badannya. Anda bisa menemukan makanan kaya protein di dalam kacang-kacangan, selai kacang, biji-bijian dan lentil, semuanya merupakan sumber protein yang sangat baik. Masukkan beberapa kenari atau almond ke dalam yogurt beserta selai kacang atau mentega almond yang sangat sehat dan mampu membantu mempercepat proses penambah tinggi badan. 

Selain itu, quinoa merupakan biji-bijian yang mengandung tinggi protein nabati dan memiliki rasa enak serta cocok untuk ditambahkan ke banyak hidangan. Biji rami dan buncis semuanya dapat ditambahkan ke hidangan untuk meningkatkan protein dan variasi dalam makanan anak Anda. 

2. Ajak anak olahraga ringan

Tidak perlu mengajak anak olahraga berat, Anda dapat melakukan latihan peregangan sederhana yang dapat berdampak besar pada tinggi badan anak. Anda dapat mengajari anak untuk melakukan beberapa latihan sederhana sejak usia dini supaya tumbuh kembang dan tinggi bacannya lebih maksimal. Peregangan seperti berenang ataupun yoga dapat membantu memanjangkan tulang belakang serta memperbaiki postur anak. 

3. Berikan telur

Telur merupakan makanan yang bergizi dan kaya akan protein. Putih telur mengandung albumin dan 100% protein. Sedangkan telur utuh termasuk kuningnya mampu menambahkan lemak sehat, vitamin B12, dan kalsium. Anda dapat memberikan telur untuk anak dalam aneka resep, seperti telur orak-arik, goreng, panggang dan rebus.

4. Rutin berjemur

Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang alami dan sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Vitamin D mampu membantu pertumbuhan otot dan tulang yang berfungsi meningkatkan tinggi badan anak. Selain itu, vitamin D juga membantu tubuh anak menyerap kalsium dari makanan dan memperkuat tulangnya. 

Jadi tidak ada salahnya, untuk mendorong anak untuk meninggalkan video game-nya dan keluar rumah sejenak untuk berjemur di bawah sinar matahari dan bermain bersama. Jangan lupa untuk memakaikan tabir surya untuk melindungi kulitnya dari sinar UV matahari yang berbahaya. Selain itu, Anda juga bisa memberikan makanan yang kaya vitamin D termasuk, ikan berlemak, makanan laut, jamur, dan kuning telur.

5. Tidur cukup

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga memerlukan tidur yang cukup. Melewatkan tidur sesekali mungkin tidak akan mempengaruhi pertumbuhan anak dalam jangka panjang. Namun, Anda harus memastikan bahwa anak mendapatkan tidur yang baik selama 8 jam hampir setiap malam, agar tumbuh kembangnya maksimal, menjadi lebih tinggi dan lebih kuat. Hal ini disebabkan karena hormon pertumbuhan pada anak-anak, HGH, dilepaskan hanya saat anak tidur. 

6. Susu formula Chil Kid Platinum

Selain semua makanan di atas, Anda juga harus memberikan anak Susu formula Chil Kid Platinum. Susu mengandung protein, vitamin D, A, B, E, dan kalsium yang tinggi dan baik dikonsumsi anak setiap hari. Susu formula Chil Kid Platinum sangat penting dalam membantu memaksimlakan tumbuh kembang anak. Susu juga tinggi Omega-3 yang merupakan lemak sehat dan sangat penting untuk nutrisi harian anak.

Alergi Terhadap Susu Sapi? Susu Chil Kid Untuk Usia 1 Tahun Jawabannya!

susu chil kid untuk usia 1 tahun

Alergi susu sapi biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak. Reaksi alergi ini bisa menimbulkan gejala yang memengaruhi kulit, saluran pencernaan, hingga pernapasan. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap jenis alergi ini, penting bagi orangtua untuk mengenali ciri-ciri bayi alergi susu sapi. Terlebih bagi mereka yang sudah meminum susu formula. Harus lebih memerhatikan apakah susu formula tersebut aman atau tidak. Susu Chil Kid untuk usia 1 tahun merupakan salah satu susu formula yang aman untuk bagi mereka yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

Alergi susu sapi kerap disamakan dengan intoleransi laktosa, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh dan terjadi ketika bayi sulit mencerna laktosa atau gula alami pada susu. 

Berikut ciri-ciri bayi alergi susu sapi yang membedakannya dengan intoleransi laktosa.

  • Reaksi alergi pada kulit

Bayi bisa mengalami gatal-gatal, kemerahan pada kulit, ruam, biduran, eksim, atau pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata. Hal ini bisa membuat bayi menjadi lebih rewel dan sering menangis.

  • Reaksi alergi pada pencernaan

Ketika alergi susu sapi menyerang, dapat terjadi pembengkakan pada bibir, lidah, atau langit-langit mulut bayi. Selain itu, bayi juga bisa mengalami mual, muntah, kolik, sakit perut, diare, feses berlendir atau berdarah, dan hilang nafsu makan.

  • Reaksi pada pernapasan

Bayi juga dapat mengalami gatal di area hidung, bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, batuk, mengi, hingga sesak napas.

Ciri-ciri bayi alergi susu sapi tersebut bisa muncul dalam satu jam setelah Si Kecil mengonsumsi susu, atau bahkan setelah berjam-jam maupun berhari-hari. Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi dapat mengalami anafilaksis atau reaksi alergi parah yang mengancam jiwa.

Ada beberapa tahapan untuk mengetahui apakah seseorang alergi terhadap susu atau tidak.  Dokter akan mencurigai seorang pasien menderita alergi susu jika terdapat gejala-gejalanya yang diperkuat dengan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan dan catatan harian mengenai daftar makanan yang pernah dikonsumsi. Dokter juga akan bertanya apakah pasien pernah mencoba menghentikan konsumsi susu dari menu makanan yang dikonsumsi, kemudian mengonsumsi kembali untuk melihat reaksi yang dihasilkan tubuh.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Apabila diperlukan, dokter juga akan merekomendasikan tes alergi, seperti

  • Tes darah. Tes ini berguna untuk mengukur jumlah antibodi immunoglobulin E (IgE) yang dihasilkan oleh tubuh.
  • Tes kulit. Dalam tes ini, dokter akan membuat tusukan kecil pada permukaan  kulit pasien. Setelah itu, protein susu dalam jumlah yang kecil akan diletakkan pada area kulit tersebut. Sebuah benjolan yang terasa gatal akan muncul di area kulit yang terpapar protein susu, jika pasien benar memiliki alergi susu.

Baik tes darah maupun tes kulit, meski dilakukan oleh dokter spesialis alergi, tidak selamanya memberikan hasil yang akurat. Oleh sebab itu, dokter dapat merekomendasikan tes lain. Dalam tes tersebut, pasien diminta untuk mengonsumsi beberapa pilihan makanan guna melihat jika terdapat reaksi alergi. 

Jika Anda khawatir bayi terkena alergi susu sapi, jangan ragu untuk membawanya pergi ke dokter. Apabila Si Kecil didiagnosis dengan kondisi tersebut, hindari pemberian susu sapi maupun produk olahan susu sapi pada mereka. 

Selain itu, ibu yang memberi ASI juga tidak boleh mengonsumsi makanan yang mengandung protein susu sapi, seperti keju, yogurt, dan mentega. Apabila Anda khawatir soal gizi bayi, dokter atau ahli gizi akan membantu Anda memastikan bayi tetap mendapat nutrisi yang dibutuhkannya. Anda juga bisa memberikan Susu Chil Kid PHP untuk usia 1 tahun sebagai pelengkap untuk mengatasi. alergi susu.

Ini Dia Perbedaan Susu Soya dan Formula Soya

susu soya

Sering dijadikan alternatif pengganti susu sapi, tahukah Anda kalau susu soya dan formula soya itu berbeda?

Susu soya adalah susu yang terbuat dari biji kedelai. Sedangkan susu formula soya terbuat dari isolat protein soya yang merupakan bentuk sederhana dari protein nabati yang ada dalam biji kedelai. Namun, keduanya sama-sama tidak mengandung laktosa sehingga aman untuk dikonsumsi oleh anak maupun orang dewasa yang intoleransi laktosa. 

Nah, jika Anda penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang perbedaan susu soya dan formula soya, SehatQ sudah merangkumnya dalam ulasan di bawah ini.

Cara Pembuatan

Terbuat dari biji kedelai yang direndam dengan air selama kurang lebih 18 jam, kemudian dicuci, direbus, dikeringkan, dihaluskan, dan disaring menggunakan kain kasa untuk mendapatkan sari kedelai, dan disterilisasikan dengan cara dipanaskan, susu soya ini bisa dibuat sendiri di rumah maupun dibuat di pabrik dengan menggunakan teknologi modern dan melewati uji kualitas yang ketat. 

Sementara susu formula soya terbuat dari isolat protein soya dan hanya bisa dibuat di pabrik dengan teknologi modern saja. Formula isolat protein soya dibuat dengan cara menambahkan isolat protein soya dengan bahan-bahan lain, seperti sumber karbohidrat, asam amino tambahan, lemak nabati, vitamin, dan mineral sehingga menghasilkan susu formula soya yang kaya akan nutrisi untuk bayi dan anak-anak.

Kandungan Nutrisi

Tidak kalah dari susu sapi, susu soya juga mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti karbohidrat, lemak, vitamin, protein, dan isoflavon. Selain itu, susu ini memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah, bebas kolesterol, dan tidak mengandung laktosa. 

Lalu, bagaimana dengan kandungan nutrisi pada susu formula soya? Dibandingkan dengan susu soya biasa, susu formula soya mengandung nutrisi yang lebih lengkap dan sudah disesuaikan (fortifikasi) dengan kebutuhan anak dan bayi. Kandungan seperti serat, vitamin, mineral, minyak ikan, asam lemak Omega 3 & 6, vitamin D, dan kalsium biasanya ditambahkan pada susu formula soya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dan bayi. Misalnya, susu SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang mengandung IronC yaitu kombinasi unik zat besi dan vitamin C yang membantu penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan anak. Nah, perbedaan kandungan nutrisi inilah yang membuat susu formula soya lebih cocok dikonsumsi oleh anak-anak dan bayi sebagai pengganti susu sapi dibandingkan susu soya biasa yang kandungan nutrisinya tidak selengkap susu formula soya. 

Rasa

Aroma dan rasa langu pada susu soya terkadang membuat anak-anak dan orang dewasa tidak suka meminumnya, namun beberapa merek yang memproduksi susu soya sudah menggunakan pengolahan yang canggih untuk menghilangkan aroma dan rasa langunya. 

Sementara itu, susu formula soya lebih disukai anak-anak karena memiliki rasa yang lezat serta tersedia dalam berbagai macam pilihan rasa, seperti rasa vanila dan madu. 

Efek Samping Susu Soya Pada Anak

Meskipun cenderung aman untuk dikonsumsi oleh anak, namun kemungkinan menimbulkan efek samping tetap ada. Berikut beberapa efek samping dari susu soya.

Kekurangan Vitamin D dan Kalsium

Kandungan vitamin D dan kalsium pada susu soya lebih rendah dibandingkan susu sapi. Padahal keduanya memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang serta gigi anak. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih susu soya dengan kandungan vitamin D dan kalsium yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Memicu Reaksi Alergi

Dilansir dari Webmd, susu soya dapat memicu reaksi alergi yang serius bagi anak dan orang dewasa yang alergi terhadap kacang tanah maupun tanaman jenis polong-polongan yang termasuk dalam keluarga tanaman Fabaceae. Jadi, sebelum memutuskan untuk memilih susu soya sebagai pengganti susu sapi, sebaiknya pastikan terlebih dahulu anak Anda tidak memiliki alergi terhadap susu soya.

Merusak Gigi Anak

Umumnya susu soya memiliki kandungan tambahan, seperti gula atau pemanis buatan yang dapat meningkatkan resiko kerusakan gigi anak. 

Sumber :

https://www.alomedika.com/formula-isolat-protein-soya-informasi-terkini
https://bebeclub.co.id/artikel/detail/balita/nutrisi-anak/perbedaan-susu-soya-dan-formula-soya
https://www.verywellfamily.com/soy-milk-and-soy-baby-formula-2633746
https://www.generasimaju.co.id/detail-produk/sgm-eksplor-soya
https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-975/soy

Anak Mengidap Sindrom Cri Du Chat, Bisakah Disembuhkan?

Anak Mengidap Sindrom Cri Du Chat, Bisakah Disembuhkan?

Ketika baru lahir, bayi memiliki sejumlah kemungkinan terserang sindrom tertentu. Salah satu sindrom langka yang bisa menyerang anak adalah sindrom Cri du Chat. 

Sindrom Cri Du Chat adalah penyakit genetik yang menyerang sekitar 1 dari 20.000 sampai 50.000 bayi yang baru lahir. 

Selain langka, sindrom Cri du Chat sangat sulit dideteksi. Namun, gejala yang umumnya mudah dideteksi adalah suara tangisan melengking seperti kucing. 

Penderita sindrom ini juga memiliki wajah yang khas khususnya bagian mata, wajah bulat dan pada bagian rahang.

Lalu bagaimana cara mendiagnosis dan terapi yang dilakukan oleh penderita sindrom Cri du Chat?  

Diagnosis Sindrom Cri du Chat 

Sindrom cri-du-chat biasanya bisa langsung didiagnosis saat bayi lahir. Fisik bayi biasanya lebih kecil dibanding bayi normal yakni mereka memiliki dagu kecil, wajah bulat yang tak biasa, rahang kecil, dan hidung kecil. Sindrom Cri du chat sering didiagnosis saat lahir. Gejala pada bayi yang baru lahir bisa meliputi:

  • tangisan bernada tinggi, seperti kucing atau tangisan lemah
  • berat badan lahir rendah
  • kepala kecil
  • wajah bulat
  • jembatan hidung yang lebar dan rata
  • mata terpisah lebar
  • lipatan kulit di atas kelopak mata
  • kelainan langit-langit, seperti langit-langit yang sangat sempit dan tinggi
  • dagu kecil yang surut
  • malformasi telinga.

Pemeriksaan fisik

Perlu sejumlah pemeriksaan yang harus dilakukan. Dokter akan mendeteksi ada tidaknya tanda khas berupa tangisan bernada tinggi serta gejala unik lain. 

Misalnya, hernia inguinal, diastasis recti (terpisahnya otot di area perut), tonus otot yang lemah, dan fitur wajah khusus.

X-ray

Untuk mengetahui apa seorang anak menderita sindrom Cri du Chat, maka dokter juga akan melakukan pemeriksaan rontgen atau x-ray di kepala bayi.

Tujuannya untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada bagian pangkal tengkorak. 

Analisis FISH 

Analisis fluorescence in situ hybridization (FISH) adalah tes kromosom menggunakan teknik khusus untuk membantu mendeteksi adanya bagian kromosom yang hilang. Jika ada anggota keluarga dengan riwayat sindrom cri du chat, dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan uji genetik atau analisis kromosom saat masa kehamilan.

Melalui tes ini, dokter akan mengambil sampel kecil jaringan di luar kantung ketuban atau mengambil sampel cairan air ketuban.

Cara ini akan membantu dokter mencari apakah ada bagian kromosom 5 yang hilang dapat tampak pada pemeriksaan ini. 

Pengobatan sindrom Cri du Chat 

Mengenai cara menyembuhkan sindrom Cri du Chat sebenarnya hingga saat ini, belum ada cara mengobatinya. Namun, sejumlah penanganan yang dilakukan pada penderita bertujuan merangsang dan membantu anak untuk mencapai potensialnya. 

Adapun sejumlah pengobatan antara lain: 

Fisioterapi

Fisioterapi dilakukan menangani adanya keterlambatan, gangguan dan kelainan pada alat dan fungsi gerak pada anak-anak dari lahir sampai dengan remaja.

Pada penderita sindrom Cri du Chat, fisioterapi berguna untuk memperbaiki tonus otot yang buruk. 

Terapi okupasi 

Terapi okupasi dilakukan untuk melatih kemampuan penderita sindrom untuk melakukan aktivitas sehari-hari agar dapat beradaptasi. Terapi okupasi atau yang disebut dengan OT, dapat membantu orang dari segala kalangan usia ini berfokus pada membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk meningkatkan keterampilan kognitif, fisik, sensorik, dan motorik mereka dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka. 

Terapi wicara

Keterlambatan berbicara menjadi tanda dan gejala sindrom ini. Untuk itu, penderitanya harus melakukan terapi wicara. 

Penggunaan cara komunikasi lain, seperti bahasa isyarat mungkin diperlukan bagi penderita ini.  

Apa yang harus dilakukan orang tua? 

Memiliki anak dengan sindrom Cri du Chat tentu tidak akan mudah. Beberapa anak hanya terpengaruh ringan, dan mencapai tonggak perkembangan mereka, seperti berjalan dan berbicara, pada usia biasa. 

Namun, mereka mungkin masih membutuhkan terapi wicara. Anak-anak lain sangat cacat secara intelektual, tidak dapat berjalan atau berbicara, dan menderita masalah kesehatan terkait dan masa hidup yang berkurang.

Untuk itu, diperlukan dukungan untuk orang tua dari anak-anak dengan sindrom cri du chat.   

Anda bisa bergabung komunitas sesama orang tua dengan sindrom ini. Jangan lupa untuk terus melakukan konsultasi demi tumbuh kembang anak. 

Waspadai Gejala-gejala Kernikterus dari Dini

Waspadai Gejala-gejala Kernikterus dari Dini

Penyakit kuning pada bayi-bayi baru lahir menjadi hal yang banyak ditemukan pada bayi-bayi asia. Penyebab dari penyakit ini karena tingkat bilirubin yang tinggi karena berat badan yang berlebih, kelahiran prematur, ataupun perbedaan golongan darah dengan sang ibu. Sebagian masyarakat masih menganggap remeh kondisi penyakit kuning, padahal akibatnya bisa mengarah ke kondisi kernikterus pada sang bayi. 

Kernikterus merupakan komplikasi langka, namun serius, yang dapat berasal dari penyakit kuning bayi. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin yang tinggi sudah mampu melintasi tipisan pemisahan antara otak dan darah sehingga merusak otak maupun sistem saraf pusat. Kernikterus harus segera diobati karena jika tidak kadar bilirubin akan terus melonjak tajam dan membuat kerusakan otak semakin parah. Sang bayi pun bisa mengalami kondisi cerebral palsy hingga kematian. 

Untuk itu, mengamati kondisi bayi secara cermat amat diperlukan. Jadi jika dijumpai gejala-gejala yang mengarah pada kernicterus, Anda sebagai orang tua bisa bertindak cepat dengan membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Namun, apa saja gejala dari komplikasi serius atas penyakit ini? Berikut tanda-tandanya. 

  1. Tangisan Keras dan Panjang 

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi hingga menembus batas antara aliran darah dengan selaput otak tentu membuat bayi dalam kondisi tidak nyaman dan cenderung sakit. Karena itulah, bayi-bayi yang mengarah ke kondisi kernikterus cenderung cengeng. Tangisan bayi akan sangat keras dan bernada tinggi. Ia juga akan menangis panjang dan sulit dihentikan, meskipun Anda sudah menggendongnya dan memberi pelukan hangat. 

  1. Malas Menyusui 

Bayi normalnya sangat membutuhkan air susu sebagai sumber makanan dan penghidupannya. Pada bayi lahir, bayi malah akan mudah merasa lapar dalam jangka waktu 1-2 jam. Namu, kondisi berbeda terjadi pada bayi berbilirubin tinggi. Bayi yang mengalami lonjakan kadar bilirubin justru cenderung malas menyusui. Gejala malas menyusui ini terjadi karena tubuh bayi terasa lemas. Kondisi ini membuat berat badannya akan mudah susut. 

  1. Sulit Dibangunkan 

Bayi-bayi yang memiliki kadar bilirubin tinggi cenderung lemas dan lebih mudah mengantuk. Jadi, jangan senang dahulu apabila anak Anda lebih sering tidur daripada berinteraksi. Bayi yang selalu tertidur dan sulit dibangunkan umumnya mengalami kadar bilirubin yang tinggi. Anda memerlukan usaha ekstra untuk bisa membuatnya terbangun dan berinteraksi dengan Anda. Salah satu cara untuk mengecek tidur bayi normal atau tidak, kelitiki telapak kaki bayi. Jika ia terbangun, berarti memang ia sedang tidur nyenyak biasa. Jika tetap tidak bangun, ada masalah terkait tubuhnya. 

  1. Demam 

Kadar bilirubin dari aliran darah yang menembus bagian otak maupun sistem saraf pusat sangat rentan menimbulkan infeksi di bagian tersebut. Kondisi inilah yang akhirnya berujung pada kernicterus. Namun sebelum infeksi merajalela, tubuh terlebih dahulu akan meresponsnya dan berusaha menciptakan antibodi. Karena itulah, sang bayi akan mengalami demam sedang sampai tinggi. Jangan tunggu lagi jika mendapati kondisi ini pada bayi kuning Anda. Segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan adalah pilihan terbijak. 

  1. Gerak Tak Terkendali 

Bayi baru lahir memang cenderung masih sulit mengendalikan gerak tangan maupun kakinya. Namun jika gerakannya tampak tidak terkendali dan terjadi dalam frekuensi yang sering, berhati-hatilah sebab bisa jadi ia tengah mengalami kejang otot. Kejang otot sendiri merupakan salah satu dari gejala kernikterus. 

  1. Mata Tidak Normal 

Yang dimaksud dengan mata tidak normal di sini adalah gerakan bola mata dari sang buah hati. Pada bayi yang mengalami kernikterus, gerakan mata akan terlihat aneh sebab tidak dapat melirik atau melihat ke atas. Kondisi ini sangat khas dan sudah menjadi peringatan mulai terjadinya kerusakan di otak. Segera membawanya ke dokter tidak boleh dielakkan lagi jika Anda mendapati gejala yang satu ini. 

*** 

Jika dibiarkan, kernikterus bisa berakibat buruk bagi kondisi kesehatan bahkan nyawa bayi. Segera atasi kerusakan yang mulai terjadi akibat kadar bilirubin tinggi ini. Selamatkan bayi Anda dengan segera membawanya ke dokter ketika menemukan gejala yang tidak wajar seperti di atas.