Tanda Tanda HIV Pada Wanita Yang Perlu Diwaspadai

Tanda tanda HIV pada wanita dini mungkin akan bersifat ringan dan mudah untuk diacuhkan. Akan tetapi, tanpa gejala yang muncul, seseorang yang positif menderita HIV dapat menularkan virus ini ke orang lain. Karena hal inilah mengapa sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui status HIV mereka. 

Para wanita mungkin penasaran bagaimana tanda tanda HIV pada wanita berbeda dengan gejala yang muncul pada pria. Banyak gejala HIV sama pada pria dan wanita, namun tidak semuanya. Beberapa gejala yang dapat terjadi pada wanita di antaranya.

Obat HIV dengan antiretroviral dapat menghambat perkembangan jumlah virus
  • Gejala mirip flu. Pada minggu-minggu pertama tertular HIV, cukup lazim dijumpai seseorang tidak akan menunjukkan gejala apapun. Namun, beberapa orang akan mengembangkan gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, kurangnya energi, kelenjar getah bening yang bengkak, dan ruam kulit. Gejala-gejala tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa minggu. Dalam beberapa kasus lain, akan membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk gejala yang lebih parah muncul. 
  • Ruam dan luka kulit. Kebanyakan orang yang memiliki HIV akan mengembangkan gangguan kesehatan kulit. Ruam adalah gejala HIV yang lazim dijumpai, dan banyak jenis ruam kulit yang berbeda dihubungkan dengan kondisi tersebut. Ruam dapat menjadi gejala HIV sendiri atau hasil dari infeksi atau kondisi yang terjadi berbarengan. Jika ruam muncul, merupakan ide yang baik untuk meminta bantuan penyedia layanan kesehatan memantau riwayat medis seseorang. Mereka dapat menggunakan riwayat medis komplit untuk menentukan tes diagnostik yang dibutuhkan. Luka, atau lesi, juga dapat terbentuk di kulit mulit, alat kelamin, dan anus orang-orang yang menderita HIV. Dengan obat-obatan yang tepat, gangguan kulit dapat berubah menjadi kurang parah. 
  • Kelenjar yang bengkak. Kelenjar getah bening ada di seluruh bagian tubuh. Termasuk di antaranya ada di leher, bagian belakang kepala, ketiak, dan selangkangan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, kelenjar getah bening akan melawan infeksi dengan cara memasik sel imun dan menyaring patogen. Saat HIV mulai menyebar, sistem imun akan bekerja dengan keras. Hal ini akan mengakibatkan kelenjar getah bening yang membesar, yang sering disebut pembengkakan kelenjar getah bening. Ini merupakan salah satu tanda tanda HIV pada wanita pertama. Pada orang-orang yang hidup dengan HIV, kelenjar getah bening yang membengkak dapat terjadi selama beberapa bulan. 
  • Infeksi. HIV membuat sistem kekebalan tubuh kesulitan dalam melawan kuman, sehingga sangat mungkin OI atau infeksi oportunis untuk menyerang dan mengambil kontrol. Beberapa di antaranya adalah pneumonia, TB, atau candidiasis oral dan vaginal. Infeksi jamur (sejenis candidiasis) dan infeksi bakteri juga lazim dijumpai pada wanita yang positif HIV, sekaligus lebih sulit untuk diobati. Pada umumnya, orang-orang dengan HIV akan lebih rentan menderita infeksi di kulit, mata, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, dan otak. HIV juga dapat membuat perawatan penyakit umum seperti flu sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, minum obat-obatan antiretroviral dan mencapai penekanan virus dapat mengurangi risiko menderita OI. Perawatan lain, termasuk sering mencuci tangan, juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit dan komplikasi lainnya menyerang tubuh Anda.

Jika tanda tanda HIV pada wanita tersebut di atas muncul, segera periksakan diri Anda ke dokter. Jika hasil dari tes HIV adalah negatif namun gejala tetap masih ada, konsultasikan hal ini dengan dokter. Gejala seperti ruam dapat menjadi tanda adanya kondisi medis serius, bahkan pada orang-orang yang tidak memiliki HIV. Jika hasil HIV Anda positif, dokter dapat membantu Anda membuat rencana perawatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *