Sebamed Baby Bubble Bath, Aman atau Tidak?

Menggunakan sabun bubble bath adalah salah satu cara untuk menjadikan sesi mandi dengan bayi terasa lebih menyenangkan. Bubble bath mampu menghasilkan bubble yang disukai oleh bayi. Salah satu sabun bubble bath yang bisa Anda coba adalah Sebamed Baby Bubble Bath

Sebenarnya, pemakaian bubble bath untuk bayi bukanlah hal yang buruk. Akan tetapi, Anda perlu memastikan bahwa penggunaan sabun tidaklah terlalu berlebihan, agar tetap aman untuk kesehatan kulit bayi Anda. 

Apa itu Sebamed Baby Bubble Bath?

Sabun mandi jenis ini memiliki fungsi yang sama seperti sabun mandi pada umumnya. Pemakaian sabun Sebamed akan membantu menjaga kebersihan kulit bayi Anda.

Ada beberapa keunikan sabun mandi dari Sebamed yang mungkin tidak ditemukan pada sabun mandi bayi lainnya. Keunikan tersebut meliputi:

  • Hypoallergenic

Sabun berjenis hypoallergenic adalah sabun yang tidak akan menimbulkan alergi. Kulit bayi cenderung lebih halus dan sensitif. Sedikit saja paparan dengan zat tertentu, bayi rentan mengalami iritasi atau reaksi alergi.

Banyak orang tua ragu menggunakan sabun mandi bagi bayi karena khawatir dengan zat kimia di dalamnya. Untungnya, sabun Sebamed Baby Bubble Bath memiliki fungsi hypoallergenic yang tidak akan memicu reaksi alergi pada kulit bayi Anda. 

Bahkan, menurut penelitian, sabun Sebamed ini termasuk sebagai sabun hypoallergenic yang nomor satu di Jerman. 

  • Komposisi yang aman

Anda tidak perlu khawatir dengan komposisi bahan yang digunakan sebagai bahan dasar sabun ini. Busa yang dihasilkan dari sabun ini diformulasikan dengan bahan yang ringan dan aman, sehingga cocok digunakan pada kulit bayi.

Sebamed menggunakan formula sabun yang extra mild, sehingga sangat aman dipakai sebagai pembersih tanpa merusak lipid. Selain itu, formula mild ini juga aman bila terkena ke mata bayi, tidak menyebabkan rasa perih.

  • Bisa dipakai di sela-sela waktu mandi

Anda tidak harus selalu menggunakan Sebamed Baby Bubble Bath hanya ketika memandikan bayi. Di sela-sela waktu mandi, Anda juga bisa memakai sabun ini dengan mengaplikasikannya ke kain basah.

Nantinya, kain basah yang sudah dicampurkan dengan sabun Sebamed, bisa Anda gunakan untuk membersihkan kulit bayi tanpa harus mandi. Hal ini tentu lebih praktis dan mudah, karena bayi memang tidak dianjurkan untuk mandi terlalu sering. 

Cara pakai sabun mandi bayi

Ingatlah bahwa cara Anda menggunakan sabun mandi bayi juga akan menentukan efektivitas dari sabun yang digunakan. Sabun Anda tidak akan bekerja dengan efektif apabila pemakaiannya tidak tepat. 

Perhatikan beberapa hal berikut ini ketika akan memandikan bayi dengan Sebamed Baby Bubble Bath:

  • Gunakan air mandi yang hangat

Sebelum mengoleskan sabun, bilas lebih dulu kulit bayi Anda dengan air hangat. Jangan gunakan air yang terlalu dingin atau terlalu panas, karena bisa menyebabkan iritasi kulit pada bayi.

  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih

Sebelum dioleskan ke tubuh bayi, Anda perlu terlebih dahulu menuangkan bubble bath ke tangan Anda. Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih, agar kotoran atau kuman dari tangan Anda tidak terkena ke kulit bayi Anda. 

Jika bayi Anda belum berusia satu tahun, maka Anda tidak perlu memandikan mereka terlalu sering. Cukup mandikan bayi tiga kali saja dalam seminggu, dan gunakan Sebamed Baby Bubble Bath hanya pada area kulit bayi yang kotor serta berkeringat.

Kenali Gejala Flu Berat pada Anak

Kenali Gejala Flu Berat pada Anak

Imunitas tubuh yang lemah hingga kelelahan merupakan contoh penyebab anak mengalami sakit flu. Aktivitas anak yang cenderung bebas dan aktif seringkali berpapasan dengan berbagai kondisi, misalnya: berada di tempat yang rawan dengan debu, terkena hujan, naik sepeda motor, atau terlalu lama terkena kipas angin. Gejala flu berat  tidak jarang juga dialami oleh balita.

Jika tidak mendapat pengawasan dan penanganan yang tepat, maka gejala tersebut dicemaskan dapat memperburuk kondisi kesehatan anak. Lantas, apa saja gejala flu berat pada anak yang harus dikenali? Sebelum membahas mengenai gejala flu berat ada anak, ada baiknya untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab anak mengalami sakit flu. Berikut penjelasannya!

Penyebab & Gejala Flu Berat pada Anak

Anak-anak yang aktif beraktivitas terkadang membutuhkan pengawasan lebih dalam dari orangtuanya. Kita harus memastikan mereka bermain di tempat yang aman, tidak sembarangan menaruh sesuatu di mulut, mencuci tangan sebelum makan, atau mencegah anak untuk tidak bermain di tengah-tengah hujan. Hal tersebut dilakukan demi menjaga dan menghindarkan anak dari berbagai penyakit, salah satunya adalah flu. Berikut hal-hal yang menyebabkan flu pada anak yang harus Anda ketahui:

  • Anak terlalu lelah
  • Imunitas yang menurun
  • Tertular dari orang yang sakit flu 
  • Perubahan cuaca yang ekstrim

Selain itu, kurangnya asupan nutrisi dan vitamin juga menjadi salah satu penyebab anak mudah terkena sakit flu. Berdasarkan laporan C.D.C, anak dikategorikan terkena gejala flu berat apabila mengalami gejala berikut:

  • Demam tinggi
  • Flu yang disertai demam dan batuk yang tidak kunjung membaik.
  • Asupan air yang tidak tercukupi
  • Badan terlalu lemas dan menggigil
  • Sakit kepala
  • Pilek disertai lendir hidung
  • Tenggorokan sakit

Mencegah Flu dengan Menjaga Imunitas Anak

Berikut cara menjaga daya tahan tubuh anak untuk meminimalisir risiko terkena gejala flu berat. Hal tersebut dapat diterapkan dengan beberapa hal, di antaranya adalah:

Menjaga suasana hati tetap ceria

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan berbagai pilihan aktivitas menyenangkan, seperti: bermain mainan edukasi, ajak anak untuk memasak atau mencoba pengalaman ‘outdoor’ di halaman rumah. Ajak pasangan Anda untuk berpartisipasi, sehingga anak tidak merasa kesepian meski harus berada di rumah saat pandemi  Covid-19 tengah berlangsung. 

Ajak anak tetap aktif berolahraga

Ada berbagai pilihan olahraga yang bisa ditawarkan kepada anak-anak. Ajak mereka untuk berenang, bersepeda, jogging, atau bermain bola basket di halaman rumah. 

Pemenuhan kebutuhan gizi, vitamin, dan mineral yang tercukupi

Awasi supaya anak tetap teratur dan tidak pemilih saat makan. Amati makanan dan buah-buahan apa saja yang ia sukai, kemudian cermati apa saja yang anak tidak sukai. Pastikan kondisi tersebut tidak menghalangi anak mendapatkan asupan gizi, vitamin, dan mineral.

Pastikan anak cukup tidur

Cari tahu apa yang menjadi penyebab anak susah tidur. Barangkali anak susah terlelap di malam hari karena tidak tidur siang atau terlalu sering bermain smartphone.  

Menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi

Upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Jaga kebersihan alat-alat makan dan cegah anak jajan sembarangan dengan menyajikan berbagai kudapan buatan sendiri. 

Itulah penyebab, cara mengatasi, dan ciri-ciri gejala flu berat pada anak. Apalagi saat ini kita sedang berada di tengah situasi darurat pandemi Covid-19. Edukasi saja tidak cukup. Si kecil harus tetap dijaga dan diawasi supaya terhindar dari berbagai penyakit.

Beragam Manfaat Madu untuk Anak, Penuhi dengan Madurasa Sachet

madurasa sachet

Sudah menjadi rahasia umum bahwa madu memiliki banyak manfaat bagi tubuh, baik untuk orang dewasa dan juga anak-anak. Namun, sayangnya banyak anak yang kurang menyukai madu sehingga ogah untuk mengonsumsinya. Orang tua tidak perlu khawatir, karena kini madu hadir dalam bentuk snack sehat seperti Madurasa Sachet.

Madu merupakan nutrisi alami yang diproduksi oleh lebah dari nektar bunga. Banyak alasan kenapa anak harus mengonsumsi madu. Namun, perlu digaris bawahi adalah madu dapat dikonsumsi oleh anak yang berusia lebih dari dua tahun. Madu juga memiliki bakteri beracun yang dapat menyebabkan botulisme sehingga berbahaya bagi anak dibawah usia dua tahun.

Berbagai Manfaat Madu bagi Kesehatan Anak

Jika anak telah cukup umur, orang tua dapat memberikan madu pada anak secara rutin karena memiliki banyak manfaat, diantaranya:

1. Obat batuk dan pilek alami

Jika anak sedang terpapar batuk dan pilek, orang tua dapat menambahkan madu dalam menu makan harian untuk membantu proses penyembuhan si kecil.

Madu bisa memberikan efek lega, sehingga membuat anak lebih nyaman dan cepat sehat kembali. Tidak hanya itu, saat diberikan madu anak juga akan lebih mudah menelan makanan dan mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

2. Menyehatkan organ dalam anak

Madu memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh anak. Dengan begitu, madu bisa membantu menyehatkan organ dalam anak dan juga membantu proses perkembangan organ tubuh dan otot.

Si kecil juga dapat menjadi lebih besar dan memiliki tulang kuat karena madu memiliki kandungan asam amino yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan fisik.

3. Meningkatkan daya tahan tubuh

Anak-anak rentan untuk terserang berbagai penyakit, terlebih jika pola hidupnya kurang sehat. Beberapa anak sangat mudah kekurangan vitamin, mineral, dan energi, sehingga membuat daya tahan tubuhnya menurun. Untuk tetap menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh anak, orang tua dapat memberikannya madu secara rutin.

4. Memperlancar sistem pencernaan

Gangguan sistem pencernaan juga sering menyerang anak-anak. Jika si kecil mengalami sembelit atau sulit buang air besar (BAB), orang tua bisa mencoba memberikan madu untuk melancarkan kembali sistem pencernaannya.

Madu memiliki enzim yang membuat pergerakan usus menjadi lebih teratur. Selain itu, madu mampu meningkatkan produksi lendir di usus dan mengurangi keasaman dalam perut karena terdapat kandungan antiseptik.

5. Meningkatkan nafsu makan

Semakin hari anak akan semakin tumbuh dan mencoba untuk mengeksplor dunianya. Namun, nafsu makan anak cenderung menurun saat ia tumbuh menjadi lebih besar. 

Orang tua bisa menyiasati ini dengan menambahkan madu pada makanan si kecil. Anak-anak umumnya suka dengan makanan yang manis, dan madu memiliki kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi.

6. Membuat tidur lebih nyenyak

Anak yang mengalami kesulitan tidur kerap kali membuat orang tua kewalahan. Madu dapat mengatasi hal ini karena madu memiliki kandungan glukogen yang bisa mengurangi produksi hormon stres seperti adrenalin atau kortisol. Dengan mengonsumsi madu, sang buah hati akan lebih mudah tidur dengan nyenyak.

Untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, orang tua bisa memberikan si kecil Madurasa Sachet yang cocok untuk menjadi snack sehat. Produk ini memiliki kandungan madu, vitamin C, temulawak, Lysine, dan sari buah anggur yang membuat anak lebih nyaman saat menyantapnya. Madurasa memiliki berbagai fungsi, seperti:

  • Menambah energi dan stamina
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Membantu proses pertumbuhan
  • Meningkatkan nafsu makan

Madurasa Sachet dapat dikonsumsi secara langsung atau dicampur dengan makanan dan minuman lainnya, tergantung kreasi orang tua. Agar tetap aman dikonsumsi, simpan Madurasa sachet pada tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari cahaya matahari.

Kegunaan Proris Forte, Dosis, dan Efek Sampingnya

proris forte

Proris Forte merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan demam serta mengatasi nyeri, gejala flu, dan berbagai kondisi lainnya. Obat ini memiliki kandungan utama ibuprofen, yang biasa ditemukan dalam obat penurun demam lain.  

Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lengkap kegunaan Proris Forte, dosis dan cara penggunaan, efek samping, serta hal yang harus diperhatikan sebelum penggunaan obat.

Deskripsi obat

Proris Forte merupakan obat dengan khasiat utama menurunkan demam serta mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Obat ini mengandung zat aktif ibuprofen, obat golongan antiinflamasi non steroid (NSAID) dengan berbagai manfaat. 

Proris Forte termasuk obat golongan bebas terbatas yang artinya penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk di kemasan obat atau anjuran dari dokter, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya.

Obat ini aman dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa karena tidak mengandung alkohol. Forte juga memiliki dua pilihan rasa, yaitu jeruk dan strawberry yang akan mempermudah anak untuk minum obat. 

Ibu hamil juga dapat mengonsumsi obat ini setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan apabila manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.. Proris 

Komposisi obat

Setiap 5 ml (satu takar) obat mengandung ibuprofen 200 mg.

Indikasi dan kegunaan 

Ibuprofen dalam Proris Forte bekerja sebagai analgetik dan antipiretik (anti-demam sekaligus anti-nyeri) yang secara efektif meredakan demam dan nyeri dalam waktu yang cepat. 

Selain untuk meredakan demam, Proris Forte juga dapat digunakan untuk:

  • Mengurangi gejala pilek
  • Meredakan sakit kepala
  • Meredakan nyeri akibat sakit gigi atau karena tumbuh gigi baru
  • Meredakan nyeri pasca cabut gigi
  • Meringankan nyeri ketika menstruasi atau menjelang menstruasi (dismenore)
  • Meringankan radang sendi pada anak-anak
  • Meredakan nyeri setelah cedera pada anak, seperti keseleo

Dosis dan cara pemakaian 

Proris Forte dapat digunakan oleh anak berusia 3 tahun ke atas dan orang dewasa dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak-anak usia 3 hingga 7 tahun: 2,5 mL sebanyak 3 kali/hari setelah makan.
  • Anak usia 8 hingga 12 tahun: 5 mL sebanyak 3 kali/hari setelah makan.
  • Orang dewasa: 5 mL sebanyak 3 kali/hari setelah makan.

Kocok obat sebelum diminum. Setelah digunakan, simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung serta jangkauan anak-anak. 

Jangan berikan dosis ekstra jika Anda melewati satu dosis pemakaian obat karena dapat meningkatkan risiko efek samping. Jika ada dosis yang terlupa, lewati dosis tersebut dan minum obat seperti biasa.

Efek samping obat

Proris Forte dapat menyebabkan efek samping berupa:

  • Diare
  • Sembelit
  • Mual atau muntah
  • Nyeri di ulu hati
  • Gangguan pernapasan
  • Ruam atau kemerahan di kulit
  • Kadar trombosit menurun
  • Kadar limfosit rendah
  • Perut kembung

Segera temui dokter jika efek samping tersebut tak kunjung hilang, semakin parah, atau muncul efek samping lain seperti penglihatan kabur, dering di telinga, dan perdarahan.

Hal yang harus diperhatikan

Ibu hamil dan anak dibawah 1 tahun boleh menggunakan Proris Forte jika sudah diberikan izin oleh dokter dan digunakan sesuai anjuran dokter. 

Jangan gunakan Proris Forte jika Anda atau anak Anda memiliki kondisi dibawah ini:

  • Tukak lambung
  • Hipersensitif atau alergi terhadap ibuprofen
  • Gangguan sistem pernapasan seperti asma atau rhinitis

Selalu konsultasikan penggunaan Proris Forte untuk mengatasi kondisi tertentu yang dialami oleh Anda atau anak Anda. Penggunaan secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping serius.

Efek Samping Terapi Uap yang Perlu Diketahui

Efek Samping Terapi Uap yang Perlu Diketahui

Steam inhalation atau juga disebut dengan terapi uap merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pada sistem pernapasan. Pada umumnya dokter menganjurkan ini sebagai penanganan common cold karena dinilai bisa melegakan pernapasan. Meski demikian, ternyata praktik ini tidak sejalan dengan bukti klinis yang ada.

Common cold merupakan penyakit yang sering ditemukan dalam praktik kedokteran sehari-hari, setiap orang dari seluruh usia mengalami kondisi ini lebih dari satu kali. Kondisi ini disebabkan karena infeksi virus dan pada umumnya melibatkan saluran pernapasan atas. Common cold merupakan penyakit self-limiting sehingga terapi yang dibutuhkan hanya terapi suportif.

Efek Samping Terapi Uap

Dalam salah satu studi di 3 pusat luka bakar yang dilakukan di Belanda menunjukkan bahaya yang dapat ditimbulkan dari inhalasi uap panas. Sekitar 3 orang per tahun mengalami luka bakar karena melakukan terapi inhalasi uap panas dan bahkan sampai membutuhkan cangkok kulit atau skin grafting.

Luka bakar yang muncul tak jarang terjadi pada daerah vital seperti suprapubik dan genitalia, kondisi ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang fatal dan memerlukan biaya medis jauh lebih besar ketimbang dengan biaya terapi common cold itu. Beberapa kondisi yang dilaporkan terjadi pada terapi ini seperti iritasi hidung, rasa tidak nyaman, pusing dan suhu panas.

Dalam British Journal of General Practice menganjurkan untuk tidak melakukan terapi ini karena berisiko menimbulkan luka bakar dan tidak diterima oleh pasien. Pasien bisa melakukan alternatif dengan metode yang lebih aman, seperti menghirup uap dari gelas berisi air panas atau menghirup uap dari air panas di kamar mandi.

Manfaat Terapi

Perlu diketahui jika terapi ini bukanlah obat dari infeksi yang diakibatkan bakteri, meski demikian steam inhalation dapat menjadi pilihan untuk meredakan gejala dan membuat tubuh terasa lebih baik. Berikut ini beberapa manfaat dari terapi menggunakan uap yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

  • Redakan Iritasi

Batuk dengan hidung berair bisa terjadi karena munculnya peradangan di pembuluh darah sinus, infeksi saluran pernapasan atas akut juga menyebabkan pembuluh darah mengalami iritasi. Ketika uap air yang lembab dan hangat dihirup, iritasi ini bisa berbeda. Pembuluh darah di saluran pernapasan yang bengkak bisa membaik.

  • Mengencerkan Dahak

Menghirup uap ari bisa membantu mengencerkan lendir pada sinus sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Kondisi ini membuat pernapasan menjadi kembali normal, bisa terasa sangat membantu khususnya ketika tubuh dalam kondisi sedang melawan virus.

  • Redakan Gejala Sinus Kronis

Uji coba klinis membuktikan pengaruh terapi ini dalam mengobati gejala sinus kronis, namun studi ini tidak melihat bahwa steam inhalation bermanfaat untuk semua gejala infeksi sinus, tetapi lebih kepada sakit kepala saja.

  • Asma

Merupakan kondisi di mana saluran pernapasan menyempit dan membengkak, hingga memproduksi lendir berlebih. Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan menimbulkan gejala seperti batuk dan mengi. Terapi di atas diklaim mampu meredakan gejala yang ditimbulkan penyakit ini dan membuat penderita lebih baik.

Keamanan Terapi Uap

Terapi ini aman dilakukan jika sesuai dengan prosedur, meskipun selalu ada kemungkinan adanya cedera jika kurang waspada. Selalu pastikan untuk tetap berhati-hati dan tidak kontak langsung dengan air panas, selain itu lakukan terapi uap di ruangan yang tidak terakses oleh anak-anak atau hewan.